
Selamat membaca.....
betewe maaf ya kalo ada salah kata atau typo...aku ngga cek cek dulu soalnya..
•
•
•
🍁🍁🍁
Reyno melajukan mobilnya dengan perasaan kacau.Ditambah harus berjibaku ditengah kemacetan seperti ini membuat hatinya semakin panas saja.Sepanjang perjalanan ia terus memikirkan Jennie yang entah sedang berada dimana.Meskipun ia tahu Jennie orang yang mudah melupakan masalah,tapi Reyno tetap saja khawatir dengan perempuan itu.
Reyno mencoba menghubungin ponsel Jennie berkali-kali namun panggilanya ditolak.Sedang apa sebenarnya wanita itu?Reyno hanya dapat berharap ketika ia pulang Jennie ada dirumah.
Mobil Reyno mulai memasuki gapura perumahanya.Seketika itu kemacetan mulai mereda.Kini Reyno dapat menghembuskan nafas lega karena telah lolos dari kepadatan lalu lintas yang menggila.
Kemudian Reyno menghubungi beberapa teman Jennie seperti Lisa dan Tere.Namun mereka berdua kompak mengatakan tidak tahu.Andai mereka tahu juga tidak akan mungkin memberi tahu Reyno.Dua gadis itu masih kesal karena Reyno telah berhasil merebut perhatian sahabatnya.Jennie semakin jauh sejak menikah dengan Reyno,ia jarang sekali main atau sekedar berkumpul bersama.
Sampailah Reyno didepan gerbang rumahnya,setelah membunyikan klakson beberapa kali satpam mulai membukakan pintu gerbang untuknya.Ia memarkir mobilnya secara sembarang lalu memberikan kuncinya pada satpam.Cowok itu segera berlari menuju kedalam rumah untuk mencari keberadaan Jennie.
"Jennie dimana bi?" tanya Reyno sesaat masuk kedalam rumah.Nafasnya tersengal karena berlari dari halaman rumah sampai kedalam.
"Astaga,,,,aden ngagetin saja.Non Jennie belum pulang." ucap bi Ina.Kemudian ia melanjutkan kegiatan ngepel lantainya kembali.
"Kalo Tania dimana?" tanya Reyno lagi.
"Non Tania ada didalam kamarnya.Tadi bibi sudah mengantarkan makan siang,tapi sepertinya belum dimakan."tutur bi Ina apa adanya.
Lebih baik ia melihat keadaan Tania terlebih dahulu.Tidak mungkin juga ia menyelesaikan dua masalah sekaligus.Baru nanti ia mencari Jennie setelah memastikan keadaan Tania baik-baik saja.
Reyno segera menaiki anak tangga menuju ke kamarnya sendiri.Kamar yang sekarang sudah dipakai Tania.Sementara Reyno tidur dikamar Jennie si istri kesayanganya.
Reyno membuka pintu kamar Tania tanpa izin terlebih dahulu.Dilihatnya Tania sedang berdiri termenung di depan pintu kaca balkon.Saking seriusnya melamun,cewek itu bahkan tak mendengar langkah kaki yang sedang berjalan kearahnya.
"Luna....." panggil Reyno hati-hati.Ia mendekati Tania perlahan sampai berada dibelakangnya.
"I-i-ya." Tania segera menghapus air matanya.Ia menoleh kebelakang lalu tersenyum.
"Maafkan aku sangat egois.Seharusnya aku mengantar kamu kerumah sakit.Bukan malah pergi kekantor." ucapnya sedikit bersalah.Reyno berfikir bahwa Tania menangis pasti gara-gara hal itu.
__ADS_1
"Engga kok,ngga masalah."balas Tania.Matanya bengkak,wajahnya sembab penuh bekas air mata.
"Oh ya,aku mau lihat hasil pemeriksaan kandungan kamu.Boleh ?" tanya Reyno hati-hati.Cowok itu mendekat semakin dekat dengan Tania.
"Engga boleh..."
"Loh kenapa,emangnya salah kalo aku lihat?atau jangan-jangan ada yang kamu sembunyiin?" Reyno memperhatikan wajah Tania.Meneliti apakah ada keanehan yang membuktikan Tania menyembunyikan sesuatu.
"Reyn,tolong jangan panggil aku dengan sebutan Luna lagi.Kamu udah ngga sayang aku.Untuk apa kamu pakai nama itu lagi."
Hatinya sakit ketika mengatakan kalimat itu.Tapi mendengar Reyno masih menyebut nama panggilan kesayanganya sewaktu pacaran membuat Tania semakin hancur.
"Oke...oke! aku minta maaf.Sekarang boleh ngga aku lihat hasil pemeriksaan kamu?"tanya Reyno sekali lagi.
"Ngga boleh." Tania memalingkan wajahnya kesal."Janji dulu jangan manggil aku dengan sebutan Luna.Aku ngga mau salah paham dan ngira kamu masih sayang sama aku."
"Iya janji..."ucap Reyno malas.Tania masih saja seperti dulu.Apa-apa harus pakai janji.
"Reyn....."
"Hemm..." Reyno hanya berdeham.
"Kok buram gini gambarnya.Ngga kelihatan wajahnya sama sekali.."tanya Reyno polos.Dimana kemudian ada tangan yang menjitak kepalanya karena kesal." Sakit....awkkk." teriak Reyno.
"Itu hasil USG,bukan foto selfi.Kamu gimana sih?" Tania kesal sekali loh pada cowok ini.Banyak membaca buku tapi masih oon.
"Hehehe..." Reyno tersenyum lucu.Dipikir-pikir sudah lama sekali tidak melihat Tania marah seperti ini.Akan sangat indah jika bisa akrab dengan Tania tanpa rasa canggung.
Ya Tuhan...apasih Reyno...Kenapa mikir ke arah situ.Ia masih harus memikirkan Jennie yang sedang menghilang tanpa kabar.
Setelah puas melihat gambar bayi yang tidak jelas itu.Reyno memberikan hasil UGS tadi pada Tania."Ada lagi hasil pemeriksaan lainya ?" tanya Reyno lagi.
Tania menggeleng ringan.Ia tidak mau memberitahu hasil pemeriksaan lainya pada Reyno.Cowok itu hanya perlu tahu bahwa bayi yang ada didalam kandunganya sehat.
Hanya itu saja.....
"Sebenarnya aku lagi pusing.Jennie tiba-tiba ngambek dan kabur entah kemana.Aku udah coba hubungin dia,tapi anak itu selalu menolak panggilan aku."Reyno memijat pelipisnya yang terasa nyeri.
Barangkali curhat dengan Tania dapat menemukan solusi.Cewek itu terkenal dewasa dan bijak.Walau sejatinya Reyno masih kesal dan tidak mau percaya pada Tania lagi.Namun tidak ada salahnya jika ia membicarakan hal ini pada Tania.Sebelum dulu mereka memutuskan untuk berpacaran,mereka juga sempat menjalin persahabatan terlebih dahulu.Dan Tania selalu menjadi guru bijak disaat Reyno ada masalah.
"Kejar Reyn,cari sampai ketemu.Jennie akan semakin marah kalau kamu diemin.Aku ngga tahu masalah kalian apa.Semoga kalian cepat baikan." Tania menyemangati Reyno dengan senyuman.
__ADS_1
"Tapi kamu gimana? keadaan kamu bagaimana?" tanya Reyno khawatir.Cowok itu sangat paham kalau Tania sedang tidak baik-baik saja.
"Aku ngga pa-pa kok.Jennie jauh lebih penting.Dia masih labil dan kekanankan.Kita berdua sudah sama-sama dewasa.Dan aku bisa jaga diri baik-baik."
"Makasih ya,kalau gitu aku pergi cari istri aku dulu."Reyno segera berbalik melangkah untuk keluar.Meninggalkan Tania seorang diri.
Tania langsung terupuk lemas saat pintu kamarnya mulai ditutup.Air mata yang sempat ia tahan menetes lagi lebih deras.Untuk pertama kalinya ia merasa sakit melebihi sakitnya putus cinta.
Dua bulan sebelum Tania dinyatakan hamil.Cewek itu baru mengetahui bahwa ternyata ia mengidap penyakit yang cukup serius.Dokter bilang ia mengidap gejala penyakit leukimia.Memang belum terlalu parah.Kata dokter penyakitnya dapat dicegah jika Tania rutin melakukan pengobatan dan kemoterapi.Cewek itu sempat drop dan melakukan percobaan bunuh diri.Reyno menikah secara dadakan,dan sekarang ia harus menderita penyakit mematikan.Bunuh diri adalah cara terbaik yang dipikirkan Tania waktu itu.
Setelah mendapatkan pengobatan psikologi akhirnya keadaan mental Tania mulai membaik.Perlahan Tania mulai mengikuti pengobatan sesuai saran dari dokter.Dokter bilang keadaan Tania semakin hari mulai membaik.
Namun semua itu berubah setelah Tania mengetahui tentang kehamilanya.Dokter bilang ia harus menggugurkan bayi yang ada didalam kandunganya.Pengobatan dan kemoterapi yang ia jalani dapat mempengaruhi kesehatan janinya.Jalan satu-satunya adalah menggugurkan bayi itu.
Rasanya sakit sekali,jauh lebih sakit dari putus cinta.Harapanya luntur seketika.Sebagai wanita yang hendak menjadi ibu.Ia tidak mungkin melakukan hal jahat seperti itu pada anak kandungnya.
Tania memutuskan untuk menghentikan semua pengobatan dan kemoterapi yang ia jalani selama ini demi buah hatinya.Namun semua itu ditentang keras oleh ayahnya.Bagimanapun juga Tania anak satu-satunya.Pak Brams tidak mungkin sanggup melihat anaknya berkorban demi bayi yang tidak jelas siapa bapaknya.
Dengan tekat yang sudah bulat.Akhirinya Tania memutuskan untuk pergi dari rumahnya.Perempuan itu kemudian menyusul Reyno di kota A.Hanya Reyno seorang yang dapat menolongnya sekarang.Setidaknya bayi yang ia kandung akan aman bersama Reyno.
Tania tidak pernah memeriksakan kandunganya karena takut.Karena Reyno dan Jennie memaksanya untuk periksa,akhirnya wanita itu memberanikan diri untuk memeriksakan kandunganya.
Dokter bilang kondisi bayinya sangat sehat.Tapi kondisi Tania tidak berada dalam posisi baik.Karena penyakitnya tidak mendapatkan penanganan apapun selama hamil,dokter bilang penyakit Tania semakin parah.Bahkan dokter kandungan itu menyarankan Tania untuk menggugurkan bayi didalam kandunganya demi keselamatan Tania.
Disitulah ia merasa hancur.Tania tidak mungkin mengorbankan buah hatinya demi dirinya.Tania bukanlah wanita yang seegois itu.Apa lagi jika ia merasakan kontak pergerakan yang dilakukan bayi yang ada didalam kandunganya.Mana mungkin Tania tega membunuh mahkluk tak berdosa itu.
Sekarang ia hanya bisa pasrah dengan keadanya.Apapun yang terjadi dimasa yang akan datang.Tania hanya berharap buah hatinya dapat hidup bahagia penuh cinta.
•
•
•
•
Yuhuuuu sampai sini mungkin ada yang udah paham dengan posisi Tania......Silahkan menebak-nebak sesuai asumsi kalian..
aku tinggal dulu ya....author mau main uler dulu...oke...
Terima kasih.
__ADS_1