
"MATREE !!!!!!!!!!"
Teriak Reyno cukup keras saat istrinya sudah berlalu pergi dari kamarnya.
Reyno mengelap wajahnya frustasi lalu menutup layar laptopnya dengan sangat kasar.sementara William mencoba memulai untuk membuka omongan.
"Sabar,wanita cantik memang selektif !" hibur William menepuk pundak adiknya.
Hanya melihat sekilas saja,ia dapat mengetahui perasaan adiknya yang kacau balau,wajah Reyno yang memerah sangat jelas menggambarkan bahwa kesabaranya sudah habis terkuras.
ARGHHHHHHHHHH.
Reyno berbaring frustasi dengan kedua tangan yang menutupi semua bagian wajahnya,semua ini benar benar terasa gila di dalam benaknya.
"Are u cry ? "
"NO !!!" Jawab Reyno menggeser kedua tanganya diatas kepala,meremas kasar rambut hitamnya dengan kedua tangan.
Reyno masih tak habis fikir, dengan mudahnya Jennie dapat melontarkan sebuah kata perceraian di hari kedua pernikahanya, "Aku udah ngga kuat ngadepin cewe itu kha !" ucapnya dengan pandangan lurus ke arah langit langit menatap Recessed lighting kamarnya.
"Menurut kaka wajar kalau wanita berfikir matrealistis,apa lagi istri kamu yang hidupnya selalu dikelilingi dengan kemewahan."
"Terus kalau aku bangkrut,dia bakalan langsung tinggalin aku ?? " tanya Reyno memutarkan kepalanya kesamping dengan pandangan mata yang melirik ke arah kaka nya.
"Ck.dari pada mikirin ke arah situ mending kamu samperin monster kecil ke kamarnya ,mumpung ngambeknya masih anget jadi belum susah buat dibujuk."
"Cih ! nanti dia ke geeran lagi!"Reyno mencibik dengan wajah acuh mengegoiskan sikapnya.
"Haha nanti kalau benar dia ngambek gak dikasih jatah,tau rasa kamu." kekehan William memenuhi seluruh isi ruangan.
"Boro boro jatah! orientasi seksual mahluk planet sama manusia gak sama kaliii!!."
"Maksudnya ? tanya william mengerjap.
"Tadi dedek aku hampir mati diremas sama dia kha !" terang Reyno dengan polosnya.
"Buahahaha" William tak hentinya tertawa sampai berguling menghentak hentakan tangan dan kakinya di atas kasur."
Reyno hanya diam memandangi tingkah laku kakanya dengan wajah ditekuk lecek bagaikan baju yang belum disetrika. Kaka macam apa dia ??
"Ko bisa ?kamu mainya kasar sih,makanya ditolak hahahaha" tawa William semakin meledek adiknya itu.
"Bodo ¡!!!"
"Cie, yang belum berhasil malam pertama sama monster kecilnya. " goda William mencolek dagu adiknya dengan sok manja ala nongpoy.
"Apaan si! jijik banget, HUEKKK !!" geli Reyno melihat tingkah laku menjijikan kakanya.
Ditengah tengah pikiran gundanya Reyno mencoba bertanya dan meminta pendapat kakanya.
"Kha,jadi aku harus minta maaf nih ??"tanya Reyno sedikit ragu antara harus menuruti ego atau mengalah dan meminta maaf pada istrinya.
OH SHITTTT !!!!!
Teriak William tiba tiba,sedikit mengagetkan adiknya yang sedang menunggu jawaban darinya.
"Ada apa ??"tanya Reyno menatap wajah Kakanya penuh dengan rasa penasaran.
William segera bangun dan menjulurkan kedua kakinya kelantai,dengan tangan yang menyangga dagunya. ia sibuk mencroll beberapa pesan pesan yang ada di ponselnya.
"Kenapa ?" tanya Reyno sekali lagi.
"gara gara ngehindarin kalian berdua yang lagi berantem,tadi kaka ngga sengaja kirim pesan pesan ngawur ke client penting kaka."
"Um, , Kha! kayaknya Reyno harus klarifikasi masalah kami berdua ! " ucap Reyno sedikit canggung melihat wajah kakanya yang panik frustasi.
__ADS_1
Tentu saja ia ingin berpura pura pergi, menghidar dari masalah baru yang dibuat oleh kakanya,memikirkan masalahnya sendiri saja,sudah membuat kepala Reyno hampir pecah berah. KABUR ADALAH JALAN YANG TERBAIK.
Reyno menurunkan kakinya ke lantai segera berlari menuju pintu keluar--
"REYNO JANGAN LARI! bantuin kaka tanggung jawab !!!" teriak kakanya tak terima melihat Reyno berlari melepas tanggung jawabnya.
Sebelum menggeser pintu balkon Kepalanya berputar sejenak menoleh ke arah kakanya "Kak,istri aku bisa ngambek nanti." celetuknya lalu lenyap dan berlalu pergi.
****
Diam diam ,Reyno menyelinap masuk ke kamar Jennie melalui pintu balkon.dilihatnya gadis itu tengah tidur dengan posisi tengkurap tapi masih dengan kepala yang mendongok .
"Tadi gue minta cerai!" celetuk Jennie terdengar nyaring di telinga Reyno sesaat ia berhasil menyelinap masuk ke dalam kamar itu.
Jennie memegang ponsel dengan layar yang mengarah ke wajahnya,sepertinya ia sedang melakukan sebuah panggilan video.
Hah cerai ?? lo baru nikah dua hari udah minta cerai gilaaaa !!!!
"Abisnya gue kesel banget sama dia Lis!! , masa nikahin gue ngga ada ngasih cincin atau mas kawin apa gitu, PELIT BANGET NGGA SIH?"
Reyno mengepalkan kedua tanganya erat ,pandangan terus tertuju pada Monster kecil yang sedang curhat tak berdosa diatas ranjang sambil mengayun ayunkan kaki kanannya.
Tingkat emosinya mulai meluap menuju level 8.
Masa sih? Ya ampun keterlaluan banget ka Reyno .
"Lebih parahnya lagi!!! gue nikah cuma pakai kemeja biasa,dia ngga mau ngeluarin biaya buat sewa baju pengantin.Benar benar nginjek harga diri gue sebagai seorang desainer kan ? "
Wah,itu sih udah parah banget Je--
Emosi Reyno semakin meningkat menuju ke level 9, wajahnya yang putih bersih mulai merah menahan aura panas yang menjalar di sekujur tubuhnya.
Sungguh tak merasa berdosa Alien yang satu ini, terus saja menjelekan suaminya sendiri pada temanya,tidakah ia berfikir bahwa ialah si pembuat masalah yang menghadirkan sebuah PERNIKAHAN DADAKAN !!!!
"Lo tau ngga? yang lebih parah lagi apa ?
Apa ?
"Waktu gue ulang tahun,dia cuma ngasih sekotak strawberry buat gue,alesanya strawberry import kualitas nomer 1 di dunia."
Jiahhaha !!, mentang mentang lo suka barang import, dia ngasih strawberry import.Ck.
"Tapi gue suka sih, sama gombalan dia waktu ngasih Strawberry itu,kata katanya agak aneh dan lucu,tapi so sweet."
Bibir Reyno mendadak tersenyum lebar mendengar perkataan gadis itu, dua kepalan kuat pada tanganya mulai melemas. fikiranya mengingat ingat kembali pada kejadian saat ia lupa membeli kado dihari ulang tahun Jennie.
Amaranya sedikit turun perlahan ke Level 5 .
Ciaiilahhh!!! pengantin baru,gimana malam pertama lo? lancar ?
"Aduh,Plis jangan nanyain malam pertama !!"
Dih ,malu malu dasar Jennie.
" Bukan gitu,masalahnya gue belum malam pertama sama dia," terang Jennie.
Terlalu asiknya Jennie mengobrol dengan Lisa,ia masih belum sadar bahwa suami sudah berdiri sedari tadi dibelakangnya.tentu saja ia mendengarkan setiap percakapan dua gadis itu dengan seksama.
Kok bisa ?? lo lagi haid ?
"Ump ,ngga gitu Lis,masalahnya suami gue itu impotent jadi dia ngga bisa muasin gue deh, hahahaha."
Wah gila!!! lo serius ??
Tawa Jennie menggema nyaring memenuhi seluruh isi ruang kamarnya.
__ADS_1
Sementara dari belakang Reyno sudah berapi api siap memberi pelajaran pada gadis ini .
Emosinya sudah tidak dapat dibendung lagi,betapa tidak tahu dirinya mahluk planet yang ada didepanya ini.
BATAS KESABARANYA TELAH HABIS.
AMARA NYA SUDAH NAIK FULL KE LEVEL 10.
Penghinaan terhadap suaminya sendiri sudah sangat kelewatan,dimana ada seorang istri yang begitu tega memfitnah suaminya impotent .
YAAAA !!!
CUMA JENNIE SATU SATUNYA ISTRI AJAIB TIADA DUANYA DI MUKA BUMI INI .
Dan hanya Jennie lah satu satunya mahluk hidup langka yang terlahir dengan sejuta sifat menyebalkanya.Entah bagaimana caranya meluluhkan hati gadis yang ada didepanya ini.
Siapa Saja tolonglah Reyno !!!!!!!!
Reyno berjalan melangkahkan kakinya berhenti tepat di samping gadis yang sedang berbaring tengkurap dengan memegang ponselnya ,ia meraih kasar ponsel yang Jennie pegang di tanganya sampai ia sersentak kaget .
PRANGGGG ¡!!!!!!!!!
Reyno membanting kuat ponsel Jennie kelantai,dengan mata yang terus menatap tajam lurus ke arah Jennie.
"Re-Reynn ,tadi aku cuma bercanda waktu ngomong sama Lisa! ngga bermaksud buat ngehina kamu."bangun Jennie merubah posisinya untuk duduk ,kedua kakinya turun menjulang ke lantai dengan tubuh yang diputar menghadap ke arah Reyno.
Masih dengan nafas yang terpompa naik turun Reyno terus menatap Jennie dengan raut wajah seram mengerikan seakan bersiap untuk membunuh gadis yang ada didepanya itu.
Jennie sangat menyadari bahaya besar sedang menghadang tepat di hadapanya,bagaimana caranya ia lolos kali ini ???
Pikiranya mendadak buntu ,, !!
Bagaimanapun juga ia tahu dengan sangat jelas,dimana letak titik kesalahanya.
"Reyn maafin aku,kamu denger semua pembicaraan aku tadi ??" Entah polos atau bodoh, anak ini masih berani bertanya,setelah melihat keadaan Reyno yang penuh dengan guyuran emosi itu .
"Reyn !! "
Panggil Jennie sekali lagi
mendengar suara Jennie membuat telinga Reyno terasa sakit dan menjadi semakin panas !!
Ingin rasanya ia merobek kasar mulut tak tahu malu gadis itu.
"Aku salah apa sih sama kamu? sampe kamu tega banget ngelakuin semua ini ke aku.
Oke aku memang pernah ngelakuin kesalahan sama kamu saat ngga sengaja tidur di kamar Vina ,tapi berani sumpah aku ngga pernah ngelakuin apapun sama dia !!
Sebenci itukah, kamu sama aku ???
Setelah semua kekacauan yang kamu buat selama ini .Apa masih belum cukup juga buat balas dendam kamu ? "
Dengan mata yang berkaca kaca,akhirnya Reyno benar benar menumpahkan isi hatinya selama ini.Segitu beratkah beban hidup Reyno selama ini ??yang jelas ia sudah tidak tahan lagi dengan sikap dan kelakuan istri barunya itu.
Kata kata tulus yang keluar dari bibir Reyno membuat Jennie tertunduk lemas penuh dengan penyesalan.
Hal yang tak terduga selanjutnya adalah ketika gadis itu memelorkan tubuhnya turun kelantai.tepat di depan kaki Reyno ia berlutut dengan tulus menyadari ke salahanya.
"Maafin aku Reyn." ucap Jennie tulus di tengah isak tangisnya .
Reyno menyelipkan kedua tanganya tepat di ketiak Jennie, ia mengangkat dan mengembalikan posisi duduk Jennie diatas kasur kembali.
Ia mendekatkan bibirnya tepat di samping telinga Jennie."Kali ini aku ngga akan terkecoh sama sandiwara kamu lagi . " bisik Reyno .
Ia berbalik badan dan melangkahkan kakinya perlahan menuju pintu balkon,Reyno benar benar berlalu pergi meninggalkan Jennie sendirian. bahkan ia tak perduli dengan keadaan Jennie yang masih menangis.
__ADS_1