Tali Perjodohan

Tali Perjodohan
Bab: 56


__ADS_3

Jam 12.00 siang.


Waktunya istirahat serentak untuk para kariawan di perusahaan X1X.Suatu hal yang sangat dinantikan Jennie sedari tadi.Bukan karena Jennie lapar,melainkan ia jenuh membaca buku-buku sialan itu.


Cewek yang sangat menyebalkan tadi datang kembali,gadis itu terlihat seumuran dengan Jennie,mungkin mereka bisa dibilang kariawan termuda dalam satu divisi."Hei cewe,kali ini kamu ngga bisa cuek terus sama aku.Kamu pasti ngga tau dimana kantin yang ada perusahaan ini kan ? kenalin nama aku Hana." gadis itu tersenyum riang.


Entah mengapa,gadis itu masih saja baik walau Jennie selalu jutek sedari tadi.


"Jennie." jawabnya dengan senyum terpaksa.Ia memang sangat susah untuk berbaur dengan orang baru.Namun kebalikanya,Hana sangat suka dengan kedatangan Jennie,karena Jennie terlihat seumuran denganya.


"Ayok kita makan siang bareng,nanti ngga kebagian lagi.Biasanya kalo sudah terlalu siang sisa dikit." cerocosnya polos.Tanpa sungkan gadis itu segera menarik tangan Jennie,sampai ia merasa terseret-seret karena langkah bocah itu sangat cepat.


"Aku belum bilang mau makan kok." tandas Jennie jengkel,wajah juteknya mulai bermekaran menutupi kecantikanya.


"Aduh,ntar pingsan gimana?udah ayo ikut aja.Selain aku ,ngga akan ada kariawan yang mau ngajak kamu makan.Makanya aku ajak kamu." gadis itu mensejajarkan langkah Jennie yang sangat pelan.


Mereka berdua berjalan menuju lift untuk turun ke lantai 29.Sedangkan tempat mereka bekerja terletak di lantai 32.Gedung perusahaan Reyno mempunyai lantai 35 dan ada berbagai macam divisi.


Langkah mereka terhenti ketika melihat 3 orang yang paling disegani dikantor itu.Reyno,Katy dan Farhan sedang berdiri di depan lift.Entah apa yang sedang mereka bicaran,mereka bertiga terlihat sibuk membicarakan suatu hal,bahkan dijam makan siang seperti itu.


Sontak Jennie reflek lalu berjalan ke arahnya...


"Hei, kamu mau kemana ?" Hana menahan langkah Jennie cepat. "jangan kesitu,itu lift khusus,cuma orang tertentu yang boleh memakainya.lift kita disini." Hana menarik Jennie untuk menunggu lift terbuka.


Katy yang melihat kehadiran Jennie disebelah langsung melancarkan aksinya.Ia mendekati Reyno,pura-pura membenarkan kerah baju Reyno yang kurang rapih.Walau sedikit kaget,pria itu tetap membiarkan Katy untuk merapihkan bajunya.


Bencana datang...


Tentu saja seseorang yang disebelah sana sudah sangat murka menatap ke arah mereka bertiga.Sayangnya hanya Farhan yang melihat ke arah Jennie.


Farhan langsung mengedikan mata isyarat ke arah Reyno.Saat ia menoleh ke sebelah, Jennie sudah masuk kedalam lift karena ditarik Hana.


Tamatlah hidup Reyno sekarang.Andai ia melihat ekspresi Jennie yang menyeramkan itu.Bibir mencebik,tatapan mata membunuh,lengkap dengan dua alis yang menukik tajam.Sangat mengerikan,Farhan hampir mati lemas melihatnya,sialnya hanya ia sendiri yang menjadi saksi bisu kejadian ini.


Sekarang Farhan tahu,mengapa ruangan Reyno bisa sampai porak poranda seperti tadi.Mahluk cantik itu sangat mengerikan bagai monster,walau hanya dengan sebuah tatapan ,sudah dapat membunuh jiwa orang lemah seperti Farhan.Apa lagi Farhan,Reyno yang terlihat galak juga menciut nyalinya.


Didalam lift,Jennie tak henti-hentinya mengumpat.Ruang lingkup kecil itu serasa semakin panas walau air conditioner tepat diatas kepalanya.


"Han,kamu tau ngga dimana pak Farhan dan yang lainya makan ? " Jennie sudah tidak kuat, ingin rasanya ia melabrak perempuan ular itu.


Hama sialan ...!


"Akhirnya kamu mau ngomong sama aku lebih dari 3 kata,aku seneng banget Jennie.Mulai sekarang kita temenan yah .." Hana berbeda respon.Dibanding mencerna dan menjawab pertanyaan Jennie,ia malah heboh dengan asumsinya sendiri.


"Hana aku lagi nanya !"

__ADS_1


Gadis itu tertegun mendengar bentakan Jennie."Ehmz,mau apa sih ? Ruang istirahat mereka ngga jauh dari kantin kita,cuma ruangan itu tertutup.Ngga sembarang orang bisa masuk kedalamnya.Ruang itu dijaga satpam juga."


"Oke...."


Jennie sudah tahu harus berbuat apa sekarang...






Sementara di ruang makan pribadi mereka,Katy tak hentinya tertawa mendengar cerita Farhan barusan.Untung saja ruang itu kedap suara,kalau tidak mungkin gelak tawa Katy akan terdengar keman-mana.


Sementara Farhan masih bergidik ngeri dengan kejadian tadi,bahkan bulu romanya masih berdiri sampai saat ini.Tatap cewek itu begitu mengerikan,menjurus lurus kearahnya.


Mungkin itu yang disebut mata pisau.


"Kamu mau bunuh aku ya kat ?" Reyno menyantap makananya dengan malas.Pantas saja Katy sangat aneh saat di depan lift tadi.Ternyata manusia itu punya niat jahat terhadap Reyno.


Otak Reyno sesaat buntu,tidak dapat memikirkan yang akan terjadi nanti.Seperti tadi saja membuat gadis itu ngamuk parah,apa lagi yang ini...


Seketika ia tidak nafsu makan.


Katy memang tidak terlalu formal seperti farhan terhadap Reyno.Mereka lebih seperti kaka beradik saat di Amerika.Hanya saja dilingkungan kerja,gadis itu selalu bersikap dengan profesional.Diluar itu,Katy sama seperti hal nya Jennie,tidak takut sama sekali dengan bos nya Reyno.


"Aduh,ngga usah mau tau urusan aku sama istri aku.Cukup kerja yang bener,biar cepet dinikahin si dia—. " balas Reyno nyeleneh.


Jika Katy ingin membahas kisah cintanya dengan cewek ajaib itu,Reyno sungguh tidak ada waktu...


———


"Pak saya mau masuk kedalam." Jennie sudah berdiri sedari tadi,memaksa masuk untuk menemui Reyno.


Sudah sekitar 10 menit juga,anak itu merayu satpam demi diizinkan masuk kedalam.Entah berapa gaji yang diberikan perusahaan Reyno pada satpam itu,mengapa susah sekali untuk dirayu,bahkan tidak dapat di imingi oleh uang.


Jennie semakin frustasi kalau begini caranya...


"Maaf nona,selain orang penting.Dilarang masuk dan mengganggu istirahat para pimpinan.Nona dapat menikmati makan siang di kantin kariawan yang sudah di sediakan."


Tidak bisa dibiarkan,dia harus memberi pelajaran pada gadis ular yang selalu menempel pada Reyno,Enak saja.


"Bapak ngga tahu ya siapa saya ? Saya itu Jennie." Jennie mulai berakting.Entah ulah apa yang akan dilakukan cewek yang memiliki sejuta taktik licik seperti Jennie.

__ADS_1


Jennie,tidak suka penolakan.Bagaimanapun caranya,ia harus dapat masuk kedalam ruang istirahat itu.


"Maaf nona,selain orang yang ada didalam daftar,tidak diperkenankan untuk masuk kedalam.Mohon kerja samanya,nama nona tidak ada didalam daftar ini." satpam itu berbicara hat-hati sekali.Masih dapat menghadapi gadis gila itu dengan sabar.


"Tapi bapak akan menyesal kalau tidak mengizinkan saya masuk.Bapak masih mau kerja disini kan?" Jennie mulai berbicara ngawur.Diotaknya sudah ada rencana hebat yang akan segera ia lontarkan.


"Maaf nona,saya hanya menjalani tugas saya sebagai mana mestinya.Sekali lagi saya mohon kerja samanya."


"Bapak satpam yang terhormat. saya itu pacarnya Farhan direktur di gedung ini.Jadi saya mohon biarkan saya masuk." Satu kesalah besar Jennie meluncur bebas dari bibir itu,ia pikir jika mengaku pacar Farhan tidak masalah,asal jangan Reyno.


Satpam itu terkekeh geli.Tidak percaya sama sekali mendengar ucapan Jennie.Jelas cewek itu sangat berbeda umurnya dengan Farhan.Apa lagi status Farhan adalah direktur,mana mungkin mau berpacaran dengan anak kecil seperti Jennie.Walau sejatinya ia memang cantik.


"Nona jangan bercanda."


Baru mengaku pacar Farhan saja sudah seperti ini.Apa lagi mengaku istrinya Reyno...


"Kok Bapak malah ketawa ?" kedua tanganya terlipat didada dengan bibir yang mencebik kesal.Jennie tidak suka dengan ekspresi bapak satpam yang seakan mengira ia sedang ber halu ria.


Memang sedang haluuuu...


"Nona kecil jangan bercanda,tolong jangan mengganggu pekerjaan kami." entah dari mana gadis kecil itu berasal.Yang jelas satpam itu mulai terpancing oleh kelakuan nyeleneh Jennie.Siapapun orang yang berhadapan dengan Jennie,dijamin akan mendidih seluruh diameter darahnya.


"Bapak juga,saya mohon kerja samanya sama bapak.Tolong sampaikan pesan saya kepada bapak pimpinan anda,bahwa pacarnya Jennie sedang menunggu diluar."


"Baiklah nona saya akan sampaikan." Satpam itu mengalah,walau sebenarnya ia takut mengganggu kegiatan makan mereka bertiga,akhirnya ia menuruti permintaan gadis keras kepala itu.


"Permisi bapak Farhan,ada seseorang wanita yang mengaku sebagai pacar bapak,ia ingin menemui bapak." satpam itu berbicara sangat sopan dan sedikit takut.Apakah sudah benar cara penyampainya.kenapa diam membisu?


"Pacar ?"


Setelah terjadi jeda sesaat akhrinya Farhan membuka suara,dua orang yang ada dihadapanya tidak kalah kaget mendengar ucapan satpam tadi.


Katy yang sangat penasaran segera menyela—.


"Siapa namanya— ?"


"Jennie....."🤣





__ADS_1


•••


Masih ada yang mau baca ngga yah ? setelah kemarin pada marah...aku bingung jadinya,mau lanjut atau tidak...hikss hiksss ...


__ADS_2