
Mentari pagi mulai membubung tinggi.Cahaya fajar menelisik masuk melalui celah Jendela kamar hotel .Tak ayal Reyno mulai membuka kedua matanya, Reyno terbangun terlebih dahulu,ia melirik jam yang ada diatas meja sampingnya,waktu menunjukan pukul 10.00 pagi.
Reyno tersenyum ketika melihat punggung kecil yang masih terlepap membelakanginya,tepat di bawah sang istri matanya menangkap sebuah noda berbecak merah.Ia membelai lembut seprai itu. Memastikan sekali lagi bahwa yang mereka lakukan semalam bukanlah sebuah mimpi .Perlahan ia mulai merapatkan tubuhnya mendekati sang istri.
Sungguh Reyno tak ingin beranjak dari posisi ini. Reyno membelai rambut Jennie yang sangat acak acakan.Entah mengapa, ia sangat suka melihat rambut Jennie yang seperti itu,terlihat begitu sexy dimatanya.
Satu kecupan sebagai tanda morning kiss mendarat di pipi gadis itu,Reyno berharap Jennie akan segera terbangun,lalu mereka dapat bermesraan lagi di pagi hari.
"Engggh." Jennie menggeliat mulai mengucak matanya,ia menyadari sepasang tangan yang melingkar di tubuh polosnya.
"Akwhhhkkk." Jennie menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya,ia terus menggelengkan kepala penuh rasa tak percaya.Apakah semalam ia melakukan hubungan itu dengan Reyno ?
"Kamu kenapa sih? teriak pagi-pagi gini ."
"Kenapa kita ngga pakai baju?" Jennie bertanya untuk memastikan,ia berharap tidak ada yang terjadi diantara mereka berdua.
"Kamu lupa,semalam kita sudah --"
"STOP!!" Jennie membungkam mulut Reyno secepat mungkin,ia berbalik badan membelakangi Reyno,malu kesali !! Jennie memijat pelipisnya yang terasa sakit. otaknya terus memutar semua memori yang terjadi semalam.Bagaimana bisa mereka melakukan hubungan itu ?
Aishhhhhh,bahkan Jennie sangat menikmati permainan Reyno semalam.
BODOH !! tak seharusnya ia terpikat dengan pesona Reyno. Jennie masih ingin menyiksa Reyno, ia harus membuat Reyno kapok karena telah berselingkuh. Tapi sepertinya, malah ia sendiri yang menyerahkan tubuhnya dengan suka rela. Jauh melenceng dari renca awal pernikahan mereka.
"Je " Reyno melingkarkan kembali tanganya. "Yang semalam masih sakit ya?"
Jennie diam tak menjawab,apa Reyno tidak punya pertanyaan lain ? jelas pertanyaan ini membuat Jennie semakin malu.
"Aku boleh liat ngga? aku mau periksa." Reyno bertanya seperti orang yang tak punya urat malu.
Jennie masih diam,andai Reyno dapat melihat,wajahnya saat ini sangat merah bagaikan tomat.
"Ngomong dong jangan diemin aku gitu,kalo sakit bilang aja,jangan ditahan." ceros Reyno semakin banyak efek khawatir.
"Aku ngga papa ." jawab Jennie singkat.
Tentu saja Jennie masih sangat canggung,ia semakin frustasi mengingat perbuatan mereka tadi malam.apalagi semalam Jennie sangat agresif dan hilang kendali.Arghhh!! Jennie semakin gila memikirkanya.
Mau ditaruh dimana harga dirinya ?
Untuk seorang gadis seumuran Jennie,hal seperti itu adalah hal yang sangat memalukan baginya,ia masih merasa terlalu kecil untuk melakukan hal semacam itu.
Reyno semakin merapatkan pelukanya,ia menggelayut manja di pundak Jennie, tak hentinya ia memainkan hidung sang istri yang masih ngambek membelakanginya .
__ADS_1
"Je ."Reyno semakin bingung,dia begitu pintar dalam segala bidang,tapi ia lemah ketika menghadapi gadis yang ngambek.
"Hmmmm ." Jennie hanya berdeham.
"Maafin aku buat yang semalam yah! kamu keliatanya ngga rela gitu."
Mendengar pernyataan Reyno membuat Jennie tak enak hati,bagaimanapun juga itu bukan kesalahan Reyno.Hal Seperti itu adalah hal yang wajar untuk pasangan suami istri.Egonya mulai turun berganti empati,perlahan Jennie mulai membalik tubuhnya menghadap Reyno.
"Reyn ."
"Iya, kenapa ?"
"Bisa ngga kalo kamu cuma cinta sama aku aja ? aku harap ngga ada satupun hal yang kamu sembunyiin dari aku. kalo kamu bisa,aku akan rela ngelepas semua hidup aku buat kamu.Terkadang aku ngerasa diri aku jauh dari kata sempurna,makanya aku takut,orang yang aku sayang ninggalin aku karena sikap dan sifat aku yang kurang baik. " Jennie menghela nafasnya sejenak,tanganya bermain menggelitik dada bidang Reyno ."Aku takut jika pada akhirnya kamu akan pergi,Reyno."
" Aku ngga tau apa yang terjadi sama hubungan kita suatu hari nanti,tapi yang jelas, aku akan terus jatuh cinta sama kamu setiap hari,dan kita akan terus sama sama,ngga cuma sekarang atau saat ini,tapi selamanya."
"Janji jangan tinggalin aku ya Reyn."
Reyno memeluk Jennie dengan erat."Aku janji."diakhiri dengan mencium lembut kening istrinya.
Mereka berpelukan lama sekitar 10menit,tidak ada salah satu yang mau mengalah untuk mengakhiri pelukan itu.
"Je,," bisik Reyno ditengah keheningan.
"Dede aku bangun lagi nih !"
"Teruuusssss ?" Jennie mengerjapkan matanya,alisnya melengkung menatap Reyno.
"Main sekali lagi yah ? "pinta Reyno merajuk penuh harap.
"GAK !!!"
"Plissssssss,sekali lagi yah! yang kedua ngga akan sakit kok !!" ucapnya berujar, bagaimanapun caranya Reyno harus melakukan morning s3x dengan Jennie. Titik ! harus mau !!!
"Gak mau, aku masih sakit ."
"Ayolah ! kasian dedek aku, tersiksa nih !bentar aja,ngga lama kok! main cepet,hehehe ."
Reyno semakin merajuk tak tahu diri.Demi sebuah hasrat, IQ nya yang mencapai 196 turun drastis menjadi 60 .Demi seorang wanita ,ia tidak peduli lagi dengan harga diri. The best power of Jennie's love trap,membutakan segalanya.
Gue cinta lo sampe beg0 ,Jennie !!
"Ngga mau ,hari ini jadwal aku mau belanja sepuasnya."
__ADS_1
"Entar aku anterin ke tempat shopping yang paling bagus deh,tapi sekali lagi yah!"Reyno masih terus merajuk,usahanya tak pernah putus demi sebuah kepuasan.
"Beneran ? Janji dulu ."
"Iya janji,tapi main sekali lagi,hehehe."
Jennie menganggukan kepala pertanda setuju. "Sakit ngga tapi nya ?" tanya Jennie lemah,ia masih merasa trauma dengan kejadian semalam.
" Aku main lembut kok." bisiknya lirih. Reyno Langsung semangat merubah posisinya diatas,bagai seekor macan yang hendak menerkam tubuh mangsanya ,itulah Reyno.
BRAKKKKK !!!!!
Seseorang membuka pintu kamar hotel dengan kasar saat Reyno hendak mulai mencium,Jennie langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dengan cepat.
"Brengsekk !!" umpat Reyno dengan kesal,mahluk apa yang dengan lancang berani mengganggu kegiatan indah mereka.
"Up,sorry, kayaknya waktu berkunjung yang kurang tepat ." ucap William dengan santai,seperti orang yang tidak bersalah.
"JENNIE !!" teriak seseorang wanita yang ikut menyerobot masuk menuju kamar hotel.
"TERE !!" Jennie lebih terkejut dari siapapun,mengapa tere bisa ada di Hawaii ? bersama William pula.
"Oh my God Jennie ! apa yang lo lakuin ?" Tere segera menghampiri Jennie,ia menutupi pundak Jennie dengan jaketnya.matanya terus memperhatikan Jennie dengan seksama.Parahnya lagi,Tere sama sekali tidak peduli adanya Reyno yang duduk disamping Jennie.
"Sorry tadinya kita cuma niat ngajakin kalian hunting bareng,ngga nyangka kalo akhirnya kita jadi pengganggu. " ucap William sekali lagi."Ayo Tere kita keluar." William menarik tangan Tere dengan paksa.
"Ngga mau ." Tere menepis tangan William , ia meremas kuat bahu Jennie."Oh tuhan Jennie! umur kamu masih 19 tahun, kamu belum melihat dunia sepenuhnya, yang artinya\= ada banyak cowo tampan dan keren,kamu masih punya banyak waktu untuk memilih yang paling tepat." Tere berujar dengan asumsinya,alisnya menukik tajam ke arah Reyno.Dari tatapanya,jelas Tere tidak terima melihat Reyno menggagahi sahabatnya, walaupun sejatinya Reyno adalah suami sahnya.
"Aku ngga sengaja," lirih Jennie lemah,pasalnya ia sendiri yang bilang kalau tidak akan menyerahkan mahkotanya dengan mudah pada Reyno.Dan ternyata, ia sendiri pula yang mengingkari janjinya.
"KALIAN SEMUA KELUAR !!"
Reyno berteriak cukup keras, tatapan tajam tertuju lurus pada kakanya,betapa ia ingin membunuh dua mahluk pengganggu ini. Kalau tidak ada pengganggu gila ,ia yakin mereka pasti sedang bergelut panas diatas ranjang. Dan semua digagalkan oleh dua mahluk sialan yang tak tahu diri.
"Oke !Oke! kita keluar. " William menarik lengan Tere dengan paksa,Tere memberontak tapi William lebih kuat. pintu di tutup kembali.
"Aku mau mandi." cetusnya ngambek.
"Yah,masa ngga,jadi sih ." terukir sebuah kecewa di raut wajah Reyno.kentang lagi deh,, !!
"Bodo amat!! aku kesel ,aku bete !" Jennie berjalan menuju kamar mandi,ia tidak peduli pada Reyno yang masih duduk dengan sejuta penantian.
Sial,lagi dan lagi Reyno harus tersiksa menahan konaknya.Reyno mengelap kasar wajahnya,kenapa harus ada pengganggu di moment sepenting ini ?
__ADS_1
Reyno menarik rambutnya frustasi,otaknya dipenuhi dendam kusumat pada dua pengganggu barusan.