Tali Perjodohan

Tali Perjodohan
Bab:85


__ADS_3

"Bolehkah saya masuk?"


Devi terhenyak dari lamunanya,otaknya masih shock karena melihat kedatangan Reyno yang tiba-tiba.Dengan tangan sedikit gemetar,Devi membuka pintu selebar-lebar.


"Silahkan tuan muda."Devi mempersilahkan.


Dimana kemudian Reyno masuk lalu duduk di atas single sofa sendirian.Sementara Hana dan Jennie sedari tadi duduk dilantai dengan alaskan karpet bulu.Hanya ada dua sofa disana,Hana memang tidak mempunyai ruang tamu yang layak untuk para tamunya.Tentu saja karena Hana tidak pernah kedatangan tamu.


"Selamat malam Tuan muda Reyno." sapa Hana.Kemudian ia menyingkirkan bekas piring yang ada dimeja,tepat dihadapan Reyno."Maaf,kami baru selesai makan malam.Saya tidak tahu kalau tuan akan datang." Hana tersenyum kikuk.


"Tidak usah sungkan,saya tidak lapar." jawab Reyno.Ia duduk sambil menyilang kakinya,matanya meneliti setia sudut ruangan sederhana milik Hana,sesekali ia melirik ke arah Jennie yang sedang asik makan di sudut ruangan, tepat dua meter dari tempat Reyno duduk.Anak itu terlihat asik makan ditengah kecanggungan dua sahabatnya.


"Dimana ibumu ?"


"Ibu saya tinggal dikampung tuan.Saya hanya tinggal sendiri dirumah sewa ini."jawab Hana takut-takut.


Demi apapun, ia merasa canggung,suasana makan yang penuh canda tawa seketika berubah menjadi hening dan dingin.Hana dan Devi saling melempar pandangan bingung.Dimana mata mereka seolah mengatakan_mau apa bos kita kemari?_.


"Maaf tuan muda Reyno,kalau boleh tahu,ada perlu apa tuan datang kemari?"Devi mulai bertanya hati-hati.


"Main!"


Telinga Hana rasanya akan segera pecah,apakah ia tidak salah mendengar?untuk apa CEO muda itu main kerumah Hana?bahkan mereka tidak saling kenal,bertemu juga hanya beberapa kali.


Hana melirik ke arah Jennie.Ikhh! cewek itu,ya...masih saja sempat mengunyah dalam situasi genting seperti ini.Hana tahu Jennie orang yang sangat cuek,tapi bukan berarti harus bersikap seperti itu terus,apa lagi suasana sedang dipenuhi kecanggungan.


"Maaf tuan,sebelumnya kita tidak kenal akrab sama sekali.Untuk apa tuan main kerumah saya?" Hana memberanikan diri untuk bertanya.Hawa penasaran dalam dirinya sudah tidak dapat dibendung lagi.


"Saya hanya ingin menemani istri saya main dirumah kamu."


"Istri...?" seru Hana dan Devi kompak.Dua bola mata mereka membola seketika.Terutama Devi yang paling kaget.


Devi bukan orang yang polos amat.Ketika bosnya menyebut nama istri,gadis itu sudah dapat menebak siapa wanita yang dimaksud tuan mudanya.


Tidak mungkin Hana!


Yang jadi masalah,baru saja tadi siang ia membawakan gosip tentang istri pertamanya yang sangat kasian.Apalagi Devi sempat berbicara yang tidak-tidak tentang istri pertama tuan muda tadi.Pantas Jennie sangat sewot tadi siang.Istri pertama yang digosipi Devi adalah ia sendiri.


Dooble matilah kali ini Devi.Mungkin saja besok ia langsung disuruh mengemasi barang-barangnya dikantor,atau yang lebih parah,Devi tidak di izinkan masuk dan mengakses gedung itu lagi.


Arghhh! ingin rasanya Devi merompes mulut sialanya itu.Lambe turah banget sih?

__ADS_1


"Jadi kalian berdua,adalah pasangan suami istri?" Hana menoleh kearah Jennie,mencoba mengklarifikasi omongan Reyno tadi.


"Yupz! si istri kasian dan miris yang dimadu—" Jennie berfikir sejenak mengingat ucapan Hana dan Devi tadi siang."...yang katanya tidak disukai suaminya karena jelek dan gemuk,itulah aku.Sahabat kalian sendiri." Jennie tersenyum,menyunggingkan bibirnya kearah Hana dan Lisa.


Ingin rasanya Devi lari sejauh mungkin,menjauh dari fakta yang berbahaya seperti ini.Untuk pertama kalinya,seorang ratu gosip menciut nyalinya ketika mendapatkan topik berita panas.


"Maaf nona Jennie,kami benar-benar tidak tahu anda adalah istri tuan muda Reyno." Devi meminta maaf.Ekspresi wajahnya sudah tidak jelas saking terkejutnya."Maafin aku juga..." Hana menimpali.


"Sudahlah,karena aku sangat puas dengan makanan kalian.Aku tidak jadi marah."Jennie tersenyum lalu berdecak kesal."Jangan panggil nona,panggil aku Jennie saja."


"I-i-iya...nona,eh... Jennie maksudnya." jawab Hana salting.


"Sekali lagi, maafkan saya ya Jennie."Kata Hana sekali lagi.


"Iya...iya!jangan minta maaf mulu.Nanti aku pusing."Jennie melanjutkan kegiatan makanya.Diruangan sempit itu,Hanya Jennie seorang yang masih bernafsu menyantap hotpot yang mendadak berubah bagaikan racun.


Mana mungkin sih? Hana dan Devi mampu melanjutkan makan,sementar ada bos yang sedari tadi duduk dengan hawa dingin.


"Kamu kasih makan apa istriku?"


Matilah kau Hana...!


Dari yang Devi lihat,Jennie pasti belum pernah makan hotpot rumahan tidak jelas seperti itu.


"Ini higienis kan? istri saya sedang hamil loh..."


Hamil ?


Ya,Tuhan, Hana mau mati saja rasanya...


Hana mengingat-ingat kembali,tadi ia tidak mencuci semua bumbu-bumbunya.Karena terlihat bersih,ia langsung menghaluskan bumbu tanpa dicuci terlebih dahulu.


"Menurut saya ini aman Tuan."semoga tidak terjadi apa-apa pada Jennie.Plis Jennie,stop makan hotpot itu,aku akan mati kalau kamu sampai kenapa-napa.


"Ini pedas sekali,loh." tandas Reyno ketika mencicipi kuah hotpotnya.


"Reyn,apaan sih kamu...Lebay banget.Aku ngga kenapa-napa kok."Jennie mendorong bahu Reyno sampai terjungkal kebelakang.


And then! itu adalah pertama kalinya,Hana dan Devi melihat seseorang yang memanggil nama bosnya dengan sebutan nama.Bersikap tidak sopan lagi...


Aku ngga lihat...aku ngga lihat.Gumam Devi.

__ADS_1


"Ayo kita pulang..."Ajak Reyno.Kemudian ia bangun lalu duduk diatas kursi.


"Ngga mau,aku mau nginep di tempat Hana.


"Harus pulang..." Reyno mulai kesal.Seharian ini ia dibuat lelah oleh seorang anak kecil bernama Jennie.Cowok itu hanya berharap Jennie menurut lalu pulang


"Aku ngga mau pulang,titik."


Sumpah demi apapun,Hana dan Devi merasa canggung sekali.Jantungnya seperti di pompa naik turun.Jangan sampai mereka bertengkar dirumah sesempit ini.Bisa diusir Hana nanti.


"Ya sudah kalau kamu ngga mau pulang,aku juga ikut nginep disini."


Plisssssss! lelucon macam apa lagi ini? pertama kalinya ada seorang laki-laki bertamu dirumah Hana,hendak menginap pula.Tidak mungkin,kan? Hana mengusir bosnya sendiri.


"Apaan deh? ko jadi ngancam gini,sih?"bentak Jennie sebal.


"Aku ngga ada ngancam,cuma mau nemenin istri aku." sekaligus memberi pelajaran pada bocah nakal seperti kamu,sayang...!đŸ˜œ


"Tuan,sebaiknya anda pulang saja.Kami akan memastikan istri anda baik-baik saja disini." Hana mencoba berani menolak Reyno untuk menginap.


"Jadi kamu mau usir saya Han?" gertak Reyno.Kepura-puraan cowok itu berhasil membuat Hana dan Devi ketakutan.


"Tidak mungkin saya berani mengusir,pintu rumah saya selalu terbuka untuk anda."


Hell,kenapa bisa ngomong begitu sih? Jennie pasti akan salah paham mendengar kalimat yang Hana ucapkan tadi.


"Maaf,maksud Hana baik tuan,bukan kita melarang untuk menginap.Kami takut tuan muda Reyno tidak nyaman dirumah ini." Devi menimpali untuk membantu Hana.Tanganya bergetar hebat saat mengatakan hal itu.


"Aku tidak akan membiarkan istriku tidur tanpa pelayanana gratisnya meski sedang menginap dirumah teman."


Ya?


Maksudnya apa ya? Hana masih sembilan belas tahun.


Hello...


Siapa saja tolong jelaskan pada Hana,pelayanan gratis itu apa ?


"Reyno,ngga usah ngaco deh,jangan ngomong yang ngga jelas.Hana masih kecil.Dan aku juga ngga mau pulang kerumah."


"Ya sudah,aku temani..."seringai Reyno.

__ADS_1


Aku ngga butuh!!"


"Ayolah,aku tahu kamu tidak akan pernah bisa tidur tanpa bantalan lengan empuk miliku.Apa lagi ditambah pelukan hangat beserta otot dada keras sebagai sandaranya."


__ADS_2