
Hallo aku datang lagi.Selamat membaca ya.
..🤗🤗
•
•
•
•
•
Setelah kejadian buruk yang menimpa rumah tangga Reyno,akhirnya Katy berbaik hati memberikan cuti selama dua minggu.Tujuanya agar Reyno dapat mengistirahatkan pikiranya.Katy yakin Reyno tidak akan fokus kerja disaat otaknya kacau balau.Semoga saja dalam waktu dua minggu Reyno dapat menyelesaikan bahtera rumah tangganya.Semua urusan kantor dilimpahkan tanggung jawabnya pada Farhan,si bujang lapuk yang gila kerja.
Tidak hanya itu,Katy juga mengurus segala keperluan Tania selama ia tinggal di kota A.Walau sebenarnya ia jijik melihat cewek itu,tapi Katy masih punya hati nurani.Ia tidak mungkin membiarkan Tania tinggal sendiri dalam keadaan hamil besar seperti itu.Apa lagi mereka pernah jadi teman dekat.
Sementara William masih sibuk dengan dunianya.Walau ia masih berada di kota A.kakak gila itu masih belum tahu keadaan Reyno saat ini.Mungkin ia juga akan shock jika mendengar kabar bahwa Reyno menghamili mantan pacarnya sendiri.Entah apa yang sedang ia lakukan,yang jelas William tidak pernah pulang ke kediaman hermawan sama sekali.
***
Hari ini Jennie akan melihat keadaan Tania dirumah Katy.Reyno juga sudah berjanji untuk ikut bersama Jennie.
"Reyn ayok buruan.Kamu lelet banget sih pakai bajunya."Jennie mendengus kesal.Cowok itu sangat menyebalkan hari ini.Dari mulai bangun tidur,mandi,sarapan,semuanya ia lakukan dengan gerakan lambat seperti keong.Sementara Jennie sudah rapih dan cantik sedari tadi.
Reyno memasang satu persatu kancing kemejanya didepan kaca."Tapi aku ngga mau naik mobil kesananya.Aku males banget."
"Terus mau naik apa?" Jennie memutar bola matanya kearah Reyno."Kamu mau kita pergi diantar supir? atau mau taksi aja.."
"Aku mau naik motor."
"Hah ?"Jennie membulatkan bola matanya heran.Sejak kapan cowok itu mau naik motor.Yang Jennie tahu Reyno tidak suka naik motor karena panas.
"Kok kamu kaya kaget gitu,ngga pa-pa dong sekali-kali kita jalan berdua pakai motor.Aku tadi udah izin pinjam motor pak satpam dibawah.Terus dia bolehin kita pakai." Reyno menyisir sedikit rambutnya didepan kaca.Cowok itu sudah siap pergi sekarang.
"Ayok jalan.aku udah siap kamu malah bengong gitu."
Gimana tidak bengong.Tiba-tiba cowok itu ingin pergi menggunakan motor.Kan aneh !
"Kamu yakin mau pakai motor,emang bisa?"
"Bisa dong..."
"Ya udah kamu turun dulu kebawah."saut Jennie malas.Terpaksa ia menuruti keinginan cowok itu,dari pada ngambek seperti tadi pagi.
"Kok aku duluan sih,kamu mau ngapain lagi ?"
"Kamu ngga liat aku pakai dress? kalau kamu ngajakin aku naik motor,itu artinya aku harus ganti baju yang sesuai dengan kendaraanya.Emang kamu mau dress aku terbang-terbang kena angin? terus paha aku keliatan dan dilihat banyak cowok..."
Eh ngga kepikiran sampai situ.
"Ngga rela lah,ya udah buruan ganti baju.Aku tunggu kamu dibawah,jangan lelet." Reyno membuka handle pintu lalu keluar terlebih dahulu.Ada bantal yang dilempar ke arahnya saat pintu itu tertutup.
"Ngeselinnn....!" teriak Jennie kesal.
__ADS_1
Berani-beraninya cowok itu mengatakan jangan lelet pada Jennie.Padahal dia sendiri yang lelet sedari tadi.
#
Setelah berganti pakaian yang cocok untuk dipakai naik motor,Jennie segera turun menyusul Reyno dibawah.Dilihatnya cowok itu sedang duduk diatas motor sambil mengamati motornya.
"Ayok jalan." Reyno memberikan helem saat Jennie datang mendekatinya."Ini helm baru,jangan takut rambut kamu bau.Tadi aku udah suruh pak satpam beli helm baru buat kamu." ucap Reyno saat melihat istrinya seperti ragu-ragu untuk memakai helm.
Tanpa basa-basi Jennie segara naik ke atas motor.Menggunakan helm lalu mengalungkan kedua tanganya dipinggang Reyno.Motor mulai melaju pelan menuju pintu gerbang,saat ia sudah sampai dan hendak keluar.Satpam berseru cukup keras.
"Hati-hati den Reyno.".seru pak satpam yang terlihat cemas.
Saat mulai agak jauh dari rumahnya.Jennie mulai merasa ada suatu ke anehan.Cara Reyno naik motor sangat kaku.Beberapa kali ia hampir menyerempet pengendara lain.Juga setiap kali ada polisi tidur,cowok itu tidak mau menggunakan Rem.Perut Jennie sampai sakit karena guncanganya.
"Sebenarnya kamu bisa naik motor ngga sih?Kamu tuh bahaya banget tau naik motornya.Kalo ada polisi tidur jangan langsung terjang aja dong...." gerutu Jennie kesal.Ada banyak mobil dirumahnya kenapa harus pakai motor coba?
"Bisa kok,tenang aja.Tadi aku udah minta dijarin sama pak satpam sebelumnya."
Eh....
"Diajarin pak satpam? jadi pas kamu mandi dibawah lama banget tadi karena belajar naik motor dulu sama satpam.Itu maksud kamu ?"
"Iya,hehehe."jawab Reyno cengengesan tanpa dosa.
"Stop dulu...Stop....!" teriak Jennie marah.
"Kenapa sih ?"
"Pokonya stop!"
"Ada apa kamu bilang? kamu baru belajar naik motor tadi,trus kamu mau langsung praktik kejalan raya seperti ini.Kamu mau bikin aku kecelakaan dua kali?" Jennie turun dari boncengan dengan perasaan kesal.Hatinya bergejolak dipenuhi rasa marah,ditambah cuaca yang sangat panas dijam 11.00 siang.
Duh ,ya...
Pantas Saja sedari tadi Reyno terlihat kaku saat mengendarai motor.Ternyata cowok itu baru belajar,bahkan ia masih belum paham cara mengendarai motor dijalan raya.Bodoh sekali ia nekat turun ke jalan tanpa tahu resikonya.
"Udah ngga usah naik motor.Kamu belum lancar,bahaya banget.Kita pesan taksi online aja.Motornya tinggal biar diambil sama orang rumah nanti."
"Tapi aku pengin naik motor." rengek Reyno seperti bayi.Entah mengapa tiba-tiba ia ingin sekali bepergian menggunakan motor.
Cowok ini ya....Jennie kesal pokoknya.Sama sekali tidak memikirkan bahaya dan keselamatan.
"Yau dah sana kalo kamu mau pesen taksi,aku tetap akan naik motor sendiri." balas Reyno ngambek.Ia tetap tidak mau turun dari atas motor."Pokoknya mau naik motor,Titik."
Ya ampun ini cowok kenapa sih aneh banget?
Jangan-jangan dia setres karena terlalu banyak pikiran.Jadi otaknya sedikit terganggu seperti ini.
"Ikh ..."Jennie mencebik."kamu tuh ngeselin banget sih...Ya udah aku aja yang didepan gimana? Kamu aku boncengin dibelakang.Kamu belum bisa naik motor,bahaya banget."Jennie menghela marah.
Keringat mulai bercucuran dipelipisnya,wajah yang sudah ia poles make up selama tiga puluh menit menjadi sia-sia karena luntur akibat sinar matahari.
"Emang kamu bisa naik motor ?"
"Ya bisa lah.Cuma motor matick doang sih kecil.Emangnya kamu,baru latihan naik motor langsung menantang maut gini."balas Jennie sombong.
__ADS_1
Terpaksa banget naik motor.Dari pada suaminya memaksakan diri dengan skill mengendarai yang buruk.Jennie tidak mau jadi janda di usia muda.
"Aku ngga nyangka kamu bisa naik motor.Kamu kan cewek manja." godanya.
"Ini bukan masalah anak manja.Papih aku hobi banget naik motor cross di gunung.Karena aku anak perempuan satu-satunya,jadi pas smp aku sering nemenin papih kegunung.Aku dilatih naik motor sama papih."
"Motor cross?" Reyno melongo takjub.Seorang Jennie yang ia kenal sebagai perempuan sosialita bisa naik motor cross.Wah...!
"Udah,kagumnya nanti aja,aku udah ngga tahan,panas banget nih...masih banyak kemampuan aku yang kamu belum tahu.Ayo jalan..."
Reyno turun dari motor untuk bergeser kebelakang.Sementara Jennie mulai memegang kendali lalu menyalakan mesin motornya."pegangan yang kuat Reyn."
Otak jail cewek itu mulai bekerja dengan lancar.Setelah melajukan motornya,Jennie menambah kecepatan laju motornya perlahan.Dari 40 ke 60km/jam, hingga 80 km/jam.Bukan hanya melajukan motornya kencang,cewek itu juga menyalip beberapa pengendara tanpa kenal ampun.Ia bersikap seperti seorang pembalap profesional.
Waktu kecil Jennie memang sering diajak balapan motor oleh papihnya.Bagi Jennie mengendarai motor matick sangatlah gampang,ia biasa mengendarai motor cross dengan jalan tanjakan terjal, batuan besar,hingga lumpur yang dalam.
Namun seiringnya waktu berjalan,mommy Jennie mulai melarang ia melakukan kegiatan seperti itu.Jennie perempuan satu-satunya.Jangan sampai ia terlahir menjadi anak yang tomboy.Sebenarnya Jennie sendiri juga malas dengan balapan motor.Tapi apa boleh buat buat,papihnya tidak punya anak cowok.Terpaksa Jennie harus menemani papihnya untuk membuatnya senang.
Sejak masuk sma.Cewek itu mulai stop menemani papihnya balapan.
"Reyn jangan erat-erat peluknya.aku sesak nih...."
Demi neptunus,wajah Reyno sudah pucat pasi.Tanganya gemetar menahan Rasa takut.Andai bisa ia turun,mungkin ia sudah turun sedari tadi.
"Je aku takut.Pelan-pelan dong."
"Apa.aku ngga dengar..."
"Pelan-pelan..."
"Hah.....?"
Jennie tersenyum licik.Ini balasan untuk orang yang sudah membuatnya kepanasan dan hampir mati karena aksi bodohnya.
"Je,aku takut serius..."Reyno mengeratkan pelukanya.Bahkan ia tidak berani membuka mata untuk sekedar melihat sudah sampai dimana.
Ini pertama kalinya bagi Reyno naik motor,Dan Jennie sudah mengajaknya olahraga jantung untuk pertama kalinya.Demi apapun cowok itu sangat takut.Ia menyembunyikan wajahnya di pundak kecil Jennie.Merangkul pinggang Jennie kuat sekali.
Jennie sama sekali tidak memberi toleransi pada suaminya.Laju kecepatan motornya semakin ditambah.Cewe itu senang,terkekeh puas dibalik helm yang ia kenakan.Akhirnya ada juga kelemahan suami hebatnya.
•
•
•
•
•
Untuk setiap harinya jadwal cerita ini akan update di jam 12 malam.Kalo aku mood nulisnya lagi baik,aku akan tambah satu atau dua bab di jam 2 siang.Mood nulis aku suka ngga jelas,kadang kalo lagi jelek,nulis satu bab bisa dua sampai tiga hari baru kelar.Tapi kalo lagi baik moodnya,bisa nulis satu bab dalam waktu dua jam.Emang ngga jelas aku ini,kayak Jennie dan Reyno..hehehe..
Terima kasih.
❤❤
__ADS_1
Anarita.