Tali Perjodohan

Tali Perjodohan
Bab 28 Malam pertama


__ADS_3


Pernikahan Reyno dan Jennie benar benar di gelar dengan tertutup dan sangat sederhana.Bahkan Jennie tidak menggunakan gaun pengantin saat mengucapkan janji suci satu sama lain ,Jennie hanya menggunakan kemeja putih dan celana jeans panjang sementara Reyno memakai kemeja putih berlengan pendek dan celana bahan berwarna hitam. Setelah acara selesai keluarga Reyno dan Jennie pun pulang ke kediaman Hermawan,tidak ada hal yang spesial sama sekali selama acara pernikahan berlangsung.


Dengan malas Jennie turun dari mobil dan melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah. Tiba tiba ayah Jennie menggandeng tangan putrinya dengan lembut dan penuh perhatian.


"Pih ! Maafin Ninnie! " lirih Jennie dengan raut wajah yang sangat sedih,ia tahu dengan jelas kedua orang tuanya pasti sangat kecewa dengan perbuatanya kali ini, maka dari itu ia belum membicarakan soal kehamilan palsunya .Ayah Jennie masih terdiam dan tak mengucapkan sepatah katapun,sepertinya ia sedang merasakan kehilangan karena putrinya baru saja ia serahkan terhadap pria lain.


Mata Ayah Jennie berkedip ke arah Reyno seperti memberikan sebuah isyarat padanya,tentu saja ia ingin Reyno menggandeng istri barunya di depan semua orang.Dengan terpaksa Reyno pun menggandeng tangan Jennie tak ada penolakan apapun dari Jennie saat itu,ia sangat paham kalau mereka harus berakting di depan orang tuanya.


"Tunggu !! kalian mau kemana ? "


"Ke kamar Tante." jawab Reyno dengan polosnya.


"Apa kalian lupa bahwa kalian baru saja menikah ? kamar pengantin kalian sudah Momy siapkan, dan kamu Reyno! panggil saya Momy. "


"Iya tante,terima kasih banyak.Eh Momy maksudnya !"


"Mom,untuk malam ini biarkan kita tidur di kamar masing masing yah !"


"Jangan aneh aneh,kamu sudah menikah !"


Jennie terdiam dan mengerutkan sedikit dahinya,tentu saja ada perasaan waswas yang luar biasa dibalik raut wajah gadis ini.Bagaimana pun juga Jennie telah menghancurkan masa depan Reyno dengan pernikahan mendadak akibat ulahnya yang bodoh.


Sementara Reyno sebisa mungkin menutupi amaranya di depan semua orang,hanya ia yang tahu betapa frustasinya ia saat ini.


Menghadapi semua ulah dan tingkah laku Jennie yang sekarang benar benar menguras hati dan tenaga,bahkan ia tak tahu apakah ia akan sanggup untuk kedepanya.Bukanya semakin dewasa,Jennie malah semakin bertingkah seperti anak kecil yang menyebalkan.


"Kamu duluan aja masuk kamar,aku mau ngambil baju di kamar aku,"ucap Jennie beralasan seadanya,kemudian Reyno masuk terlebih dahulu ke dalam kamar pengantin yang telah disiapkan itu.


Jennie terus menatap Reyno yang melangkahkan kakinya memasuki kamar pengantin itu .Wajahnya mengkerut dan bergidik ngeri dengan pemandangan yang ia lihat saat ini , tak dapat dibayangkan apa yang akan terjadi jika ia ikut masuk ke dalam kamar bersama Reyno.Mungkin Reyno akan memutilasi atau mencekik mati gadis itu.


Setelah memastikan Reyno sudah masuk kedalam kamar ,Jennie bergegas melangkahkan kakinya lagi.Ia berniat mencari William untuk meminta bantuanya,tak begitu sulit mencari William dirumahnya. Ternyata William sedang duduk dan menikmati secangkir teh digazebo taman sendirian.


"Kaka ipar!" sapa Jennie sedikit mengagetkan William yang tengah bersantai itu.


Bencana datang .gumam William dalam hati.


William pun mencoba memberikan senyum terpaksanya pada gadis yang ada di depan matanya. Begitu sialnya William saat ini,susah payah ia mencoba menghindari diri dari gadis ini, ternyata malah ia sendiri yang mendatangi William .


"Kaka ipar ,aku butuh bantuanmu!"


"Ada apa ??"tanya William.


"Nyawa aku dalam keadaan berbahaya kak !!Orang tuaku akan mengurungku bersama Reyno dalam satu kamar malam ini.tidakah kamu merasa kasihan padaku ?" ucap Jennie dengan nada yang dibuat sangat sedih itu.


Huhhhh,William menghela nafasnya,ia sendiri juga tidak tahu bagaimana caranya membuat hati Reyno luluh.Bahkan jika ia menjadi Reyno,mungkin ia tak akan sanggup menerima cobaan yang disebabkan oleh Jennie.


"Kamu harus merubah sikapmu pada Reyno,bersikaplah sebagai wanita yang baik dan dewasa."


"Susah,Setiap melihat Reyno selalu akan muncul perasaan benci dan kesal di otaku."


Tanpa Sepengetahuan Jennie,ternyata William telah melakukan panggilan terhadap Reyno.Sehingngga Reyno dapat mendengar percakapan mereka berdua secara langsung.


"Oh ya ?apa yang membuat kamu susah!"


"Dulu kami berpacaran dan saling mencintai satu sama lain ,tapi semua berubah sejak aku memergoki Reyno tidur dengan pembantu dirumah ini.Walaupun Reyno sudah mengusirnya pergi dari rumah ini,tapi rasa benci aku terhadap perbuatan mereka belum seutuhnya pergi."


"Hmmmm.mungkin itu hanya salah faham,dari dulu Reyno adalah anak yang tidak mudah bergaul,apalagi dengan wanita."


"Entahlah,jika logikaku mampu berfikir positif pasti tidak akan seperti ini!"

__ADS_1


"Sebaiknya kamu lebih baik mengaku bahwa kehamilanmu itu palsu! setidaknya nama Reyno akan bersih, mungkin dia akan memaafkanmu ."


"Untuk hal itu kaka tenang saja,aku akan terus berpura pura hamil sampai 9 bulan lalu aku akan mengadopsi bayi,agar orang mengira itu adalah anak kami."cerocosnya dengan polos.


"JIKA KAMU BERANI MELAKUKAN HAL ITU ,AKU TIDAK SEGAN SEGAN LAGI MENGULITIMU HIDUP HIDUP !!!"


gertak Reyno membuka suara,membuat Jennie langsung tersentak kaget setengah mati.


"Apa kalian sudah sedari tadi melakukan panggilan telfon ??"


"Yups!!!kita banyak belajar dari kamu !!!"ucap William tersenyum melihat wajah Jennie yang tiba tiba jengah itu.


"Datang ke kamar sekarang juga atau aku akan benar benar membunuhmu !!!"


"I-i-iyaa!! aku ke kamar!!"


"1 Menit ,CEPAT !!!!" bentak Reyno dalam telfonya.


Jennie pun langsung bangun dan merapikan bajunya bergegas melangkahkan kakinya sesegera mungkin untuk secepatnya sampai ke dalam kamar.


Sungguh tak habis fikir di benak William,apa yang gadis itu makan selama ini? sampai ia berniat sekali mendalami dramanya,terlebih sampai berfikiran untuk mengadopsi seorang bayi.


KRAKKKK.


Jennie membuka pintu kamar, dilihatnya Reyno sedang duduk dengan handuk yang masih melilit di lehernya sehabis mandi.


"Hai! " sapa Jennie melambaikan tangan dengan canggung ke arah Reyno.


"Nih baca!!" ucap Reyno dengan dingin memberikan beberapa lembar kertas yang sudah disusun rapi didalam sebuah map berwarna merah.


"Apa ini ?" tanya Jennie bingung menggaruk kepala bagian belakangnya.


"Itu adalah harga yang harus kamu beli untuk menukar nyawa kamu."


"Kamu baca dan pelajari ,itu semua daftar yang harus kamu lakukan untuk menebus semua kesalahan kamu !"


"Sebanyak ini ?? ini ngga adil,kamu fikir semua ini murni salah aku ??"


Jennie terus membolak balikan lembaran kertas tertas yang lumayan cukup banyak,bagaimana bisa ia membuat daftar list yang serinci ini ??


"Kamu ngga ada pilihan atau kamu mati saja !"


"Apa kamu benar benar tega membunuh aku ?"tanya Jennie sangat jengah.


"Kenapa tidak,untuk seseorang yang sudah menginjak harga diri dan menghancurkan masa depanku."


Arghhhhhh.Jennie teriak dan mendengus kesal dengan sikap Reyno yang sangat Bossy itu.Jennie membaca daftar itu dengan seksama,itu adalah hukuman dan konsekuensi yang harus diterima Jennie,jika ia mengganggu Reyno dengan sejuta ulahnya. Semuanya sudah sangatjelas dan terperinci, sekarang Jennie sudah tidak dapat lagi berulah seperti hari hari kemarin .


"Bersihkan semua bunga bunga yang ada di kamar ini !! SEMUANYA !!!"


"NGGA MAU !!!!"


"Kamu baca lagi,disitu kamu harus nurut sama setiap permintaan aku !!"


"Gue suka bunga bunga ini,biarin aja mereka disini."


Syutttt. dengan cepat Reyno mengambil ponsel yang Jennie pegang di tanganya.


"Dilarang ngomong pake bahasa gue elo ,MULAI SEKARANG!!! kalo kamu berani ngomong pake bahasa seperti itu lagi,bukan cuma ponsel yang akan aku ambil."


"Arghhhhhhh.SEBEL !!!!" teriak Jennie mendadak.

__ADS_1


BRAKKKK!!!!!


Reyno membanting pintu kamar dan meninggalkan Jennie yang masih berdiri terpaku di dalam kamar.


"PERSETAN !!! kamu fikir kamu bisa memerintah aku seenaknya!! " teriak Jennie segera mengunci pintu kamar rapat rapat,


Jangan harap kamu bisa tidur denganku malam ini.


BUGHHHHHHHH.


Jennie membanting tubuhnya diatas tumpukan bunga yang ada diatas ranjang ,


Hhmmmmm,nyamanya . gumamnya dalam hati dan tak lama ia pun tertidur diatas tumpukan bunga bunga kesukaanya.


****


Waktu sudah menunjukan pukul 23.00 malam.


Jennie benar benar mengurung diri di dalam kamar pengantin itu sendirian ,bahkan ia tidak bangun untuk makan malam dan terus tertidur.


KRAKKKK.


Reyno membuka pintu kamarnya,dilihatnya William sedang asik berbaring diranjang dengan ponsel yang ia pegang ditanganya.


"Hei apa kamu tidak tidur dengan istrimu ?"


"Gadis planet itu sudah mengunci diri sejak tadi sore!" cetus Reyno menghela nafas , lalu ia pun ikut berbaring tepat di samping kakanya.


"Ck,betapa malangnya nasibmu Reynold !!!" ucap kakanya sedikit tertawa melihat ekspresi adiknya yang lucu itu.


"Diam kha! anggap saja wanita gila itu belum menjadi istriku!" ucap Reyno mendengus kesal.


"Hahaha, sayang sekali loh! padahal dia sangat cantik dan imut !" goda William semakin membuat hati Reyno menjadi panas.


"Ciih!! sudah ku bilang dia adalah jelmaan alien." ucap Reyno sinis.


"Hahahahaha .Alien yang sangat cantik kan ?" tawa William terus saja menggoda adiknya itu.


"Ukhhh, tetap saja mahluk planet luar angkasa !!!" jawab Reyno kesal lalu menutupi wajahnya menggunakan bantal,sungguh tak mau berdebat lagi dengan kakanya .


MALAM HARI SEBELUM MENDAFTARKAN PERNIKAHAN.


Setelah Reyno dan Jennie masuk ke dalam kamar masing masing, Kedua orang tua itu pun melanjutkan pembahasan dari masalah yang belum terselesaikan,sementara William menjadi saksi bisu yang mengetahui pembahasan dua keluarga itu.


"Tuan Hermawan.kami sungguh minta maaf atas perbuatan bejat anak kami Reynold,kami tidak menyangkan akan sampai terjadi hal seperti ini,padahal yang saya tahu Reynold bukan anak yang seperti itu." ucap ayah Reyno meminta maaf dengan sedikit membela anaknya itu.


"Sudahlah Tuan Haris,dari pada kita sibuk membahas yang sudah terjadi, bagaimana kalau kita bahas hal lain ,misal pernikahan mereka."jawab ayah Jennie.


"Melihat dari tingkah laku mereka yang masih kekanak kanakan sepertinya lebih baik kita tidak usah membahas masalah ini dengan mereka,cukup kita saja yang memutuskan "ucap Ayah Reyno dengan mimik wajah yang sangat serius.


"Maksudnya kita bertindak lebih cepat tanpa sepengetahuan mereka ?"tanya ayah Jennie.


"Iya benar, kita daftarkan pernikahan mereka terlebih dahulu ."


"Yasudah ,saya setuju ! bagaimana dengan kamu Mom ?" tanya ayah Jennie pada istrinya.


"Mengingat kelakuan mereka,sepertinya itu adalah keputusan yang sangat bagus Pih." ucap mamah Jennie menyetujui pendapat ayah Reyno.


"Lalu bagaimana dengan resepsi pernikahan ?"tanya mamah Reyno menatap suaminya.


"Sepertinya kurang cocok mengadakan resepsi pernikahan dalam keadaan seperti ini ." ucap ayah Reyno.

__ADS_1


"Betul kata suami kamu Din,lebih baik kita tunda acara resepsi pernikahan sampai anak mereka lahir,Jennie juga baru menginjak usia 19 tahun masih sangat kecil untuk mengumumkan pernikahan di usia seperti itu." terang Lynda.


"Baiklah ,besok kita akan daftarkan pernikahan mereka berdua " ucap Ayah Reyno dengan percaya diri sambil menatap wajah istrinya penuh keyakinan.


__ADS_2