
Maaf yah...aku itu angot-angotan orangnya....kadang dikasih judul..kadang engga... tergantung moodnya aku ajah...yang penting aku selalu update walau yang baca ngga banyakkk π’....tapi aku seneng masih ada yang mau baca .pokonya makasih ya ..udah setia nunggu dan baca kehaluan aku yang gak jelas ini....
Cekidoooootzz.....
Weekend kali ini sedikit berbeda,Jennie dan Reyno sengaja meliburkan semua pekerja yang ada di kediaman hermawan.Tidak hanya itu,Reyno dan Jennie juga mengadakan darmawisata untuk mereka para pekerja yang sudah sangat setia selama ini.Selain untuk menyenangkan semua pekerjanya,mereka juga sengaja ingin berduaan menikmati hari liburnya dirumah.
Hanya berdua saja....
Dimulai dari pagi hari,mereka berdua membersihkan dan mengepel semua lantai.Satu persatu ruangan dibersihkan sebersih mungkin.Ini tidak romantis,karena semua pekerjaan didominasi oleh Reyno.Sementara Jennie hanya mengekori dan memondar mandir tidak jelas.
Tapi ia tidak terima jika diprotes oleh Reyno.Jennie juga ikut membantu beres-beres.
Dalam doa mungkin.π
Setelah semua pekerjaan bersih-bersih selesai.Mereka bergegas pergi menuju supermarket untuk membeli bahan-bahan makan.Karena rencananya,hari ini Reyno akan mengajari istrinya memasak.
Entah seperti apa belajar masak versi Jennie.Reyno juga tidak tahu kalau belum mencoba.
Reyno membeli bahan-bahan baku yang diperlukan,berkeliling mencari setiap barang yang ia perlukan satu-persatu.Seperti sebelumnya,putri Jennie hanya mengekori sembari memegang es krim ditanganya.Jujur,ini adalah pertama kalinya Jennie berbelanja ke supermarket.Kalau bukan demi suaminya,ia tidak akan mau melakukan hal semacam itu.
Setelah semua barang-barang yang diperlukan sudah terbeli,Reyno dan Jennie segera pulang menggunakan mobilnya.
**
Sesampainya dirumah,Reyno segera membuka barang belanjaan dan mencuci semua sayuran di wastafle.
"Reyn,kita mau belajar masak apa ?" Jennie menggelayutkan tanganya.
"Kamu cuci sisa sayuran ini dulu...aku siapin bumbu." Reyno meninggalkan Jennie didepan wastafle,lalu bergeser kesebelahnya untuk menyiapkan bumbu dapur.
"Reyn ini nyucinya digimanain...?"
"Kamu kucurin di bawah air mengalir ....."Reyno sibuk memilih beberapa bumbu yang harus dipakai."Cuci sampai bersih."
"Bersihnya kaya gimana?aku ngga tahu.."
Cewek itu ya...baru disuruh mencuci sayur sudah heboh seperti itu.
Reyno menepuk jidatnya kesal."Terserah kamu deh,yang penting basah.Terus dicuci satu perβ" teriakan Jennie memotong pembicaraanya.
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaa..........." Jennie teriak histeris.Sontak Reyno langsung berlari dengan jantung yang hampir mencolos dari tempatnya.
"Kenapa ...kenapa ?" tanya Reyno panik sekali.
Jennie langsung menghamburkan tubuhnya kedalam pelukan Reyno.
"Ada ulet...aku takut banget..itu kenapa bisa ada ulet disitu." Jennie menghentak-hentakan kakinya.Matanya tidak berani menoleh ke arah wastafle,bahkan membenamkan wajahnya didada Reyno.
Modusss nih......
"Ya ampun,kamu itu hampir bikin aku mati jantungan tau ...ini cuma ulat sayur kecil gini,gak akan gigit." Reyno mencuci sayuran yang tersisah di wastafle,membuang ulatnya lalu meletakanya di keranjang sayur.
__ADS_1
"Iikkkhh....kenapa ditaro? itu tadi ada ulatnya...kalo beracun gimana? "
"Itu cuma ulat sayur ngga mungkin beracun." Reyno terkekeh geli.Untung bukan mamah Dina yang mengajari anak ini memasak,kalau tidak habis lah Jennie.
"Iuwhkk..aku ngga mau makan sayur itu..jorookk..!" Jennie bergidik ngeri sambil memegangi bulu romanya.
"Hahaha....kamu tuh lucu banget sih...justu ini sehat tau.." Reyno mengusak puncak kepala Jennie gemas.Ngeselin tapi sayang....
"Sehat....? jadi ulat sehat! kalo gitu kenapa ngga kamu makan tuh ulatnya ?" Jennie menatap Reyno jengah.Tidak mengerti sama sekali dengan ucapan suaminya.Entah dimana letak sehatnya,yang jelas itu menjijikan dimatanya.
Jennie takut pada ulat...
"Bukan gitu,sayur yang ada ulatnya...itu berarti ngga mengandung zat pestisida tinggi,karena ulat aja masih mau makan...itu artinya sehat,asal ulatnya dibuang terus dicuci,sayuranya masih bisa dimakan." terang Reyno detail.
"Emp gitu ya..terus aku harus ngapain lagi nih..?"
"Coba kamu kupas bawang merah sama bawang putih yang ada dimeja ...Bisa ?"
Kalau sampai ini tidak bisa,Fikss... blacklist jadi ibu rumah tangga...hehe
"B-bisaa..."jawab Jennie asal.Sebenarnya ia belum pernah melakukanya.
Jennie mulai mengupas satu persatu kulit bawang yang ada dipiring.Walaupun agak lama tapi cewek itu berhasil menyelesaikanya.Kemudian ia segera mencuci tanganya karena tak tahan dengan bau bawang yang sangat menyengat.Reyno tersenyum geli lagi saat melihatnya.
"Terus aku harus ngapain lagi ?"
"Kamu iris tipis-tipis..." jawab Reyno sembari memotong beberapa sayuran diatas talenan.
"Buka ponsel kamu, terus liat tutorialnya di youtube sayang....aku mau nyiapin kuah kaldu dulu soalnya." Reyno menaruh bumbu yang sudah ia haluskan tadi kedalam panci berisi kuah dan potongan ayam.
"Iya aku liat...nih.."Jennie mulai membuka ponselnya,Membuka tutorial seperti apa yang diperintahkan Reyno.
(Maaf bukan promosi yah...cuma biar menjiwai ajahh...πππ)
Lima menit kemudian.
β’
β’
β’
β’
"Reyn..." Jennie merengek."Mata aku perih banget,padahal aku ngga ngucek mata."
Saat Reyno menoleh,air mata Jennie sudah meleleh membanjiri seluruh pipinya.Reyno langsung menghampiri,membenamkan wajah istrinya kedalam perutnya,reflek Jennie segera mengusakan matanya di baju Reyno."Kamu nih ya...cuma ngupas bawang aja udah kaya orang dianiaya." Reyno terkekeh geli berkali -kali."Kalo orang liat,pasti ngiranya kamu lagi berantem sama aku.
"Abis gimana dong...aku ngga mau ngupas bawang lagi..."Jennie merajuk.Lebih baik tidak bisa masak kalau begini caranya.
"Yaudah,kamu duduk dikursi sebelah sana,biar aku yang lanjutin."
__ADS_1
"Ngga mau..." Jennie menggelengkan kepalanya. Enggan melepaskan pelukan pada pinggang suaminya.
"Manja banget sih istri aku..." Reyno menaikan Jennie keatas meja.Mendaratkan sebuah ciuman lembut di bibirnya."Tuh kan... kalo dicium langsung diam."
Pipinya merona malu.
Apaan sih Reyno..suka sekali membuat
Jennie baper.
"Reyn..." Jennie menahan lengan Reyno saat ia hendak melanjutkan kegiatanya.
"Kenapa lagi?"
"Kalau misalkan aku ngga bisa masak,kamu masih cinta sama aku?"
"Aduh kamu ngomong apasih...kamu bukan asisten rumah tangga,kamu itu istri aku...aku ngga peduli kamu bisa masak atau tidak,aku akan selalu cinta kamu..."
"Serius....aku ngga suka masak Reyn...aku tau aku wanita...tapi aku emang ngga suka ngelakuin hal itu..dulu aku pernah diajarin sama Momy,tapi aku takut karena tangan aku kecipratan minyak panas." Jennie merangkum wajah Reyno,menatap lembut dengan mimik wajah serius."Maafin aku Reyn..."
"Kalo kamu ngga suka jangan dilakuin.Perasaan aku ngga akan berubah walau kamu ngga bisa masak." Reyno menurunkan tangan tangan Jennie dari wajahnya.Cowok itu mencium lembut kening Jennie seraya memeluk."Yang penting kegiatan ranjang kita jangan sampai kelewat." bisik Reyno nakal.
"Ikhkk...kamu ngerusak suasana aja." Jennie mencubit lengan Reyno gemas.
Kegiatan masak mereka berubah menjadi acara baper-baperan ala bucin.Dan akhirnya Reyno melanjutkan kegiatan masaknya sendiri.
Aneh....
Itulah yang Reyno rasakan semenjak mengenal gadis berumur 19 tahun itu.IQ nya yang hampir mencapai 200 seketika turun jadi 90.Reyno tidak dapat menggunakan akal sehat ketika menghadapi perasaan yang melingkupi ruang hatinya.
Inikah yang dinamakan cinta sejati ?
Jika menggunakan logika,mungkin cowok itu akan ilfil dengan semua kekurangan Jennie.Cewek matre yang hidupnya hanya tau menghabiskan uang untuk shoping,tidak bisa masak,suka berbuat onar,bicaranya barbar,tingkah yang nyeleneh dan masih banyak lagi kekurangan cewek itu.
Sungguh aneh kalau dipikir.Kemana Reyno yang dulu selalu dingin bagai es dikutub utara..?terkadang ia merasa tidak mengenali siapa dirinya.
Jennie..satu nama yang sudah ia taruh dalam-dalam di lingkup hatinya.Tidak akan tergantikan apapun yang terjadi... tidak akan pernah ada nama lain dihatinya,titik.
β’
β’
β’
β’
Aku lagi gakk mood dan gak semangat nulis hiksss..rate aku turun terus.... entah kenapa.... tolong bantuanya dong ..bintang limanya biar aku tambah smangat nulisnya...hehehe..kalo ngga lima mending gak usah.....bikin rate turun aja..huhuhu...
maafkan aku yang gak jelas ini ya........π
salam hangat...
Anarita.
__ADS_1