Tali Perjodohan

Tali Perjodohan
Bab 16: Air mata


__ADS_3

Sehari kemudian kedua orang tua Jennie pun telah sampai di kota A. Reyno langsung mengabari Orang Tua Jennie  tak lama setelah Reyno mendapatkan kabar dari Rumah sakit .


mereka langsung terbang menuju kota A Setelah mendengar putri semata wayangnya mengalami kecelakaan.


Setelah sampai dirumah sakit mereka langsung bergegas mencari Reyno.


"Reyn gimana keadaan Jennie ?"Tanya Mamah Jennie yang baru sampai di Rumah sakit.


"Jennie masih belum sadar tante."ucap Reyno dengan wajah yang sangat sedih.


Lynda hanya dapat terduduk lemas dan menangis melihat putrinya dari balik  kaca ruangan  yang terbaring tak sadarkan diri .sementara Ayah Jennie berusaha menenangkan istrinya yang terus menangis tak henti henti.


"Om Tante maafin Reyno karena tidak  dapat menjaga Jennie dengan baik,semua ini salah Reyno ."ucap Reyno pada kedua Orang Tua Jennie.


"Ini bukan salah kamu Reyn,Jennie adalah anak yang sangat keras kepala justru dengan adanya kamu selama dirumah sangat membantu Om dan Tante."ucap Ayah Jennie.


Selesai memeriksa keadaan Jennie.


Dokter pun  segera keluar dari ruangan Jennie .


"Bagaimana keadaan anak saya dok ?"ucap ayah Jennie menghadang dokter yang baru saja keluar.


"Dia sudah sedikit melewati masa kritisnya ,saya akan memberikan waktu dua jam untuk keluarga  yang ingin  masuk dan  melihat keadaanya ."ucap Dokter.


Kedua orang tua Jennie  pun segera bergegas masuk dan melihat keadaan putrinya.sedangkan Reyno menunggu giliran masuk diluar .


Sekitar 30menit. Kedua orang tua Jennie keluar .mamah Jennie masih saja terus menangis walau telah melihat putrinya.


"Reyn Om dan Tante mau keruang dokter dulu ,kamu tolong jaga Jennie sebentar ya."ucap Om dan tante.


Reyno pun masuk ke Ruang rawat .dilihatnya Jennie tengah tertidur lelap sekali . Badanya penuh dengan luka  dari bekas pecahan kaca dan terdapat beberapa luka  goresan di wajah Jennie.


" Hai Je ."ucap Reyno menyapa Jennie.


Jennie pun masih terdiam tak ada pergerakan, meskipun dia dalam keadaan koma tapi dia terlihat seperti sedang tertidur dengan sangat anggun .


"Je ini Reyno, kamu harus segera bangun."ucap Reyno hampir frustasi.


Jennie masih saja diam bahkan saat Reyno menggenggam tangan Jennie tak ada perlawanan sedikitpun dari Jennie yang menandakan ia belum sadar.


Hampir satu jam Reyno terus menggenggam tangan Jennie dan tak melepaskanya sedetik pun .tapi  Jennie masih tetap terbujur lemas tak ada pergerakan sedikitpun.


"Je ayo bangun,,Aku kangen kamu .Kalo kamu bangun kamu boleh jailin aku sepuasnya,,kamu boleh minta apapun yang kamu mau,,"ucap Reyno dengan sangat frustasi.


Tak terasa Air mata Reyno  menetes lagi dan lagi .Indah yang baru saja mereka rasakan di Rooftop malam itu  sekejap hilang berganti rasa sakit dan perasaan bersalah yang tak terbendung dari hati Reyno.


"Reyn ayo keluar,, waktu menjenguk sudah habis."ucap ayah Jennie.


Reyno keluar dan mengusap air matanya.Ayah Jennie yang melihat Reyno menangis langsung menghampiri Reyno.


"Reyn jangan menyalahkan diri kamu sendiri, semua ini sudah menjadi takdir."ucap Ayah Jennie mencoba menenangkan Reyno.


"Iya Om, lalu bagaimana kata dokter tentang perkembangan kondisi Jennie?"tanya Reyno.


"Kamu tenang saja Jennie sudah melalui masa kritisnya. Pasti akan secepatnya sadar Jennie adalah anak yang sangat kuat." ucap ayah Jennie.


"Semoga Jennie lebih kuat dari yang kita harapkan." ucap Reyno.


"Sekarang kamu pulang dulu biar om dan Tante yang jaga di sini,kamu juga perlu jaga kesehatan kamu."ucap ayah Jennie.

__ADS_1


"Iya om terima kasih,tapi Reyno masih mau menunggu di sini sampa Jennie sadar."ucap Reyno.


"Reyn sebaiknya kamu pulang,Om dan Tante juga masih butuh kamu untuk menjaga Jennie,kita ngga mau kamu ikut sakit juga nantinya." sambung mamah Jennie yang datang dari belakang Reyno.


"Iya Tante Om kalo gitu Reyno pulang dulu ya."ucap Reyno.


Reyno pun akhirnya menurut dan pulang karena dia juga sudah merasa lelah dan tak enak badan.


\=\=\=\=\=\=


Pagi hari kemudian.


Setelah tak sadarkan diri selama hampir 3 hari Jennie pun terbangun dan membuka matanya untuk pertama kalinya.


Ia merasa tubuhnya sangat lemas dan kepala sangatlah berat .Ia hanya mampu membuka sedikit matanya dan belum dapat mengucapkan sepatah kata pun.


"Sayang akhirnya kamu bangun."ucap mamah Jennie yang sedang duduk di sampingnya.


"Suster tolong segera panggilkan dokter."ucap Mamah Jennie.


Tak lama kemudian dokter pun datang untuk memeriksa keadan Jennie.


"Bagaimana keadaan anak saya dok ?" Tanya ayah Jennie.


"Keadaanya sudah lebih membaik dari sebelumnya ,tapi jangan memaksa pasien untuk berbicara karena tenaganya belum cukup untuk diajak bicara ."ucap sang dokter.


setelah setengah jam  lebih Jennie tersadar, akhirnya Jennie pun dapat mulai berbicara .


"Mom."ucap Jennie lirih.


"Iya sayang kamu jangan dulu banyak bicara keadan kamu masih belum stabil ,kamu istirahat dulu ya."ucap Mamahnya.


"Mom maafin Ninnie."ucap Jennie.


"Mom muka aku perih banget  tolong ambilkan cermin aku mau liat keadaan muka aku."ucap Jennie.


"Nanti ya sayang kamu kan baru sadar."ucap Jennie.


"Tolong Mom aku cuma pengin liat muka aku."ucap Jennie.


Mamah Jennie pun dengan terpaksa akhirnya memberikan cermin kepada Jennie.


"Tidakk Mom ,,muka aku kenapa jadi  kaya gini ,,?aku ngga mau buruk rupa ."Ucap Jennie  yang menangis dan shock melihat banyak goresan di wajahnya.


"Muka aku udah benar benar hancur kalau sampai Reyno lihat dia pasti akan ilfil liat muka aku."gumam Jennie dalam hati.


"Sayang itu cuma goresan kecil Momy sudah menanyakan pada doktet,itu bisa sembuh bahkan tanpa harus operasi.Anak Momy pasti akan cantik kembali."ucap mamah jennie mencoba menenangkan putrinya.


"Momy ngga bohong kan?wajah aku beneran bisa sembuh seperti semula ?"tanya Jennie.


"Iya sayang Wajah kamu pasti bisa cantik lagi."ucap mamah Jennie.


Ia pun memeluk putrinya yang masih menangisi wajahnya yang penuh luka.


"Mom Kaki kiri aku ,,"ucap Jennie.


"Kenapa sayang?? kaki kamu sakit ?"tanya mamahnya.


"Mom kaki kiri aku ngga ada rasanya. aku ngga bisa gerakin kaki kiri aku."Ucap Jennie yang masih menangis.

__ADS_1


"Pih cepat panggil dokter."ucap mamah Jennie kepada Suaminya.


"Mom kaki aku kenapa Mom ?Aku ngga mungkin cacat kan?"tanya Jennie ditengah tangisanya.


Dokter kemudian langsung masuk dan segera memeriksa keadaan Jennie.


"Mohon maaf  sepertinya kecelakaan tersebut menyebabkan kaki kiri pasien mengalami kelumpuhan untuk sementara Waktu."ucap Sang dokter.


"Ngga ,,,ngga mungkin aku ngga mau cacat!!! Mom dokter itu bohong kan?aku ngga mau cacat mom,, aku ngga mau,,!!" Jennie terus teriak dan menangis histeris .


"Sayang tenang dulu kamu harus tenang."ucap Jennie.


"Ngga Mom aku ngga mau cacat ,,Pih Jennie ngga mau cacat."ucap Jennie  pada kedua orang tuanya.


"Sayang tenang kamu pasti akan sembuh ."ucap Ayah Jennie.


Jennie terus menangis dan memberontak mencoba untuk turun dari atas ranjang rumah sakit.


"Suster cepat tolong ambilkan obat penenang untuk pasien !!"ucap sang dokter.


Dokterpun segera menyuntikan obat penenang untuk Jennie,tak lama kemudian Jennie terlelap tidur karena efek obat bius.


Siang Hari.


"Tante bagaiman keadaan Jennie?"  tanya Reyno yang baru datang.


"Jennie sudah sadar tadi pagi ,tapi dokter memberikan obat tidur karena ia terus menangis histeris .Kaki kirinya mengalami lumpuh untuk sementara. itu sebabnya ia tidak dapat menerima keadaanya yang sekarang dan menangis histeris."ucap mamah Jennie menjelaskan dengan penuh linangan air mata.


"Tante sebaiknya tante istirahat dulu biar Reyno yang Jagain Jennie."ucap Reyno.


"Makasih ya Reyn tolong titip Jennie."ucap mamah Jennie dan pergi keluar.


***


"Akhirnya kamu bisa melalu masa kritis kamu Je,aku benar benar ngga sabar ingin liat kamu terbangun ."ucap Reyno sembari mencium kening Jennie.


Satu jam kemudian Jennie pun terbangun .


"Je kamu sudah bangun? Apa ada yang sakit??kamu masih pusing?"tanya Reyno.


"Pergi !! Aku ngga mau liat kamu disini."ucap Jennie .


"Je kamu tenang dulu aku ngga akan pergi ,,aku akan slalu disamping kamu buat jagain kamu."ucap Reyno mencoba menenangkan kekasihnya.


"Pergi Reyno!!!.Aku benci kamu ,,Pergiii!!!"teriak Jennie sampai terdengar keluar ruangan .


Suster yang mendengar teriakan Jennie pun bergegas lari menuju ruangan Jennie .


"Ada apa ini tolong jangan ribut ribut diruangan pasien."ucap Suster.


"Suster tolong usir orang ini ,aku ngga mau liat dia ada disini."ucap Jennie.


"Je kamu jangan kaya gitu, tenang   semuanya pasti akan berlalu."ucap Reyno.


"Pergiii Reyno,,,!!!!Aku ngga mau liat muka kamu lagi."ucap Reyno.


"Mohon maaf dapatkan anda pergi karena pasien merasa terganggu dengan kehadiran anda." ucap sang suster.


Reyno pun akhirnya pergi keluar meninggalkan ruangan Jennie.

__ADS_1


"Maafin aku Reyn!!aku ngga mau kamu liat keadaan aku yang kaya gini,aku ngga mau kamu punya pacar yang cacat!!aku harap kamu bukan hanya pergi dari ruangan ini,tapi kamu bisa pergi selamanya dari hidup aku. Sekarang aku hanyalah wanita cacat yang tak berguna."ucap Jennie dalam hati.


Sementara Reyno sangat merasa bingung  dengan perubahan sifat Jennie. Disaat dia ingin melihat dan menemani kekasihnya Jennie malah mengusir Reyno dari hadapanya.


__ADS_2