
Setelah mamahnya menyuruh Jennie dan Reyno masuk kedalam kamar, Jennie pun bergegas melangkahkan kakinya menaiki anak tangga dengan cepat menuju kamarnya.Dengan bantuan tongkat yang terjepit di lengan kirinya Jennie berusaha keras berjalan terlebih dahulu menuju kamarnya.
Ia sudah sangat yakin sekali pasti Reyno murka dan marah besar dengan perbuatan Jennie barusan.kalau di fikir fikir,perbuatan Jennie memang sangat keterlaluan.
Sebelum Reyno membuat perhitungan dengan Jennie,ia harus secepatnya masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu rapat rapat .Sesampainya ia di depan pintu kamar Jennie pun segera masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu kamarnya .
"Selamat !!!!!!" ucap Jennie memegang jantungnya yang berdetak sangat cepat itu.
"Apanya yang selamat ?" tanya Reyno yang sudah berdiri tepat di belakang Jennie,padahal ia baru saja mengunci pintu kamarnya .
Reyno terus menatap punggung Jennie dengan wajah murka. Jennie pun segera membalikan badanya ke arah Reyno.
Celaka !!!!!
Ternyata Jennie lupa mengunci pintu balkon kamarnya,sehingga Reyno dapat dengan mudah masuk ke dalam kamarnya.
Wajah Jennie pucat pasih menahan rasa takut, bagaimana tidak ??
Reyno terus menatap Jennie murka dengan tatapan yang berapi api seperti ingin menelanya dalam keadaan bulat bulat.Ia ingin tahu seberapa besar nyali gadis kecil ini,sampai harus mempermalukan Reyno di depan semua orang.
"Re-re- yno !!! maaf, A- a -aku terpaksa melakukan itu !"
ucap Jennie dengan mulut yang terbata bata dan ekpresi yang ketakutan setengah mati itu.
"Kenapa!! kamu takut ? "
"Maaf Reyno,aku salah." ucap Jennie berkata lembut dan sopan di ikuti mimik wajah yang memelas agar mendapatkan iba dari Reyno.
Sepertinya Reyno sudah tidak mempan lagi dengan akting gadisnya yang satu ini .Wajahnya masih tetap marah dan murka,dengan cepat ia menarik lengan Jennie yang masih berdiri di balik pintu.Ia menyeret kasar Jennie sampai tongkatnya terjatuh kelantai,Jennie sampai harus berjalan terseret seret karena tidak menggunakan bantuan tongkat.
Bughhhhhh!!
Reyno mendorong tubuh Jennie dengan kasar diatas ranjang,ini adalah untuk pertama kalinya Reyno bersikap sangat kasar pada seorang gadis.Wajar saja,pria mana yang terima jika difitnah menghamili seorang gadis ?terlebih di depan orang tua dan mertunya.
"Reyn,Plisssss!! jangan kaya gini, aku takut."
"Takut!!! Saat kamu mempermalukan aku di depan kaka dan orang tuaku apa kamu berfikir masih mempunya rasa takut ??" bentak Reyno dengan sangat kasar.
"Iya aku salah,maafin aku!"
"Kamu kira harga diri aku bisa kembali cuma dengan kata maaf ??"
”Terus aku harus gimana Reyno ?aku terpaksa lakuin itu biar aku ngga di jodohin sama William."
"Jadi menurut kamu William yang akan dijodohin sama kamu ??"
Reyno terduduk lemas di pinggiran ranjang mencoba mengatur nafasnya yang berat itu,hanya ada hawa panas yang menyelimutinya dari ujung kaki sampai ke kepala.
Reyno menundukan kepala dengan tangan kanan yang terus memijat pelipisnya.ternyata semua yang Jennie lakukan semata mata karena asumsinya yang salah besar itu.
"Reyn,Maafin aku."lirih Jennie
"Kamu ngga tau apa apa tapi kenapa kamu sangat sok tahu Je !!!"
"Makasud kamu?"
"Dari mana kamu tau kalo yang akan dijodohin sama kamu itu William ??"
"Jadi maksud kamu ?yang akan dijodohin sama aku itu kamu ?"
"Siapa lagi ???"
"Jadi semua akting aku tadi sia sia ?" ucap Jennie dengan bingung,Arghhhhhhh ia benar benar merasa bodoh sebodoh bodohnya .
Harusnya ia mendengarkan penjelasan orang tuanya terlebih dahulu sebelum melakukan hal itu.Nasi sudah menjadi bubur,sekarang ia merasa tak enak hati dan bersalah pada Reyno.Jennie hanya terdiam terpaku dengan sejuta pikiranya,bibirnya terasa keluh untuk bersuara saat ini .
__ADS_1
"Terus gimana kamu jelasin semua ini besok ? Berkat akting kamu yang memukau!! semua orang udah ngga ada yang mau percaya lagi sama aku."ucap Reyno memecahkan keheningan diantara mereka berdua.
"Semua ini salah kamu Reyno!! kenapa kamu ngga bilang dari awal kalo kita dijodohin ?sekarang kamu salahin aku ketika aku salah paham." ucap Jennie membela diri dengan nada yang sedikit berani.
"Itu orang tua kamu yang minta buat jaga rahasia ini karena engga mau liat kamu kecewa.Kamu fikir! kamu bisa terima gitu aja kalo tau kamu sudah ditunangkan sejak lahir ? "
"Tapi aku ngga tau apa apa Reyn ! wajar aku salah paham , jadi kamu jangan bisanya cuma nyalahin aku dengan perbuatan aku tadi."
"Oke !! sekarang mau kamu gimana ??apa kamu masih mau batalin perjodohan ini,setelah kamu tau kalo aku tunangan kamu ?"
"Aku ngga akan batalin,tapi yang jelas kamu jangan pernah berharap hubungan kita bisa kembali lagi kaya dulu .Untuk masalah aku yang pura pura hamil,besok aku akan jelasin ke Momy dan orang tua kamu!"
Kata kata Jennie barusan benar benar membuat Reyno terpaku dan diam seribu bahasa,dadanya begitu sangat sakit dan menusuk di seluruh organ tubuhnya.berkali kali ia bergumam dengan sejuta pertanyaan di dalam hatinya.
Apakah aku masih seburuk itu dimatamu ?
Apakah sudah tidak ada celah lagi untuku masuk ke dalam hatimu ?
Apa sudah tidak mau meberikan satu kali saja kesempatan untuku ?
Andai saja ada penawar untuk mengobati sakit hati kamu ,aku akan membelinya untukmu !!
Kasih tahu aku bagaimana caranya ?? bagaimana caranya menebus kesalahanku waktu itu ?
Huhhhhh.Reyno menghela nafas beratnya.
"Oke !! Sebaiknya kamu cepat hapus fitnah gilamu itu,sebelum aku membuat perhitungan yang lebih."
Reyno pun beranjak dari duduknya,dan segera berjalan menuju pintu balkon untuk keluar.ia meninggalkan Jennie sendiri di dalam kamar masih dengan perasaan yang sangat kesal .
Fiuhhhhh,Akhirnya Reyno pergi dari kamar Jennie,ia merasa sangat lega karena yang ditunangkan denganya bukanlah William. Walau perkataan Jennie masih suka plin plan dan tak jelas tapi sudah pasti bahwa perasaan cintanya terhadap Reyno masih sama seperti dulu.
Jennie mengambil sekotak strawberry pemberian dari Reyno yang ia letakan di atas meja,ia membuka lalu memakan strawberry itu .
Manissss. Gumamnya dalam hati.
Sementara dikamar, Reyno sedang mandi untuk mendinginkan pikiranya, masih terbayang dengan sangat jelas di otaknya ketika Jennie mempermalukanya di depan semua orang .
Arghhhhhhh.Reyno mencoba sekeras mungkin untuk tidak mengingat ingat kejadian tadi .ia mematikan kran shower dan segera melilitkan handuk kepinggangnya dan berjalan keluar dari kamar mandi.
Saat keluar dari kamar ,dilihatnya William tengah berdiri menatap beberapa desain interior kamar Reyno.tak ada bedanya dengan kamar Reyno yang ada di Amerika,simple dan tidak terlalu banyak barang kecuali rak rak yang berisi banyak buku buku koleksi Reyno.
"Apa yang kamu lakukan di kamarku?"
"Tentu saja tidur dengan adiku,apa kamu tidak kangen sama kaka mu ini ?"
"Arghhhhhhhh !!! " teriak Reyno frustasi lalu membanting tubuhnya dengan posisi terlentang di atas ranjang masih dalam keadaan setengah telanjang dan menyilangkan kedua tanganya di bawah kepala .
Jika sudah dalam keadaan seperti ini,biasanya Reyno dan William akan bercerita dan bergurau diatas kasur sambil memandangi langit langit,hubungan mereka memang sangat akrab walau usi mereka terpaut jauh .
"Hei ,jadi apa benar kau telah menghamili gadis itu ?"tanya William yang masih berdiri dengan mata yang terus memandang dan melihat lihat sekeliling kamar Reyno.
"Jaga bicaramu kaka,apa kamu juga percaya dengan omongan gadis gila itu ??"
"Gadis itu benar benar menarik,taukah kamu ia dan kedua temanya menculik aku di acara pesta tadi ! "
"Benarkah ? apa yang ia katakan padamu ?"
"Sepertinya ia salah sangka mengira aku adalah tunanganya dan mencoba untuk bernegosiasi denganku."
"Benar benar gila!! tidakah aku harus membuangnya jauh jauh keluar angkasa ?"
"Kau mencintainya bukan ??"
"Hmmm,itu dulu! sekarang semuanya telah berakhir.hubungan kami tidak akan bisa berubah seperti dulu lagi ."
__ADS_1
"Kau masih mencintainya ?"
"Sedikit demi sedikit mungkin akan hilang,karena ia terus saja mencari masalah denganku setiap hari."
"Walau aku sempat tidak terima dengan kenyataan kamu sudah punya tunangan terlebih dahulu dariku,tapi sekarang aku merasa sangat beruntung.dari pada adiku yang dijodohkan dengan gadis cantik dan aneh itu ." ucap William lalu ikut berbaring dan tidur di samping Reyno.
"Dia tidak aneh,hanya saja usianya masih terlalu dini untuk menerima hal semacam ini ."
"Oke okelah ! adiku pasti akan tetap membela gadisnya pujaan hatinya." ucap William sedikit tertawa.
"Hei siapa juga yang membela gadis itu !" protes Reyno tak terima dengan ucapakan kakanya.
"Lalu,apakah kau sudah bercinta dengan gadis itu ??"
"Tentu saja aku belum!" jawab Reyno polos.
"Tapi kamu tidak mengelak saat gadis itu berbicara tentang hal itu di ruang keluarga tadi."
"Itu hanya kecelakaan tidak di sengaja ,kita belum sampai melakuan hal sejauh yang kaka fikirkan ," jawab Reyno mencoba membela dirinya.
"Jadi,bagaimana rasanya mencium dan menyentuh payudara wanita, menyenangkan ?"
"Kha !!! apa kau tidak malu menanyakan hal semacam itu terhadap adikmu ???"
"Hahahah ,aku hanya ingin tahu."
Tawa William puas sekali melihat wajah adiknya yang memerah menahan malu.
"Rasanya panas seperti bom atom yang ingin meledak!!" ucap Reyno menjelaskan dengan polosnya .
"Apa itu pertama kalinya ??"
"Untuk ciuman,aku sudah pernah melakukanya dengan Tania sebelumnya, "
"Owh !! adiku ternyata adalah laki laki player ."ucap William yang terus menggoda adiknya.
"Kha, tolong jangan meledeku terus seperti itu !!"
" Oke ! Oke ! aku tidak akan bertanya lagi. "
"Kha! bisakah kamu memberi tahuku apa yang dibicarakan mereka saat aku dan Jennie pergi tadi ?"
"Apa kamu benar ingin tahu ?"
"Ya,tentu saja!!" jawab Reyno dengan wajah penasaran .
"Besok kamu akan tahu! "
"Yah,Kha !!! kamu sangat pelit.beritahu aku sedikit saja!"
"Yang jelas mereka sangat marah dan malu dengan kelakuan kalian berdua,terlebih ayah yang merasa gagal mendidik anaknya."
"Jadi mereka menganggap pernyataan Jennie itu serius??"
"Yass !! gadismu benar benar pintar berakting,sampai sampai semua orang percaya denganya."
"Jadi kamu juga sempat percaya dengan omongan gadis itu ?"
"Jika saja tadi ia tidak menculiku terlebih dahulu,tentu saja aku akan percaya!"
"Jennie benar benar layak menerima penghargaan piala Oskar dengan bakat aktingnya !" ucap Reyno geram .
"Hahaha, semoga kamu beruntung adiku
" tawa William mengelus rambut adiknya yang lucu bagaikan seekor anak kucing.
__ADS_1
Setelah melakukan perbincangan yang cukup panjang itu ,mereka berdua pun tidur dan terlelap .
akan ada berita menggemparkan untuk Reyno dan Jennie di esok hari,nantikannnn !!!!