
HALLO SEMUANYA.....
Cerita ini mengandung sedikit unsur dewasa.dimohon untuk tidak membaca bagi yang dibawah umur.Tapi mohon maaf sebelumnya author memang tidak bisa menuliskan cerita yang terlalu vulgar.
Selamat membaca.....🥰
•
•
•
•
•
Reyno membanting tubuhnya kasar sesaat baru sampai didalam kamar hotel.Dibonceng motor seharian membuat Badanya terasa remuk semua.Sekarang ia hanya ingin tidur memejamkan mata.
Sementara Jennie masih sibuk membersihkan diri didalam kamar mandi.Cewek itu masih memikirkan bagaimana caranya memberitahu tentang acara pernikahan suaminya besok lusa.Jennie memutuskan pernikahan Reyno secara sepihak.Maka dari itu ia harus memberitahu Reyno perihal rencananya.
Tentu saja kegiatan ranjang adalah cara terbaik untuk membujuk pria mesum itu.Setelah mereka selesai dengan pertarunganya,Jennie akan memberitahu dengan jujur mengenai rencana pernikahan suaminya dengan Tania.
Setelah tiga puluh menit akhirnya Jennie memutuskan untuk menyudahi kegiatan mandinya.Aroma sabun tercium pekat saat pintu kamar mandi baru dibuka.Dengan balutan handuk putih yang melilit bagian tubuhnya,Jennie berjalan anggun mendekati sang suami yang sedang terlentang memejamkan mata.
"Sayang..."bisik Jennie tepat ditelinga Reyno.
Tentu saja cowok itu langsung on saat merasakan sesuatu yang menggelitik sukmanya.Namun Reyno tidak menjawab sengaja berpura-pura tidur .Jennie merangkak naik,ia mengalungkan tanganya dipundak Reyno yang sedang dalam posisi miring membelakanginya.
Perlahan tanganya mulai meraba sesuatu dibawah sana.Meraba lembut hingga meremat gemas benda tumpul itu.Tidak dapat berbohong,milik Reyno langsung mengeras saat merasakan kelembutan dari tangan jail istrinya.Dalam diam Reyno mendesis.
Dengan satu gerakan kasar,sepontan Reyno membalik tubuhnya lalu mencengkeram kedua tangan Jennie kasar.Posisi sudah berubah,Reyno membalik tubuh istrinya secepat kilat.Kini Reyno diatas,mengunci tubuh kecil itu dengan tubuhnya.
"Apa yang sedang kamu rencanakan?" tanya Reyno kasar.Cowok itu sangat paham dengan sifat istrinya,Jennie tidak mungkin berinisiatif tanpa imbalan.
"Puaskan aku.Sentuh aku.Aku mau kamu hanya jadi miliku malam ini." Ucapnya serius.Matanya berbinar seperti hendak menangis.
Karena mungkin saja malam berikutnya Reyno bukan lagi milik Jennie seorang.Bagaimanapun juga ia akan segera berbagi suami dengan wanita lain.
"Baiklah,aku akan jadi milikmu seorang.Tidak hanya malam ini,tapi malam-malam berikut dan seterusnya.Aku hanya milikmu,tubuhku dan semuanya aku serahkan padamu."
"Lakukanlah dengan lembut." lirih Jennie terbata.
"Maafkan aku..." ucap Reyno saat melihat cairan bening meleleh di pipi sang istri.Jennie pasti ketakutan karena Reyno sempat kasar tadi.
Dimulai dari hal-hal ringan,Reyno mulai menghujani beberapa kecupan diwajah sang istri.Setelah melihat tangisanya berhenti,Reyno langsung melakukan foreplay.
Mendaratkan sebuah ciuman lembut sebagai pembukaan pertama,sangat lembut hingga Jennie dapat merasakan gerakan creamy dari bibir suaminya.
__ADS_1
Dalam mata terpejam mereka saling berlomba menaikan birahi masing-masing.Bibir mereka saling berperang dan membelit.Sesekali,menghis ap hingga melakukan pertukaran saliva.
Jennie menarik wajahnya saat ia merasa pasokan udara ditubuhnya mulai habis.tangan kecilnya membuka satu persatu kancing baju Reyno lalu melemparnya kelantai.
"Aku mau ini." lirihnya nakal sembari memegangi sesuatu yang mengeras dibalik celana Jeans biru milik suaminya.
"Aku datang..."Satu gerakan kasar Reyno mulai membuka ikat pinggangnya.Melucuti kain penghalang yang menyesakan sedari tadi.Semntara Jennie membantu Reyno untuk membuka cd yang menutupi bagian bawahnya.
Cowok itu membenamkan wajahnya di ceruk leher sang istri.Lidahnya menari-nari lembut.Menghis ap dan memberi tanda kissmark disana.
Sesekali bergeser dan mereke berciuman kembali.Saling menghis ap penuh nafsu.Berpaut dan memagut tanpa henti.
"Umppp..." Jennie mendes ah saat tangan kekar Reyno mulai merem as salah satu gundukan sintal miliknya.Handuk yang melilit tubuhnya sudah turun hanya menutupi bagian bawahnya.
"Reyn.... eummmp...." Jennie mendesah lagi.Tubuhnya menggeliat dalam rasa nikmat.Sekujur tubuhnya terus menuntut menanti sebuah pelampiasan.
Matanya terpejam menikmati setiap sentuhan indah yang dilakukan suaminya,kepalanya mendongak keatas saat Reyno mulai membenamkan wajahnya diatas mahkota indah milik Jennie.Bibirnya menghi ap dan membelit pucuk payu dar* sang istri,sementara satu tangan lainya meremat dan memainkan gundukan indah kesukaanya.Jennie mendes ah,menggila hebat dalam permainan suaminya.
Perlahan tangan kananya mulai turun dan memainkan sesuatu dibawah sana.Rinti hanya semakin menjadi,deru nafasnya sudah memburu sedari tadi.Entah berapa kali saja ia tak sadar memanggil nama suaminya.
"Sayang aku ngga tahan lagi...." ucap Jennie saat ia hendak melakukan pelepasanya.Hanya dengan satu tangan hebat sang suaminya.Jennie sudah kalah 0-1.
"Ahhhh....Reyn." Kata terakhir yang ia ucapkan menuju pelepasanya.Jennie merasakan hawa panas mengalir hebat ditubuhnya,sesuatu yang mendesak akan segera keluar.perutnya mulai mengetat di ikuti kejang*n hebat yang menggetarkan jiwa.Sesuatu yang hangat mengalir lembut ditangan Reyno.
Cewek itu terkurai lemas saat Reyno bahkan belum apa-apa.Tubuhnya terasa lemas tak bertulang.Matanya masih terpejam,merasakan sisa denyutan dibagian intinya.
Astaga...
Kalimat Reyno langsung menyadarkan Jennie dari alam bawah sadarnya.Selalu saja seperti ini.Ada saja kata nyeleneh yang keluar dari bibir sialan suaminya itu.
"Aku udah puas banget,makasih.Sebaiknya kamu segera menyingkirkan tubuh beratmu itu.Aku mau lanjut tidur. balas Jennie kesal.
"Jangan gitu dong,aku kan belum apa-apa.Masa tega banget main tidur aja.Kamu pikir aku sugar daddy kamu.Aku juga butuh kepuasan tante..."
"Tante...?" waah Jennie benar-benar kesal sekarang.Ingin rasanya ia merompes mulut suami keparatnya.
"Aku ngga ada bilang mau muasin enoki sialan kamu ya Reyn! Main solo aja sana di kamar mandi.Lagian badan kamu bau banget,belum mandi seharian." balas Jennie tidak mau kalah.
Reyno mulia memasang alat pengaman pada miliknya.Kali ini tidak boleh ada kata penolakan.
"Ngapain kamu ?" bentak Jennie.
"Ngga mau main solo,udah bosen.Ngapain punya istri kalau masih harus main solo." Reyno menarik kasar handuk yang mengganggu sedari tadi.Bersiap-siap untuk memasukan kejanta nanya pada tempatnya.
"Ahhhhh..." Jennie tak sengaja mendes ah saat milik Reyno amblas dan menyatu dengan dirinya.
Sialan! ingin rasanya ia menampar mulutnya sendiri sekarang.
__ADS_1
"Tuh,kan...Kamu sebenarnya pengin,tapi selalu saja jaim begini.Mulut kamu itu ngga bisa bohong.Kamu menanti dan menikmati kegiatan selanjutnya." Reyno mulai memainkan ritme gerakan tubuhnya.Kali ini ia melakukan gerakan tubuhnya dengan cepat tanpa permulaan terlebih dahulu.
"Ahhkkk...emmp" Jennie terhentak kesana kemari."Reyno sialan kam-....ahhhhh" bahkan cewe itu sulit sekali untuk berbicara.
"Ayolah,lebih baik kamu nikmati tanpa harus pura-pura menolak.Aku tahu kamu suka kan?" Reyno menghentakan miliknya lebih kasar.Dimana desa-han Jennie berikutnya terdengar lebih keras.
"Katakan iya beibi.Aku pasti akan memuaskanmu.Mengakulah bahwa kamu sangat menikmati ini."
"Ah-kuh ben cikam-ugh-sah-yang." teriak Jennie dengan nafas putus-putus dan bicara yang tersengal.
"Enakan ....?" goda Reyno semakin gila.Reyno menambah lagi kecepatan permainanya.
Anggap ini balasan untuk tadi siang.Reyno memang takut diajak ngebut menggunakan motor.Tapi Reyno tidak akan takut jika harus ngebut diatas ranjang.
"Reyno....ahkkkk.a.....kuh....sam....mphaai..." Jennie akan segera mencapai klim aks untuk yang kedua kalinya.Bahkan Reyno masih menganggap itu hanyalah sebuah permulaan.Perjalanan masih panjang,akan ada beberapa ronde selanjutnya.
Jennie mencapai puncak yang paling dinanti dalam kegiatan ini.Tubuh Jennie bergetar hebat seiring dari gerakan Reyno yang semakin cepat.Sialan! kenapa bisa senikmat ini sih ?
"Suka ....?" tanya Reyno ditengah-tengah kegitanya.Ia memperlambat gerakanya agar Jennie dapat mengatur nafasnya sejenak.
"Kamu udah tahu jawabnya apa."
"Baiklah sayang,aku tidak akan menggoda kamu lagi.... i love u my beibi Je." Reyno mengecup lembut bibir sang istri.
Ia mempercepat kembali gerakanya.Kasihan istrinya sudah sangat kewalahan.Jangan sampai ia pingsan sebelum Reyno mencapai puncak pertamanya.Tidak enak jika menyetubuhi wanita tidur.
Pertarungan pertama usai.....
Entah kenapa selalu saja ada pertikain ditengah kegiatan ranjang pasangan suami istri ini.Tidak dapatkah mereka melakukanya dengan lancar tanpa beradu mulut.
Lupa....
Mereka memang sudah dilahirkan sebagai pasangan absurd,tidak enak mungkin jika tidak bertengkar.
•
•
•
•
Mohon maaf ya...kalo misal feelnya ngga dapat.Aku kan bukan penulis story yang bertema seperti ini.Cuma kadang aku menuruti keinginan pembaca untuk menghadirkan adegan yang agak begini...wkkwkw Semoga di reviuw ya...kalau engga yasudah berati sia sia aku nulisnya...
Terima kasih
❤❤
__ADS_1
Anarita.