
malam harinya
Jennie sedang menggambar sebuah desain busana di dalam kamarnya ,walau ia masih mengambil cuti kuliah karena kondisinya yang belum pulih tetap saja ia tidak dapat menghentikan hobinya dalam menggambar.Kecintaanya terhadap dunia Design sudah mendarah daging baginya. Tidak hanya itu dia juga jago dalam memilih fashion disetiap pakaian dan barang yang ia kenakan ,selalu membuat orang tertarik ingin mengikuti style nya .
Jennie merasa sangat lelah karena tadi siang terlalu bersemangat untuk belajar berjalan menggunakan tongkatnya.Seluruh tulang badanya terasa sangat kaku dan sakit sekali, Ia memejamkan matanya menahan sakit disekujur tubuhnya.
karena sudah tidak kuat Ia pun menghentikan kegiatan menggambarnya sejenak ,dan merenggangkan kedua tanganya keatas. Tiba tiba datang lah Reyno dari belakang menghampiri Jennie yang sedang duduk di kursi belajarnya.
Reyno memeluk erat pinggul Jennie dari belakang dan meletakan kepalanya tepat di bahu kiri Jennie.
Ia bertingkah laku dengan sangat manja bagaikan anak Kecil yang baru ditinggal pergi ibunya seharian.
"Kamu lagi apa sayang ? tanya Reyno matanya melirik ke arah Meja melihat gambaran Desain busana milik Jennie.
"Kamu ngga liat kalo aku lagi ngegambar ?"tanya Jennie sembari mengacak acak rambut kepala Reyno yang masih diletakan di bahunya.
"Liat sih ,aku nanya cuma basa basi doang kok ."ucap Reyno tersenyum garing.
"Oh jadi kamu ke kamar aku cuma untuk sekedar basa basi doang nih ?" tanya Jennie sembari menjambak rambut Reyno.
"Ngga lah ,aku kesini karena kangen sama pacar kecil aku." terang Reyno .
Reyno semakin memper erat pelukanya
dan menempelkan bibirnya dengan manja di pipi kanan Jennie. Jennie hanya diam dengan perlakuan Reyno yang manja itu lama kelamaan ia merasa tidak dapat lagi menahan beban dari badan Reyno yang masih bersandar di belakang punggungnya.
Kepalanya terasa semakin berat dan pusing ,matanya mulai kunang kunang pandanganya sudah kabur dan tidak stabil lagi .dengan keadaan terduduk Jennie pun memejamkan matanya perlahan .Reyno masih belum menyadari kalau Jennie sudah tidak sadarkan diri.
"Je"
"Jennie"
Panggil Reyno ,Ia melirikan matanya ke arah wajah Jennie yang sudah memejamkan mata .
"Jennie"panggil Reyno sekali lagi sembari menggoyang goyangkan pipi Jennie dengan pelan.
Tak ada perlawanan sedikitpun dari Jennie ,Reyno pun langsung kaget dan panik melihat Jennie yang tiba tiba tak sadarkan diri itu. dengan sigap ia langsung mengangkat tubuh Jennie dan membawanya keluar dari kamar .
"Bi cepat suruh supir menyiapkan mobil ke Rumah Sakit sekarang!!!!! "ucap Reyno dengan penuh khawatir.
Tanpa basa basi lagi Bi ina Segera berlari menyuruh supir untuk menyiapkan mobil.
Dengan perasaan penuh Kekhawatiran dan tergopoh gopoh Reyno menggendong Jennie ke luar rumah menuju mobil .Pak supir pun telah siap membukakan pintu mobil untuk majikanya itu.
"Tunggu saya ikut."ucap Vina dengan sigap langsung naik membuka pintu mobil bagian depan dan duduk di samping supir.
"Pak cepat sedikit ,,!! "ucap Reyno dengan mimik wajah yang terlihat sangat cemas .
Sepanjang perjalanan Reyno menyandarkan kepala Jennie Di dadanya dan terus memeluk erat tubuh Jennie yang lemas dan masih tak sadarkan diri, perasaan benar benar kacau penuh dengan sejuta kekhawatiran dan pikirian pikiran negatif lainya.
Tak lama kemudian mereka pun telah tiba di Rumah sakit,dengan cepat Reyno langsung membuka pintu mobil dan mengangkat tubuh Jennie yang masih tak sadarkan diri. Perawat pun sudah stand by menunggu di depan mobil Reyno menyiapkan brankar dorong untuk segera membawa Jennie ke dalam ruang pemeriksaan.
Dengan sangat hati hati Reyno meletakan tubuh Jennie diatas Brankar dorong itu . perawat itu pun segera membawa Jennie ke ruang pemeriksaan di ikuti Reyno dan Vina yang berjalan cepat di belakang mereka.
"Mohon maaf pengantar pasien hanya sampai disini ."tegas sang perawat lalu menutup pintu .
Dengan nafas yang tak beraturan Reyno terus menatap pintu ruangan itu penuh harap,Hatinya penuh dengan tanda tanya. Apa yang sedang dilakukan dokter didalam ruangan itu ?
Apakah Jennie baik baik saja ?
__ADS_1
mengapa begitu lama sekali pemeriksaanya sampai memakan waktu 30 menit lebih Dokter masih saja belum keluar dari ruang pemeriksaan.
Reyno terus berdiri di depan pintu dan enggan duduk sedikit pun ,Ia berharap Dokter cepat keluar dan memberitahukan keadaan Jennie .
Tak lama kemudian dokter pun keluar dan membuka pintu ruangan itu.
"Bagaimana keadaan Jennie Dok ??"tanya Reyno dengan penuh kecemasan.
"Mari masuk ."ucap sang dokter.
Terlihat Jennie sudah sadar dan sedikit membuka matanya. Dengan tarikan nafas yang ter engah engah Reyno pun langsung menghampiri Jennie yang terbaring lemas diatas ranjang rumah sakit itu ,ia menggenggam erat tangan Jennie dan mencoba menenangkan .
"Boleh kah saya tau apa yang telah dilakukan pasien selama seharian ini ?"tanya sang dokter menyerngitkan dahinya.
"Saya hanya mengajarinya berlatih berjalan menggunakan tongkat ,Dok !" jawab Reyno dengan hati yang tidak tenang menunggu dokter memberitahukan kondisi Jennie yang sebenarnya.
"Hmmmm ,, Dia pingsan karena terlalu kelelahan ,sebaiknya jangan terlalu memaksakan pasien untuk beraktifitas yang menguras tenaganya. Walaupun di luar terlihat baik ,sebenarnya kondisinya belum pulih seutuhnya! maka dari itu pasien belum diperbolehkan menjalani aktifitas yang berat ."
"Maafkan saya Dok.!"ucap Reyno dengan raut wajah yang penuh penyesalan.
Reyno merasa sangat bersalah karena ialah yang menginginkan Jennie untuk belajar menggunakan tongkat,Tanpa sedikit pun ia berfikir tentang kondisi Jennie yang belum pulih.
"Dok!bolehkan saya berjalan mengggunakan tongkat ? "tanya Jennie dengan nada suaranya yang begitu lemah.
"Boleh kalau kamu bisa menggunakanya,asal jangan terlalu banyak beraktifitas.Saya akan memberikan beberapa Vitamin dan Tambahan obat untuk pemulihan kondisi kamu jangan lupa untuk rutin meminumnya!."ucap sang Dokter sembari menuliskan Resep obatnya .
Karena Jennie hanya sebatas kelelahan ia tidak harus menginap dirumah sakit dan dianjurkan untuk segera pulang untuk beristirahat .Setelah Dokter memberikan resepnya Reyno pun langsung bergegas menuju ruang farmasi untuk menebus obat .Sementara Vina dan Jennie bersiap siap menuju mobil untuk pulang.
Dengan malas Vina berjalan menyusuri lorong Rumah Sakit dan mendorong Jennie yang duduk di kursi rodanya.
"Dasar wanita ngga berguna, udah cacat nyusahin pula pake acara pingsan lagi!! Kenapa sih kamu ngga mati aja? biar aku bisa cepet bersatu sama Reyno ." gumam Vina dalam hatinya.
"Maaf Nona Jennie bolehkah saya Izin pergi ke toilet sebentar ? "ucap Vina menghentikan langkahnya di tengah jalan .
Vina pun bergegas pergi meninggalkan Jennie sendiri di tengah lorong rumah sakit,Sementara Jennie mencoba menjalankan kursi rodanya sendiri untuk menuju loby .Perasaanya sedikit takut karena lorong rumah sakit begitu gelap dan panjang ,Ditambah dengan suasa yang sepi di sekeliling rumah sakit semakin membuat membuat susana semakin mencekam.
Jennie pun memutarkan kursi rodanya berbalik arah untuk mencari jalan alternatif lain yang tidak terlalu sepi .
"Aku harus kemana ya ?"gumam Jennie dalam hatinya. Benar saja bukanya mendapat Jalur alternatif Jennie malah tersesah di dalam Rumah sakit ,Gedung rumah sakit itu sangat besar ,ketika Jennie ingin bertanya ia Sangat heran mengapa tidak ada orang satu pun yang ia jumpai disepanjang lorong lorong rumah sakit itu.
15 menit kemudian Reyno pun telah Selesai menebus obat untuk Jennie, dan segera menuju Loby untuk segera pulang.Sesampainya Reyno di loby ia hanya melihat Vina yang tengah kebingungan seperti orang yang panik mencari cari sesuatu .
"Ada apa Vin ?"tanya Reyno menghampiri Vina.
"Eump anu Tuan ,, Non-Non- Nona,,, Jennie hilang !!!" ucap Vina dengan wajah penuh dengan ke takutan.
"Hilang ???Apa kamu bodoh ??Menjaga satu orang saja tidak becus!!!!" bentak Reyno dengan penuh emosi dan kepanikan.
Tanpa basa basi lagi Reyno pun segera menuju ruang informasi untuk meminta bantuan pada petugas. Ia tak habis fikir bisa bisanya Vina meninggalkan Jennie sendiri dan membuatnya menghilang . Dalam 10 menitkemudian akhirnya petugas berhasil menemukan keberadaan Jennie.
Ternyata Jennie tersesat di lorong Rumah Sakit yang berada di bagian gedung terbelakang ,Maka dari itu susasa sangat sepi dan tidak ada seorang pun karena gedung di bagian belakang merupakan ruangan laboratorium dan Sanatorium (ruang medis pengasingan).
Reyno langsung berlari menuju tempat dimana Jennie tengah kebingungan diatas kursi rodanya. Dari belakang petugas rumah sakit ikut berlari mengikuti Reyno.Dengan nafas terengah engah Reyno berlari sangat cepat dari ujung lorong ke ujung lorong berikutnya agar secepatnya dapat sampai di tempat Jennie berada.
"Kamu ngga papa ?"tanya Reyno reyno masih dengan nafas yang terengah engah ,ia pun mencoba mengatur nafasnya dan berlutut memeluk Jennie yang sangat ketakutan.
"Aku takut Reyn !!! "lirih Jennie dengan muka pucat dan tubuh yang gemetar.
"Maafin aku !! Aku teledor seharusnya aku ngga percayain kamu sama Vina." ungkap Reyno dengan wajah penuh ke khawatiran.
__ADS_1
"Tutup mata kamu ! kalau takut."ucap Reyno lalu menggendong Jennie dan berjalan menuju Loby, Melalui setiap lorong lorong gelapReyno berjalan menggendon jennie di ikuti oleh petugas di belakang yang membawakan kursi roda milik Jennie.
Jennie masih sangat ketakutan ia mengalungkan tanganya di pundak Reyno dan terus menutup matanya sepanjang Reyno berjalan menuju kedepan Loby .
Dengan muka yang pura pura cemas dan panik Vina menunggu di depan pintu loby.
"Nona maafkan saya seharusnya saya tidak meninggalkan nona sendirian ." ucap Vina sembari menundukan kepala dan memasang mimik wajah yang bersalah .
"Vina ,saya harap ini terakhir kalinya kamu teledor seperti ini ."ucap Reyno mengatur nafas dan mencoba menahan amara ,Karena ia tak ingin menambah masalah di hadapanJennie.
Reyno pun lebih memilih diam dan masuk ke dalam mobilnya bersama Jennie.Di sepanjang perjalanan pulang semuanya diam membungkam tak ada yang berani menegur karena mimik wajah Reyno terlihat begitu sangat marah dengan kejadian itu , Sementara Jennie mulai merasa mengantuk kareba pengaruh suntikan obat dari dokter tadi.perlahan matanya mulai terpejam dengan kepala yang bersandar pada bahu Reyno.
Akhirnya mobil mereka pun telah sampai di depan gerbang rumah Jennie. Penjaga gerbang dengan sigap telah membukakan pintu gerbang untuk mereka, Reyno pun turun dari mobil menggendong Jennie yang sudah tidur terlelap di ikuti oleh Vina yang berjalan dibelakangnya .
Dengan sangat hati hati Reyno membaringkan Jennie diatas tempat tidur ,Tak lupa juga ia menyelimuti badan Jennie dengan selimut lalu mematikan lampu utama dan menggantinya dengan lampu tidur.
"Good night my Beibi Je." lirihnya sembari mencium lembut tangan kekasihnya dan berjalan keluar dari kamar Jennie .
****
Sementara di dapur
Bi Ina sedang membuat minuman hangat untuk Reyno, biasanya Reyno selalu meminta dibuatkan minuman hangat ditengah malam, dengan mengantuk Bi ina berjalan menuju dapur untuk membuatkan minuman pesanan Reyno.
"Bibi lagi apa di dapur ?" sapa Vina menghampiri Bi Ina.
" Mau membuat minuman untuk Den Reyno, " ucap Bi Ina dengan wajah lelah dan mata yang sayu menahan kantuknya.
"Sini biar Vina aja yang buatin ,,kasian Bibi sudah lelah sekali. "ucap Vina mengambil alih pekerjaan Bi ina.
"Ya sudah nanti kamu letakan saja minumanya di meja makan ,Biasanya Den Reyno yang akan mengambil minumanya sendiri." ucap Bi Ina dan berlalu pergi menuju kamarnya untuk segera tidur.
Vina lalu membuat minuman hangat untuk Reyno Ternyata ia tidak hanya sekedar ingin membantu membuat minuman untuk Reyno ,melainkan ia telah mempersiapkan obat dan mencampurkanya kedalam minuman Reyno, Kemudian ia pun meletakan minumanya di meja makan.
Tak lama kemudian ,Reyno pun turun dari kamarnya hendak meminum minuman hangatnya.Dari kejauhan Vina telah memperhatikan Reyno untuk memastikan Reyno benar benar meminum minuman buatan Vina yang telah di beri obat olehnya . Di lihatnya Reyno pun telah meminum habis minumanya buatan Vina itu.
Tiba tiba ia merasa kepalanya terasa sangat pusing dan berat .matanya tak sanggup lagi untuk membuka mata karena sudah tak tahan Ia pun langsung tertidur Meja makan dengan keadaan duduk dan meletakan kepalanya diatas meja makan.
Vina lalu menghampiri Reyno dan menyeret badan Reyno yang sangat berat ke dalam kamarnya , dengan tergopoh gopoh Vina membawa Reyno sampai kedalam kamarnya dan membaringkanya di atas ranjang tidurnya ,Malam itu Vina tidur disamping Reyno yang masih dalam pengaruh obat tidur.Vina berniat membalas dendamnya karena Reyno selama ini selalu acuh dan tak peduli pada setiap kebaikan Vina.
Ternyata Saat tadi Vina mengantar Jennie kerumah sakit ia Menyempatkan diri untuk membeli obat tidur di apotik,Ia berbohong dan berpura pura meminta Izin ke toilet untuk membeli obat tidur itu.
Pagi Hari kemudian .
Jennie terbangun diatas ranjangnya ,badanya sudah merasa lebih baik dari sebelumnya , Ia mengambil tongkatnya lalu turun dari tempat tidur dan berjalan keluar kamarnya untuk mencari Vina , Pagi ini tak biasanya Vina tidak menemuinya dikamar. karena biasanya Setiap pagi Vina selalu membawakan Sarapan ,menyiapkan air hangat dan keperluan lainya untuk Jennie.
Jennie berjalan menggunakan tongkatnya dengan sangat hati hati menuju kamar Vina.
"Vinaa" panggil Jennie dari balik pintu .
Karena tidak ada jawaban dari dalam kamar Vina, Akhirnya Jennie pun mencoba membuka kamar Vina yang tidak terkunci itu .
Dan betapa terkejutnya Jennie saat melihat di dalam kamar Vina dan Reyno tengah tidur berduaan dalam satu selimut yang sama. tangan Vina merangkul pinggang Reyno dan wajah mereka tampak begitu dekat satu sama lain
"Reynoooooooo!!!!!" Teriak Jennie didepan pintu kamar,matanya terus menatap Reyno dan Vina ,sungguh tatapan yang sulit untuk diartikan Hatinya begitu Hancur melihat pemandangan yang membuatnya begitu sangat terkejut .
mendengar teriakan Jennie yang begitu keras membuat mereka berdua terbangun . Reyno yang baru saja membuka mata tidak kalah terkejut ,ketika ia tahu ternyata ia tengah berada di kamar Vina dan tidur satu ranjang denganya.
"Apa yang kalian lakukan ?"Tanya Jennie dengan nada tinggi dan membentak .
__ADS_1
"Ini ngga seperti yang kamu bayangin Je" ucap Reyno mencoba menjelaskan .Reyno mencoba mengingat ingat kejadian semalam ,Apa yang sebenarnya telah terjadi padanya ? mengapa bisa bisanya ia tertidur di kamar Vina ?
Kejadian itu sungguh menjadi pemandangan yang sulit di gambar oleh Jennie,Hatinya begitu sakit dan terpukul .Pikiranya kosong dan ia bingung harus percaya terhadap perkataan Reyno atau logika yang sedang ia lihat di hadapanya.