Tali Perjodohan

Tali Perjodohan
Bab : 94


__ADS_3

Jennie terbangun ketika mendengar suara berisik yang ditimbulkan oleh kegiatan Reyno di pagi hari.Cowok itu terlihat kalut sembari mengemasi semua barang-barang ke dalam koper.


Tanpa menjelaskan duduk perkaranya terlebih dahulu,Reyno langsung mengajak Jennie untuk segera kembali pulang ke kota A.Hanya itu yang dikatakan Reyno,berkali-kali Jennie bertanya,namun Reyno tidak memberikan jawaban yang ia mau.


Sampai mereka naik kedalam pesawat pun, Reyno masih enggan untuk berbicara.Jennie mencoba menenangkan kepanikan Reyno sebisa mungkin.Kalau tidak salah mengira,Reyno seperti itu semenjak menerima telpon.Entah telepon dari siapa,Jennie sama sekali tidak mendengar dengan jelas tentang percakapan mereka.Yang jennie tahu,semenjak telepon itu ditutup, Reyno langsung berubah tidak biasa.Cowok itu mondar-mandir tidak jelas seperti orang linglung.Setelah itu baru Reyno mulai terlihat kalap dan frustasi.


"Sebenarnya ada apa? cerita sama aku...." Jennie mencoba menenangkan Reyno dengan menepuk-nepuk pundaknya lembut.Cowok itu terlihat gusar,duduknya pun tidak tenang sedari tadi.


"Tania ... Je— " Bicaranya tercekat.Reyno menghamburkan wajahnya ke dalam pelukan Jennie.Ia tidak sanggup untuk mengatakan kabar buruk yang baru saja mengguncang kejiwaanya.


Sekitar jam tiga pagi,Katy sempat menghubungi ponsel Reyno berkali-kali.Namun Reyno tidak mengangkat panggilan itu,sampai jam lima pagi, akhirnya Reyno terbangun dan melihat ada lima puluh tiga panggilan tidak terjawab dari Katy.


Reyno pikir itu hanyalah urusan kantor,karena Katy memang suka berlebihan jika ada masalah sedikit mengenai perusahan.Dan alangkah terkejutnya Reyno saat menghubungi Katy balik,Katy malah memberinya kabar yang tak pernah Reyno duga.Tania melahirkan dadakan secara prematur,sedangkah kondisinya sekarang dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Cowok itu sempat linglung dan hampir terjatuh bersamaan dengan ponsel yang terlepas.Ada sekitar sepuluh menit ia terjeda tanpa melakukan apapun.Jujur Reyno sangat shock mendengar keadaan Tania yang katanya sedang mengalami masa kritis.Reyno juga tidak tahu kronologinya seperti apa,Katy bilang bayi Tania sangat sehat meski masih berada dalam inkubator.Hanya saja keadaan Tania yang sangat menyedihkan,entah Reyno harus menjelaskan apa pada ayah Tania nanti,mengingat Tania adalah anak tunggal dikeluarganya.


"Reyn ...."Panggil Jennie sekali lagi.Reyno tampak murung dan terus melamun.Jennie yang melihatnya merasa khawatir pada suaminya."Kalo kamu ngga mau cerita gini,aku malah tambah khawatir.Tania kenapa?jawab aku Reyn!"

__ADS_1


"Katy bilang Tania melahirkan secara prematur jam empat pagi tadi."lirih Reyno dalam pelukanya.


"Bagaimana keadaan bayinya? sehat,kan?" tanya Jennie khawatir.


"Bayinya sehat,namun kondisi Tania dalam keadaan keritis."


Ya?


Tubuh Jennie gemetar saat mendengar Kalimat yang Reyno ucapkan.Namun ia coba menahan sebisa mungkin keterkejutan yang menggetarkan jiwanya.Ia masih harus menenangkan Reyno yang perasaanya mungkin lebih kacau darinya.


"Reyn,kamu yang tenang,yah."Jennie menggenggam tangan Reyno lembut."Tania pasti akan baik-baik saja.Tidurlah,nanti aku bangunin kalau kita udah sampai."


"Makasih sayang, aku ngga tahu kalau ngga ada kamu,apakah aku masih bisa setenang ini."ujarnya sembari memejamkan mata.


***


Sekitar pukul dua belas malam,Katy baru pulang lembur dari kantornya.Ia nyaris shock ketika melihat Tania terkurai di lantai dalam keadaan tak sadarkan diri.Entah sudah berapa lama Tania pingsan,yang jelas tubuh Tania sudah sangat dingin seperti orang mati.

__ADS_1


Katy segera melarikan Tania ke rumah sakit langganan tempat Tania biasa memeriksakan kandunganya.Tania segera ditangani di ruang UGD tanpa ada siapapun yang boleh masuk.Selama tiga jam dokter tidak memberikan kabar atau kejelasan apapun.Katy sangat panik waktu itu,untung ada Farhan yang mau menemani dirinya di rumah sakit.


Sampai akhirnya salah satu dokter keluar dan memberi tahu keadaan Tania yang sudah sangat keritis.Dokter berkata,bahwa Tania harus segera menjalani operasi caesar untuk pengangkatan bayinya.Kondisi Tania sudah sangat lemah,tidak ada jalan lain kecuali menyelamatkan bayinya terlebih dahulu.Baru menangani Tania dan penyakitnya.Begitulah pesan dokter kepadanya.


Katy mencoba menghubungi Reyno berkal-kali,namun tidak ada jawaban dari sana.Dokter butuh persetujuan Reyno terlebih dahulu untuk melakukan operasi caesar,takut-takut jika terjadi kemungkinan terburuk,keluarga sudah memberi izin.Karena Reyno tidak mau menjawab,akhirnya Katy menandatangi persetujuan operasi caesar Tania tanpa izin terlebih dahulu pada Reyno.


Operasai berjalan sangat lancar hingga pukul lima pagi.Namun kondisi Tania sudah amat buruk,bahkan ia sempat kejang beberapa kali.Pendarahan mulai terjadi di beberapa bagian organ tubuh Tania,hemoglobinya sangat rendah sampai wanita itu tidak bisa sadar sama sekali.Selepas operasi casar selesai,Tania langsung dipindahkan keruang ICU.


Dari situlah Katy baru tahu,bahwa Tania selama ini menderita leukimia atau kanker darah.Katy juga sudah dapat menebak mengapa Tania kabur dari rumah dan mencari keberadaan Reyno tanpa rasa malu.Pasti Tania sedang mempertahankan bayi yang ada di dalam kandunganya,itu sebabnya ia kabur dari rumah.Dokter berkata,kondisi Tania semakin memburuk karena ia tidak mengkonsumsi obat dan menjalani kemoterapi.Tania harus memilih kelangngsungan hidupnya atau bayi yang ada di dalam kandunganya,Tania lebih memilih mempertahankan bayinya dan memutuskan untuk mengorbakan jiwanya.


Tania adalah anak semata wayang ayahnya,pasti Tania dipaksa ayahnya agara menggugurkan kandunganya.Tidak mungkin ayahnya rela melihat Sang Anak menderita demi bayi yang belum jelas kelahiranya.Itulah kesimpulan yang ada di dalam pikiran Katy.Tania tidak punya jalan lain selain meminta bantuan Reyno,meskipun ia harus di cap sebagai seorang pelakor.


Sejenak Katy merasa berdosa karena telah membenci perbuatan Tania.Andai ia tahu bahwa Tania sedang berjuang untuk kehidupan anaknya,Katy tidak akan mungkin sebenci ini pada Tania.Tidak ada yang bisa ia lakukan kecuali menunggu Tania sadar,Katy ingin sekali meminta maaf pada Tania.Selama Tania tinggal di rumahnya,Katy lebih banyak tidak peduli pada wanita itu.Tania juga selalu bersikap lembut walau sering disindir dan dijuteki oleh Katy.


Ya ... Tuhan,Katy merasa memiliki dosa besar pada Tania.Mereka pernah bersahabat waktu dulu.Seharusnya ia tidak boleh bersikap sejahat ini pada Tania.Ternyata bukan Tania yang jahat,melainkan Katy yang jahat pada Tania.


Katy sangat mengenal baik sosok Tania,ia adalah wanita anggun yang baik selama ini.Maka dari itu Katy sangat membenci Tania karena ia berubah menjadi pelakor yang jahat.Katy merasa jahat sekali,ia membenci seseoarang yang tidak seharusnya ia benci.Tania wanita hebat,bahkan Katy tidak akan kuat jika dalam posisi Tania.

__ADS_1


__ADS_2