
Sementara di Bali teman teman Reyno telah sampai terlebih dahulu di Bandara .Karena Jennie memaksa untuk ikut ,akhirnya Reyno membatalkan tiket keberangkatan bersama teman-temanya .Lalu berganti jadwal keberangkatan di jam berikutnya bersama Jennie, dengan selisih dua jam keberangkatan .
"Reyno kemana sih,?" umpat James yang mulai gusar dan bosan menunggu kedatangan Reyno .
"Katanya sih,adik sepupunya yang cewe mau ikut ,makanya dia batalin berangkat bareng kita."Nanda menjawab pertanyaan James tanpa menoleh sedikitpun,matanya begitu fokus memainkan game ular kesukaanya.
"Gila ya si Reyno ! udah tau kita cowo semua ,begonya bawa sepupu cewe, belum apa-apa udah ribet gini." pungkas Dio tidak terima dengan kelakuan Reyno yang seenaknya.
"Kalo tau gitu mah,gue juga mau bawa pacar gue !dia maksa pengin ikut aja gue larang karna nggak enak sama kalian, Ini malah Reyno ngabarin bawa adeknya ."Nanda menimpali sekali lagi,tetap masih sibuk dengan game ular ditanganya.
Sementara Davin si laki-laki paling pendiam diantara semuanya,hanya memperhatikan ketiga temanya yang sibuk mengumpat.
Dua jam kemudian ,Reyno tiba di Bandara bersama Jennie.
"Sorry gue telat, ,"melihat wajah semua temanya yang sudah ditekuk lecek,Reyno jadi tambah tidak enak lagi.
Sontak semua kaget melihat sosok wanita yang bersembunyi dibalik punggung Reyno .Mereka tak menyangka , adik sepupu yang Reyno maksud itu adalah si cantik Jennie , The Queen Of Campus .Wajah mereka mendadak sumringah seketika,termasuk Davin.
Reyno menarik pergelangan tangan Jennie yang masih bersembunyi dibalik punggungnya.
"Kenalin, ini semua temen-temen gue, yang ini Dio ,Davin,James sama Nanda."Reyno menunjuk mereka satu persatu .
"Hai Jennie , , !!" mereka semua menyapa serentak.
Ada yang aneh,Reyno bahkan belum memperkenalkan Jennie pada temanya,Dari mana mereka tau nama Jennie ?
"Ko kalian bisa kenal aku,?" Pertanyaan Jennie mewakili rasa penasaran Reyno.
"Di kampus kita , siapa sih yang ngga kenal Kamu?? kita seneng banget loh! bisa punya kesempatan libur bareng kamu hehehe ," ungkap Dio dengan perkataan yang lemah lembut pada Jennie.
Jennie hanya membalas ucapan Dio dengan senyuman,sebenarnya ia sedikit risih melihat tingkah Teman-temen Reyno yang sedikit genit.
"Hey bukanya kalian bertiga keberatan Reyno bawa adik sepupunya ?" tandas Davin dengan wajah polosnya.
Teman yang satu ini memang beda,ia tidak dapat melihat siapa yang menjadi sepupu Reyno.Entah mereka harus menyebut Davin polos atau bodoh,dua-duanya cocok disandang pria itu.
"Ngga kok ngarang aja lo Dav! " bantah Nanda. matanya berkedip satu,memberi sebuah isyarat pada Davin.
Davin memang selalu jujur dan tak dapat diajak berkompromi, sungguh laki-laki yang polos .
" Iya ngga kok. huuuh dasar lo tukang ngarang!! mana mungkin si kita keberatan,jangan percaya ya Je! temen kita yang satu ini memang suka becanda hehehe" saut James menimpali.
"Oh ya, maafin Jennie ya Kak, soalnya Jennie habis putus sama pacar Jennie.Jadi Jennie butuh Refreshing." ucapnya dengan nada yang lembut.
"Eng,,,ggg eng,,,,gga papa kok " jawab Dio terbata mendengar suara Jennie yang begitu imut .
Bagi ke tiga cowo ini,melihat Jennie dari jarak dekat adalah hal yang sangat langka,betapa senang nya hati mereka mengetahui sepupu yang dimaksud adalah Jennie.
"Cie jomblo dong Je ! boleh kan kita daftar ? siapa tau aja ya ngga Reyn ?. " goda James menyikut lengan Reyno .
Mendapat candaan seperti itu,Reyno hanya diam tak bergeming.Ia memang sudah terkenal sebagai cowo yang beraura kaku bagaikan batu prasasti.
lagi-lagi Jennie hanya tersenyuman dengan perkataan James.
"Hehehe " tawa Jennie .
"Hey ko lo bisa ngomong lemah lembut ke mereka? sementara ke gue selalu jutek ..?" tanya Reyno tak terima,karena sedari tadi Jennie selalu bersikap sopan pada teman teman Reyno.
"Soalnya lo juga dingin dan ngga ramah sama Gue xixiixixi ." jawab Jennie terkekeh.
Teman-teman Reyno pun ikut tertawa melihat sikap Reyno yang iri seperti annak kecil.
💗
•
💗
Beberama menit kemudian akhirnya mereka semua sampai di sebuah Villa yang tak Jauh dari Bandara.
"Oh ya berhubung kamarnya cuma ada tiga, jadi lo bertiga tidur di kamar pertama ,Gue sama Dio dikamar kedua,dan Jennie tidur di kamar ketiga sendiri." Reyno mengatur tempat untuk tidur.Karena memang ialah yang memesan villa itu.
"Gue ngga mau sekasur bertiga sama James .!! udah sempit, terus dia kalau tidur ngorok pula.. gue maunya sama Dio!!" tolak Nanda begitu saja.
"Gak bisa Dio harus tidur sama gue" ucap Reyno membantah ucapan Nanda.
"Ko Reyno ngotot banget sih minta tidur sama Dio ...? OMG !!! OMG !!! kalo gue gak salah liat cowo yang waktu itu nelpon mesra namanya Juga Dio kan,..? Pantesan Reyno ngotot minta tidur bareng Dio! secara mereka kan Pacaran! huuh ,,." gumam Jennie dalam hatinya.
Sementara mereka berdebat Reyno segera menyuruh Jennie masuk kedalam kamar nomer 3 .Jennie pun segera masuk kekamar untuk membereskan barang-barangnya .
Sementara mereka yang masih berada diruang tamu,masih terus melanjutkan perdebatanya.
"Gini aja deh! gimana kalo lo tidur sama sepupu lo ! lagian kan lo berdua sodara ."James memberi saran pada Reyno.Karena memang kalau satu kasur bertiga itu sangat sempit.
"Gak gak mau ,gue gak bisa tidur sama cewe. " tolak Reyno ,ia tak mau menerima saran dari James
"Yaudah kalo gak mau , biar gue tidur bareng Jennie." ledek Nanda tersenyum licik ke arah Reyno.
"Kalo kaya gitu gak boleh , , ! biar gue aja yang tidur sama Jennie ," jawab Reyno sedikit malu ,ia seperti sedang menjilat ludahnya sendiri.
walau sebenarnya ia tak ingin tidur disamping Jennie , tapi ia tak rela jika ada laki-laki lain yang berani tidur di samping tunanganya.
"Yaelah akhirnya mau juga kan ? segala jaim jaiman lagi..hahaha." timpal Nanda terkekeh mendengar jawaban Reyno.
__ADS_1
Reyno menatap Nanda dengan tatapan dingin dan tajam ,seakan ingin membunuh Nanda dengan tatapanya,Nanda pun segera menghentikan tawanya itu.
Akhirnya masalah mereka terselesaikan
Nanda Dan Dio tidur di kamar nomer 1 .Davin dan James tidur di Kamar nomer 2 sementara Reyno tidur di kamar nomer 3 bersama Jennie.
Mereka semua pun masuk ke dalam kamar masing masing yang sudah di tentukan untuk membereskan barang barang mereka.
KRAKKKKKK.
Reyno membuka pintu kamar ,Jennie yang sedang membereskan barang barangnya pun kaget melihat Reyno masuk dengan tiba tiba.
"Lo ngapain kesini..?"tanya Jennie selalu dengan nada yang sangat jutek.
"Ya naro barang-barang gue dong! "Jawab Reyno cetus dan singkat.
"bukanya tadi lo mau tidur sekamar sama Dio?"tanya Jennie heran.
"Gak Jadi ,,!!" Reyno membereskan barangnya.menatanya dengan rapih di samping barang Jennie.
"Gue gak bisa sekamar bareng cowo! pokonya Gak mau! "ucap Jennie menolak .
"Yaa mau gimana lagi siapa suruh Lo maksa pengin ikut."jawab Reyno tak berdosa.
"Lo juga gak bilang kan, kalo liburanya bareng Cowo semua !" saut Jennie menyalahkan Reyno.
"Lupa." jawab Reyno dengan entengnya ,membuat Jennie sedikit kesal.Langsung saja ia melemparkan bantal ke arah Reyno.
"Ikhhhhhhhh !!!"Jennie berdecak.
"Ngga usah protes lo,oh ya ! bisa ngga ? kalo didepan temen temen gue ,lo ngga usah kecentilan gitu,jijik tau !"
"Maksud lo ?gue caper sama mereka !"
"Iya lah ! pake acara bilang habis putus! "
"Suka-suka dong ,lo cemburu ?" Jennie menyerngitkan alisnya.
"Cih! sebagai cowo gue cuma ngomongin lo doang, biar ngga tumbuh jadi mahluk yang genit. NORAK TAU !! . "
Reyno pun berlalu pergi meninggalkan Jennie yang sedang marah bersungut sungut,tak habis fikir dengan perkataan Reyno yang begitu kasar padanya .Bagi Jennie kata-kata Reyno telah merendahkan harga dirinya.
.
.
.
*****
"Eh ntar malem kita ke club yuk ,,! club di Bali kan terkenal bagus-bagus! sayang kan kalo ngga nengokin bentar ." ucap James memprofokasi teman temanya.
"Kuy lah !! " saut Nanda.
Davin dan Dio pun ikut mengangguk pertanda setuju.
"Lo mau ikut kita berempat gak Reyn..? ko lo diem aja??"ucap Dio.
"Ngak mau gue udah bosen. "setelah itu Reyno tak bergeming ,ia terus menyantap makananya.Tak mau peduli dengan ajakan temanya.
" Kalo Jennie boleh ikut ngga kak ?"tanya Jennie .
Suasana mendadak bungkam mendengar perkataan Jennie, Teman-teman Reyno mulai menyadari ekspresi Reyno yang berubah tidak senang.
Dio pun mencoba untuk membuka omongan,memecahkan keheningan diantara mereka semua.
"kita sih fine aja kalo Jennie mau ikut, tapi kamu izin dulu ya sama kaka kamu."ucap Dio pada Jennie .
"Boleh ngga Reyn?" tanya Nanda melirik kearah Reyno.
"Kalo ada yang berani ngajak dia !! ngga usah temenan sama gue." Reyno langsung beranjak.Kakinya melangkah pergi ke arah pantai, meninggalkan Jennie dan teman-temanya.
Oh Shitttt Reyno memang laki-laki tampan yang menyeramkan ,membuat teman-temanya ikut takut ketika melihat Reyno sedang menunjukan tampangnya yang dingin bagai pucuk gunung sahara.
Jennie bergegas pergi mengejar Reyno,yang sepertinya ngambek dan marah itu.
"Reyn, lo kenapa sih ? gue kan cuma pengin ikut emang salah,,?" tanya Jennie.
Pertanyaan Jennie membuat Reyno semakin Emosi,Jennie pun mencoba mengejar langkah Reyno yang cepat .
"Tunggu dong!! lo marah gara-gara kaya gitu doang !!" cerocos Jennie lagi.
"Denger ya nona tempat seperti itu bukan tempat yang cocok buat anak kecil kaya lo ! " tegas Reyno dengan nada yang sedikit marah.
"Gue udah gede kali bentar lagi gue ulang tahun yang ke 19 , Gue juga punya KTP dan SIM." ucap Jennie mencoba membela diri nya.Sementara Reyno semakin marah meladeni gadis ingusan di depanya itu.
"Yaudah sana lo ikut kalo ada apa apa sama lo, gue gak peduli !! " Reyno bergegas pergi meninggalkan Jennie dengan langkah yang semakin cepat .Sementara Jennie terus berlari mengejar Reyno yang melangkah terlebih dahulu di depan.
"Reyno tunggu !!"
Langkah Reyno semakin cepat .
"Iya! iya! gue gak ikut udah dong jangan marah.". Jennie mengalungkan tanganya di lengan Reyno.
Reyno hanya diam membisu,seakan tak peduli dengan ucapan Jennie.Apalagi tingkah lakunya.
__ADS_1
"Reyno maafin Ninnie " dengan wajah yang pura-pura bersalah, Jennie mengeluarkan jurusan terakhirnya yaitu jurusan siluman laba laba mengejar biksu tong , agar dapat membuat Reyno luluh.
Reyno pun memperlambat langkahnya dan menarik tangan Jennie,Akhirnya hati Reyno yang beku itu dapat mencair dengan tingkah laku Jennie yang imut .
***
Reyno dan Jennie berjalan menyusuri Pantai sudah cukup lama, tetapi mereka hanya berjalan jalan di pinggiran pantai tanpa ada sepatah kata pun . Jennie yang lelah mengikuti langkah Reyno pun bermaksud untuk mengajaknya Reyno berenang di pantai sekaligus memecahkan kecanggunan diantara mereka berdua.
"Reyn mandi di pantai yuk." ajak Jennie dengan wajah yang penuh semangat.
"Ini udah sore ! lagian gue kesini cuma mau liat sunset,mandinya besok aja."
Jennie pun menganggukan kepalanya tanda setuju.
"Reyn duduk yuk, , gue capek nih, "ucap Jennie menarik tangan Reyno untuk duduk di pasir.
Reyno menuruti ajakan Jennie,Mereka duduk berdua di pinggir pantai ,sambil memandangi matahari yang semakin turun tenggelam.
Terdengar suara burung,bahkan kelelawar berciat-ciat. Pertanda malam akan segera tiba,suara ombak-ombak yang terdengar santai.menambah keromantisan suasa di pinggir pantai itu.
"Reyn gue kangen sama Kevin dulu gue suka main kepantai kayak gini ."ucap Jennie Flashback.
"Dasar Bucin!! " jawab Reyno singkat dengan wajah datar yang menatap cahaya matahari
"Lo gak tau apa yang gue rasain, karena lo aja ngga pernah pacaran sama cewe,"ucap Jennie .
"Kata siapa gue nggak pernah pacaran sama Cewe?" tanya Reyno dengan wajah kesal mendengar ucapan gadis disampingnya itu.
"Udah deh Lo ngga usah nyembunyiin ini dari Gue , Gue tau kok kalo Lo ngga Normal."ucap Jennie santai.
Reyno semakin bingung dengan ucapan Jennie,ia pun hanya menganggap Jennie sedang bergurau dan tak ingin mempermasalahkan ucapan Jennie .
"Oh ya dari mana lo tau kalo gue ngga normal ?"tantang Reyno menaikan alis kirinya.
"Banyak cewe-cewe yang ngejar ngejar lo,tapi lo sedikit pun ngga tertarik sama mereka kan?"
"Siapa bilang gue nggak tertarik ? itu semua karna gue udah punya tuuuuuu,,,,,,--"
WTF !!!
Reyno hampir keceplosan menyebut kata Tunangan di depan Jennie.
"Huh hampir aja gue keceplosan,pengin deh rasanya gue kasih tau ni cewe, kalo bukan gara-gara dia gue juga mau pacaran sama cewe lain ." batin Reyno.
"Tuuuu apa Reyn..?"tanya Jennie yang penasaran karena Reyno menghentikan ucapanya dengan tiba-tiba.
"Reyn ko lo bengong sih!! " tanya Jennie untuk yang kedua kalinya.
"Tuan Putri hehehe."jawab Reyno asal.
"Huhhh dasar gue serius lo malah bercanda,,?"Jennie merengut.
Reyno hanya tertawa garing menanggapi ucapan Jennie.
"Reyn lo selalu tau tentang gue, tapi kok lo gak mau cerita tentang hidup lo sih..? "tanya Jennie mencoba memancing Reyno.
"Asalkan lo mau jujur gue mau kok bantu lo kembali normal. "sekali lagi Jennie nampak serius.
WHAT'S WRONG !!
Reyno semakin dibuat bingun dengan kata-kata Jennie, ia terus menyebut dan menuduh Reyno tidak normal .Apa maksudnya ?
" Omong kosong ,,!gue udah bilang kalo gue itu normal ! " bentak Reyno sedikit keras.Dapat dari mana pemikiran seperti ini.Tuduhan Jennie seakan menantang seorang laki-laki untuk berbuat lebih.
Reyno mulai marah,wajahnya sudah mulai merah padam.Kali ini ia sudah sangat geram dengan tuduhan Jennie.
"Ya udah buktiin ke gue kalo lo benar-benar cowo yang normal,,!!" tegas Jennie.Kata-katanya seakan menantang Reyno .
"Oh Jadi lo perlu bukti ?"tanya Reyno.matanya sudah menyiratkan sebuah tatapan licik ke arah Jennie.
Eummm!! iya kasih gue bukti yang akurat."Jawab Jennie polos.
Reyno pun mendekatkan wajahnya tepat di depan muka Jennie.
Dan,,,
Cuppppssss.
Reyno Mengecup bibir Jennie dengan cepat.Jennie terdiam sesaat,mungkin wajahnya sudah merah merona.Ia masih merasakan bibir mereka yang baru saja bersentuhan.Apakah ini sebuah ciuman ? Apa ini termasuk ciuman pertama,tidak jelas mereka bukan sepasang kekasih.Ini tidak bisa disebut sebagai ciuman pertama.Sampai akhirnya Jennie tersadar,ada seseorang yang menunggu reaksi Jennie selanjutnya.
"REYNOOOOOOO ,,,,SIALANNN !!! berani beraninya lo ngelakuin itu ke gue ,,, !!!!REYNO LO HARUS MATI DITANGAN GUE" teriak Jennie dengan sangat kesal.
Reyno segera berlari untuk memancing amara Jennie.Ia tertawa melihat ekspresi Jennie yang menggemaskan dengan wajah yang merona dan sedikit jengkel itu, menambahkan kesan imut pada dirinya .
"REYNO BERANI BERANINYA LO NGAMBIL CIUMAN PERTAMA GUE,,,!!! JANGAN LARI LO HARUS MATI!!!!!" teriak Jennie sambil menarik baju dan memukul mukul badan Reyno.
" Awkhh aduh sakit Tolong ada monster!! "tawa Reyno meledek Jennie yang terus memukul mukul badan Reyno ,
merekapun berguling di antara pasir pasir putih yang indah ditemani sinar matahari yang kian lama semakin tenggelam .
Sore itu Reyno sangat senang mendengar perkataan Jennie kalau Reyno adalah orang pertama yang berani menciumnya walau itu hanya sebuah kecupan singkat, tapi cukup membuat hati Reyno berbunga bunga.
Jennie pun sepertinya tidak mempermasalahkan tentang kecupan itu walau dia menganggap bercanda Reyno agak sedikit kelewatan.
NEXT•••••••>>>>>>
__ADS_1