Tali Perjodohan

Tali Perjodohan
Bab 24 : Pesta Ulang Tahun Jennie


__ADS_3


(Gambar ilustrasi dari Reyno)


Hari yang ditunggu tunggu telah tiba,Pesta ulang tahun yang mewah ala Pincess Jennie di gelar sangat meriah di rumahnya .Dekorasi yang sangat indah dengan banyak sekali tamu undangan dari sanak saudara ,temen teman Jennie ,hingga kolegan bisnis kedua orang tua Jennie.


KRAKKKK.


Suara pintu dibuka .


"Jennie!! Tere !! lo berdua benar benar tega! tangan gue udah pegel banget nyalamin tamu undangan gantiin Jennie ! dan lo beruda malah duduk manis sambil nonton drama !" ucap lisa dengan wajah kesal, geram melihat Jennie dan Tere tengah asik bersenang senang di kamar .


"Ya lo tau sendiri princessnya ngga mau keluar !! saut Tere dengan kedua mata yang masih tetap fokus dengan drama yang mereka tonton.


"Sorry ya!gue bakalan ngrepotin kalian, lo berdua kan tau kondisi gue sekarang kaya gimana ?gue malu kalo harus keluar dengan keadaan kaya gini."


"Jadi ini alasan lo ngga mau ketemu sama kita selama ini ???"tanya Lisa dengan wajah yang sedikit mulai kesal pada sahabatnya ini.


Jennie hanya mengangguk pelan dengan wajah yang tak berdosanya .


"Ya ampun Jennie! kita akan jadi sahabat lo dalam keadaan apapun ! jadi lo ngga perlu ngerasa malu lagi sama kita." ucap Lisa menghampiri Jennie,melingkarkan kedua tanganya memeluk dengan penuh kasih sayang di ikuti oleh Tere yang juga ikut


memeluknya . pemandangan yang sangat indah mereka bertiga berpelukan bagaikan tokoh Teletubbies .


"Oh ya Je ,gimana hubungan lo sama Reyno !" tanya Lisa ditengah pelukanya.


"Gue sempet pacaran dua minggu,terus gue putusin gara gara dia tidur di kamar perawat gue ."


"Gila!! ko bisa ?mirip kaya novel yang gue baca ngga sih ?BERCINTA DENGAN PEMBANTUKU hahahaha." tawa Lisa memecahkan moment suasana.


Wajah Jennie mendadak badmood gara gara Lisa yang meledek danmenertawainya ,tak mau bertanggung jawab Lisa pun pura pura berjalan ke arah balkon untuk melihat orang orang yang tengah berpesta dibawah.


"Udah ngga usah dibahas ,lo harus happy di hari ulang tahun lo !!sekarang keluar yukkk cantik ."ajak Tere dengan mata yang berkedip ke arah Lisa agar tidak membahas masalah putusnya Jennie dengan Reyno.


"Ngga mau!! lagian ulang tahun gue cuma buat tameng perkumpulan kolegan bisnis Orang tua gue!!" Jawab Jennie dengan raut wajah yang ditekuk penuh rasa tak bergairah.


"Ya udah kalo lo ngga mau! ngomong ngomong orang tua lo belum dateng juga Je?"tanya Tere .


"Reyno sih udah nunggu dibandara dari sore,mungkin masih dalam perjalanan." Jawab Jennie yang masih sibuk dengan Gadget ditanganya.


Tiba tiba pandangan Lisa tertuju pada dua mobil baru datang secara beriringan .


"Jennieee! Tere ! cepetan lo berdua kesini !!!!" teriak Lisa yang sedang berdiri terpaku di balkom dengan pandangan yang terus menatap kebawa.


"Ada apaan sii ??" Tanya Tere berjalan menghampiri Lisa yang heboh sendiri,Jennie pun juga ikut penasaran dan melongokan kepalanya ke arah bawah.


Sepertinya Reyno telah tiba dirumah bersama kedua orang tua Jennie.Namun bukan itu yang membuat mereka bingung melohok membulatkan matanya ,melainkan 3 orang asing yang ikut pulang bersama Reyno dan kedua orang tua Jennie.


Dilihatnya sesosok laki laki dewasa berumur 30 tahunan dan sepasang suami istri yang seumuran dengan orang tua Jennie.Terlihat dari gerak geriknya sepertinya mereka satu keluarga yang sama.


"Ngga salah lagi pasti dia laki laki yang mau dijodohin sama gue!!"


"Hah!! lo mau dijodohin ? gimana ceritanya?" Kaget Tere spontan, begitupun juga Lisa.


"Ceritanya panjang ! udah ngga ada waktu buat jelasin ,sekarang gue butuh bantuan lo berdua buat bawa laki laki tua itu ke kamar gue.Sebelum orang tua gue bahas masalah perjodohan ini,gue harus negosiasi sama laki laki itu." ucap Jennie dengan hati yang cemas penuh rasa ketar ketir.


Sebenarnya laki laki yang datang di pesta ulang tahun Jennie adalah William ,kaka kandung Reyno.tentu saja ia harus ikut datang bersama orang tuanya untuk ikut menyaksikan pembahasan tentang perjodohan adiknya.Tapi sepertinya Jennie sudah terlanjur salah sangka dengan pandangan dan asumsinya sendiri,yang akan membuat ia terjebak dalam masalah baru.

__ADS_1


"Hidup dan mati gue ditangan kalian,cepat lo berdua keluar bawa dia kesini!!" perintah Jennie dengan menaruh harapan penuh pada kedua temanya itu.


Lisa dan Tere pun bergegas keluar dan turun ke acara pesta yang berlangsung dibawah,pertama mereka berdua datang menemui kedua orang tua Jennie.


"Hai,Om Tante ! " sapa Lisa dan Tere menyalami kedua orang tua Jennie.


"Jennie mana sayang ?" tanya mamah Jennie pada Lisa dan Tere.


"Jennie masih berdandan di kamar Tante nanti juga turun kok! ,kita mau gabung sama temen temen yang lainya ya tante," ucap Tere segera menarik tangan Lisa untuk segera pergi dan fokus pada tujuan utamanya.


Lisa dan Tere pun segera pergi mencari laki laki yang Jennie maksud, setelah berkeliling ditengah kerumunan orang akhirnya mereka dapat menemukan William yang sedang berbincang akrab dengan Reyno.Mereka berdua pun sedikit bingung melihat William terlihat akrab dengan Reyno.


"Lis,gimana caranya kita bawa laki laki itu pergi?ka Reyno ngga mau pergi dari sampingya !" bisik Tere dengan mata yang tak berhenti memandangi Reyno dan William yang sedang asik mengobrol.


"Nanti kalo ka Reyno meleng,kita langsung tarik dia ke kamar Jennie!terus awasi mereka berdua!!" perintah Tere dengan memegang segelas minuman di tanganya.


Mereka pun terus mengawasi William yang masih asik mengobrol dengan Reyno,entah hal apa yang mereka bicarakan ! yang jelas mereka terlihat sangat akrab di mata Lisa dan Tere.


Sampai tiba saat yang mereka tunggu tunggu,akhrinya Reyno pergi meninggalkan William sendirian,Tere pun segera berjalan menghampiri William yang tengah berdiri diantar para tamu lainya.


"Biar gue yang beraksi!!" ucap Tere penuh percaya diri berjalan melangkahkan kakinya dengan anggun ke arah William.


Sementara Lisa terus mengawasi keadaan untuk memastikan tidak ada yang mendekati mereka berdua.


Bughhhh.


Dengan sengaja Tere menabrak william dan menumpahkan segelas minuman ke bajunya.


"Maaf Maaf ! saya tidak sengaja ! " ungkap


"Iya ngga papa." jawab william dengan sopan,tanganya terus mengelap kemeja putih yang dilengkapi jas berwarna hitam itu."


"Mari biar saya antar ke toilet kak,"


Ajak Tere dengan tiba tiba menarik tangan William,dengan terpaksa William pun berjalan mengikuti Tere yang terus menariknya tanganya.Sampailah mereka di depan kamar Jennie,Tere langsung menarik William masuk ke dalam kamar Jennie.Sementara Lisa yang sudah mengikuti mereka dari belakan langsung ikut masuk mengunci pintu kamar.


William merasa sangat bingung dengan pemandangan yang ia lihat sekarang ,Apakah ia sedang di culik oleh 3 gadis kecil. sementara Jennie yang sedang duduk di ranjangnya segera bangun dan menghampiri William.


Situasi macam apakah ini ??dari mana asal usul 3 gadis gila ini ? mengapa mereka membawanya ke dalam sebuah kamar ? hanya itulah yang ada dibenak William saat ini.


"Ehem ,langsung saja kaka! Hump tidak! kamu lebih pantas dipanggil om! nama aku Jennie !"


ucap Jennie mengulurkan tangan kananya ke arah William.


Dengan perasaan bingung sebingung bingungnya William pun mengulurkan tanganya dan berjabat dengan Jennie.


"William ," ucapnya.


"Jadi! kau adalah laki laki yang sudah bertunangan denganku sejak aku bayi bukan ?"tanya Jennie dengan kedua mata sinis yang tak henti hentinya memandang William dari atas kebawah.


Ahkirnya sekarang William paham ,ternyata gadis yang ada di depanya adalah tunangan Reyno.Sepertinya ia salah paham mengira William adalah tunanganya.


"Apa yang ingin kalian lakukan ?" tanya William mencoba mengikuti permainan 3 gadis +86 ini.


"Batalkan perjodohan diantara kalian berdua !" tegas Lisa dengan wajah yang menggertak penuh ke arah William.


PUFTTT.William mencoba menahan tawa melihat tingkah laku ketiga gadis ini.

__ADS_1


"Jadi kalian bertiga sengaja mengatur pertemuan ini untuk membahas perjodohan ??"


"Hemmmp " mereka berdeham dengan kompak menganggukan kepala secara bersamaan.


Betapa imutnya tingkah laku ketiga gadis kecil ini , membuat William ingin sedikit bermain bersama mereka.


"Imbalan apa yang akan aku dapat jika aku membatalkan perjodohan ini ?" tanya William pada Jennie dengan sorot mata yang dibuat sangat serius.


"Apapun !!" jawab Jennie dengan tegas.


"Oke! malam ini aku ingin berdansa dengan temanmu." ucap William menunjukan jarinya ke arah Tere.


"Hanya itukah ?" tanya Jennie sedikit kaget.


"Iya "jawab William dengan senyum yang menawan.


"SETUJU !!!" jawab Jennie dan Lisa kompak secara bersamaan.


"Hei ! apa kalian sedang menumbalkan aku?"


"Ayolah,ini hanyalah sebuah dansa!bukan sebuah hal yang sulit." ungkap Lisa begitu saja dengan tak berdosa,Jennie pun ikut mengaggukan kepala dengan wajah sok imut tak berdosanya juga.


"Oke ! oke! tapi apakah semudah itu membatalkan pertunanganmu? bagaimana caranya kami dapat percaya dengan kata katamu kaka tua ?" tanya Tere dengan wajah polos mengerutkan dahinya.


TOK !! TOK!! TOKK!!!


Tiba tiba terdengar suara pintu yang diketuk dari luar dan memecahkan perdebatan di antara mereka berempat.


"Gawat itu pasti Reyno!! semua nya gue serahin sama kalian ! gue harus keluar sekarang !! tunggu 10 menit baru kalian keluar!!"


Jennie pun segera keluar dan menutup pintu kamarnya rapat rapat.benar dugaanya,Reyno lah yang sedari tadi mengetuk pintu kamarnya ,terlihat sedikit perasaan gugup di diwajah Jennie membuat Reyno sedikit curiga.


"Kamu kenapa ?kok kaya ada yang di sembunyiin ?"tanya Reyno .


"Ngga!! ,, ngga ada kok ! gue cuma gugup "


"Yaudah ayo turun !!"


Jennie dan Reyno pun segera turun untuk menemui para tamu yang sudah lama menunggu,Jennie tampak begitu cantik dan anggun bak Cinderella .


Semua mata tertuju pada Jennie dan Reyno yang tengah bergandengan menuruni anak tangga,Reyno pun segera mengantarkan Jennie tepat di depan meja dimana kue ulang tahun akan segera dipotong.Kedua orang tua Jennie sudah berdiri menunggu Jennie untuk segera meniup lilin dan memotong kue nya.Karena waktu yang terlalu mepet dan acara berikutnya akan segera dimulai.


"Hai,Mom! Pih!"Sapa Jennie pada orang tuanya seraya melingkarkan kedua tangan dan memeluk kedua orang tuanya secara bergantian.


"Sayang ko lama banget sih ?ayo buruan tiup lilinya !"ucap mamah Jennie.


Di apit kedua orang tuanya,Jennie pun segera meniup lilin lilin yang menancap di atas kue ulang tahunya itu, tepuk tangan yang sangat keras dan meriah dari para tamu hadirin memenuhi seluruh isi ruangan itu.Tak lupa ciuman dari kedua orang tuanya turut mendarat di kedua pipi kiri dan kanan Jennie.


Jennie lalu memotong kuenya didepan semua tamu tamu undangan,suapan pertama diberikan kepada Mamahnya dan yang kedua ia diberikan kepada Ayahnya.Diluar dugaan ia tak mau memberikan potongan kue untuk Reyno yang masih berdiri tepat di sampingnya.


Reyno pun hanya menghela nafas dan mencoba bersabar dengan perlakuan Jennie yang begitu cuek seakan tak peduli.


Setelah selesai memotong kue, Jennie pun pamit untuk pergi kemarnya karena tak nyaman dengan situasi di acara pesta ulang tahunya.Tentu saja karena keadaan kaki Jennie yang belum sepenuhnya pulih.


Jennie segera berjalan dengan bantuan tongkat menuju kamarnya untuk segera beristirahat,ia tak ingin melihat acara selanjutnya yaitu sesi berdansa dengan pasanganya masing masing.Karena Jennie tak punya pasangan dan tak mungkin juga ia berdansa dengan keadaan seperti itu.


Waktu berdansa pun telah tiba,di iringin oleh alunan musih yang sangat romantis, beberapa orang pun berdansa dengan pasanganya masing masing .Sementara Tere benar benar menepati janjinya pada William untuk berdansa dengannya .Di saksikan oleh Reyno dan kedua orang tuanya,mereka berdua berdansa dengan sangat romantis bagaikan sepasang kekasih ,Sementara Reyno sedikit merasa aneh dan tercengang dengan kelakuan kakanya yang mau begitu saja berdansa dengan wanita yang ia baru saja kenal ,sungguh tidak seperti kaka yang ia kenal selama ini.

__ADS_1


__ADS_2