
Jennie sudah keluar dari rumah sakit setelah dinyatakan keadaanya membaik.Hanya saja cewek itu belum mau memeriksakan kandunganya kebagian OBGYN.Bagaimanapun juga Jennie memang masih belum menerima setitik nyawa yang tiba-tiba hadir didalam hidupnya.
Setelah melakukan konsultasi dengan dokter yang menangani istrinya,akhirnya Reyno membiarkan keinginan Jennie untuk pulang dan tidak dulu memeriksakan kehamilanya.Dokter memberikan kelonggaran hingga anak itu siap.
Reyno juga mengungsikan Tania sementara dirumah Katy.Tujuanya agar ia dapat lebih fokus merawat istri satu-satunya.
Hari ini Jennie sangat manja.Reyno dan Jennie berada didalam kamar seharian.Gadis itu minta dipeluk oleh Reyno dan tidak mau dilepas.Sudah sekitar tiga jam mereka berpelukan sambil duduk diatas sofa.Sesekali Jennie menangis ketakutan saat ia mengingat kehamilanya,lalu air mata itu kering karena termakan oleh kata-kata mutiara suaminya.
Keadaan Jennie benar-benar buruk sekali.Kondisi mentalnya masih sangat lemah.Jennie tidak boleh sampai lalai dari pengawasan.Harus dijaga ketat,takut-takut ia akan nekat lalu menyakiti bayinya.
"Reyn,kamu jahat.Kamu tega ngehamilin aku.Aku ngga mau hamil.Aku masih mau kuliah.Aku ngga mau jadi ibu muda.Aku masih mau menggapai cita-cita aku." Jennie mulai terisak.Jika ia mengingat kehamilanya kembali,cewek itu akan mengumpat dan menyalahkan suaminya.
"Maaf-maafkan aku..." tidak ada kata lain yang keluar dari bibir Reyno selain kata maaf.Berbicara baik-baik juga percuma,Jennie tidak akan paham.Kondisi otaknya masih belum pulih seperti sedia kala.
Ingin rasanya Reyno berkata pada Jennie,dimana letak jahatnya? Reyno sudah pasti akan bertanggung jawab dengan kehamilan Jennie.Terlebih mereka adalah pasangan suami istri.Sah -sah saja jika Reyno menghamili istrinya sendiri.
Ahh,Reyno frustasi kalau mengingat hal ini.Reyno seperti remaja dibawah umur yang menghamili wanita diluar nikah.Itulah sensasi yang Reyno rasakan.Mungkin memang salahnya,menghamili anak yang masih diusia remaja.
"Sebentar,aku mau ambil laptop di meja." Reyno melepaskan tangan Jennie dari pinggangnya.
"Ngga mau...ngga boleh..." Jennie menggelayutkan tanganya lagi.Reyno mendengus kesal,menatap laptop yang ia letakan diatas meja,hanya empat meter dari tempat mereka duduk.
"Ya udah,ayo ikut!" Reyno mengajak Jennie bangun.Lalu mereka berjalan dengan Jennie yang terus memeluknya dari belakang.Reyno mengambil laptopnya lalu kembali ke tempat duduk,masih dengan gaya berjalan yang sama seperti tadi.
"Ngga boleh kerja!" sergah Jennie saat melihat suaminya membuka laptop.Reyno menyerngitkan dahinya kesal.Lalu membuka aplikasi you tube di laptopnya."Kamu mau nonton?" tanya Jennie dengan seringai lucu.
"Makanya jangan buruk sangka dulu."
__ADS_1
"Mana aku tahu.Orang biasanya kamu kalau buka laptop selalu kerja.Sejak kapan kamu nonton you tube,coba?" Jennie memanyunkan bibirnya dua centi.Cewek itu tidak salah,tidak boleh juga disalahkan.
"Sejak dia hadir di hidup kita." Reyno menunjuk bagian perut istrinya,dimana kemudian Jennie langsung meraih telunjuk Reyno lalu merematnya."Aku ngga suka sama,dia!"
Sejak kecil hingga sedewasa ini,Jennie memang tidak pernah bersanding dengan anak kecil.Dalam arti,tidak pernah ada anak kecil dilingkungan hidupnya.Ditambah anak itu memang tidak terlalu suka dengan anak kecil.
"Lihatlah..." Reyno berseru.Lalu menunjukan beberapa video bayi-bayi lucu berumur sekitar empat sampai enam bulan."Lucu...lucu bange,kan?"
"Biasa aja..."
Haduh! perempuan ini,ya! sama sekali belum nampak aura keibuanya.Padahal sudah dipastikan ia akan segera menjadi ibu.Anak yang ada didalam sana sudah menanti,ingin bertemu calon ibu dan ayahnya.
"Itu kenapa dia guling-guling gitu?"tanya Jennie heran.Setelah beberapa kali ia melihat video-video itu,barulah Jennie penasaran dan bertanya.
"Itu namanya lagi belajar tengkurap.Setiap bayi mempunya proses pertumbuhan.Ada banyak usaha keras yang harus ia lalui untuk dapat tumbuh seperti kamu." Reyno tersenyum lalu mengelus bagian perut istrinya." Dia juga sedang berjuang,berjuang untuk segera bertemu dengan ibu kandungnya yang sangat cantik."rayu Reyno sedikit menggombal.
"Aku ngga mau ketemu dia..."Jennie mencebik kesal."Aku mau sama kamu aja,cukup kamu.Untuk masalah anak,sudah ada Tania.Sengaja aku suruh kamu nikahin dia,biar kamu ngga nuntut anak dari aku." Jennie keceplosan saat mengatakanya.
"Anak Tania,ya anak Tania...kamu harus memiliki anak kamu sendiri.Dia yang nantinya akan merawat kamu dimasa tua..."
"Kan ada Reyno...Reyno yang akan merawat Jennie sampai tua,itu janji kamu."
Duh,bagaiamana ya?cara menjelaskan pada anak kecil ini.
"Reyno juga nanti akan tua,butuh dirawat.Kita berdua akan tua,lalu anak-anak kita lah yang akan merawat kita dimasa tua nanti."
Reyno berkata lagi."Coba kamu bayangin,betapa indahnya kalau ada Reyno kecil atau Jennie kecil yang hadir didalam hidup kita.Rumah ini akan jauh lebih hangat.Itu yang dinamakan rumah tangga bahagia.Kamu bayangin wajah mereka yang lucu,perbaduan antara aku dan kamu menjadi satu.Gimana menurut kamu?"
__ADS_1
"Kalo dia perempuan pasti dia cantik dan lucu,banyak yang suka.Mommy sama papi pasti akan sangat senang karena mempunyai cucu.Tapi bagaimana dengan aku? mereka semua akan melupakan aku,mommy akan mencurahkan perhatianya pada anak itu.Kamu juga pasti akan lebih sayang dan peduli pada anak kita.Pada akhirnya aku yang harus mengalah sendiri.Terbuang lalu dilupakan."
"Hei...hei...darimana kamu mendapat pemikiran seperti itu?"Reyno mengusap air mata yang mulai keluar dari sudut mata istrinya.Jennie menangis lagi.
Ya Tuhan.
Susah sekali ya? anak kecil kalau punya anak kecil jadinya begini.hadeuh!
Didalam keluarga Hermawan,Jennie selalu menjadi prioritas utama.Tak heran jika anak itu takut kehilangan perhatian orang-orang disekitarnya.Jennie selalu bersikap seperti anak kecil,walau kadang ia suka tiba-tiba dewasa dan bijaksana.Tetap saja menyebalkan jika childishnya sedang datang seperti ini.
"Semuanya tidak akan berubah,aku dan yang lainya akan tetap mencintai kamu.Dan yang paling membahagiakan adalah,orang yang mencitai kita akan bertambah jumlahnya.Anak-anak kita akan hadir memberi cinta untuk ayah dan ibunya."
"Tapi aku ngga mau hamil,terus jadi gendut dan jelek..."
Astaga!
Reyno lupa dengan poin yang satu ini.Jennie adalah orang yang gila fashion dan selalu menjaga bentuk tubuhnya.Itu juga yang menjadi kebanggan bagi dirinya.Jennie pikir Reyno sangat mencintai Jennie karena kecantikan dan keindahan tubuhnya.Sudah ditebak perpikiran anak itu pasti akan menuju kesana.
"Aku ngga pernah mikir ke arah situ sayang.Seperti apapun bentuk tubuh kamu,ngga akan merubah perasaan aku sedikitpun.Ingat ngga waktu kaki kamu lumpuh?apa aku ninggalin kamu? engga kan?"Reyno merangkum wajah istrinya,menatap dalam-dalam penuh cinta."Aku ngga pernah menilai kamu dari kecantikan ataupun keindahan tubuh kamu." ucap Reyno bohong.
Jujur saja laki-laki itu sangat membanggakan tubuh indah milik istrinya.Bagi Reyno itu adalah poin berharga yang tuhan anugerahkan untuk Reyno.Dimana jantung Reyno selalu berdetak saat berdekatan dengan istrinya.Ingin memakan dan menalan habis tubuh indah itu.
"Kamu bohong ya,Reyn.Mata kamu ngga bisa bohongin aku.Apa lagi kamu sering bilang kalau aku wanita dengan tubuh terindah yang ada di dunia.Kalau aku hamil,semua kebanggan kamu akan hilang."Jennie memukul dada Reyno kesal.lalu berpaling sembari melipat kedua tanganya didepan dada.
"Ayolah sayang...."Reyno menarik tubuh Jennie sampai posisi mereka saling berhadapan."Aku bukan cowok yang seperti itu...lagian....empp."
"Lagian apa? ngomong yang jelas..."
__ADS_1
"Lagian semalam aku menghabiskan waktu semalaman untuk melihat adegan-adegan bercinta dengan ibu hamil.Aku rasa itu sangat menyenangkan dan menggairahkan.Aku mendadak horny sekali.Aku sangat ingin mencobanya dengan kamu...."
"REYNOOOOOOOOOOOO...!"