
Haiiiii aku datang lagi nih.......
Buat kalian yang penasaran kenapa karakter Tania itu lemah sekali,aku tuh emang gak terlalu suka dengan kehadiran orang jahat.Ngga semua peran antagonis harus dibuat jahat yesss kan??
Dikehidupan nyata memang ngga semua pelakor jahat kok...cuma tindakanya aja yang salah.Jadi kalau ceritanya ngga greget aku minta maaf ya...
Selamat membachaaaaaaa......
•
••
•••
Sesampainya diparkiran kantor, Jennie langsung meninggalkan Reyno didalam mobil sendirian.Muak sekali rasanya satu mobil dengan cowok itu.Sementara Reyno masih tetap berada didalam mobil,menunggu farhan membawakan baju kerjanya.
Jennie langsung duduk dimeja kerjanya.Wajahnya ditekut lesu karena bete.Cewek itu masih kesal dengan sikap Reyno yang sangat kekanakan.Jennie mengambil air putih lalu meminum pil kb yang baru ia beli tadi di apotik.
"Enak sekali ya jadi wanita cantik,bisa keluar masuk kantor seenak jidatnya.Kalau lagi malas kerja ngga perlu masuk,ngga akan dipecat walau kerjanya tidak becus dan kebanyakan izin." wanita yang duduk dua meja disamping Jennie menyindir dengan nada bicara yang cukup keras.
Hari ini tidak ada Hana,gadis itu sedang ditugaskan diluar kantor.Kalaupun ada,Hana juga tidak akan mungkin menolongnya.Hana adalah gadis penakut yang hanya berani kepada Jennie saja.
"Ya begitu,sepertinya dia punya sugar daddy yang kuat di gedung ini.Atau mungkin gedung ini milik suaminya....hahahaha." teman wanita yang satunya lagi menjawab dengan nada mencemoh.Ia tertawa lepas sembari melirik ke arah Jennie sinis.
Sementara Jennie masih diam tidak peduli.Pembicaraan mereka terdengar seperti anjing yang menggonggong ditelinga Jennie.
"Waah...kalau ngerasa salah pasti diam ya...wanita jal#ng dijaman sekarang tuh hatinya kuat sekali.Lebih baik dihina dari pada kehilangan emas berharganya.Dasar cewek lemah..." seru wanita itu lagi.
Jangan salahkan Jennie kalau ia mengamuk di kantor suaminya.Ia sudah berusaha menahan amaranya sedari tadi,tapi dua gadis tidak tahu diri itu memang harus diberi pelajaran.Kebetulan sekali,tanganya sangat gatal ingin menampar seseorang.
Jennie segera berjalan menghampiri mereka berdua.
Plak.....Plakkkk...!
Dua tamparan mendarat anggun di pipi mereka.Rasanya nyaman sekali,betenya mendadak hilang.Beruntunglah ada cewek dua yang dengan suka rela menawarkan diri untuk menjadi pelampiasan kekesalanya.
"Kamu—!" mereka berdua menatap Jennie penuh sangsi."Berani-beraninya ya,kamu nampar kita,"
"Aku cuma mau ngasih pelajaran sama kalian,lebih baik ngga usah ikut campur urusan aku kalau kalian masih mau kerja disini."
BYURRRRRRR........
__ADS_1
Salah satu dari mereka menyiram baju Jennie dengan kopi dingin yang ada diatas meja kerjanya.
"Hei...! jangan mentang-mentang kamu punya sugar daddy yang kuat,kamu bisa ngancam kita seenak hidup kamu."
"Hahaha..." Jennie tertawa lepas.Memperhatikan mereka dengan raut wajah jijik."Kalau aku memang punya sugar daddy yang kuat,kalian bisa apa? wanita-wanita bermulut kotor seperti kalian ngga akan mampu bersanding denganku.Aku tahu kalian iri..."
"Cih,bangga banget punya wajah cantik hasil operasi pelastik..." seru wanita itu.
Perdebatan semakin panas,sementara kariawan lainya tidak ada yang berani melerai.
"Duh....duh...duh..lihat mulut kalian ini,miris sekali.Pantas saja jadi perawan tua,hidup kalian dipenuhi prasangka tidak baik.Aku yakin hidup kalian ngga akan tenang kalau kebanyakan nyinyir dan iri.Jelas aku memang cantik,tidak seperti kalian yang yang sok kecantikan.Kalian fikir aku ngga tau kalo kalian suka tebar pesona di depan pimpinan."
"Jangan fitnah balik kami ya ...!"
"Siapa yang fitnah...?memang kamu fikir,aku ngga tahu kalau kalian berdua suka ngirimin makan siang secara pribadi kepada pak Farhan."
Untung Jennie tidak sengaja pernah mendengar pembicaraan mereka sewaktu didalam toilet.Dua wanita itu sering masuk kedalam ruangan direktur Farhan secara pribadi dengan alasan membawakan makan siang untuknya.
Sontak semua mata langsung tertuju pada dua wanita yang sedang membully Jennie tadi.Tidak menyangka ternyata dua wanita senior itu menggunakan cara licik untuk merayu pimpinanya.
Sementara diruangan Reyno,cowok itu sudah marah-marah melihat keributan yang terjadi diluar ruanganya.Ia segera keluar untuk menegur Farhan.
"Maksudnya apa Tuan ?" tanya Farhan bingung.
"Keluarlah agar kamu bisa melihat apa yang terjadi.Bereskan mereka,panggil istriku keruanganku."Reyno masuk kembali ke ruang kerjanya.
Tentu saja Farhan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.Sedari tadi ia sibuk mengerjakan tumpukan dokumen yang menggunung.Sementara Reyno hanya diam diruang kerjanya sembari menonton cctv,memperhatikan istrinya dari balik monitor.
Farhan segera keluar untuk melihat apa yang terjadi disana.Ia sedikit kesal dengan tingkah Reyno yang menyebalkan.Sudah datang tidak bekerja,merepotkan pula.
"Omong kosong,bagaimana bisa kamu memfitnah kami seperti itu." ucap salah seorang wanita itu.Ia mengelak tudingan tidak masuk akal yang dilontarkan Jennie.
"Karena ak—....."
"Cukup! apa yang kalian lakukan dijam kerja seperti ini!"Farhan keluar dengan raut wajah yang berapi-api.Matanya menyorot tajam pada tiga wanita yang sedang berkumpul dalam satu meja.
"Maaf pak..." kedua wanita itu langsung ketakutan.Farhan terlihat berwibawa sekali saat sedang marah.
Sementara Jennie mendadak kesal karena merasa diganggu.Ia belum puas bermain-main dengan dua wanita gila itu.Sekarang kekesalanya langsung berpindah pada Farhan.
Farhan datang menghampiri mereka."Jadi begini kelakuan kalian kalau tidak ada ketua divisi.Sekarang kalian berdua pergi keruang bimbingan.Renungkan permuatan kalian.Jennie pergi keruangan saya."
__ADS_1
Tidak adil,mereka menatap Farhan dengan pandangan lemah.Kenapa hanya Jennie yang di mintai penjelasan?sedangkan mereka berdua harus keruang bimbingan kariawan untuk mendapat hukuman dan evaluasi.
"Kenapa hanya Jennie ?" tanya salah satu wanita itu memberanikan diri.
"Jennie adalah kariawan bawaan saya.Biar saya yang mengintrogasinya langsung.Dan untuk semuanya,saya mengingatkan pada kalian.Tolong jangan ada lagi pertengkaran seperti ini dilingkungan kerja.Ruangan ini dilengkapi dengan cctv.Semua pembicaraan dan pergerakan kalian bisa saya pantau langsung." terang Farhan bohong.
Memang benar ruangan itu dilengkapi fasilitas cctv yang dapat merekam pembicaraan.Tapi jujur,Farhan tidak ada waktu untuk melihat tontonan yang tidak penting.
"Baik pak." ucap seluruh kariawan yang ada diruangan itu.
Farhan melirik ke arah Jennie.Ia segera membuka jas nya untuk menutupi bagian dada Jennie yang transparan akibat basah terkena siraman kopi.Jennie yang tak mau melewatkan kesempatan berharga ini segera melancarkan aksi liciknya.Ia memeluk Farhan secara mendadak.
"Sayang,kamu bilang ke mereka dong kalau kita pacaran.Aku ngga mau mereka salah faham dan fitnah aku gini..."
Shit! bencana baru datang setiap kali Farhan berdekatan dengan istri barbar bosnya.Kali ini apalagi trik yang dimainkan cewek itu ?
Semua kariawan melongo takjub melihat keberanian Jennie memeluk Farhan dimuka umum.Pantas cewek itu tidak takut membalas bullyan dari seniornya.Ternyata Jennie memiliki hubungan khusus dengan pak Farhan.
Sangat masuk akal...
Farhan segera menarik Jennie kedalam ruang kerjanya.Ia tidak mau Jennie semakin berulah dan menimbulkan kesalah fahaman.Mereka berdua masuk lalu hilang dibalik pintu bertuliskan ruang direktur.
Sementara dua wanita itu menatap kepergian Farhan dan Jennie dengan rasa yang berkecamuk.Ingin rasanya ia menarik setiap kalimat yang diucapkanya sedari tadi.
Entahlah,mereka hanya berharap besok masih dapat bekerja lagi disini.Seketia mereka lemas setelah mendengar pengakuan Jennie.
Sialan! mereka merasa bodoh sekali.
•
•
•
•
•
Sedikit curhat ya...bikin cerita ini tuh setengah mati rasanya.....Walau kata-katanya acak adul dan gak jelas,tapi untuk alur cerita memang tidak ringan untuk dibaca,banyak sekali fakta yang masih disembunyikan karena alurnya campuran.Butuh pembaca yang setia seperti kalian.Aku juga banyak banget kehilangan pembaca karena mereka merasa kecewa,di bully dan diprotes sampai aku nyesek bacanya.Padahal memang masih banyak hal-hal yang masih disembunyikan,tapi ya sudahlah..buat mereka yang memutuskan untuk berhenti membaca aku bisa apa...?
Terima kasih...
__ADS_1