
HALLO.....AKU DATANG LAGI NIH,sesuai janji aku....aku kasih spesial up yang ketiga kalinya....horeeeeeee...
Selamat membaca ceman-ceman..
••
••
••
••
"Jennie ?" Tania terkejut ketika melihat Jennie muncul dadakan dari balik pintu.
"Gimana keadaan kamu ?" tanya Jennie jutek.
"Aku baik-baik saja.Kalau boleh tahu,ada apa kamu kesini?"
Tania sangat penasaran,apa yang membuat cewek itu sampai datang menemuinya.
"Besok lusa kamu akan menikah dengan Reyno."
"Menikah?"tanya Tania kaget.
"Iya menikah,bukankah kamu senang Reyno akan menikahi kamu?ini kan yang kamu inginkan.Sesuai janji aku,aku izinin kalian berdua menikah."
"Jennie maafkan aku..."
Gadis itu menangis lagi.Hatinya dipenuhi rasa bersalah,ia terpaksa melakukan hal ini.Tidak ada pilihan lain,ia hanya ingin Reyno merawat bayi yang ada didalam perutnya.Hanya itu saja,tidak lebih.
"Ngga perlu minta maaf.Aku ngelakuin ini demi bayi yang ada diperut kamu.Sebagai calon ibu dimasa depan,aku ngga akan biarin anak kamu lahir tanpa ayah."
"Terima kasih Jennie."
Tania merasa hancur.Sejenak ia menyesali perbuatan bodohnya.Tidak seharusnya ia datang dan mengganggu rumah tangga Reyno.Semua salahnya,andai ia tidak mengakhiri hubunganya dengan Reyno.Pasti tidak akan pernah ada kejadian semacam ini.
"Gimana keadaan bayi kamu? udah di USG? cewek atau cowok."
USG ...??
Jujur saja,Tania sangat benci dengan kehadiran bayi ini.Jangankan USG,memeriksakan kandunganya saja tidak pernah.Hamil diluar nikah saja sudat membuat ia malu,bahkan cewek itu mulai tidak pulang kerumah saat perutnya memebesar.
"Belum,aku belum sempat periksa."
"Ya sudah,besok setelah menikah,kamu sama Reyno ke rumah sakit periksain dia.Aku ngga mau anak tiri aku sampai kenapa-napa,apa lagi hanya gara-gara ibunya yang teledor."
Astaga.....
Anak ini ya,mulutnya memang pedas,gaya bicaranya juga jutek.Tapi hatinya begitu polos dan lembut.Pantas Reyno sangat tergila-gila padanya,bahkan dapat melupakan Tania dengan sangat cepat.
"Ngga usah,biar aku periksa sendiri."
"Ngapain kamu punya suami kalau periksa ke dokter harus sendiri.Reyno itu ayah dari bayi yang sedang kamu kandung.Sudah sepatutnya ia peduli dan mengurus calon anaknya."
"Tapi—"
"Kenapa harus ada tapi,apa jangan-jangan dia bukan anak Reyno?"tanya Jennie sepontan.
Emm.Tania mulai belingsatan.Wajahnya menunduk tidak berani menatap Jennie.Pertanyaan dadakan itu membuat Tania bingung harus bagaimana menjawabnya.
"Sudah jangan dipikirkan,aku cuma bercanda.Boleh pegang perut kamu ngga?" tanya Jennie.
__ADS_1
"Boleh silahkan.."
Jennie mulai meraba perut Tania.Ia penasaran sekali bagaimana rasanya megang perut wanita hamil.Barang kali saja Tania bohong,ia menyumpal perutnya dengan kain.
Eh.....
Jennie langsung menarik tanganya kontan saat ada sesuatu bergerak didalam sana.
"Jangan takut,dia memang suka menendang-nendang.Mungkin dia sedang merespon kedatangan kamu."ucap Tania tersenyum.
"Ngga sakit kah?dia nendang cukup keras loh.."tanya Jennie polos.Perut Tania terlihat mengerikan,seperti balon yang hampir meledak.
"Engga kok,nanti kamu juga merasakan kalau sudah jadi ibu seperti aku."
"Hmm.Ya sudah,jaga kesehatan kamu dan bayinya.Reyno belum bisa menerima kehadiran kamu.Jadi untuk sementara kamu tinggal disini."
Jennie plissss,jangan bersikap baik pada Tania.Tidak seharusnya kamu memperlakukan seorang pelakor dengan sikap lembut seperti ini.
Tania jadi semakin benci pada dirinya sendiri.Ingin ia bunuh diri kalau tidak ingat ada nyawa didalam tubuhnya.
•••
🍁🍁🍁
Jennie dan Reyno pulang mengendarai motor matic yang ia bawa tadi.Kali ini Jennie membawa motornya dengan pelan.Kasian juga melihat suaminya sampai mabok seperti tadi.
Sepanjang perjalanan,Jennie dan Reyno menjadi sorotan publik pengendara lain.Pasalnya tubuh Reyno yang besarnya hampir dua kali lipat dari tubuh Jennie,tapi ia malah duduk dibelakang sebagai penumpang.Apa lagi pelukanya sangat erat sekali.Maklum lah,Reyno memang tidak tahu caranya membonceng motor.Masih ada perasaan takut-takut.
Tapi sepertinya mereka tidak peduli,dua pasangan itu asik ngobrol-ngalor ngidul diatas motor.Mereka tidak langsung pulang,karena Reyno merajuk minta jalan-jalan keliling kota lagi.
Tidak hanya itu,suami menyebalkanya juga merajuk ingin pergi kepasar malam disaat matahari masih bertengger cantik dilangit.Ia sampai mengancam akan memblokir semua atm Jennie kalau keinginanya tidak terpenuhi,terpaksa Jennie menurutinya.
Jennie turun dari motor dengan perasaan dongkol.Didalam hatinya seperti ada batu besar yang mengganjal.Emosinya meluap-luap sedari tadi.
"Kamu tuh ya Reyn,kalo minta sesuatu yang masuk akal sedikit dong.Siang-siang minta dicariin pasar malam.Anak tk juga tahu,ngga sebodoh kamu.Lagian mau ngapain sih kesini." Jennie mendengus kesal.
Dilihatanya beberapa stand baru saja membuka lapak daganganya,belum semuanya siap untuk berjualan.
"Sorry,sory....sekali-kali aku ngerepotin kamu,jarang juga minta yang aneh-aneh kan.Coba bayangin,kamu lebih sering minta ini itu sama aku."
Permintaan Reyno memang tidak masuk akal.Dimana ada pasar malam yang buka jam tiga sore.Tidak ada ahlak memang cowok itu.
"Tapi aku ngga suka ketempat kaya gini,rame banget, banyak orang, apa lagi desek-desakan.Ayo kita pulang aja sih..." Jennie melipat kedua tanganya didada,matanya memandangi sekeliling dengan wajah malas.
"Kamu itu jangan tahunya pergi ke mall terus,sekali-kali harus berbaur dengan masyarakat seperti ini."
Berbeda dengan Jennie,cowok itu tampak antusias melihat para pedagang yang mulai menggelar daganganya.Ia tidak sabar mencicipi satu per satu makanan dan camilan yang ada di sana.
"Pinter banget kamu ngomongnya yah,berbaur dengan masyarakat kamu bilang,hah...Emang kamu sendiri sering ketempat kaya gini??" Jennie memprotes Reyno kesal.
"Engga pernah,baru pertama kali sama kamu.So sweet kan kita,kayak di drama yang suka kamu tonton itu loh." Tiba-tiba matanya memperhatikan stand yang sedang asik menggulung sesuatu diatas mesin.
"Eh itu makanan apa?ko bisa dibentuk-bentuk lucu gitu."
"Itu gulali,makanan anak ke—"Reyno menarik tangan Jennie secepat kilat."Ayo beli,aku mau coba kayaknya enak..." serunya.
Ya Tuhannnnn.....
Ini sih namanya bukan so sweet.Benar memang seperti yang ada di drama dan novel-novel romance,hanya saja jiwanya yang tertukar.Harusnya tokoh perempuan yang minta gulali,ini malah cowoknya yang tidak tahu diri minta gulali.
"Pak bisa bentuk karakter pororo tidak?"
__ADS_1
"Bisa Tuan,tunggu sebentar ya..."
Sumpah,pura-pura ngga kenal saja.
Jennie sedikit bergeser menjauhi Reyno.Bagaimana bisa cowok itu dengan pedenya mengantri dengan anak-anak yang tingginya hanya sebatas pinggangnya.
Kalau sampai ada yang menegur Jennie,ia akan bilang kalau Reyno anak autis.
F.I.K.S....
Gila,urat malunya putus semua.
Sekitar sepuluh menit Reyno datang menghampiri Jennie,ada gulali besar berbentuk kepala pororo ditanganya.
"Bagus banget deh,jadi mau nyobainya sayang."pamer Reyno seperti anak bocah.
"Gulalinya akan cepat meleleh kalau tidak cepat-cepat kamu makan,Kamu pikir itu boneka yang tahan lama." terang Jennie malas.
"Oh gitu,kok aku ngga tahu sih..."ucapnya sembari cengengesan.
"Gimana kamu mau tau,makan kamu aja buku."balasnya ketus.
Jennie heran,apa yang terjadi dengan kejiwaan suaminya.Hari ini ia sangat aneh.Apa lagi sekarang,ia mendadak girly seperti ini.
Mereka mulai berjalan kembali.Reyno masih asik menyantap gulali yang ada ditanganya.Binar matanya polos,ada aura kebahagiaan disana.Apa sebenarnya yang terjadi dengan suamiku ?
"Ada yang mau dibeli lagi ngga?"tanya Jennie basa-basi.Semoga saja sih tidak ada.
"Ada,aku mau cobain semua makanan yang ada disini."
Hah?
Lutut Jennie mendadak lemas tak bertulang.Pasar malam yang ia datangi sangat jauh dari rumahnya.Perjalananya bahkan memakan waktu dua jam lebih.
Setelah mengatakan itu,Reyno mulai menghampiri satu persatu stand makanan yang ada disana.Pria itu makan banyak sekali jajanan sampai perutnya terasa penuh.Tidak hanya itu,Reyno juga memaksa istrinya untuk ikut makan.
Tentu saja Jennie menolak,ia takut gendut jika makan makanan yang nutrisinya tidak jelas.Lagi-lagi ia harus mengalah karena Reyno terus merajuk dan memaksa.Apa boleh buat,asal suaminya senang Jennie akan lakukan.
Pria itu sudah banyak menderita akhir-akhir ini.Bahkan kejiwaanya sampai terganggu,mungkin.
Setelah puas bermain-main disana,akhirnya Jennie dan Reyno memutuskan untuk mengakhiri kencan sederhananya.Walaupun banyak terjadi keributan disepanjang kegiatanya,tapi mereka sangat menikmati kegiatanya.
Karena sudah lelah sekali,akhirnya Reyno memutuskan untuk menginap dihotel miliknya yang tak jauh dari tempat itu.Ia minta dijemput dengan mobil lalu motornya dibawa pulang oleh salah satu orangnya.
Untung hotelnya berceceran dimana-mana.
•
•
•
•
Sudah aku tepatin janji aku buat up tiga bab sekaligus.Sampai besok lagi ya.....
Terima kasih.
❤❤
Ana.
__ADS_1