
Semenjak pulang dari rumah sakit tadi,Jennie masih uring-uringan seharian didalam kamar.Beberapa kali Reyno membujuk anak itu,namun ia masih saja ngambek tidak peduli.Jennie masih kesal dengan kejadian di ruang OBGYN tadi.Cewek itu masih murka pada dokter kandungan yang memanggilnya dengan sebutan 'ibu' .
Kekesalan Jennie semakin bertambah saat suaminya mengajak ia makan malam dirumah Katy.Sengaja Katy mengundang Reyno dan Jennie agar mereka sekalian menjenguk keadaan Tania.Bagaimanapun juga Reyno masih punya tanggung jawab mengurus Tania,bukan malah menelantarkanya.
Namun sepertinya kembali lagi pada waktu bertamu yang tidak tepat.Reyno membawa sang istri yang keadaanya sedang kurang setengah.Tentu saja anak itu terus memasang wajah masam selama sessi makan malam.Bahkan saat Tania menyapanya,Jennie malah melengos tidak peduli.
"Makan yang bener dong,masa diacak-acak gitu makanya," Reyno menasehati istrinya.
Katy yang melihat Jennie sedang ngambek memilih untuk diam.Bahaya juga kalau ia ikut berbicara,mungkin meja makanya akan hancur diamuk bocah hamil itu.
Kenapa bocah hamil?
Karena Jennie memang belum pantas dipanggil sebagai ibu hamil.
"Kamu mau aku buatkan makanan lain,Je.Yang sekiranya kamu nafsu makanya," Tania ikut nimbrung bicara.
Jennie hanya berdecih geli.Lalu melempar tatap bengis kearah Tania.Reyno yang melihat langsung mengedipkan matanya pada Tanai.Sebagia isyarat bahwa Jennie sedang berubah wujud menjadi monster,jangan diganggu.
"Aku suapin yah? kamu belum makan apapun loh.Aku ngga mau kamu sakit,kamu harus jaga kesehatan kamu.Kalo kamu ngga mau ngelakuin itu demi bayi kita,anggap aja kamu makan buat aku.yah... yah ... yah ..." Reyno memohon.
"Aku kan udah bilang,aku itu ngga nafsu makan hari ini.Bisa ngga,sih? kamu sedikit ngertiin aku.Jangan paksa sesuatu yang ngga aku suka.Pokonya aku ngga mau makan." Jennie membentak Reyno kesal.
"Aku buatin susu ya,Je.Dulu aku juga sering ngga nafsu makan pas hamil awal-awal kayak kamu gitu.Tapi aku selalu minum susu biar tetap ada nutrisi.Susu bagus loh untuk perkembangan janin kamu.Bukan hanya untuk janin yang ada dikandungan kamu,tapi bagus juga untuk ibu hamil."
Ibu ?
Ya !... ya! ... ya !...
Jennie benci sekali loh,dengan kata itu.Demi apapun,semua orang di meja makan ini sangat menyebalkan bagi Jennie.Ingin rasanya ia menjauh dari Tania dan Reyno sekarang juga.
"Aku mau pulang,aku ngga suka disini!"
"Jangan gitu,dong.Ngga enak sama Katy,dia udah masak banyak untuk kita."Reyno berbisik ditelinga Jennie.
"Ikhhhhh!" Jennie mencubit lengan Reyno keras sekali. "Ngga usah bisik-bisik,aku mau pulang.Kamu disini aja,aku males liat muka kamu,Reyn!"
__ADS_1
Mungkin Katy dan Reyno biasa saja melihat tingkah Jennie yang menggila,tapi tidak untuk Tania.Cewek itu nyaris shock melihat tingkah Jennie yang tidak sopan.
"Je,jangan seperti itu sama suami kamu.Reyno bersikap kayak gitu karena khawatir.Dia perhatian sama kamu,itu artinya dia juga sayang sama kamu,"
Tidak ada yang salah dengan kalimat yang Tania ucapkan tadi.Hanya saja waktu yang tidak tepat,Jennie tidak akan mendengar nasehat apapun disaat keadaanya sedang menggila.
"Aku ngga butuh perhatian,dia!" balas Jennie kesal.
"Tapi ngelawan sama suami itu ngga baik,Jennie." Tania masih mengucapkan kalimat itu dengan gaya bahasanya yang lembut dan santun.Namun Jennie sudah terlanjur naik darah,dibuatnya.
"Eh,medusa! sebaiknya kamu ngga usah ikut campur sama urusan aku dan Reyno.Lebih baik kamu nikmatin aja status kamu sebagai istri yang gak dianggap.Ngga perlu ikut campur urusan aku,kalaupun aku ngelawan sama Reyno,kamu bisa apa,hah?"
Percayayalah,semua kalimat itu meluncur bebas tanpa bisa dikendalikan oleh Jennie.Apa yang dia ucapkan,tidak sinkron dengan isi hatinya.
Sementara Katy hanya diam pura-pura tidak mendengar apapun.Akhirnya Tania merasakan hal itu juga.Biarlah itu menjadi karma untuk Tania karena sudah mengganggu rumah tangga pasangan absur itu.Jujur Katy sudah lama menanti hal ini.Dimana Jennie menyembur Tania dengan kalimat pedas yang keluar dari mulutnya.
Bocah bermulut cabe setan,begitulah Katy menjuluki Jennie jika sedang marah.
"Maaf,aku mau ke kamar dulu," Tania segera bangkit meninggalkan mereka bertiga.Kata-kata Jennie terlalu menyayat hati baginya.
"Dia marah ya,Reyn ...?" tanya Jennie tidak berdosa.Sebenarnya Jennie tidak serius saat mengatakanya.
"Menurut kamu ?" tanya Reyno geram.
"Ya udah,sana kamu wakilin aku minta maaf sama dia,aku lagi ngga mood berdebat.Yang ada nanti aku semakin geregetan sama Tania." Jennie mengambil semangkuk sup dan mulai menyendokan ke dalam mulutnya.Setelah terjadi perdebatan tadi,nafsu makanya sudah mulai membaik.
"Kamu makan yang banyak dulu,baru aku mau minta maaf,"
"Iya..iya...cepetan sana minta maaf."Jennie mendorong tubuh suaminya." cepetan!"
"Iya," Reyno memijit pelipisnya yang sudah sangat berdenyut nyeri.Kemudian cowok itu bangkit lalu melangkah menuju kamar Tania.
***
"Tania ..." sapa Reyno saat ia masuk kedalam kamar Tania.
__ADS_1
Sudah Reyno duga.Cewek itu pasti langsung nangis sesenggukan didalam kamarnya.Hati tania ibaratkan kayu yang mudah rapuh,sekali diinjak langsung patah.
Tania bukan wanita yang kuat seperti Jennie.Perkataan Jennie sukses menyudutkan posisi Tania menjadi semakin terpuruk.
"Tania, maafin istri aku,ya! sebaiknya lain kali,kalo Jennie sedang kekanakan seperti itu,lebih baik kamu diam.Jennie akan semakin marah kalau dinasehati.Aku udah kebal sama sikap dia,aku ngga akan sakit hati ataupun marah.Itu memang sudah sifat dia,apa lagi ditambah bawaan bayi yang ada dikandunganya,Jennie jadi semakin sensitif."
"Aku ngga suka liat kamu dibentak-bentak gitu,apa aku salah nasehatin istri kamu? itu juga demi kebaikan Jennie sendiri,Reyn.Kamu ngga boleh terlalu manjain istri kamu begitu."
"Maafin,aku ... aku minta maaf atas nama istri aku," Reyno mengusap air mata Tania dengan ibu jarinya,lalu memeluk Tania untuk menenangkan cewek itu.
Perut Tania sudah sangat membesar,bahkan Reyno cukup kesulitan untuk memeluk Tania.Hanya tangan yang merangkul,tapi tubuh mereka tidak saling menyatu,ada perut besar yang membentengi mereka berdua.
"Aku maafin kok," Tania mengecup bibir Reyno secara tiba-tiba."Makasih ya,Reyn."
Reyno tidak dapat menghindari kecupan itu.Sangat singkat dan begitu cepat.Bahkan cowok itu masih terpaku heran,Kenapa Tania bisa seagresif ini ?
"Kalau istri kamu ngga bisa hargain kamu lagi,jangan salahin aku kalo aku akan rebut kamu dari Jennie,"
Ooo
Ternyata ada si cabe setan yang sedang berdiri terpaku dibalik pintu yang sedikit terbuka.Kedua tanganya sudah mengepal menahan emosi.
Sengaja Tania lakukan itu agar Jennie merasa kesal.Mungkin dengan itu juga,Jennie akan lebih menghormati suaminya.
•
•
•
Untuk yang nanyain Visual William.Aku buatin.
WILLIAM GIOVANI LONDA.
__ADS_1