Tali Perjodohan

Tali Perjodohan
Bab : 44


__ADS_3

**HAI GUYS jangan bosen bacanya yah ! walau ceritanya mungkin ngga jelas . ngga bagus kaya novel lain .Semoga masih ada yang mau menghargai.


Selamat membaca**.



Tubuh telanjang menjadi pemandangan pertama yang Jennie lihat saat kedua matanya terbuka.Disampingnya sudah ada Reyno yang masih terlelap,lengkap dengan tubuh polos tanpa busana.Remang-remang matanya memperhatikan desain interior diruangan itu.Entah sedang berada dimana ia sekarang,sudah pasti itu bukan di hotel tempat mereka menginap.


Jennie tidak dapat mengingat apa yang terjadi denganya semalam.Namun dari semua yang ia lihat,sudah dapat ditebak kalau mereka melakukan hubungan itu lagi semalam.


Ini adalah kedua kalinya suami keparat Jennie menyetubuhinya.Namun Jennie tidak dapat mengingat jelas setiap adegan yang terjadi diantara mereka.Itu karena pengaruh obat,dan yang kedua karena ia mabuk.


Jennie menelusupkan kepalanya semakin dalam di dada Reyno.Entah mengapa,dada itu adalah tempat ternyaman yang pernah ada di hidupnya.Ia sangat menyuka dada keras yang bidang itu.Didalam dekapan Reyno ia merasa damai,sampai ia melupakan pertengkaran mereka kemarin.Rasanya tak ingin beranjak dari posisi ini.Andai waktu dapat behenti di titik ini saja.


"Arghhhh !!" Jennie memekik saat tak sengaja ia menggeser pangkal pahanya,ia merasakan perih yang teramat sangat di bagian intinya.


"Kenapa ?" Reyno langsung tersentak bangun mendengar teriakan Jennie.


"Ini aku sakit banget,kamu ngapain aku semalam ?" Jennie menyerngitkan dahinya.Untuk apa menanyakan hal seperti ini ? Jelas ia sudah tahu jawabanya apa ?dasar bodoh !


"Semalam kita ngelakuin hal sama kaya waktu di hotel malam kemarin." Reyno membuka jalan memori untuk Jennie kembali.Ia membelai wajah istrinya agar sedikit lebih tenang." Sakit banget emang ?"


Jennie mengangguk lemah,ia terlihat sangat kelelahan.Ditambah pengaruh alkohol semalam membuat kepalanya semakin berat.


"Terus mau gimana ?" Reyno juga bingung harus gimana,kalau ia periksa juga tidak mungkin Jennie mengizinkanya.


"Ngga tau ! sakit banget,kamu mainya gimana sih ?" Jennie melontarkan pertanyaan meragukan,masalahnya yang kedua kali malah bertambah sakit.Bahkan untuk bergerakpun susah.


"Semalam kamu keliatan nikmatin banget kok,Entah berapa kali kamu mendesah manggil nama aku .Kamu bilang kamu suka,kamu minta lagi.Terus aku harus gimana ? aku udah capek tapi kamu terus minta nambah. Kamu enak dibawah,aku yang beraksi cape banget semalaman."


Astaga ! wajah Jennie mendadak merah seketika.Mendengar jawaban Reyno,ingin rasanya ia menarik pertanyaanya kembali. Telinganya sangat panas mendengar setiap kata yang keluar dari bibir sialan suaminya. Reyno juga, entah bodoh atau apa ? pembahasan seperti ini ia lontarkan dengan santainya.Jennie menyesal sejadinya,semua pasti ini akibat pengaruh alkohol semalam.Bagaiamana bisa ia menjadi gadis yang tidak tahu diri seperti ini.


"Kamu beneran ngga inget yang semalam ?"


Jennie menggelengkan kepalanya. "Nggak!" jawabnya cetus.


Sayang sekali kalo ngga inget,padahal mereka semalam sangat buas diatas ranjang.Walaupun Reyno masih seorang yang amatiran ,tapi ia dapat menyelesaikan 4 ronde tanpa Jeda sedikitpun.Reyno menjadi kasian melihat keadaan Jennie sekarang,kalau tau akan seperti ini jadinya,ia tidak akan menggempurnya habis habisan semalam.


"Maafin aku yah,gara-gara aku kamu jadi sakit."


"Udah minta maaf lagi aja,yang kemarin juga belum aku maafin." Jennie mengungkit masalah mereka berdua kembali.

__ADS_1


"Aku minta maaf,masa kita udah sampai kaya gini ngga mau maafin aku ?"


"Aku maafin tapi ada syaratnya !" Jennie mulai memikirkan hal-hal licik.Apa lagi syaratnya kalau bukan itu.


"Syarat apa lagi? udah kaya disinetron aja,segala pake syarat."


"Aku mau kartu emas tanpa batas limit,trus aku mau kerja di perusahaan kamu."


"Kartu itu cuma ada satu,kalo kamu minta aku pakai apa? trus masalah kerja, emang kamu udah bisa kerja ?" Reyno melontarkan dua pertanyaan sekaligus.Jelas ia tidak setuju,Entah apa yang sedang difikirkan Jennie dengan dua syarat itu.Mengingat Jennie adalah wanita yang sangat licik.


"Pokonya aku mau itu ."


"Yaudah pilih salah satu,kartu emas atau kerja ?" Reyno memberikan dua pilihan,Jika Jennie menolak ya sudah,ia tidak peduli.Itu adalah penawaran terakhir untuk Jennie.


"Kerja aja,aku mau kerja Reyn.Tapi kamu harus gaji aku sekaligus kasih jatah bulanan."


"Beneran mau kerja?" Reyno masih memikirkan niat terselubung apa yang sedang istrinya pikirkan.Karena yang ia tahu,Jennie hanya tahu menghabiskan uang.Untuk apa ia ingin bekerja ?


"Iya mau !"


"Oke ,deal sekarang kamu maafin aku kan ?"


"Iya.dimaafin." Jennie melembut,ia langsung masuk kedalam dekapan Reyno.Begitu mudah mereka berbaikan,namun begitu gampang pula mereka bertengkar.Sekecil apapun masalahnya selalu menjadi perkara.


Sialan,gesekan tubuh mereka yang masih polos membuat enoki kecil Reyno bangun kembali.


"Apaan ? " Jennie pura-pura polos.


"Dede aku bangun lagi gara-gara kamu peluk."Beserta dengan ucapanya,tangan Reyno mulai menjalar menelusuri tubuh polos Jennie.


Ngga tau diri banget,bisa-bisanya suami keparat ini minta nambah lagi ! Apa cuma ada ************ di otaknya sekarang ? Reyno benar-benar berubah semenjak ia menikah.


"Ngga mau lepas ! " Jennie menepis tangan Reyno yang mulai menggerayanginya. "Aku ngga mau ya Reyn ! enoki sialan itu udah nyakitin aku ! "


"Sialan juga kamu suka,kalo ngga ada dia belum tentu kamu mau sama aku. Dia itu milik kamu yang paling berharga.Selamanya jadi milik kamu,kamu harus bersyukur dan bangga milikin dia.Jangan lupa sering-sering dimanja biar dia ngga ngambek ."


Apa sih ? Reyno selalu membanggakan enoki sialan itu.Walaupun Jennie suka,tapi untuk pagi ini,sumpah ya ! ingin rasanya ia memotong mahluk kecil keparat itu. Jennie sungguh menyimpan dendam yang cukup dalam pada benda tumpul yang sedang Reyno banggakan itu.


"Tapi aku lagi sebel sama dia !" Jennie menarik selimut yang mulai tersingkap untuk menutupi dadanya."Sakit banget tau." rintihnya manja.


"Mana sini aku periksa." Reyno langsung menelusupkan tanganya tanpa permisi.

__ADS_1


"Arghhhh !"


Jennie menjerit lebih keras dari tadi.Air matanya mulai mengalir membasahi pipi.Reyno hanya menyentuh pelan,tapi reaksi Jennie begitu tersentak dan kesakitan.


Reyno langsung mengambil ponselnya,ia sibuk menelfon seseorang entah siapa ."Angkat dong !" Reyno bergumam sendiri.


"Reyno sakit !!" Jennie merintih lagi.


"Sabar ya,aku lagi nelfon kaka dulu."


"Hallo !"


Enggh,, ada apa ? . Suara panik Reyno langsung terdengar di telinga William.Dering telpon dari Reyno sangat mengganggu.Kalau Reyno tidak menefonya terus menerus ia masih tertidur pulas harusnya.


"Kak ! datang ke sini sekarang ! Jennie sakit, eh engga maksudnya aku nyakitin dia."


Apaan sih ? ngomong pelan-pelan coba." William kesal.Adiknya ini,apa tidak bisa ngomong yang lebih jelas ?


"Pokonya kaka kesini bawa dokter,Jennie nangis terus." Suara panik Reyno masih terdengar jelas dari jauh sana.


Iya tunggu !


"Dokternya wanita ,jangan yang laki-laki ."terang Reyno.


Apaan sih ?kenapa jadi ngatur gini ?


Kamu jelasin dulu ada apa ?


"Hemm itu , kayaknya Jennie luka dibagian intimnya.Dia nangis nangis gitu." Reyno sedikit malu ketika menjelaskan,pasti William akan mengejeknya tidak becus menjadi laki laki. Tapi mau bagaimana lagi,Reyno tidak tega melihat jennie yang terus merintih kesakitan.


Astaga Reyno ! kamu apain dia ? kaka ngga nyangka ada laki-laki yang sebodoh kamu !


Bercinta saja bisa sampai bikin celaka anak orang.Umur kamu sudah 23 tahun Reyno.


"Ishkkk ,kak! sekarang ngga tepat buat berdebat masalah ini.Keselamatan Jennie lebih penting. Buruan kesini! kasian Jennie kesakitan.


TUT ,,,,,TUT ,,,,TUT,,,,


William mendengus kesal begitu telpon itu terputus,Sampai kapan adiknya akan terus mengganggunya?ini sih lebih parah dari seorang suami yang sudah beristri.Belum juga menikah,sudah ikut repot mengurus istri orang. Ikshkkkk, ia tidak ingin menikah muda seperti adiknya.


Saat menginginkanya,William sudah membantunya. Bahkan saat sudah berhasil mendapatkan,William masih harus ikut terseret dalam masalah konyol ini. Ingin rasanya ia menghapus gender Reyno sebagai laki-laki.

__ADS_1


Umpatan-umpatan kesal terus keluar begitu saja dari bibir William.Ia sudah sangat letih mengurus Tere yang terus muntah-muntah sejak semalam. Sekarang ia harus ikut pusing mencari dokter wanita untuk istri adiknya. Entahlah,menceritakan keluhanya saja sudah membuat William malu.Ini adalah kasus bercinta konyol pertama yang baru saja ia temui,dan itu terjadi pada adiknya sendiri.


Kasih konflik kecil dulu sebelum masuk ke konflik utama.boleh minta vote bintang 5 yah .biar aku semakin semangat buat nulis cerita ini.


__ADS_2