Tali Perjodohan

Tali Perjodohan
Bab:55


__ADS_3


Jam menunjukan pukul 11.00 siang,masih terasa sangat jauh sekali menuju jam istirahat,padahal hanya tinggal 1 jam lagi.Rasanya ingin mati saja ditempat.


Cewek itu sudah tidak kuat lagi,ia sudah mengayunkan bibirnya berkali-kali karena rasa bosanya.Dalam waktu dua jam,ia baru membaca setengah halaman dari satu buku.Dimana masih tersisa 5 buku besar yang ditumpuk disampingnya.


Ahh,Jennie mulai berakal,ia segera membuka ponsel lalu mengirim pesan pada suaminya.



(baca yang dibawah ajaaaa yah....readers,yang jam 10.41)


Pesan Jennie direspon sangat cepat oleh Reyno,setidaknya ia tidak merasa terabaikan dikantor ini.Tidak ada satu orang pun yang ia kenal akrab di kantor ini kecuali Reyno,seorang tokoh yang tidak boleh ia dekati saat berada di lingkungan kantor. Bagaimana ia tidak bete?ia ingin sekali berdekatan dengan suaminya,apa lagi jika melihat Katy yang selalu menempel di dekat Reyno.Ingin rasanya ia menerkam Katy saat itu juga.


"Chatingan sama pacar kamu ya ?"


Astaga!jantung Jennie mendadak naik turun karena kedatangan wanita yang sangat menyebalkan itu.


"Kok dinamain donal bebek ?" wanita itu bertanya kepo.Untung saja Jennie sudah mengganti kontak nama Reyno untuk mengantisipasi hal seperti ini akan terjadi.Benar saja kan,wanita kepo ini memergokinya sedang senyum-senyum membaca sebuah pesan dari suaminya.


"Kamu tau ngga,kalo sampai pak Farhan tau kamu main hp,kamu akan dikasih hukuman lembur loh." Wanita itu menyebut nama orang yang paling ia benci saat ini.Lembur? tidak sudi!


Hanya membaca buku-buku ini saja cewek itu sudah mengumpat Farhan berkali-kali.Apa lagi jika harus lembur...bunun saja sekalian.


"Jennie,kamu dipanggil keruang direktur." seru seorang pria yang biasa disebut sebagai ketua umum di ruang itu.Jennie langsung mengembangkan senyumnya.


"Tuh kan,apa aku bilang?pasti kamu mau dihukum." wanita itu terus nyerocos walau Jennie tidak menanggapinya.Tidak menjawab apapun ucapan yang dilontarkan gadis itu sedari tadi.


Jennie segera berjalan menuju ruang direktur,beberapa pria yang ada diruangan itu mulai tertarik dan terpesona oleh penampilan cewek itu.Sudah menjadi hal yang biasa,cewek itu akan menjadi pusat perhatian dimanapun ia berada.Sementara beberapa wanita yang merasa iri,menatap sinis kearah Jennie.Ya,walau mereka mengakui,keindahan tubuh Jennie memang diatas rata-rata...


Cantik,ramping,tinggi semampai...


"Cih,anak baru itu pasti calon penggoda di kantor ini.Yakinlah,gadis itu pasti menggunakan tubuhnya untuk dapat bekerja di kantor ini.Lihat saja tingkahnya tadi,sama sekali tidak ada skillnya.Bagaimana bisa ia masuk di perusahaan ini kalau tidak menjual tubuhnya."


"Benar,umurnya masih sangat muda.Tapi pakaianya sangat mewah,pasti sugar daddynya sangat kaya.Wajah cantik itu,pasti hasil operasi pelastik kan? Kulitnya juga pastik pake suntik pemutih."


Para wanita yang merasa iri mulai mencibir dan membicarakan Jennie di belakangnya.Bertolak belakang dengan kaum wanita,para pria justru merasa senang dengan kedatangan sosok wanita cantik di kantornya.


"Silahkan masuk,tuan Reyno sudah menunggu di dalam." ucap Farhan begitu melihat kemunculan Jennie dari balik pintu.


Tanpa rasa sungkan,cewek itu segera berjalan lalu masuk kedalan ruangan Reyno.


"Hai !" sapa Jennie basa-basi.

__ADS_1


Cewek itu berdiri terpaku,menatap tidak senang kearah Reyno dan Katy.Sebuah pemandangan yang tidak menyenangkan bagi dirinya...


Ternyata Reyno dan katy sedang sibuk menyusun beberapa dokumen,mereka duduk bersama di sebuah sofa panjang dengan banyak dokumen yang tergeletak di depan meja.Cowok itu langsung bangun menghampiri Jennie yang berdiri kaku didepan pintu.Reyno menyadari ketidak senangan istrinya melihat pemandangan barusan.


"Sini." ajak Reyno menarik lengan Jennie pelan."Kenalin ini Katy,asisten aku." Reyno mencoba mencairkan suasan tegang antar dua wanita yang ada diruanganya.


Katy tersenyum angkuh,wanita itu tidak kalah sombongnya dengan Jennie."Selamat siang Jennie,senang berkenalan dengan kamu." Katy mengulurkan tanganya kearah Jennie.


"Senang juga bertemu nona Katy" Jennie menjabat tangan Katy dengan terpaksa.Jujur saja,hati wanita itu sangat panas melihat Katy dan Reyno berduan didalam ruanganya.


Sekilas pandangan Jennie melirik kearah Belahan dada Katy yang terpampang jelas dihadapanya.Kemudian mata itu beralih memandangi miliknya sendiri.Sangat jauh berbeda,buah dada Katy begitu besar,dua kali lipat besarnya dari punya Jennie.


Seperti kebanyakan pada umumnya,cewek itu langsung menilai dan membandingkan bentuk tubuhnya dengan tubuh Katy.Katy adalah wanita blasteran antara China dan Amerika,jelas Jennie kalah jika dibandingkan dengan tubuh molek Katy yang dimana-mana terlihat sensual.






"Jadi yang begitu selera kamu Reyn?Kamu suka yang gede-gede?" Reyno langsung mendapat serangan mengerikan begitu Katy pergi dari ruangan itu.


Salahnya ia lupa menceritakan tentang Katy terlebih dahulu pada Jennie.Sehingga menyulutkan api cemburu dalam jiwa cewek itu.


"Apaan sih? aku gak ngerti maksud kamu apa?" Reyno berkilah,pura-pura tidak paham dengan apa yang dimaksud Jennie.Padahal ia sangat tahu,keseksian Katy lah yang sudah memicu kecemburuan istrinya sendiri.


"Ngga usah sok polos deh kamu,jelas kamu sangat menikmati kebersamaan kamu sama nona Katy.Aku yang cewe aja bisa nilai kalo dia itu sexy.Mana mungkin kamu ngga tergoda sama dia! " Jennie mencak-mencak.Acara ngamuk pun akan segera dimulai—.


"Pantesan ya Reyn,kamu itu betah banget dikantor.Pulang kuliah langsung ke kantor.Aku minta temenin belanja ke mall selalu alasan sibuk kerjaan.Jadi karena wanita itu ? "


Reyno menciut seketika,ia masih terlalu amatiran untuk menghadapi seorang istri yang sedang cemburu buta.Sebenarnya ia bukan sibuk saat menolak ajakan Jennie untuk sekedar menemaninya ke mall.Hanya saja cowok itu masih trauma,menemani cewe belanja seperti siksaan mati baginya.


"Ngga begitu Jennie,dia itu cuma asisten aku.Hubungan aku sama dia ngga lebih dari sekedar rekan kerja,Katy udah punya pacar kok." Reyno berbohong sedikit.Padahal ia tidak pernah tahu seperti apa kehidupan Katy diluar pekerjaanya.


"Oh ,gitu ya?kamu sampe tahu dia udah punya pacar.Hebat banget kamu ya Reyn ?" mata Jennie mencolos tajam kearah Reyno.


Salah ternyata salah,Reyno kira Jennie akan diam kalau tahu Katy sudah punya pacar.Ternyata malah semakin parah marahnya.


"Ya ampun Jennie,aku harus gimana biar kamu percaya?kalo ngga gini deh,kamu tanya Farhan gimana hubungan aku sama Katy."


"Ngapain aku nanya dia,pasti jelas udah di tutup mulutnya sama kamu kaya waktu itu." ucap Jennie sewot.

__ADS_1


Hatcihhh! farhan langsung bersin diluar sana,adakah yang sedang membicarakanya ?


"Oh my goodness,kalo gitu kamu tanya mamah,mamah kenal banget sama Katy,dia yang merekomendasikan Katy diperusahaan ini.Mana mungkin aku berani macem-macem di sini.Aku cuma mau kamu,ngga ada yang lain---"


Akhirnya cewek itu pecaya begitu menyebut kata *mamah*.Jennie mulai diam,memandangi ruangan rapih yang berubah acak-acakan akibat ulahnya.Baru sepuluh menit ia mengamuk,ruangan itu langsung berubah wujud porak poranda.


"Maafin aku..." Reyno mendekat,ia tidak peduli dengan barang acak-acakan yang dilemparkan Jennie tadi,menenangkan macan itu jauh lebih penting ketimbang mengurusi kekacauan ruang kerjanya.Walau sebenarnya ia sangat kesal melihat barang berharganya yang sudah dirusak.


"Kamu tahu kan,aku itu takut banget kehilangan kamu." Jennie merajuk manja,menggalungkan tanganya seraya memeluk."Aku sengaja kerja disini itu mau bantuin suami aku,kenapa sih kamu ngga paham."


Bantuin ? Reyno mendadak emosi mendengar kata itu.Belum sehari saja cewek itu sudah membuat banyak kekacauan dikantornya.


"Iya...iya... aku paham.Maafin aku juga yah,gimana sama kerjaanya,kamu bisa ?"


"Ya begitulah Reyn,buku-bukunya banyak banget,aku pusing bacanya.Aku mau langsung kerja aja Reyn,ngapain sih baca buku agenda perusahaan? aku ngga suka--"


Sudah ditebak,Jennie pasti akan mengeluh untuk hal ini.Ini adalah cara halus yang Reyno gunakan untuk mengusir sang istri dari perusahaanya.Jennie tidak suka membaca,apa lagi bacaan yang tidak ada gambarnya.


"Yaudah kalo gitu kamu dirumah aja,ngga usah kerja lagi.Nanti aku naikin uang bulanan kamu gimana?"


Jennie menatap Reyno penuh arti.Awalnya memang gadis itu hendak mengundurkan diri dari perusaan Reyno.Tapi melihat tingkah Reyno yang mencurigakan,ia mengurungkan niatnya kembali.


"Aku ngga mau--"cewek itu semakin tertantang untuk bekerja di kantor Reyno,tidak jadi keluar lebih tepatnya.Dengan bekerja,ia dapat mengawasi Katy si gadis beracun yang paling ia benci saat ini.


"Ya udah kalo ngga mau,kamu kembali ke ruangan kamu gih.Mulai belajar dan baca semua buku yang tadi Farhan kasih ke kamu." Reyno tidak ingin berdebat saat ini.Ia sudah cukup dibuat pusing dengan kekacaun yang ada.


"Aku kerja dulu ya sayang." Jennie mencium pipi Reyno imut sekali.Perbuatan itu sedikit meredam amara yang ada di jiwa cowok itu.


Sesaat Jennie pergi,farhan langsung masuk kedalam ruangan bosnya.Ia ingin mengecek keadaan Reyno,karena ia sempat mendengar suara berisik saat mereka berduaan tadi.


Sontak cowo itu terbelalak melihat kekacauan yang ada diruang kerja bosnya.Hanya dalam waktu 15 menit,cewek itu mampu merubah seluruh ruangan Reyno menjadi porak poranda.Tak terkecuali lukisan saja sudah hancur dan rusak bingkainya.


"Jangan kaget,anggap saja itu hadiah pertemuan pertama dari istriku"


Farhan tersenyum geli,ternyata tuan Reyno yang dikenalnya sangat galak takut terhadap sang istri.Yang notabene hanyalah anak remaja berusia 19 tahun.Bahkan sebelah pipi Reyno tak luput dari cakaran kuku panjang dari istri.Ia jadi semakin takut untuk menikah.





__ADS_1



Ganas juga wanita yang sedang cemburu buta,untung author bukan laki-laki.


__ADS_2