
"Gawat !! "
Gebrakan pintu yang dibuka secara paksa membuyarkan suasana romantis mereka berdua.
"Ishkkk" Reyno berdecak kesal.Entah keberapa kalinya kaka sialan ini menerobos masuk disaat seperti ini .Bahkan tidak ada ketukan pintu,apa ini sudah menjadi kebiasanya ?sejak mengenal Tere,William mulai bertingkah aneh.Sepertinya gadis kecil itu membawa pengaruh buruk untuk kakanya,pikir Reyno.
"Ada apa lagi ?" Reyno menoleh jengah,sementara Jennie juga ikut kaget dan menoleh,lengkap dengan ekspresi wajah bingungnya.
"Mamah udah tau kalo Jennie sakit,sekarang mamah lagi di pesawat." jawab William tergesa-gesa.
Reyno menepuk jidatnya."Kenapa ngga di cegah si kha ?"
"Gimana mau cegah ?kaka juga tau dari papah, sekarang mamah udah di pesawat." William menjelaskan .
Mamah Dina adalah sosok wanita yang akan selalu membela kaumnya.Reyno akan habis jika sampai mamah Dina tau kalau Jennie sakit gara-gara Reyno.Bencana besar akan segera menghadang kehidupanya.
Ingat terakhir kali ia disiksa oleh mamah Dina,saat Jennie berkata kalau Reyno menghamilinya.Entah berapa kali Reyno menjelaskan kalau ia tidak pernah menghamili Jennie.Namun mamahnya tidak mau percaya dengan penjelasan Reyno.Malam sebelum mereka dinikahkan,dihadapan William dan ayahnya,Reyno mendapat cambukan disekujur tubuhnya dari mamah Dina.Itulah yang membuat Reyno dendam pada Jennie.
Reyno menarik rambut kepalanya penuh frustasi.Mati lah kau Reyno !
Sementara Jennie hanya diam tak bergeming.Bukan hanya Reyno yang takut,Jennie juga merasakan hal yang sama.Ia belum sempat meminta maaf pada mamah Dina,perihal telah membohongi seluruh keluarganya waktu itu.Walau momy nya sudah mewakili Jennie untuk minta maaf waktu itu,namun ia belum berani meminta maaf secara langsung ,tentang masalah kebohonganya yang pura-pura hamil waktu itu.
Dua mahluk itu nampak berkeringat,dengan berbagai macam ekspresi saat ini.
"Kak gimana ?" Reyno menatap kakanya penuh harap.
"Gimana apanya ?kaka mau kebandara ngaterin Tere pulang .Kamu jaga diri baik- baik,mending langsung aja kevilla sebelum mamah sampai duluan."titah William.Disaat seperti ini ,ia lebih baik lari dari kenyataan.William sudah sangat muak jika harus ikut menghadapi bahtera rumah tangga mereka berdua.
"Kaka tega banget !"
"Belajar dewasa,kaka pergi dulu.Sudah telat !
Jennie ,hati-hati yah , mamah itu galak banget.Apalagi kalau dibohongin,mungkin dia murka." perkataan William seakan memberikan peringatan keras pada Jennie.Wanita itu bergidik ngeri seketika.
Sementara William dengan tidak berdosa,melangkah keluar dari kamar itu. Meninggalkan dua mahluk yang tengah dilanda kebingunan itu begitu saja.
"Reyn gimana ?aku takut nih !" Jennie menggenggam lengan Reyno erat."Kita kabur aja yuk."
"Aku juga takut,kamu fikir cuma kamu doang yang takut.Tapi yang pasti,kalo kita kompak membela satu sama lain.Pasti ada jalan." Reyno menggenggam erat tangan istrinya.Cobaan kali ini,harus mereka lewati bersama.Tidak akan ada orang tua yang tega pada anaknya.
__ADS_1
"Iya Reyn !" jawab Jennie pelan.
"Kamu masih sakit ngga ? kamu mau pake kursi roda aja nanti ?"
"Masih,kamu bantu aku olesin salep dikamar mandi yah ?"
"Hah ! seriusan ? emang boleh ?" Reyno mengerjap kaget.Ia memperhatikan sorot mata Jennie,memastikan sekali lagi apakah ia sedang bercanda.Sedang kesurupan apa istrinya ? Jarang-jarang hal seperti ini terjadi.Kemana istrinya yang pemalu ?
"Iya boleh,lagian aku butuh bantuan kamu tau."
"Oke,otw !"
Reyno mengangkat tubuh Jennie kedalam kamar mandi,mendudukanya dengan hati-hati dipinggiran dudukan bath up.Ia mulai menyalan kran air hangat untuk mengisi bath up yang masih kosong .Setelah selesai mendekatkan tubuhnya tepat di hadapan Jennie yang masih duduk menunduk.
"Jangan "Jennie menolak begitu saja saat Reyno hendak membuka lilitan tali piama yang ia kenakan.Kepalanya terus menunduk seolah ada berlian besar yang ia lihat dipangkuanya.
"Terus mau mandinya gimana kalo ngga dibuka ?" Reyno menghela.Baru beberapa menit istrinya lebih percaya diri,sekarang ia sudah kembali lagi menjadi sosok pemalu yang berkecanggungan.
"Kamu balik badan, biar aku masuk ke air dulu." titah Jennie.
Bagai kerbau yang dicocok hidungnya Reyno menuruti titah sang istri,sesaat Reyno berbalik badan,Jennie langsung membuka piamanya dengan cepat.tubuhnya menelusup masuk kedalam rendaman air hangat.Ia sedikit memekik dan memejamkan mata merasakan perih dibagian intinya saat terkena air.
"Jangan liat macem-macem." Jennie menggertak.
Reyno menatap jengah,bagian mana yang belum pernah Reyno lihat dari Jennie.Bukan hanya melihat,bahkan ia sudah pernah menyentuh sampai merasakanya.
"Sini aku gosokin punggung kamu." Reyno mulai menggosok punggu Jennie pelan.Ia menggosok punggung Jennie dengan telaten,Reyno juga melakukan pijatan-pijatan kecil dipunggung istrinya.Hal semacam itu disambut baik oleh sang istri,Jennie sangat menikmati pijatan lembut sang suami.
Lama kelamaan Reyno jadi terpancing oleh ulahnya sendiri.Punggu mulus Jennie membuat aliran darah Reyno mendesir hebat.Tanpa sadar celana yang ia kenakan sudah menonjol sedari tadi.Pikiranya jadi semakin kotor,berkali-kali ia menelan salivanya sendri.
Seolah tidak peduli,Reyno bersiap untuk masuk dan berendam bersama istrinya.Setelah melakukan pergulatan semalam,berendam adalah hal terbaik yang biasa dilakukan oleh pasustri yang baru menikah.Reyno mulai membuka celananya,ia hanya menyisakan celana dalam,satu-satunya kain yang menutupi tubuhnya saat ini.
Jennie terpaku malu melihat tonjolan yang ada dibalik celana dalam Reyno.Tepat berdiri dihadapan Jennie,Reyno mulai membuka satu-satunya penghalang tubuhnya saat ini.Kini Jennie dapat melihat dengan Jelas,dan untuk pertama kalinya.Jennie sangat mengagumi bentuk dan ukuran milik suaminya.Ini juga pertama kalinya ia melihat sejelas mungkin dengan jarak sekitar 40 centi.
"Itu kamu kenapa bangun terus sih ?" Jennie mendongak keatas untuk mengalihkan perhatianya.Sepertinya Reyno sengaja berdiri lama-lama dihadapan Jennie untuk membuatnya malu.
"Ya bangun lah,dia akan terus seperti ini kalau belum dapatin yang dia mau.Apa kamu mau nidurin dia ?" Reyno melemparkan senyuman menggoda.
"Caranya ."Jennie menyerngit polos.
__ADS_1
"**." jawabnya singkat.
"hah ?apaan aku ngga ngerti maksud kamu."
"Blow#job Jennie..! " Reyno ikut masuk kedalam Rendaman air hangat,ia mnyiramkan sedikit air ke wajah Jennie.Wanita itu terlihat serius mencerna perkataan Reyno.
"Ngga usah macem-macem ya Reyn ! aku masih 19 tahun,kamu bisa aku laporin ke dinas perlindungan anak."
Reyno terkekeh dengan ekspresi Jennie,wajahnya merah merona sampai ia menelan air liurnya sendiri,namun mulutnya terus ngoceh menunjukan penolakan.
"Mana ada aku macem-macem,semalam aku udah cukup cape dimacem-macemin sama istri aku."goda Reyno.Ia mengingatkan kembali memori yang Jennie anggap memalukan.
"Au akh ! aku sebel sama kamu,aku udahan nih mandinya."Jennie ngambek,walaupun mereka sudah menikah,ia tidak suka dengan sikap Reyno yang terus menggodanya.Apa lagi kalau sudah berbicara menyangkut hal-hal yang intim,wanita itu begitu canggung membahas hal semacam ini.
"Jangan dong. " Reyno menarik tubuh Jennie kedalam pelukanya,ia memutar badan itu sampai ke posisi membelakanginya.Tanganya menggelayut dan mulai menggosok bagian perut istrinya. "Jangan marah aku ngga akan macem-macem cuma mandi.Janji !"
Walau sudah didalam air,namun Jennie masih dapat merasakan tonjolan itu semakin jelas.Seperti ada sesuatu yang mengganjal ketika ia duduk dipangkuan Reyno.Tak dapat dipungkiri,Jennie sendiri merasa risih dengan posisi tersebut.
"Reyn ! itu kamu ngga sakit kedudukan aku ?" Jennie melontarkan pertanyaan nyeleneh lagi.Seolah memancing kesabaran Reyno.
Andai Jennie tahu,demi mandi bersama seperti ini,ia sampai berusaha keras menahan hastrat birahinya.Ia tidak mau menyakiti istrinya lagi,cukup tadi malam.Perbuatan itu sudah cukup membuatnya menyesal.Susahnya menahan diri untuk tidak melewati batasanya,mungkin hanya kaum lelaki yang tau bagaimana rasanya.
"Udah ngga usah mikirin dia,mandi yang fokus aja.Biar cepet aku obatin itu kamu,kalo udah sembuh kan dia ikut seneng ." Reyno mulai menggosok kembali tubuh istrinya.
Sekitar 20 menit,mereka telah selesai melakukan kegiatan mandi bersamanya.Namun membutuhkan waktu 30 menit untuk mengoleskan salep dibagian inti Jennie yang terluka.Jennie terus menghalangi dengan berbagai cara saat Reyno hendak mengoleskanya,satu alasan yang menjadi tameng,ialah tingkat rasa malu Jennie yang begitu besar.
Setelah semua kegiatan itu berlalu,mereka berdua memutuskan untuk menunda pergi dari penginapan itu,biarlah mamahnya sampai terlebih dahulu di villa.Mungkin sore nanti Reyno dan Jennie baru akan menemui mamahnya.Jennie bilang belum siap,intinya juga masih sakit dibawa berjalan.Sehingga mereka memutuskan untuk kembali tidur sampai sore.Abaikan mamah sejenak,mereka juga butuh istirahat setelah melalui pergulatan panjang tadi malam.
💓
💓
💓
💓
Hai hai. jangan lupa like dan coment ya!!
boleh minta sekalian rate 5 nya oke !
__ADS_1
terimakasih semuanya.