
Malam hari.
Reyno sedang mengerjakan beberapa tugas dari kampus diruang bacanya,ia begitu serius dengan laptopnya sampai ia tak sadar bahwa Jennie sedang memperhatikanya dari belakang .
"Reyn,,kamu ngga cape duduk di depan laptop dari siang sampai malam ?"tanya Jennie yang menghampiri Reyno dari kursi rodanya.
"Tenang aja aku laki laki yang kuat dan tangguh."ucap Reyno seraya menunjukan lenganya yang penuh otot.
"Hemmm,, bagus kalau kamu ngga cape !tapi apa kamu ngga kasian sama aku yang nungguin kamu. dari kamu berangkat kuliah sampai sekarang,kamu ngga nemuin aku sama sekali."Protes Jennie .
"Maaf ya Je ,soalnya besok aku mau ngelatih kamu jalan pakai tongkat seharian full jadi aku harus kerjain semua tugas ini sekarang,Oh ya kamu udah makan belum?"tanya Reyno pada Jennie.
"Belum Reyn!! aku kan nungguin kamu .aku udah laper banget tau."ucap Jennie sembari memegang perutnya.
"Gimana kalau kita makan diluar,kita kan udah lama ngga makan diluar."ucap Reyno sembari menutup laptopnya.
"Tapi aku malu Reyn,aku belum terbiasa menunjukan keadaan aku di muka umum."ucap Jennie .
"masalah itu kamu ngga perlu khawatir ,aku janji kamu ngga akan ketemu orang .ayo kita ganti baju dulu ."ucap Reyno .
Reyno pun mendorong kursi roda Jennie menuju ke kamar Jennie.kemudian ia mengangkat Jennie dan mendudukanya di atas tempat tidur.ia lalu membuka lemari pakain Jennie dan mengambil beberapa baju .
"Kamu mau pakai baju yang mana??"tanya Reyno .
"Yang kuning aja ."ucap Jennie menunjuk setelan dress berwarna kuning itu.
Reyno lalu memberikan dress pilihan Jennie itu . ia membalikan tubuhnya membelakangi Jennie yang akan berganti pakaian.
"Udah belum nih lama banget."ucap Reyno.
"Sabar dong ,kamu jangan balik badan dulu, tunggu !!"ucap Jennie dengan buru buru memakai bajunya.
"Udahh ,,,??" tanya Reyno lagi.
"Udah Reyn kamu udah boleh balik badan ."ucap Jennie.
"Kamu mau pakai sepatu yang mana ?"tanya Reyno ketika membuka lemari sepatu Jennie.
"Yang itu aja ,yang paling atas sebelah kiri."ucap Jennie menunjuk sepatu pantofel berwarna hitam.
Reyno pun mengambil sepatu pilihan Jennie kemudian ia membungkuk dan memakaikan sepatunya ke kaki kiri dan berganti ke kaki kanan Jennie dengan sangat pelan dan lembut.
setelah Reyno selesai memakaikan sepatu ,ia pun mengambil sisir dan ikat rambut.dengan lemah lembut ia menyisiri rambut panjang Jennie perlahan ,,Ia juga mengikat rambut Jennie dengan sangat rapih. Sikap Reyno benar benar membuat Jennie sangat nyaman dan luluh,hati wanita mana yang tak berbunga bunga jika diperlakukan sangat Spesial oleh Kekasihnya.Terlebih Reyno adalah sosok yang Tampan dan serba bisa .
"Kamu cantik banget malam ini sayang."puji Reyno yang memandangi kekasihnya dengan tatapan penuh cinta.
"Reyn aku ngerasa ngga pantes dapetin semua ini dari kamu,sedangkan aku ngga bisa balas kebaikan kamu sedikit pun."ucap Jennie seraya menggenggam tangan Reyno.
__ADS_1
"Aku ngga butuh balasan apapun Cukup kamu selalu ada disamping aku dalam suka maupun duka ,itu udah jadi Anugrah terindah dalam hidup aku.ucap Reyno sembari mencium kedua tangan Jennie dengan penuh kasih sayang.
Setelah siap Reyno pun mengajak Jennie keluar dari Kamarnya, ia Mendorong kursi roda Jennie menuju mobil yang telah disiapkan.
"Non Jennie."sapa Vina yang tiba tiba mengahmpiri Reyno dan Jennie yang akan masuk ke dalam mobil.
"Maaf Nona , nyonya sudah berpesan bahwa saya harus menemani nona Jennie kemanapun nona pergi."ucap Vina mencoba mencari alasan agar dapat ikut ke acara mereka berdua.
"Kamu tenang aja ,Jennie akan baik baik saja pergi sama saya."ucap Reyno dengan nada dingin dan tak suka.
"Tapi Tuan itu adalah pesan dari Nyonya Lynda."ucap Vina mencoba membantah omongan Reyno.
Jelas saja Vina menghalalkan berbagai cara agar dapat ikut makan malam bersama Mereka,karena ia tak ingin melihat Reyno dan Jennie pergi hanya berdua.Ia juga tak rela jika orang yang ia cintai bermesraan dibelakangnya .
"Reyn udah ngga usah di perpanjang lagian kita cuma makan doang ,ayo Vin kamu ikut aja " ucap Jennie mengajak Vina.
Reynopun akhirnya mengalah dari pada harus ribut dengan Jennie,dalam hatinya ia sangat kesal karena makan malam romantis yang ia telah siapkan menjadi kacau karena Jennie mengajak Vina untuk ikut serta.Ia tah habis fikir kekasihnya begitu bodoh padahal yang ia tau selama ini Jennie adalah sosok wanita yang sangat Cerdik dan peka terhadap sesuatu,Reyno saja yang laki laki sudah paham dengan gelagat Vina yang mencurigakan.Reyno pun berfikir mungkin itu bagian dari pengaruh Kecelakaan mobil waktu itu .
Sekita pukul 8 malam akhirnya Reyno sampai di depan Restaurant ,Ia telah mengosongkan satu Restaurant penuh hanya untuk makan malam berdua bersama Jennie.
"Reyn ko sepi banget ?" tanya Jennie kebingungan ketika melihat sekeliling restaurant yang sepi tanpa pengunjung.
"Tadi kamu bilang ngga suka rame,makanya aku Reservasi satu restautant buat kamu ."ucap Reyno kemudian menggandeng tangan Jennie .
Reyn apa ini ngga terlalu berlebihan ?tanya Jennie lagi.
mereka bertiga pun masuk kedalam Restaurant dan mulai menikmati acara makan malam itu, Saat makan malam itu Reyno benar benar sangat mencurahkan semua perhatianya dan kasih sayangnya terhadap Jennie .
Kemesraan mereka membuat hati Vina menjadi sangat panas ,Kebencianya terhadap Jennie semakin kuat karena Ia menganggap Jennie lah satu satunya wanita yang menjadi penghalang baginya untuk mendekati Reyno .lagi dan lagi ia harus bersabar sampai waktu yang ditentukan tiba,Dimana Vina berharap dapat membuat Reyno jatuh cinta.
"Dasar wanita cacat ngga tau diri!! berani beraninya dia bermesraan dengan calon suamiku ."Gumam Vina yang panas melihat kemesraan mereka.
.
.
Pagi hari kemudian
Reyno sedang tertidur lelap diatas ranjangnya .Samar samar ia pun mendengar suara pintu diketuk,Siapa yang mengetuk pintu kamarnya sepagi ini?
Reyno pun mencoba untuk membuka matanya yang masih sangat mengantuk itu.Dan benar ternyata memang ada seseorang yang sedang mengetuk pintu kamarnya.Dengan lesu ia bangun dari tempat tidur dan berjalan membuka pintu kamarnya.
"Hai tuan Reyno."sapa Vina yang sedari tadi telah berdiri di depan pintu kamar Reyno sembari membawa nampan berisi makanan untuk Reyno .
"Ada apa???"Tanya Reyno dengan wajah yang masih sangat mengantuk.
"Ini saya hanya ingin membawakan sarapan pagi untuk tuan. "ucap Vina menyodorkan nampan dengan sepiring nasi goreng.
__ADS_1
"Makasih ,,lain kali ngga usah bawain aku sarapan atau lainya,tugas kamu hanya untuk mengurus semua keperluan Jennie."ucap Reyno lalu mengambil sarapan yang ada ditangan Vina.
Reyno pun meletakan makanan yang dibawa Vina diatas meja kamarnya .Ia lalu bergegas menuju kamar untuk melihat keadaan kekasihnya .Ternyata Jennie masih tertidur pulas dengan selimut yang masih menyelimuti seluruh badanya .Reyno lalu memercikan sedikit air ke wajah Jennie agar ia bangun, bukanya bangun Jennie malah menarik selimut untuk menutupi wajahnya .
"Hei kamu harus bangun ,kamu ngga lupa kan hari ini kamu harus belajar menggunakan tongkat."ucap Reyno lalu mencubit lembut pipi Jennie.
"Eungggh Reyn,,Aku masih ngantuk Reyn." ucap Jennie lalu tengkurap membalikan tubuhnya .
"Aku kasih waktu Satu jam buat kamu mandi dan sarapan ,Jam 08.00 Tepat kamu harus sudah siap untuk belajar memakai tongkat !" tegas Reyno.
"Iya iya !!yaudah sana kamu keluar ,,sekalian panggilin Vina ke kamar aku ya aku butuh bantuan dia ."ucap Jennie Membuka mata dan segera duduk .
**
Satu jam kemudian Jennie pun telah siap untuk belajar menggunakan tongkat.pagi itu matahari begitu cerah dan indah, Reyno sudah menunggu Jennie sedari tadi di taman halaman samping .Tak lama Jennie pun datang menghampiri Reyno bersama dengan Vina.Setelah mengantarkan Jennie ,Vina bergegas pergi karena ia tak ingin melihat Jennie dan Reyno bermesraan.
"Reyn kamu yakin aku bisa pake tongkat?."tanya Jennie pada Reyno.
"Kamu pasti bisa kok ," Ucap Reyno sersenyum.
Drrttttttt.
Suara ponsel Reyno berdering di sakunya .Reyno pun segera merogoh kantung celana dan mengambil ponselnya.
"Aku angkat Telfon dulu sebentar yah ." ucap Reyno pergi menjauh dari Jennie dan mengangkat telfonya.
Setelah selesai menelfon Reyno langsung menghampiri Jennie yang sedang duduk manyun diatas kursi rodanya.
"Siapa sih yang nelfon kamu ? sampe kamu menjauh dari aku gitu. ?"Tanya Jennie yang sangat penasaran dan cemburu.
"Orang Tua kamu Je, mereka bilang kalo mereka mau berangkat ke Amerika dan ngga bisa pulang kesini ,Perusahaanya mengalami kendala yang cukup rumit.Tapi mereka sudah mencarikan dokter spesialis untuk mengobati kaki kamu ."ucap Reyno menjelaskan pada Jennie dengan tak enak hati.
Jennie pun hanya mengangguk, dalam hatinya ia sangat kecewa dengan kedua orang tuanya yang lebih mementingkan perusahaan dibandingkan anaknya sendiri.
"Je kamu jangan sedih gitu dong ,,!kan masih ada aku ,Orang Tua kamu kaya gitu juga demi kebaikan kamu ."ucap Reyno mencoba menghibur Jennie.
"Aku udah biasa kaya gini kok Reyn,kamu tenang aja mereka udah sering pergi ninggalin aku ."
Jennie lalu mmenghela nafas dan menahan air matanya, ia mencoba tegar dengan sikap kedua Orang Tuanya itu.
Untungnya sekarang ada Reyno yang selalu berada disampingnya .Dengan bantuan Reyno Jennie pun mencoba bangkit kembali .Dengan semangat ia belajar berjalan menggunakan tongkat .
Berkali kali ia terjatuh dan tongkatnya terlepas ketika menggunakan tongkat ,tapi Reyno tetap sabar dan terus melatih Jennie selama seharian .Tanpa kenal lelah ia terus melatih dan memaksa Jennie untuk berjalan mengunakan tongkatnya.
Berkat Pelatihan dari Reyno Jennie sudah sedikit lancar dan mulai dapat beraktifitas menggunakan tongkatnya . untuk kedepanya Reyno sangat berharap Jennie bisa bangkit kembali dan menjalain aktifitar normal Seperti dahulu dan melupakan kejadian buruk yang membuat ia terpuruk .
bersambung
__ADS_1
•••••>