Tali Perjodohan

Tali Perjodohan
Bab: 42


__ADS_3

"Jennie tunggu !" Reyno mengejar,ia menghalau Jennie yang sedang melangkah cepat.


"Lepas ! aku mau pulang."Jennie menepis tangan Reyno,air mata sudah mengalir deras di pipinya. Andai Reyno tahu,perkataanya barusan begitu sangat menyakitkan.Reyno sangat keterlaluan,Reyno jahat, tega! semua hal itu tertanam lekat di fikiran Jennie.


"Maafin aku,aku juga ngga tau kenapa bisa ngomong kaya tadi,maaf aku ngga sengaja ." Reyno merasa sangat bersalah ,ingin rasanya ia menampar mulutnya sendiri.Kenapa bisa sampai keceplosan begini sih ?


"Ngga tau ? itu udah jelas kalo kamu masih sayang sama mantan kamu ! " Jennie berteriak,ia tidak peduli dengan orang yang lalu lalang disekitarnya.


Reyno mendekat,ia mencoba menenangkan Jennie yang mulai menggila." Maaf,tapi aku ngga pernah punya hubungan apa apa lagi sama dia, aku juga ngga tau kabar dia sekarang. "


"Yaudah kamu hubungin dia lah ! mumpung kamu lagi di Amerika. Biar sekalian reunian." Jennie semakin menggila.


Salah lagi kan ?apapun yang Reyno ucapkan selalu salah. Jujur salah,bohong apa lagi. Sadarlah Reyno,apapun yang Reyno ucapkan tidak akan berguna disaat Jennie marah.Yang ada Jennie akan semakin naik darah mendengar setiap penjelasan Reyno.Tidak bermutu sama sekali !


"Bukan gitu maksudnya,hubungan aku sama Tania udah berakhir.Tadi aku keceplosan,mungkin semua itu karena kita udah lama pacaran dulu.Tapi bukan berarti aku masih berharap sama dia.Buat aku,bahagiain kamu adalah hal terpenting saat ini.Sama sekali ngga ada di benak aku buat ninggalin kamu." Reyno menjelaskan sebisa mungkin,ia sudah sangat mengungkapkan isi hatinya.Semoga saja Jennie akan percaya.


"Tapi tetep aja,kamu masih mikirin dia." Jennie menusuk dada Reyno dengan telunjuknya.


" Tania masih ada dihati kamu.Kalo ngga ada dihati kamu,ngga mungkin kan kamu sampai keceplosan ? " Jennie melontarkan jebakan maut,mungkin nanti pernyataan ini akan ia ulang berkali kali tanpa rasa bosan.


"Jennie!" Tere menyusul bersama William. "Jangan ribut disini,malu tau. "Tere menenangkan Jennie sebisa mungkin,ia tahu kalau Jennie tidak bisa mengontrol emosinya saat marah.


Selamat,untung mereka cepat datang,Reyno hampir mati gaya karena tidak dapat menjawab pernyataan Jennie.Ia sendiri juga tidak tau,apa arti Tania dihatinya.Yang jelas ,semenjak ada Jennie semua perasaanya sudah ia curahkan untuk Jennie seorang. Itulah fakta yang ada.


"Aku mau ke club.Aku males sama Reyno,Kalau bisa bawa aku jauh-jauh dari Reyno." Jennie mendekati William dan Tere,ia langsung mengabaikan Reyno begitu saja.Jennie menggandeng dan menempel pada William lekat.


"Yaudah ayo kita ke club.Tapi biarin Reyno tetap ikut ya .Biarin dia ikutin kita dari belakang." William mengedikan mata ke arah Reyno.Sebuah isyarat agar Reyno setuju dengan keinginan istrinya.

__ADS_1


"Kamu jalan tiga meter dibelakang kita." gertak Jennie tanpa melihat ke arah Reyno sedikitpun.


Sialnya William harus mempunyai adik yang bodoh,sampai sampai ia selalu terseret dalam rumah tangga adiknya.Entah ujung rumah tangga seperti apa yang akan mereka jalani,yang jelas mereka sma sekali tidak pantas disebut pasangan suami istri.


Tanpa menunggu lama, William dan Tere langsung menuruti permintaan Jennie.Mereka menuju ke salah satu club malam yang tak jauh dari lokasinya saat ini.Sementara Reyno terus mengikuti mereka dari belakang.Ini adalah pertama kalinya Jennie berkunjung ke sebuah club,Semoga saja ia tidak membuat masalah.Reyno terus berdoa sepanjang jalan.


"Woahhh! keren,gue mau sering sering ke tempat begini Re." Jennie menggandeng tangan Tere,ia tampak takjub melihat suasa di club malam. Sebuah tempat yang belum pernah ia datangi sebelumnya.


William membawa mereka ke lantai dua untuk duduk,sementara di lantai satu adalah tempat para pengunjung yang sedang dugem.


"Re.kita kebawah yuk,joget-joget kaya mereka." Jennie mengacungkan jarinya kebawa,ia bangun lalu menarik tangan Tere untuk mengikutinya.


"Ayo , gue juga penasaran. Kayaknya seru yah?"


"Ngga boleh turun ! nanti kalo diapa-apain gimana? disana banyak cowo ngga bener." Reyno menarik tangan Jennie.Kali ini ia tidak bisa tinggal diam.Reyno tak tahan jika istrinya sampai bergabung dengan banyak orang yang ada dibawah.Entah apa yang akan terjadi dibawah,ia tidak dapat membayangkan jika Jennie sampai bertemu dengan cowo hidung belang.


"Biarin aja." William segera menghalau Reyno agar tidak beranjak menyusul mereka. "Kamu sini aja,kaka pusing liat kalian berdua berantem.lagian itu salah kamu sendiri,ngapain nyebut nama Tania?"


"Arghhhhh, ngga tau!"Reyno mengerem menjambak rambutnya sendiri." Aku keceplosan ngga senga,masa kaya gitu doang marah sih ."


"Bodoh,ya jelas marah. Mantan kamu itu musuh istri kamu. Otak kamu isinya apa sih Reynold ?" Sebagai laki laki William ikut kesal pada adiknya.wanita mana yang tidak marah jika dibandingkan dengan wanita lain.


"Iya udah aku tunggu." Reyno mengikuti perkataan kakanya.


***


Satu jam berlalu,Reyno sudah sangat gelisah.Berkali kali ia duduk dan bangun mengecek ke bawah.Raut panik dan takut terpancar dari wajah Reyno.Kali ini dia sudah tidak tahan,Reyno harus menyusul Jennie dan Tere kebawah.

__ADS_1


"Kak,aku mau kebawah.Bodo amat pokonya aku mau kebawa."Reyno menenggak segelas wine yang ada di depanya. Ia melangkah kasar turun kebawah .Walaupun Reyno salah,ia tidak bisa membiarkan istrinya dalam bahaya.


Sekali lagi William dibuat tersenyum dengan tingkah adiknya.Ia menyulut sebatang roko dengan begitu santai.Jelas ia santa,karena William sudah menyewa orang untuk mengawasi dua wanita kecil itu.Ia tidak sebodoh Reyno.Dalam hal seperti ini William jauh lebih berpengalaman.


Sepuluh menit kemudian.


"Kak,cepat ke bawah! " Reyno tergopoh-gopong memapah Jennie yang sudah setengah mabuk.


"Ada apa? "William kaget melihat Reyno yang setengah panik.


"Tere berantem dibawah,cepat kebawah! aku ngga bisa nolongin,soalnya Jennie juga ikut bikin ulah."


"Shit!" William segera berlari menuju lantai dasar. "Kemana pengawal sialan itu? mengapa sampai terjadi hal seperti ini?"


Sesampainya dibawah,William langsung menuju kerumunan yang ada.Tampak Tere sedang berdebat dengan wanita cantik entah siapa.William langsung saja menarik tangan Tere. "Ayo ,udah jangan ribut."


"Lepasin gue, gue mau ngasih pelajaran sama cewe sialan.ini" Tere memberontak,tanganya meronta menjambak wanita yang ada didepanya. " Ngomong apaan sih lo ? gue ngga paham bahasa planet lo !" Tere semakin emosi,walau ia tidak tahu apa yang diucapkan gadis itu.Ia terus saja melawan.


"Ada apa sih ?" William bertanya pada dua penjaga yang ia tugaskan untuk mengawasi Jennie dan Tere.


"Maaf Tuan, dua nona tadi menggoda seorang laki laki ,dan wanita itu adalah kekasih dari laki laki yang mereka goda."


"Kenapa kalian diam saja ?"


"Maaf tuan !kami sudah melerai tapi dua wanita itu menyerang balik kami."


"Urus wanita itu,saya akan membawa nona ini keatas." William membopong paksa Tere yang sudah setengah mabuk.Tere meronta, ia terus memukul-mukul bahu William yang sedang menggendongnya.

__ADS_1


***


__ADS_2