Tali Perjodohan

Tali Perjodohan
Bab 12 : Cinta ditolak


__ADS_3

Dikampus


Selama dikampus Jennie terus melamun memikirkan kejadian tadi malam.


Semalam saat Jennie menanyakan apakah Reyno mencintainya? Reyno tidak mau menjawab pertanyaan Jennie ,ia hanya diam terpaku sampai pertanyaan Jennie berikutnya terlontar.


"Reyn kenapa ngga dijawab pertanyaan aku ?" Jennie menatap Reyno hikmat.menanti sebuah jawaban yang paling ia tunggu.


Setelah lama terdiam Reyno akhirnya menjawab pertanyaan Jennie .


" cinta bukan sebuah kata yang sembarang untuk diucapkan.Cinta memiliki makna yang lebih luas,bukan hanya sekedar suka atau sayang .Terkadang kita menyukai, menyayangi dan merasa bahwa kita mencintai seseorang namun ternyata itu hanyalah sebuah perasaan obsesi biasa. Jangan mudah mengatakan kata cinta karna itu akan menyakiti orang lain kalau ternyata yang diucapkan bukan benar-benar cinta.Melainkan hanyalah sebuah obsesi belaka ."Reyno menjelaskan panjang lebar,tapi tidak ada satupun kata yang menjadi jawab dari pertanyaan Jennie.


Otak gadis itu terlalu sempit untuk memikirkan apa yang diucapkan oleh Reyno.Jennie berfikir, mungkin Reyno terobsesi pada dirinya atau sebaliknya Jennie lah yang terobsesi ?


Dorrrrrrrrr.


Suara Tere membangunkan Jennie dari lamunanya.Jennie memegangi pundaknya yang terasa sakit akibat tepukan keras dari temanya itu."Je.... pangeran Reyno udah nungguin tuh di depan kelas."


"Oh ya?" Jennie mengerjap senang.Lekas bangun dan meraih tas pinggangnya." Kalo gitu gue pulang dulu ya.... sampai ketemu besok." gadis itu berlari sambil berbicara.


"Reyn kamu udah lama disini ?"


"Ngga kok,,ayo pulang ."ajak Reyno.Cowok itu tidak sungkan lagi menggandeng tangan Jennie meskipun hubungan mereka belum jelas.


Saat Reyno dan Jennie sedang berjalan menuju mobil tiba-tiba ada seseorang wanita yang memanggil Reyno.


"Reyno,,,,," Reyno langsung menoleh.Mencari objek dari sumber suara yang ia dengar tadi.


"Tania...kamu ngapain disini?" Reyno menghampiri Tania.Melepas genggaman erat pada tangan Jennie."Kondisi kamu kan belum pulih kenapa maksain kesini ?" raut wajah khawatir nampak jelas dikernyitan dahinya.


"Aku bosen banget di rumah sakit,jadi aku nyamperin kamu kesini.Lagian keadaan aku udah membaik kok ." balas Tania lembut.Matanya tertuju pada Jennie seolah minta dikenalkan dengan gadis itu.


"Oh ya Tania....kenalin ini Jennie, selama di kota A aku tinggal dirumahnya dia. " terang Reyno.Ia menarik lengan Jennie untuk berhadapan dengan Tania.


"Hai kak Tania..." sapa Jennie terpaksa.Gadis itu cemburu..cemburu melihat sikap Reyno yang langsung berubah semenjak ada Tania.


"Hai Jennie...ternyata kamu cantik dan lucu sekali yah..." sapa Tania dengan lembut.Gadis itu memang selalu bersikap lembut pada siapapun.Walaupun hatinya sakit melihat Reyno akrab dengan tunanganya.


Cih...siapa juga yang mau di puji sama lo!. Gerutunya dalam hati.


Jennie mendadak kesal setelah melihat Tania secara langsung.Wanita itu terlihat anggun dan lembut,sangat bertolak belakang dengan sifat Jennie yang jutek dan suka marah-marah.


Suasana semakin canggung diantara keduanya,Reyno yang melihat kejadian itu segera membuka omongan untuk memecahkan keheningan." Kita anterin Tania kehotel dulu ya...baru nanti kita pulang.


"Hemmm." Jennie berdeham.


"Reyn,tapi aku ngga mau tinggal di hotel sendirian, boleh ngga kalau aku tinggal sementara waktu sama kalian..." raut wajah Tania sangat kalem.Membuat Jennie merasa tidak enak saja....


"Tapi Tania,aku ngga enak sama Jennie kalau bawa perempuan ke rumahnya."tolak Reyno,ia tidak ingin ada pertengkaran.Reyno sangat paham kalau Jennie itu pecemburu.


"Aku yakin Jennie pasti ngga keberatan.Kelihatanya dia anak yang baik. " Tania tersenyum polos.


Duh... Ya.... Jennie mati gaya sendiri kalau berhadapan dengan perempuan seperti Tania.Walau sejatinya ia kesal.


"Je,kamu ngga pa-pa kalo Tania tinggal di rumah sementara,soalnya kasian juga kalau di hotel sendirian.Dia belum terlalu sehat ." ucap Reyno hati-hati.


"Ngga pa-pa kok Reyn,kalo gitu kita langsung pulang aja."terpaksa Jennie melakukanya.Ia tidak tega melihat kepolosan gadis itu.






Tak lama kemudian,akhirnya mereka tiba dirumah Jennie.Walau suasana di mobil tadi sedikit canggung.Tapi Jennie masih mau bersikap sebagai tuan rumah terhadap Tania.


"Kak Tania,di lantai ini ada 3 kamar kosong.Kamu pilih aja kamar yang mana,Jennie mau masuk ke kamar dulu ya..." Jennie bergegas pergi menaiki anak tangga.Berlama-lama melihat mereka berdua membuat hatinya panas bergemuruh.


****


Malam hari Reyno tengah sibuk didapur membuat makanan untuk Tania. Jennie yang tak sengaja melihat Reyno memasak untuk Tania merasa tidak senang.


Huhhh.mau masakin makanan buat Tania ya ?liat aja apakah makananya bisa dimakan ?gumam Jennie dalam hati.


Tanpa sepengetahuan Reyno,Jennie telah menaburkan banyak sekali bubuk garam ke dalam makanan yang telah Reyno siapkan untuk Tania.


Reyno segera mengantarakan makananya ke dalam kamar Tania.Sementara Jennie cekikikan membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.


Nakal ya....


"Tan, kamu makan dulu nih." ucap Reyno saat membuka kamar Tania.


"Makasih ya Reyn.maaf udah ngerepotin. "


"kamu ngga usah ngomong kaya gitu, kita kan udah kenal lama."jawab Reyno basa-basi.Berada didalam kamar dengan Tania,membuat ia tidak nyaman sebarnya.Sedikit ada rasa tidak enak pada tunanganya sendiri.


Tunangan ?


Entah sejak kapan Reyno menganggap gadis ajaib itu adalah tunanganya.


Tania mulai menyendok makanan yang dibuat Reyno."Emmmmmm," Tania menyerngitkan matanya,ia langsung mengambil tisu dan memuntahkan semua makanan yang ada dimulutnya.


"Kenapa.. ngga enak ya?"tanya Reyno khawatir.Seketika lamunanya buyar mendengar suara Tania.

__ADS_1


"Ini asin banget Reyn."Tania meraih segelas air putih untuk meredakan rasa asin di lidahnya.


"Masa sih ??sini aku coba ." ucap Reyno langsung mencicipi makanan yang baru ia buat.


Tania memberikan satu sendok tester untuk Reyno."Ini asin parah,mungkin kamu lupa naruh banyak garam kedalam buburnya. "


"Iya mungkin, soalnya aku ngga pernah masak disini,maaf yah.. kamu ngga pa-pa kan? nanti aku pesenin makanan yang lain dan suruh bi Ina buat nganterin ke kamar kamu yah."


"Iya ngga pa-pa kok Reyn, ya udah kamu istirahat aja sana."


"Iyah..maaf ya.."Reyno pergi meninggalkan Tania dikamarnya, ia sangat heran kenapa makananya bisa berubah asin.karena sebelumnya Reyno sudah mencicipi makananya terlebih dahulu sebelum dihidangkan.Otaknya tertuju pada seseorang.


Tidak salah lagi ini pasti perbuatan Jennie...






Reyno masuk tanpa izin kedalam kamar Jennie.Membuat gadis itu kaget karena kedatanganya.


"Je... itu kamu kan yang masukin garem ke makanan yang aku bikin untuk Tania?"tanya Reyno sesaat ia membuka pintu.Jennie langsung tidak senang mendengar tuduhan seperti itu.


Walau sejatinya benar...


"Makana apa ya Reyn,Aku ngga ngerti deh kamu ngomong apa?" jawabnya berkilah.


"Jennie jangan pura- pura ngga tau..." Reyno geram.Siapa lagi orang paling jahil dirumah ini kalau bukan Jennie ?


"Mungkin kamu yang ngga becus bikin makanan,kenapa nyalahin aku ?. "


Perkataan Jennie menyulut api kemarahan dalam jiwa cowok itu."Kamu ngga usah bohong.Aku tahu apa yang ada di otak kamu." bentak Reyno kesal.


"Iya ... emang gue yang naro garam di makanan cewek lo...! kenapa? lo ngga terima..." Jennie semakin nyolot.Menghadapi Jennie dengan membentak akan semakin parah hasilnya.


"Je..." Reyno menurunkan nada bicaranya serendah mungkin." Kalau kamu ngga suka sama Tania, kamu ngga perlu ngelakuin hal kekanakan begitu.Tania itu lagi sakit kalau dia kenapa napa gimana? "


Woahhhhh....Jennie semakin berkobar melihat Reyno terus membela Tania.


"Oh... jadi lo lebih belain Tania dari pada gue,kalo lo masih cinta sama Tania...kenapa lo ngga balikan aja sama dia....hah!"


"Jennie tolong jangan kaya anak kecil." Reyno sungguh frustasi.Entah dengan apa membuat gadis kecil ini luluh.


"Iya emang aku kaya anak kecil! aku tau yang aku lakuin itu salah.Tapi aku benci Tania,aku benci liat kamu yang perhatian sama Tania,aku ngga suka,, aku cemburu ...aku udah coba tahan sebisa mungkin,tapi hati aku sakit liat kalian berdua."


Cairan bening mulai meleleh di pipinya.Gadis itu menangis.


Melihat tunanganya menangis,seketika Reyno merasa gagal menjadi sorang pria."Je...maafin aku,aku ngga bermaksud buat kaya gitu, maafin aku karena udah nyakitin hati kamu." Reyno menarik lengan Jennie kedalam pelukanya.Mendekap erat agar ia berhenti menangis.


Persetan...walau mereka belum pacaran,tapi Jennie sudah menganggap bahwa Reyno adalah miliknya.Entah sejak kapan...


"Engga Jennie...aku kan udah bilang,aku perhatian karena dia lagi sakit...ngga lebih."


Sejak Tania memutuskan untuk mengakhiri hubunganya,sejak itu pula Reyno berjanji tidak akan mencintai Tania kembali...


" Reynold aku cinta sama kamu."


"Je.. aku kan udah bilang,antara cinta dan obsesi itu hampir sama...aku ngga mau denger kata cinta dari mulut kamu hanya karena kamu terobsesi." Lagi-lagi cowok itu melontarkan kalimat yang sangat Jennie benci.


Bahkan gadis itu tidak tahu apa maksudnya.


Reyno sangat paham dengan sifat Jennie yang labil dan dan mudah cemburu .Maka dari itu Reyno tidak ingin segera memutuskan untuk berpacaran,karena ia takut perasaan Jennie akan berubah.


"Kalau kamu kasih kesempatan buat aku .aku akan buktiin ke kamu kalau aku beneran cinta sama kamu."Jennie terisak."Entah sejak kapan perasaan ini hadir,yang jelas aku ngga bisa ngendaliin semua ini."


"Je....ini udah malam sebaiknya kamu tidur." Reyno menghindar.Ia berjalan ke pintu balkon menuju kamarnya.


Jennie semakin berapi-api karena merasa digantungkan.Ia mengikuti Reyno sampai kedalam kamarnya.


"Reyno brengsekkkk! ...lo udah bikin gue jatuh cinta sama lo...tapi lo malah nolak gue..." teriakan Jennie menggema didalam kamar Reyno.


"Je kamu mau ngapain masuk kesini kesini ?"


"Denger ya Reyno, kalo kamu ngga mau terima cinta aku!! aku bakalan perkosa kamu ."


Gadis itu kalau marah lucu sekali....


Ya ampun..tsk.


"Oh ya ? "Reyno terperangah.Cowok itu menahan tawa sebisa mungkin agar tidak terlepas.


"Kita liat aja,apa pertahanan kamu bakalan tetep kuat setelah kamu melihat semua ini ." ancam Jennie serius.Bocah ini memang hobi nekat.


Jennie melangkah maju mendekati Reyno.Ia menanggalkan piama yang ia pakai,Cewek itu hanya menyisahkan Bh dan celana dalam yang melekat ditubuhnya.


Hei...apa yang akan bocah ini lakukan?


Ini gila ...!! tidak bisa dibiarkan.


Jennie benar-benar menjadi wanita yang sangat nekat ketika keinginanya tidak terpenuhi .


"Je plis stop! kamu ngga tau ini itu bahaya...?" Reyno menahan Jennie dengan kedua tanganya.Wajah nya berpaling agar tidak melihat tubu indah itu.

__ADS_1


Jennie tak menghiraukan peringatan Reyno,gadis itu segera membuka paksa kaos yang Reyno kenakan.Kemudian ia mendorong kasar tubuh Reyno ke atas ranjang seperti seorang wanita profesional bed.


Belajar dari mana anak itu ?


Kini Reyno dalam posisi terlentang.Jennie segera menindih Reyno,badanya tepat duduk diatas kedua paha Reyno.


1


2


3


4


5


Setengah jam kemudian.


"Hei apa yang mau kamu lakuin? ini udah setengah jam dan kamu masih belum bisa membuka ikat pinggangku."ledek Reyno lucu.


Gadis ajaib ini sangat menggemaskan...Oh Tuhan...


Merasa kesal dengan godaan Reyno,Jennie langsung menarik paksa ikat pinggang Reyno sekuatnya.


"Awwwww ,, " Reyno memekik kesakitan.Hei! kamu mau bunuh makhota berhargaku ya ?" Cowok itu meringis menahan sakit di pusat intinyan.


"Huuh,siapa yang mendesain ikat pinggang payah ini?" gadis itu mencebik kesal.Ia terus menarik-narik ikat pinggang Reyno sedari tadi.


Bagaimana mau perkos*,kalau membuka ikat pinggang saja tidak bisa...


Ampun dengan kelakuan nyeleneh gadis ini.


Oh Tuhan tolong selamatkan aku dari semua kekacaun yang dibuat si gadis bodoh ini !.gumam Reyno dalam hati.


"Jennie menyingkir dari badanku!...apa kamu ngga ngerasa kalo kamu itu berat?." Reyno merasakan kakinya mulai kebas karen ditindih Jennie sedari tadi.


"Reyno sialan!.....cepat buka ikat pinggang ini atau aku buka sendiri pake pisau?"ancam Jennie frustasi.


Ya ampun.bocah ini ya...


Kalau udah dibuka mau apa sih ?


Benar-benar tidak tahu bahaya..


"Oke... oke. nih aku buka. "


Klikkk .


Reyno pun membuka tombol ikat pingganya dengan sekali tekan .


"Hei... apa sebuah ikat pinggang harus menggunakan tombol rahasia ? " tanya Jennie aneh.


"Bodoh! Kamu aja yang ngga ngerti Fashion. "Reyno mencibir lucu.


"Reyno ngga lucu!...apa kamu ngga mau tanggung jawab setelah kita udah sama-sama membuka pakaian sejauh ini ??" tanya Jennie polos.


Tanggung jawab ?


" Hah... kenapa aku harus tanggung jawab, bahkan aku ngga dapet keuntungan apa-apa selain kakiku yang mulai kesemutan menahan beratnya badan kamu."


"Huuuh,kamu pikir aku tau caranya ??"ucap Jennie dengan polosnya .


Aduh....gadis ini ya...sukses membuat hati Reyno bertalu-talu dengan tingkah nyelenahnya.


"Ck.kalo ngga tau carana kenapa bilang mau perkosa aku,kamu pikir aku bakalan takut diancam kaya gitu?"


Niatnya memang membuat Reyno takut,alias menggertak saja.


"Karna aku mau kamu,kamu harus jadi pacar aku malam ini juga. " nada bicaranya memaksa.


"Jennie aku udah bukan di usia remaja kaya kamu,pacaran buat aku bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan."


"Reyno kamu selalu baik dan peduli sama aku ,bahkan kamu bilang kalau kamu suka aku ,,aku bodoh sampai sampai aku mikir kalau kamu juga cinta sama aku .dan aku semakin bodoh berharap bisa jadi pacar kamu." nada bicara anak itu mendadak serius."Wanita cantik diluar sana pun ngga ada yang kamu terima, apa lagi aku?maaf udah ganggu kamu selamat malam ." Jennie mengakhiri aksi gilanya.


Gadis ajaib itu menyerah ,ia mengambil satu persatu bajunya yang tercecer dilantai lalu memakai bajunya kembali.kemudian ia melangkahkan kakinya ke arah pintu balkon.


" Jennie Tunggu!" cegat Reyno mendadak."kamu ngga mau denger jawaban aku ?"


"Siapa juga yang mau dengerin jawaban kamu yang ngga Jelas itu! cinta... obsesi....otak aku mau pecah denger kamu ngomong kaya gitu berulang-ulang!" seketika anak itu berubah kedalam wujud aslinya yang angkuh sekaligus jutek.


Jennie,cara kamu nembak aku itu sangat kekanakan!" ucap Reyno hati-hati.Ia tahu gadis itu sudah marah.


" Siapa juga yang nembak kamu ,yang tadi aku cuma akting aja! Aku bisa gila kalau beneran nyatain cinta sama orang kaya kamu."ucap Jennie ngambek dan hendak membuka pintu.


Hah...lucu...lucu...sumpah gadis ini lucu banget kalo jaim.


"Iya ...Iya,Jennie ngga nembak Reyno kok.... Reyno nya aja yang ke pedean... jangan ngambek ya,," goda Reyno tersenyum.Jadi semakin gemas pada anak itu.


"Bodo amat ! ! !" anak itu marah dan menghilang di balik pintu balkon


Tuh kan...setelah dia tau aku suka sama dia pasti gini akhirnya, aku malah di ledekin...huhh,harusnya aku ngga ngomong cinta sama Reyno si cowo brengsek itu !! gumam Jennie dalam hati .


Setelah Jennie pergi, Reyno segera melangkah menuju kamar mandi untuk mendinginkan pikiranya.


"Akhirnya dia pergi juga.Jennie oh Jennie kamu benar benar nakal dan nyiksa aku malam ini. Gimana kalo tadi aku ngga kuat nahan godaan kaya gini? mau jadi apa nasib kamu ....?" Reyno menghela,otaknya masih memikirkan hal yang baru saja terjadi.

__ADS_1


"Maafin aku Je. aku ngga suka kamu ngambil bagian aku dalam menyatakan cinta. Walau dulu aku sangat berharap kamu akan mengemis cinta aku."gumam Reyno dalam hati .


Next•••••>>>


__ADS_2