Tali Perjodohan

Tali Perjodohan
Bab : 97


__ADS_3

Masih kembali dengan part membosankan ini. Aku tuh sampe males mau ngetiknya,tau. Aku yakin kalian lebih males yang baca.Wkwkwk. Sabar,ya. Nanti abis pecahin masalah kita manja manjaan sama Jennie dan kehamilanya.


Selamat membaca ....


***


New york, Amerika.


Selepas meninggalnya Tania, Reyno langsung menerbangkangkan jenazah Tania ke kediaman Tania di Amerika.Reyno melarang Jennie untuk ikut. Kondisi tubuh Jennie sedang sangat drop. Bahkan ia mengalami flek merah di rahimnya. Beberapa kali Jennie pingsan saat mengetahui Tania meninggal. Kandunganya mendadak tidak stabil, Jennie sampai harus di rawat akibat stress.


Masalah tidak henti-hentinya mengelilingi Reyno. Disaat keadanya sedang berkabung, ia masih harus menghadapi ayah Tania yang kalut melihat putri semata wayangnya meninggal. Ayah Tania bahkan sempat melakukan bakuhantam dengan Reyno di depan jenazah anaknya sendiri.


" Keparatt ... kamu pembunuh! anaku sudah menderita karena mencintai laki-laki baj*ngan seperti kamu. Pergi kamu! " Ayah Tania kalut sejadi-jadinya.


" Tania yang kabur dari rumah. Aku hanya membantu menjaga Tania." Reyno masih bersabar menghadapi tempramen ayah Tania yang tidak biasa.


" Membantu dengan cara membunuh anak kesayanganku! Begitu yang kamu maksud dengan membantu,hah?" Ayah Tania mencengkram kerah baju Reyno saking kesalnya. Tamparan keras mendarat di wajah Reyno dua kali.


" Anda tenang dulu, sikap egois anda tidak akan membuat anak anda hidup kembali," Reyno mengambil sepucuk surat dari dalam saku jasnya untuk Ayah Tania." Ini surat terakhir yang Tania tulis untuk anda, silahkan dibaca,"


Ayah Tania mengambil sepucuk surat dari uluran tangan Reyno. Lalu membukanya perlahan untuk dibaca. Derai air mata bersama dengan tangan yang bergetar menjadi pemandangan Reyno saat melihat lelaki paruh baya itu.


*Dear Ayah.


Hai Ayah,apa kabar?


Aku mau lihat senyum ayah terlebih dahulu sebelum ayah mulai melanjutkan membaca surat ini.


Ayah, maafkan Tania karena sudah kabur dari rumah. Tania ingin menyelamatkan permata hati Tania, cucu Ayah satu-satunya. Maaf Ayah, Rasanya tidak adil jika Tania sampai tidak menyelamatkan dia. Tania tidak mau egois Ayah. Dia juga sama selayaknya bayi lainya, ingin terlahir di dunia.

__ADS_1


Keputusan ini adalah yang terbaik,Ayah. Kalaupun Tania selamat karena menjalani kemoterapi, Tania tidak akan bisa hidup bahagai karena telah membunuh darah dagingku.


Ayah, maafkan Tania karena telah hadir sebagai aib terburuk sepanjang masa. Maaf juga karena Tania belum bisa berbakti kepada ayah.


Ayah, Tania sedang melihat ayah dari langit yang sangat tinggi. Tersenyumlah, ayah. tersenyumlah untuku. Ayah Bram adalah ayah terhebat yang pernah Tania kenal selama ini.


Satu lagi,Ayah. Ku titipkan cucu Ayah yang sangat tampan pada Reyno dan istrinya. Tania mohon, biarkan mereka merawat cucu Ayah. Tania memilik alasan tersendiri untuk keputusan ini. Tania hanya ingin cucu ayah merasakan kasih sayang ibu dan ayahnya. Tania tidak mau cucu ayah bernasib seperti Tania, yang sejak kecil hidup tanpa ibu. Ayah mengertilah.


Tania sayang Ayah.


Bahu pak Bram langsung merosot setelah membaca surat itu. Sepertinya Tania memang sudah merencanakan semuanya dengan matang. Bahkan wanita itu sudah membuat surat untuk semua orang terdekatnya.


Pak bram mengingat kejadian saat terakhir kalinya bertemu Tania. Wanita itu bersikeras untuk menyelamatkan bayinya. Akhinya Tania memutuskan untuk kabur dari rumah. Sejak saat itu Bram tidak pernah bertemu Tania lagi. Segala fasilitas termasuk kartu atm Tania sudah di blokir, namun cewek itu kekeh tidak mau pulang. Sampai akhirnya ia pulang dengan keadaan tubuh yang terbujur kaku.


***


" Bagaimana keadaan bayi itu? Apakah dia sehat?" Jennie tersenyum saat melihat bayi itu tertidur lelap. Aura keibuanya mulai bergerak.


" Dia lahir prematur pada usia tujuh bulan, jadi kandunganya termasuk dalam usia tua. Anak itu sangat kuat. Kondisinya sudah dinyatakan sehat seratus persen." ,Katy tersenyum.


" Hei ... dia senyum!" Jennie heboh saat melihat bayi itu tersenyum dalam tidurnya. " Hey boy ... kamu bertemu dengan bunda,ya di mimpi? bagaimana? bundamu cantk,kan?"


Lagi dan lagi Katy dibuat tersenyum- senyum melihat tingkah Jennie yang sedang berbicara sendiri. Padahal bayi itu tidur. Pikirnya.


"Ehmm ... Jennie," Katy teringat sesuatu. Jennie menoleh.


" Bagaimana kalau ini bukan anak Reyno?" tanya Katy memecahkan moment bahagia Jennie bersama ibu tirinya. Jennie terperanjat mendengarnya.


" Ngga masalah, Anak Reyno atau bukan, aku tetap akan menganggap dia sebagai anak kandungku sendiri."

__ADS_1


" Lihat wajahnya, Apakah Dia terlihat seperti Reyno?" Jennie mengamati wajah anak Tania diikuti oleh Katy. " Wajahnya mirip sekali dengan Tania, tapi tidak mirip sama sekali dengan Reyno."


" Hus ... jangan begitu, Kat."


" Aku tidak peduli dia anak Reyno atau bukan. Yang jelas dia akan menjadi permata hati kami."


"Hemmm ... " Katy hanya berdeham malas.


Sebenarnya ia ingin mengompori Jennie saja. Entah mengapa Katy merasa aneh saat melihat bayi itu. Wajahnya mirip seseoarang ,bukan Reyno. Tapi entah siapa, Katy jadi bingung sendiri.


***


POV TANIA


Aku merasa hidupuku sudah tidak lama lagi. penyakit yang sedang menggerogotiku mulai menunjukan bukti nyata bahwa aku akan segera bertemu Tuhan.


Buru- buru kutulis surat yang banyak untuk anaku kelak. Aku takut jika tuhan memanggilku duluan sebelum bertemu dengan permata hatiku.


Aku sudah tidak kuat, aku lelah. Dua puluh surat untuk anaku sudah kubuat untuk anaku. Setidaknya ada kenangan yang tersisa walau hanya dalam bentuk kata.


Di dalam surat itu juga ku tuliskan rahasia ku selama ini. Sengaja aku lakukan itu karena tidak berani berpicara apapun pada Reyno. diterima di rumahnya saja membuat hatiku tenang.


Aku sangat lelah. Bernafas saja rasanya sudah tidak sanggup lagi. Rambutku setiap harinya makin rontok. Darah merah selalu keluar dari hidungku setiap hari. Jemput akuTuhan, ajak aku bersamamu. Jika memang ini jalan terbaik, aku rela ditakdirkan untuk mati.


***


Sorry ya dikit banget.Aku lagi demen- demenya nulis cerita di novel 'Couple Anjay'


Bosen banget aku tuh, disini. Abis ini aku kasih kejutan buat kalian di bab selanjutnya. Khusus buat kalian yang masih percaya dan setia untuk cerita ini.Kayaknya kalian bakalan senang dengan kejutan aku di bab selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2