
Hai Gengsss ngga kerasa sudah 50 episode.makasih banget buat yang udah mau setia baca cerita halu aku... aku sayang kaliann cup cup cup....😘😘😘
TANIA ALUNA
"Reyn,kamu pasti capek,aku udah suruh pelayan untuk siapin makan malam buat kamu."
"Ngga usah,karena aku lihat kamu sudah baikan,aku akan segera pulang.Jennie dan mamah sedang menungguku." pikiran Reyno sangat kacau sekarang ini.Sekali lagi ia merasa bersalah terhadap istrinya sendiri.
"Reyn,plisss kali ini aja.Walau hubungan kita sudah berakhir,tapi aku harap kamu mau makan malam bareng aku untuk yang terakhir kalinya." Tania memaksa.
"Baiklah,tapi setelah makan aku harus segera kembali."
"Oke,itu terserah kamu." Tania berjalan keluar dari kamarnya diikuti oleh Reyno.
Sampailah mereka di pinggir kolam,dimana meja makan untuk mereka berdua sudah disiapkan rapih,bahkan ada lilin indah ditengahnya.
Pikiran Reyno jadi kembali kemasa sewaktu mereka masih berpacaran.Dulu mereka sering melakukan makan malam romantis di pinggir kolam seperti ini.
"Kenapa harus makan malam seperti ini?" Reyno menatap Tania sejenak sebelum ia menarik kursi untuk dirinya sendiri.
"mungkin karena sudah terbiasa seperti ini."Tania tersenyum dan mulai duduk.Secepat itukah perasaan Reyno berubah,dulu ia selalu mempersilahkan Tania untuk duduk terlebih dahulu setiap kali melakukan candle light dinner.Kini semua sangat berbeda,Reyno begitu dingin dan tidak ada perlakuan spesial lagi untuk Tania.
Selama sesi makan,tidak ada percakapan yang terjadi diantara mereka berdua.Hanya ada dentuman sendok garpu yang kadang tak sengaja berbenturan mengenai piring.Sesekali Tania memperhatikan tingkah Reyno yang begitu fokus makan dengan lahapnya.Padahal dulu Reyno dan Tania selalu makan sambil mengobrol.Bahkan karena saking asiknya mengobrol, butuh waktu satu jam bagi mereka untuk menghabis sepiring makanananya.
Reyno begitu asing dimata Tania,ia bukan lagi sosok kekasih hangat yang Tania kenal selama ini.Hanya seorang mahluk kecil seperti Jennie,mampu menjungkir balikan perasaan seorang Reyno begitu cepat.Tania sungguh tidak paham dengan adanya paradoks cinta.
Mengapa hanya perasaan Reyno yang berubah ? kenapa ia tidak ?Bahkan rasa cinta Tania untuk Reyno masih tetap sama,tidak ada yang berubah sedikitpun dari hatinya.Masalah hati,semua masih milik Reyno seorang.
Tania mencoba bertahan di tengah kepungan badai perasaanya.Rasanya lelah untuh melangkah,menggenggam cinta yang sangat besar sendiri saja.Reyno cinta sejatinya sudah pergi,berlalu pilu ditelan oleh sang waktu.
"Arghh."
Geraman Reyno membuyarkan segala lamunan Tania.Reyno seperti orang yang kesakitan sembari memegangi kepalanya.
__ADS_1
"Kamu kenapa Reyn ?"Tania langsung bangun dan menghampiri kursi duduk Reyno."Ayo aku bantu masuk kedalam untuk istirahat."
Tania memapah Reyno masuk kedalam kamar tamu yang tak jauh dari tempat mereka makan tadi.Setelah membaringkanya diatas ranjang,Tania mulai memijit pelipis Reyno dengan lembut.Seperti yang sering ia lakukan dulu saat Reyno sedang sakit kepala.Sekitar 15 menit kemudian, pria itu mulai tertidur begitu damai.
"Tania." ayah Tania memanggil.Karena terlalu fokus memperhatikan Reyno,ia tidak sadar bahwa sedari tadi ayahnya sudah masuk kedalam kamar dan memperhatikanya.
"Ayah,sejak kapan ayah masuk ?kok Tania ngga tahu ?" Tania menatap bingung ayahnya.Ada sedikit rasa malu karena kepergok oleh ayahnya.
"Dari tadi kamu sibuk perhatiin pria itu,gimana mau tahu ayah masuk ?" ucap ayah Tania malas.Melirik ke arah Reyno dengan mimik wajah datarnya.
"Yah,tolong panggilin dokter untuk Reyno.Dia sakit." gadis itu menatap ayahnya penuh khawatir.Dimana ayah Tania dapat mengerti bahwa putrinya begitu sangat mencintai Reyno.
"Ngga perlu,dia tidak sakit."jawab ayah Tania.
"Maksudnya ?" Tania diam sejenak.Mencoba mencerna ucapan ayahnya barusan."Darimana ayah tau kalau Reyno ngga sakit ?"
"Ayah hanya dapat membantu kamu sampai disini,urusan selanjutnya ada ditangan kamu Tania.Bagaimanapun juga ayah tidak akan membiarkan putri ayah bersedih karena hal ini.Manfaatkan kesempatan yang ada dengan sebaik mungkin." ayah Tania segera berbalik badan menuju pintu, lalu keluar meninggalkan mereka berdua saja di dalam kamar.
Tania sudah paham dengan apa yang dimaksud ayahnya.Kini hatinya dilanda kebingungan.Antara harus lanjut mengikuti rencana ayahnya atau menghentikan semua rencana gila seperti ini.Disisi lain Tania tidak ingin berpisah lagi dengan Reyno.Ada sekitar 10 menit ia hanya diam untuk berpikir,sebelum ia mulai memutuskan apa yang akan ia lakukan selanjutnya...
"Reyn maaf kan aku untuk semuanya."
Ayah Tania segere menutup pintu setelah melihat putrinya mulai melancarkan aksinya,ternyata ayah Tania belum pergi,masih berdiri dibalik pintu memperhatikan putrinya sedari tadi.
Ayah tidak akan pernah membiarkan putri ayah menderita seperti ini sayang.Lihatlah Reyno,kamu harus membayar setiap kehancuran yang dialami putriku saat ini.
***
Dingin yang menusuk kulit membuat Reyno tersadar dari tidur panjangnya,Reyno menggeliat dan perlahan membuka matanya.Alangkah terkejutnya ia saat melihat tubuhnya polos tanpa busana,disampingnya sudah ada Tania yang juga polos hanya berbalut selimut.Reyno mematung dengan kerjapan mata bingung.Ia bahkan merasa kesulitan mengartikan situasi yang terjadi saat ini.
Jelas ini adalah sebuah kesalahan,tanpa membuang waktu Reyno segera beranjak bangun dan memungut satu persatu pakainya yang berceceran dilantai.Sambil memakai bajunya kembali,ia terus memutar memori yang terjadi semalam.
Tak ada hal yang ia ingat,kecuali saat ia merasa pusing saat dimeja makan semalam.Hanya itu yang ada di memorinya,setelah itu Reyno tidak tahu lagi apa yang terjadi pada dirinya.
Karena suara yang ditimbulkan oleh Reyno,Tania jadi ikut terbangun dari tidurnya.Ia terduduk kaku dan menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang tempat tidur.Tania menatap sayu Reyno yang sedang sibuk berpakaian.
__ADS_1
"Reyn kamu udah bangun ?"tanya Tania polos.Seolah hal yang sudah terjadi tadi malam bukanlah kesalahan.
"Tania,apa yang terjadi semalam ?kenapa sampai seperti ini?" Reyno menatap Tania cemas.Berharap semalam mereka tidak melakukan apapun.
"Reyn,kamu bener udah lupa ? semalam kita--"
"Stop Tania,aku ngga ngerasa ngelakuin apapun ke kamu.Tolong jelasin apa yang udah kamu rencanain sebenarnya?" Reyno begitu kecewa.Ini adalah pengalaman keduanya dijebak seperti ini.Dan yang sekarang jauh lebih parah,karena Reyno dan Tania sama-sama tidak memakai sehelai benang pun.
"Reyn,maafin aku.Tapi memang semalam kamu yang maksa aku.Kamu bilang kalau kamu sangat mencintaiku."
Reyno diam terpaku,duduk melemas disamping Tania.Dua panah sedang menghantam jatung saat ini.Ia merasa bersalah,bersalah terhadap istrinya karena sudah membohongi sekaligus menghianati.Reyno memijat pelipisnya yang masih terasa pusing.Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini.
"Tania,sebenarnya apa yang udah kamu rencanain ?" lirih Reyno lemah.Ia sudah sangat frustasi dengan keadaan seperti ini.Otaknya tidak bisa berhenti memikirkan penghianatan yang baru saja ia lakukan.
Tania terisak,ia diam seribu bahasa. Sejenak terlintah rasa bersalah di pikiranya.Kenapa ia harus mengikuti rencana ayah ? ini bukan sifat Tania,bahkan ia sendiri tidak mengenal siapa dirinya saat ini.
"Tania..." Bentak Reyno cukup keras,ini pertama kalinya Tania melihat Reyno semarah ini.Bahkan waktu mereka berdua putus,Reyno tidak sampai semarah ini.
"Tania jawab aku !" wajah Reyno sudah merah padam,menahan emosi yang begitu sulit untuk dikontrol."Oke karena kamu ngga mau jawab,aku bakalan pergi sekarang juga.Aku kecewa sama kamu Tania--" Reyno berbalik badan lalu berjalan menuju pintu.
Brakkkk.
Ia membanting pintu kamar itu sangat keras.Pria itu sudah tidak peduli lagi itu rumah siapa.Amaranya,sudah tidak dapat dibendung lagi.Tak menyangka ia akan mendapatkan hal semacam ini lagi.Ada apa dengan para wanita ?apa cinta sudah membuat hati mereka hilang.
Percayalah,rasa kecewanya,terhadap Tania semakin menggunung besar sekali.Kini ia sudah sangat yakin,hanya Jennie lah satu-satunya wanita yang berhati baik dan polos.Bahkan mamahnya pun bisa menghianatinya.Tania orang yang dulu ia cinta,juga sudah mengecewakanya hari ini.
Hai guys
Makasih ya udah mampir dan baca cerita aku...
Jangan lupa tekan tombol like dan berikan komentar .
Satu lagi ,minta rate 5 nya yah...
Salam hangat 💓💓
__ADS_1
Rita...