
Jennie duduk di depan meja rias.Sambil menunggu Reyno mandi,ia berdandan sedikit agar terlihat lebih cantik.
"Je !" Reyno keluar dari kamar mandi,ia langsung duduk di sofa dengan handuk yang masih melilit dipinggangnya.
"Apa,,"
"Siapin baju buat aku ." pinta Reyno,ia melipat kaki dan meletakan kedua tanganya di dada.
"What ??"
"Kamu kan udah jadi istri aku ,jadi kamu harus belajar ngelayanin suami kamu."
Jennie menghela nafas,sifat bossy Reyno muncul lagi.Ya ,walaupun perkataan Reyno ada benarnya juga.Tapi tetap saja Jennie kesal.
Karena tidak ingin bertengkar,ia bangun dan mengambil satu stel pakain untuk Reyno.
"Nih , mau dipakein ngga?"
"Ngga usah." Reyno mengambil pakain yang terulur." Makasih ya istriku." bisik Reyno lembut di telinga Jennie.
"Ayo buruan,kak William sama Tere udah nungguin diruang tamu."
"Cium dulu ." pinta Reyno merajuk,ia bangun menghampiri Jennie yang berdiri tak jauh darinya.
Tanpa penolakan,Jennie mulai menjinjit menjangkau bibir Reyno,ia sedikit menarik kepala Reyno agar sedikit membungkuk. Dengan lembut,ia mengul*m bibir Reyno.Ternyata berciuman sehabis mandi sangat menyenangkan.Jennie menyukai nafas Reyno yang segar,aroma tubuh Reyno juga sangat memikat.
Melihat Jennie yang sepertinya bergairah,Reyno mulai memikirkan hal-hal jail.Ia ingin membuat istrinya merasakan,bagaimana rasanya kepalang tanggung menahan hastrat.Ia mulai menyingkap rok yang Jennie kenakan.Tanganya yang jail mulai bergerilya meraba bagian sensitifnya. Begitu lihai tanganya bermain sambil berciuman. Lenguhan mulai keluar dari bibir Jennie.Itu artinya Reyno sudah berhasil .Hanya dalam waktu 5 menit Reyno sukses memancing birahi istrinya.Sesuatu yang hangat mulai mengalir dijemari Reyno. CUKUP ! Reyno menghentikan aksinya tiba tiba,ia menarik ciumanya. ia mundur setengah langkah menjaga jarak. Jennie menatap Reyno dengan sesuatu yang masih tertahan.Tatapanya seolah menyiratkan sebuah pertanyaan , MENGAPA BERHENTI ?
"Kita udah ditungguin,nanti dilanjut malam yah ." lirih Reyno hati hati.Ia melihat kekecewaan jelas di wajah Jennie, hatinya bersorak dua kali lipat penuh kemenangan.
"Iya ." Jawab Jennie datar.
Jennie langsung berbalik badan untuk menyembunyikan rasa malunya.
Mengapa ia menginginkan Reyno berbuat lebih jauh? Apa Reyno tau ? kini ia merasa tersiksa.
Untuk pertama kalinya ia merasakan hasrat yang tidak terselesaikan.
KARMA LEBIH TEPATNYA!!
Dengan sebal ia merapihkan bajunya kembali,ia melangkahkan kakinya menuju pintu.saat tanganya sudah meraih daun pintu,Reyno bersuara kembali.
"Kok cuma baju sama celana ! Celana dalamnya kok ngga ada?"
OH MY GOD
__ADS_1
"Ishkkkk." Jennie berdecak,ia kembali mengambil celana dalam yang ada dilemari. ia langsung melemparkan ke arah Reyno begitu saja.
"Ngga sopan! masa sama suami begitu sikapnya." Reyno protes.
"Bodo !!" saut Jennie masih kesal, sekarang Reyno selalu menggunakan kata suami sebagai jurus andalanya .ia keluar meninggalkan Reyno sendirian di dalam kamar.
Reyno menatap punggung kecil yang berlalu keluar.Bagaimanapun sikap Jennie,ia selalu mencoba untuk memaklumi.Apalagi ia masih dalam usia remaja.Reyno selalu mengingat pesan dari orang tuanya sendiri,Reyno harus bersabar menghadapi anak yang masih remaja.Begitu juga dalam berhubungan intim,jika Jennie masih suka menolak.Reyno harus senantiasa bersabar sekali lagi.Tapi hari ini ia merasa cukup senang.Akhirnya Jennie ikut merasakan apa yang selama ini ia rasakan. Kepalang tanggung memang tidak enak kan ?
***
Jennie menghampiri William dan Tere yang masih menunggu di ruang depan.Jennie mengambil posisi duduk dihadapan Tere.Sorot matanya mengandung sejuta kata curiga.
"Jennie lo udah bisa jalan ?ya ampun gue seneng banget liatnya." Tere hendak memeluk Jennie,namun dengan cepat ia menolak.
"Ngga usah banyak basa basi .Jelasin ke gue,kenapa lo bisa ada Hiwaii ,jangan bilang kalian berdua pacaran ?" Jennie langsung menembakan pertanyaanya,ia menatap sinis dua orang yang ada di hadapanya.
"Kita ngga pacaran,cuma kak William udah janji mau ngajakin aku liburan , waktu kita ketemu di hari ulang tahun lo itu.Jadi gue ngga mau ngelewatin kesempatan emas." Tere menjelaskan ,ia tidak mau sampai Jennie salah faham.
"Trus lo mau ? diajakin liburan sama cowo yang bukan siapa-siapa,lo mau ?"
"Kita akan segera pacaran Jennie." saut William,ia mengalungkan lenganya di pundak Tere.
"Cih!" Jennie bergidik merinding melihat kelakuan William .Karena umur mereka yang terlalu jauh, tidak pantas sama sekali jika berpacaran.
Tak lama Reyno keluar, ia melangkah dan duduk di samping Jennie, matanya menyorot pada dua cucunguk yang ada dihadapanya.Ia masih sangat kesal dengan kejadian tadi.
Reyno masih diam,ia sibuk mengunyah sepotong sandwich didalam mulutnya.
"Reyn!" Jennie merayu lembut.
" jangan marah gitu dong,aku tau mereka berdua emang ngga tau diri,tapi bagaimanapun juga itu kakak kamu. Apalagi gadis lolly yang disampingnya adalah sahabat aku." matanya ikut melirik sinis kearah William dan Tere.Sebenarnya ia juga merasakan hal yang sama dengan Reyno,kesal.
"Jennie! dimana letak ngga tau dirinya ? kamu sendiri yang janji ngga mau ngelakuin hal kya gitu sebelum lulus,tapi kamu sendiri yang ngingkarin." Tere bersungut tidak terima,tega teganya ia menyebut Tere sebagai gadis lolly.
"Udah stop! Reyno dan Jennie suami istri,kalau kamu iri kita bisa melakukanya juga ."goda William mengedipkan satu matanya.
"WTF ! No !!! " tukas Tere menatap sadis.Walaupun ia mau diajak ke Hawaii,tapi ia tidak memilik perasan pada William sama sekali.Tujuanya ke Hawaii adalah untuk memastikan Jennie baik baik saja.Karena terakhir Jennie bercerita,ia selalu menceritakan pertengkaranya bersama Reyno.Selain berlibur ia juga khawatir .
"Sudah cukup ! kalian belum menjelaskan, kenapa kalian mengacaukan bulan muda kami ?"Reyno membuka omongan.
"Hehehe,maaf ! niatnya tadi mau bikin kejutan. mana kaka tau kalau kalian sedang melakukan itu.Dan juga ,kaka mau ngasih tau kalau mamah minta kamu ajak Jennie pulang ke New York ."
"Sekarang ?"
"Paling tidak besok kalian harus pulang."
__ADS_1
"Hmmm.Ok." Reyno mengangguk setuju.
"Aku belum bilang mau,kenapa kamu udah bilang ok .Aku ngga mau ke New York,aku belum shopping,aku masih betah disini." Jennie cemberut.
"Jennie kan istri yang nurut sama suami,jadi harus mau ya." Reyno menarik lembut hidung istrinya, ia mengeluarkan kartu credit tanpa batas limit dari dompetnya.Jennie tersenyum bahagia,Reyno selalu mempunyai cara untuk membuatnya patuh. "Kita masih punya waktu sehari buat shoping."
"Makasih ya Reyn,aku mau ke New York." ia langsung mengambil kartu yang ada ditangan Reyno.
"Oke,silahkan shopping sepuasnya."
Kembali ke topik utama.
"Sekarang jelasin! bagaimana caranya kalian bisa masuk ke kamar kita ?"Jennie bertanya,ia sangat penasaran tentunya. Karena hotel ini hanya dapat diakse menggunakan kartu id. Bagaimana caranya mereka berdua masuk ?
"Hotel ini milik cecunguk itu ." Reyno menyaut,tanganya menunjuk datar kearah William.
Terjawab sudah.
"Woaah,hebat ! ternyata kaka iparku kaya raya." Jennie memuji,ia tak menyangka William seorang pemuda sukses.
"Jangan terlalu memuji,suami kamu jauh lebih kaya raya dibandingkan kaka."
"Maksudnya ?"Jennie mengerjapkan matanya.
"Maksudnya ,tidak perlu repot bekerja .Dia sudah ditakdirkan kaya raya."
"Jih !!" Reyno berdecak tak senang.Logisnya,ia selalu dipusingkan oleh tugas kuliah dan pekerjaanya setiap hari.Reyno harus membagi waktunya untuk kuliah dan bekerja,terlebih masih harus menghadapi kelakuan Jennie yang menyebalkan.Mendapatkan tekanan sebanyak itu, bagaimana bisa kakanya berkata kejam seperti itu ?
"Waktu itu kaka sudah janji mau kasih tau rahasia Reyno kan. Sebenarnya,Reyno adalah Ceo muda dari X1X (perusahaan besar di kota A yang bergerak dalam bidang perhotelan) , perusahaan itu adalah milik kakek kami. Beliau mewariskan semua harta kekayaanya pada kalian berdua,asal kalian berdua bersedia dijodohkan."
"Benarkah ??" Jennie memeluk erat Reyno ."Kalo gitu,aku janji ngga akan minta cerai lagi.Aku juga minta maaf udah bilang kamu anak kuliahan yang ngga punya apa apa.Pokonya,aku akan berusaha jadi istri yang baik." Jennie mengelus pundak Reyno bangga.
"Huh,dasar cewe matre! lihat kak,sikapnya langsung berubah gara gara ucapan kaka.tadi dia masih suka ngebantah." Reyno protes,ia masih kesal saat Jennie melemparkan celana dalamnya begitu saja.
"Tentu saja aku harus berubah dong sayang.Bagaimanapun juga, Aku harus senang telah menikah dengan harta karun." Jennie tersenyum manis."Jadi intinya,mulai sekarang aku akan jadi istri yang patuh."
"Udah saatnya istri kamu tau tentang identitas kamu.Mau sampai kapan disembunyiin ?"
Reyno diam tak menjawab,ia sangat kesal melihat perubahan sikap Jennie yang drastis.Reyno mengumpat dalam hatinya.
Dasar cewe matre!!
Bagaimana bisa ,kakek jodohin aku sama cewe matre kaya gini ?
"Oke,makasih istriku ! " Reyno tersenyum penuh arti.
__ADS_1
Jangan harap kamu bisa tidur nyenyak malam ini Jennie.Aku akan mengajari kamu bagaimana caranya menjadi istri yang patuh.