
"Mampu-s !!" sajak umpatan keluar dari bibir Reyno begitu saja ketika melihat William memapah Tere yang sempoyongan.
"Brisik !"William membentak kesal,ia lupa bahwa dua anak kecil ini tidak selayaknya gadis-gadis di Amerika.Seharusnya ia tahu kalau mereka masih polos.Tidak hanya berbuat ulah,sekarang mereka mabuk dan sangat merepotkan.
"Kaka ngga percaya sama aku ,aku udah kasih tau sebelumnya.Kaka ngeyel bawa mereka ke club.Jadi begini kan ?"Reyno merengkuh tubuh Jennie yang tergeletak lemas disampingnya."Kita pulang aja yah ."
"Ngga mau ,jangan deket-deket.Gue jijik sama lo ! " Jennie mendorong Reyno dengan sisa tenaganya.Kepalanya sudah sangat berat karena terlalu banyak minum dari tadi,tapi ia masih sadar kalau sedang bertengkar dengan Reyno.
"Kalian sebenarnya kenapa sih ?ngapain berantem dibawah? "William bertanya pada dua gadis yang sudah setengah mabuk.Sorot matanya mencalak penuh emosi.
"Wanita itu merebut laki-laki yang Jennie sewa." Tere berkata jujur karena pengaruh alkohol,niatnya mereka akan membuat Reyno cemburu dengan menyewa seorang laki-laki bayaran.
"Ngapain kamu sewa laki-laki bayaran ?" Reyno langsung melontarkan pertanyaan pada istrinya yang mulai teler.
"Tentu saja karena kamu bajing#n." Jennie meremas kuat baju Reyno dengan kedua tanganya." Setelah semua apa yang aku kasih,kamu malah bandingin aku sama mantan kamu.Kamu fikir aku sampah yang bisa seenaknya kamu buang,,Eungh." Jennie menjelaskan dengan mata yang setengah terpejam.Masih dengan minimnya kesadaran,ia mengungkapkan apapun yang ada di benaknya."Kamu jahat! ngga punya hati! aku sakit! kamu tega ngancurin hati aku gitu aja."
Tiba-tiba Tere menimpali." Bodoh! siapa suruh lo ngasih keperawanan lo segampang itu.Kalo cowo udah dapetin hal itu,mereka akan bosan dan cari yang baru. Dasar Jennie bodoh." Tere memaki tanpa sadar.
"Benar,laki-laki sialan ini udah ngambil keperawanan gue." Jennie menarik rambut kepala Reyno kuat." Suami sialan kenapa aku begitu mencintaimu ?" ungkap Jennie jujur.
Reyno hanya diam mendapatkan perlakuan dari Jennie.Ini adalah kedua kalinya Jennie mabuk dihadapnya.Tidak terlalu jauh dengan yang pertama,ia selalu mengamuk saat mabuk.Tapi kali ini lebih imut,karena Jennie sampai mengungkapkan apapun yang ada dihatinya. Bahkan sebuah kata sulit yang jarang ia dengar dari mulut Jennie .
"Iya lo bodoh ! gue ngga akan semudah itu buat ngasih keperawan gue." Tere mengumpat sekali lagi,ia menyandarkan kepalanya tanpa sadar di pundak William.Tak jauh berbeda dengan Jennie,kepalanya juga sudah sangat berat.
Dua wanita polos ini sudah benar benar mabuk.
Jennie meletakan kepala telernya diatas meja." Keperawanan gue hilang,suami gue juga akan segera hilang." ia memukul mukul tanganya diatas meja." Dasar Reyno brengsek,dia ngga tau sakitnya gue kemarin,sampai gue harus jalan ngangkang nahan sakit akibat ulah dia.Ngga punya hati! cowo sialan." Jennie terus mengoceh tanpa sadar.Apapun dia ucapkan sesuka hatinya.
"Aku ngga akan ninggalin kamu,sayang.Maafin aku yah." balas Reyno meladeni istrinya yang sedang mabuk.Sebenarnya Reyno sedikit malu pada William,bagaimanapun juga Jennie terus membicarakan privacy mereka berdua.
Jennie menarik kepala Reyno agar condong ke arahnya."Kamu ganteng." Jennie menarik kedua pipi Reyno ,ia memainkanya seperti boneka."Kamu jadi anak aku,ayo kita main ibu dan anak." Jennie semakin ngaco,nada bicaranya sudah sangat ngelantur entah kemana.
" Dede bayi tidur yah.! mamah nyanyiin."
William yang melihat tingkah Jennie menjadi paham,ternyata ini alasan Reyno melarang keras Jennie mengunjungi club malam.Kalau tau mereka akan berbuat ulah,William juga tidak akan mengizinkan dua bocah ini pergi ke club malam.
Tere mulai tertidur di pundak William,setelah capek ngoceh tidak jelas.Sementara Jennie masih sedikit sadar dan berulah.
Jennie mulai bernyanyi dan bertepuk tepuk tangan.Ia mengajak Reyno bermain ibu dan anak.
"You're my honeybunch, sugar plum
Pumpy-umpy-umpkin
You're my sweetie pie." Jennie meraih tangan Reyno mengajaknya tepuk pok ame-ame.
__ADS_1
"You're my cuppycake, gumdrop
Snoogums-boogums, you're
The apple of my eye." nada vocalnya dibuat baby voice ciri khasnya.Asli,siapapun orang yang melihat tingkahnya pasti gemas,begitu juga dengan William.
"And I love you so and I want you to know
That I'll always be right here
And I love to sing sweet songs to you
Because you are so dear." Jennie meraih kepala Reyno,ia menaruhnya didada seperti seorang bayi kecil.
Reyno tercengang."Sial ,imut banget !" Reyno langsung mendaratkan sebuah ciuman di bibir Jennie.Reyno sudah sangat gemas,ia tak peduli dengan kaka yang sedari tadi memperhatikanya,bodo amat,pikirnya.
William melemparkan sebungkus roko ke wajah Reyno."BANGKE !! pindah ke kamar sana! "
"Maaf,abis ngga tahan imut banget." Reyno menyeringai.ia langsung memeluk erat tubuh lemas istrinya.
Jennie semakin menelusupkan tubuhnya di dada Reyno,ia meremas remas dada Reyno seperti baju basah."Kasih aku lagi !" celetuk Jennie mendongakna kepalanya menatap Reyno.
"Kasih apa ?" Reyno tersentak saat remasan tangan Jennie cukup kuat didadanya."Sakit."
Tanpa menjawab, Jennie langsung menarik tengkuk Reyno begitu saja,ia menghisap
"Lagi ???" tanya Reyno saat ciuman mereka terlepas.
"Iya lagi! yang banyak." jawab Jennie.
Mendapat sinyal hijau,Reyno langsung mendaratkan banyak ciuman di wajah Jennie,persetan dengan gadis mabok.Jarang-jarang Jennie inisiatif seperti ini kalau tidak mabuk.
"Woi ,dua makhluk tak tahu diri ini ya ! kekamar sana !" Tandas William.
William melambaikan tanganya ke salah seorang pelayan."Tolong antarkan mereka berdua ke ruang pirvacy." ucapnya ,saat pelayan menghampiri meja mereka.
Tanpa basa basi , Reyno langsung memapah Jennie mengikuti pelayan menuju ruang privacy,semacam kamar yang digunakan pengunjung untuk menikmati malam panjang jika mereka malas mencari hotel.
William terus menatap kepergian adiknya.Ia memang brengsek,tapi sebrengseknya ia tidak pernah memanfaat gadis yang sedang mabuk .Tak menyangka, Reyno jauh lebih brengsek dan tidak tahu diri.
Pintu tertutup ,Reyno langsung membaringkan tubuh Jennie pelan diatas kasur.Ia menatap wanita yang terkurai lemas diatas ranjang."Mau minum ngga?" Reyno mendekat.
Jennie menggeleng.Kepalnya sudah sangat berat,tingkat kesadaranya sudah 50%. Entah apa yang mebuat wanita ini masih setengah terjaga.
"Kamu sini ! "lirih Jennie sekali lagi.Kedua tanganya menangkup lembut wajah Reyno.Dengan sisah tenaga yang ada,ia berkata lagi."Kamu tuh,kenapa aku sayang kamu ?Euhgh,, kamu selalu nyakitin tapi aku sayang.Kenapa aku bisa sayang kamu ?" Jennie mengggoyang-goyangkan wajah Reyno dengan kedua tanganya.
__ADS_1
"Aku juga sayang banget sama kamu." balas Reyno diakhir kecupan di bibir ranum istrinya.
"Lagi,,! cium lagi !" Jennie merajuk manja.Sudah menjadi kebiasaan, gadis ini kalau mabuk memang selalu minta dicium.
Ciuman pertama mereka terjadi saat Jennie mabuk di kapal.Reyno terkekeh mengingat kejadian itu,gadis itu terus memaksa untuk di cium saat itu.Jennie telah merubah hidupnya,dulu ia tidak pernah seb#jingan ini terhadap wanita. Entah mengapa,ia selalu ingin meniduri wanita ini dengan berbagai cara.Mungkin ia sudah tergila gila,atau mungkin ini efek pertama kali mengenal sex.
Reyno mendaratkan ciumanya begitu lembut sekali lagi." Mau yang lebih ngga ?" Reyno berbisik ditelinga Jennie.
Karena sudah mabuk,Jennie tidak mungkin menjawab.Ia sudah tidak bisa diajak berkomunikasi baik,namun ia akan mengatakan apa yang ingin dia katakan.Termasuk meminta Reyno menciumnya berkali kali.
Persetan dengan istri mabuk ,Reyno tidak peduli.Ia hanya ingin meniduri wanita yang ada dihadapanya.Sudah tidak ada waktu untuk menahan hastrat lagi.
Dalam waktu 2 menit Reyno sudah berhasil menanggalkan semua baju istrinya,begitu juga dengan bajunya.
" Je,,,!" Reyno terus membangunkan Jennie yang mulai terlelap.Tidak enak juga kalau Jennie sampai tertidur,pikirnya.
"Eughh! apah ?" Jennie sedikit melenguh mendapatkan rangsangan dari Reyno.
"Jangan tidur dulu, aku mau itu--" Jari jarinya mulai melakukan apa yang seharusnya ia lakukan.Yupz! Reyno terus merangsang istrinya agar terus tergaja.
Wajah Jennie mulai merona,desahan dan erangan mulai keluar perlahan dari bibir ranum Jennie.
Reyno sudah sangat tergila-gila.Ia gila ketika melihat ekspresi wajah Jennie begitu sensual,ia semakin gila melihat rambut acak acakan akibat kepala yang terus terhenyak.Dan hal yang paling lebih gila lagi ,saat Jennie terus menyebut namanya disetiap kenikmatan itu datang.Reyno mengecup bibirnya kembali.
"Aku mulai ya ?" Reyno masih punya tatakrama untuk meminta izin,walau ia tahu Jennie sedang mabuk dan minim kesadaran.
"Heump"
Dehaman itu Reyno anggap sebagai lampu hijau ,intinya Jennie sudah mengizinkanya.Lanjut dulu--
Dalam waktu satu menit,ia sudah membenamkan benda tumpul itu masuk ke dalam tempat yang semestinya.Reyno merasakan kenyamanan itu sejenak, sebelum ia memulai untuk berpacu lagi.
"Sakitt !" rintihan kecil keluar ditengah mata Jennie yang setengah terpejam.
Reyno masih diam tak bergerak,apa benar masih sakit ? bukanya yang kedua kalinya harusnya tidak apa-apa ?
Reyno juga minim pengetahuan tentang sex,ia baru pertama kali menggila bersama Jennie.Reyno juga tidak tahu mengapa ia selalu ingin melakukan hubungan ini.
"Sakit banget yah? aku pelan pelan ya ?" Reyno berbisik sekali lagi.Ia juga merasakan ruang sempit itu meremas kuat kepemilikanya.Harusnya yang kedua agak lancar kan ?
Memang Jennie tidak menangis seperti kemarin,tapi ringisanya membuat Reyno tidak tega.Ia jadi galau antara lanjut atau harus stop.
Gimana yah ? ia sudah sangat horny.Masa harus berakhir dikamar mandi lagi .Sepertinya Reyno memang harus belajar banyak tentang sex ,agar ia mahir seperti William ,kakanya.
Maaf banget yah ,ngga aku kasih adegan apa apa.Bosennn ya !!!
__ADS_1
kita lanjut ke konflik aja ya!
Sekali kagi maafin author amatiran ini yah.