Tali Perjodohan

Tali Perjodohan
Bab: 95


__ADS_3

Reyno terduduk lemas sembari memandangi wajah Tania yang sedang tidur damai bagaikan malaikat. Ada banyak sekali selang dan jarum yang dipasang dalam tubuhnya, bahkan Reyno tidak kuat melihat keadaan Tania saat ini. Namun, Tania masih terlihat tegar dan cantik walau sedang dalam keadaan seperti itu.


Setipis apapun harapan hidup Tania saat ini, Reyno masih memiliki harapan besar agar Tania dapat sadar dan melihatnya. Setidaknya Tania harus mengucapkan salam perpisahan sebelum ia pergi.


Tidak ... jangan pergi kalau bisa. Reyno tidak ingin melihat Tania pergi. Meskipun Reyno tidak mencintainya. Namun, ia masih sangat sayang terhadap wanita itu. Setidaknya Tania layak bahagia, meski bukan dengan Reyno nantinya.


Di hadapan Tania, Reyno mulai membuka sepucuk surat yang Katy berikan kepadanya. Katy bilang, ia tidak sengaja menemukan surat itu di kamar Tania. Surat itu bersampul warna merah muda dengan tulisan 'Dear Reyno & Jennie' di depanya. Reyno mulai membuka lipatan kertas itu perlahan dengan tangan yang bergetar, dan ia mulai membaca setiap kata yang Tania tuliskan untuknya.


 


 


Dear Reyno.


 


Jika kamu sedang membaca sepucuk surat ini, itu artinya aku sedang tersenyum memandangimu dari tempat yang sangat indah. Reyn, tersenyumlah untuku, aku ingin melihatmu tersenyum saat ini. Ayo, lah. Reynoku sangat kuat, pria terbaik yang pernah aku kenal selama ini.


Reyn, aku sungguh bodoh, ya...


Tadinya aku sempat khawatir saat hendak pergi meninggalkan kamu jauh. Aku takut kamu tidak bisa menjaga diri kamu dengan baik. Namun sepertinya, kamu sudah bahagia walau tanpa aku. Aku bisa melihat kebahagian itu terpancar nyata saat kamu sedang bersama Jennie, aku merasa haru bahagia ketika melihat kalian, Reyn.


Reyno sayangku, aku pamit pergi yah ....


 


Dunia ini terlalu indah buat aku, Reyn.


Aku sudah tidak kuat lagi berada di dalamnya, aku lelah. Aku titipkan permata hatiku padamu, tolong jaga dia baik-baik untuku, Reyn. Aku yakin, ia akan menjadi sosok jagoan yang akan melindungi ayah dan ibunya kelak.


 


Reyno ... tersenyumlah sekarang juga, aku tidak ingin melihatmu menangis. Aku tahu kamu sangat cengeng, bahkan kamu menangis saat aku memutuskanmu waktu itu. Kamu itu bodoh, Reyn.


Namun , kini kamu sudah menjadi ayah, kamu tidak boleh cengeng lagi.R eynoku akan menjadi ayah terbaik. Ayah terhebat yang pernah aku kenal selama ini.


Ayolah Reyn ... aku tidak mau melihat mu menangis, tersenyumlah untuk kali ini saja, Reyn.J ika kamu percaya, aku di sini masih berdiri di sampingmu. Memeluk kamu erat sembari tersenyum. Rasakanlah Reyn, aku yakin kamu dapat merasakan-nya.


 


Tau tidak Reyn? Tadinya aku selalu berfikir bahwa cinta kita tidak akan pernah berakhir. Aku mencintaimu, begitu juga dengan kamu. Dulu aku sangat yakin bahwa kita dapan saling mencintai sampai tua. Namun sekarang aku paham mengapa Tuhan memisahkan cinta kita, Tuhan terlalu sayang aku, Reyn. Itu sebabnya Tuhan ngambil aku dari kamu.


 

__ADS_1


Tali perjodohan kalian adalah cara terbaik yang tuhan berikan untuk hubungan kita. Aku tidak dapat membayangkan jika Jennie tidak pernah hadir dalam hubungan kita, mungkin aku tidak akan tenang saat aku pergi ninggalin kamu.


Reyn, aku akan selalu menunggu kalian dari surga. Melihatmu dari atas langit yang sangat tinggi. Aku tersenyum di sini, bahagia melihat kalian dari atas.


Aku sayang kamu, Reynold.


Tania.


 


***


Tangisan Reyno kembali pecah, cowok itu meraung sembari bersimpuh di hadapan Tania. Tanganya mencoba menggapai wajah Tania, namun sangat susah, karena ada beberapa selang yang menghalangi wajahnya.


“Luna bangunlah, tolong jangan seperti ini. Aku minta maaf. Ayo bangunlah, jika kamu memang masih mencintaiku. Aku janji, aku akan adil jika kamu memberi kesempatan untuk bangun sekali lagi. Aku yakin kamu kuat Luna, kamu harus sembuh, bangunlah, Luna ....” Reyno meraung dengan keras.


Air matanya terus terjatuh bersaman dengan bibir yang terus memanggil nama Tania, mencoba membangunkan wanita itu dari tidur lelapnya.


Masih dengan tangan yang bergetar hebat. Reyno mulai membalik kertas yang ada di balik satunya lagi. Ia mulai membuka lipatan itu dan membacanya perlahan.


 


 


 


Adiku sayang, tolong jaga baik- baik pacar aku. Jangan galak-galak terhadapnya. Jaga juga permata hatiku, anggap ia seperti anak kandungmu. Kalian adalah orang tua yang sudah dipilih Tuhan untuk merawatnya, jadi tolong jaga baik-baik dia untuku.


 


Hei, Jennie ....


Jangan pernah sakiti pacarku!


Jangan pernah tinggalkan dia seperti kebodohanku kala itu. Apapun yang terjadi, kalian tidak boleh sampai terpisah.


Awas. Aku akan datang menghantuimu jika itu sampai terjadi.


Jennie, aku sangat lelah, aku sudah tidak mampu untuk menulis lagi. Tanganku sakit, bahkan aku sudah tidak mampu memegang pulpen ini lagi. Beberapa kali pulpen ini terjatuh karena ketidakmampuanku. Aku sudah tidak kuat lagi, Jennie.


 


Untuk yang terahir kalinya, aku minta maaf padamu. Maafkan aku karena telah hadir sebagai benalu dalam rumah tangga kalian. Aku tidak pernah bermaksud seperti itu. Aku sayang kalian. Maafkan aku telah berbohong dan menyembunyikan penyakitku selama ini. Tujuanku hanya ingin menitipkan dua permata hatiku padamu. Jaga baik-baik mereka untuku, Jennie.

__ADS_1


 


 


Salam cinta untuk, Adiku.


 


Tania.


 


 


 


 


 


 


***


Reyno mendekap surat itu dalam-dalam di dadanya. Ia terus memandangi Tania dengan sejuta penyesalan.bBerkali-kali ia memanggil Tania, namun tidak ada jawaban atau pergerakan sama sekali.


“Luna bangun, plissss ... kamu harus melihat anak kamu, dia sangat tampan dan lucu. Ayo bangun Luna, kamu tidak bisa membiarkan dia sendiri tanpa ibu kandungnya. Ayo bangun, Luna...”


Reyno terus meraung sembari meremas baju di dadanya. Hatinya terasa hancur, sakit dan tidak berdaya lagi. Ia merasakan langit runtuh dan menimpa tubunya.


“Luna kamu sangat jahat, kenapa kamu tidak membiarkan kami mengetahui, hah? kamu membiarkan kami semua salah paham dan membenci perbuatanmu. Bangunlah Luna, kamu tidak boleh menerima diperlakuan seburuk ini. Ayo bangun Luna!”


“Luna, kamu harus memberi dia nama. Dia sedang menunggu kamu di sana ... bangunlah Luna. Kamu jahat, ayo bangun ...”


“Lunaaaaaaaaaaa......” teriak Reyno semakin keras.


Luna, jika aku tahu soal penyakitmu lebih awal. Aku pasti akan lebih memperhatikamu selama ini. Mengapa harus terlambat seperti ini Luna? mengapa kamu suka sekali membohongiku. Aku memang tidak dapat memberikan cintaku lagi padamu, tapi aku masih bisa menyayangi kamu dengan segenap jiwa. Luna, apakah kamu mau memaafkanku? Aku telah berdosa padamu Luna, aku tidak pantas bahagia, ini tidak adil untukmu Luna.


***


Note dari aku: tadinya aku mau buat kaian nangis dengan surat yang sedih tapi sepertinya aku gak bisa bikin kata-kata sedih .... Maafin aku yah. Gak bisa melow.


betewe buat yang gak tahu kenapa Reyno manggil nama Tania dengan sebutan Luna. Nama panggilan itu adalah nama panggilan kesayangan dari Reyno untuk Luna, bahkan sebelum mereka pacaran .gitcuh.

__ADS_1


__ADS_2