Tali Perjodohan

Tali Perjodohan
Bab:83


__ADS_3

Satu minggu berlalu,Jennie masih saja lengket bagaikan permen karet.Reyno harus segera bekerja,ia tidak mungkin mengabaikan urusan kantor terlalu lama.Kasihan farhan sudah sangat kewalahan.


Reyno juga membawa istrinya bekerja,awalnya Reyno tidak mengizinkan Jennie untuk bekerja.Karena gadis itu terus ngambek dan tidak mau berpisah dengan suaminya.Akhirnya Reyno mengizinkanya untuk ikut bekerja.Sekalin Reyno dapat mengawasi kegiatan Jennie melalui cctv,hehe.


Tidak ada perubahan pada diri Jennie selamaa ia hamil.Jennie tidak pernah mual-mual selayaknya ibu hamil lainya.Ia terlihat layaknya wanita normal yang tidak sedang mengandung.Hanya saja anak itu berubah semakin childish.


Tidak hanya Jennie yang berubah,suaminya juga sama.Mereka berdua saling melengkapi ketika perasaan kekanak-kanakan itu datang.Kadang jika Reyno sedang merengek dan merajuk manja,Jennie harus menenangkan suaminya.Begitu juga sebaliknya saat Jennie yang seperti itu,Reyno yang harus menenangkan Jennie balik.


Untuk masalah Tania,wanita itu masih tinggal dirumah Katy.Demi kebaikanya juga,takut bertengkar dengan Jennie.Karena tempramen cewek itu masih dalam keadaan buruk.Bahkan ia masih belum mau memeriksakan kandunganya.Biarlah,toh Jennie tidak ada gangguan apapun selain pendarahan waktu itu.


~•~


Jam makan siang kantor hari ini tidak seperti biasanya.Kantin begitu sangat ramai,sehingga Jennie dan Hana harus berbagi tempat duduk dengan tiga wanita lainya.Untung mereka masih satu divisi dengan Hana dan Jennie,jadi tidak begitu asing.


"Han,kamu tahu tidak?ada gosip baru loh..." seorang wanita yang juga akrab dengan Hana mulai mengajak untuk bergosip.Hal yang sudah biasa dilakukan para wanita ketika sedang berkumpul.


"Aduh...pliss ya,Devi! aku mau makan,aku ngga tertarik dengan gosip baru yang kamu bawa.Pasti ngga menarik." Hana mencibir lalu menyendok nasi dipiringnya.


"Ini gosip tentang CEO di perusahaan kita loh..."


"Emang gosip apa?" Jennie langsung tanggap ketia mendengar Devi membicarakan gosip tentang suaminya sendiri.


Yupzz.CEO itu ya Reyno.


"Eh...Jennie,tumben kamu penasaran sama gosip yang dibawa Devi,aduh! pasti jelas gosip murahan ngga jelas." Hana menimpali.


Hana merasa heran dadakan,pasalnya Jennie jarang sekali berbicara dengan kariawan lainya.Kecuali Hana,Jennie tidak mau berteman dengan siapapun.Itu juga Hana butuh perjuangan keras untuk dapat berteman dengan Jennie.


"Siap-siap kalian mati kaget dengan gosip baru yang aku bawa..." Devi mulai menghebohkan suasana.


"Apaan...apaan?" dua wanita disampingnya juga tidak kalah heboh.


"Jadi waktu itu,pas temen aku ditoilet.Dia ngga sengaja dengar gosip tentang tuan muda Reyno,katanya tuan muda sudah menikah."


"Nikah ?" tiga orang dimeja itu kaget mendengar bosnya sudah menikah.Hanya Jennie seorang yang tidak jadi peduli mendengar gosip tidak penting seperti itu.


"Ia,jadi pas itu aku ngga sengaja dengar nona Katy disuruh beliin apa gitu,katanya buat istrinya." Devi berbicara dengan nada yang dibuat seserius mungkin.

__ADS_1


Ahh,kirain gosip apaan.Tidak penting sama sekali.


"Sayang banget ya tuhan,pangeran tampan kita sudah diambil orang..." Hana menimpali dengan wajah yang dibuat sedih."Kamu ngga sedih Je? tadi kayaknya antusias banget,sekarang malah diam."


Bodo amat! Jennie tidak peduli...!


"Terus ada yang lebih parah lagi.Ternyata bos kita itu tidak cinta sama istrinya..."


"Mulutmu ya,Dev...!" sergah Jennie kesal.Dimana empat cewek lainya langsung kaget mendengar nada bicara Jennie yang mendadak tidak santai.


"Jennie plisss,jangan ngagetin kita! dari tadi kamu diam,terus tiba-tiba ngomong keras banget.Kita yang dengar suara kamu hampir mati jantungan tau ngga sih?" ucap Hana kesal.


"Soalnya,kata temen aku.Tuan muda itu masih cinta sama mantan pacarnya,dan katanya..." ada jeda sebentar agar pendengar setianya penasaran."Mantan pacarnya itu hamil.Hamil anaknya tuan muda Reyno..."


"Omong kosong! darimana kamu dapat gosip gak jelas seperti itu?" bentak Jennie semakin kesal.


Ada dentuman sendok dan garpu yang Jennie banting diatas piring.Dimana kemudian satu meja itu menatap sinis ke arah Jennie.


"Ya ampun Jennie,aku tahu kamu sakit hati.Kita semua disini merasakan hal yang sama.Siapa sih yang rela pangeranya menikah dengan gadis lain?" Devi berbicara heboh.Ada tangan yang diayun ayun untuk mengiringi langkah bibirnya.


Reyno itu ngga cinta lagi sama mantanya.Cinta Reyno hanya untuk Jennie seorang.Ingin sekali rasanya Jennie melontarkan kalimat itu.lalu merompes mulut wanita si pembawa gosip murahan.


"Terpercaya dong,soalnya temen aku denger langsung pembicaraan nona Katy.Diteleponya,ia bilang sedang mempersiapkan pernikahan dadakan untuk Tuan muda Reyno dan mantanya."


Eh...jadi semua ini sumbernya dari mulut Katy? akhh,Jennie kesal sekali...


"Jadi intinya,CEO kita punya dua istri ? gitu maksud kamu,Dev?"tanya Hana antusias.


"Yupzz! kamu benar sekali Hana cantik.Lama-lama semakin jago ngegosip."


Hana berkata lagi."Begitulah orang banyak uang,rumit sekali masalah hidupnya.Tapi apa kamu ngga mikir,kasian sekali istri pertamanya.Pasti hatinya hancur dipoligami."


Istri pertamanya itu aku Hana!


Aku itrinya bos kamu...aku yang ada disamping kamu...


"Udah si jangan gosip mulu..." Jennie mencubit Hana kesal.

__ADS_1


"Apaan si Jennie,kita lagi seru banget loh..."


"Kalo menurut aku nih,istri pertamanya pasti jelek.Makanya bos kita lebih milih mantan pacarnya."


"Mulut kamu kayaknya perlu disumpal botol saos ya,Dev? " bentaknya emosi. Jennie mengangkat saos tinggi-tinggi,bersiap melemparkanya ke arah Devi.


"Astaga Jennie,kamu itu suka kelewatan bercandanya tau.Aku jadi kaget nih." Devi memegangi dadanya.


"Kamu ada apa sih Je? kayak seolah-olah kamu itu istri pertama tuan muda Reyno.Galak banget..."


Memang aku istrinya,Hana bodoh!


Jennie mendengus tanpa menjawab pertanyan Hana dan Devi.Ia meraih minumanya,lalu menenggak habis satu gelas air dingin hingga tandas tak tersisa.jiwanya panas terbakar.Emosi didalam diri Jennie meluap setinggi-tingginya.Mulut nyinyir teman-temanya telah sukses membuat hati seorang Jennie bergejolak.


"Sumpah nih,mendadak aku penasaran.Pengin lihat istri pertamanya kayak apa..." Devi berbicara sembari mengayunkan bahasa tubuhnya.


"Ya,kayak yang kamu bilang.Bisa jadi karna jelek...aku tambah lagi deh,gendut dan engga banget hahahaha!" Hana tertawa lepas diikuti oleh yang lainya.


"Awwkkkkk...!" Hana memekik kesakitan saat tangan Jennie mencubit pahanya keras-keras.


"Ngga usah ikut-ikut ngomongin gosip murahan deh,Han..."


"Aduh Jennie,sensitif banget sih.Tadi kayaknya kamu penasaran banget mau denger gosipnya.Kenapa sekarang kamu jadi marah-marah gak terima,lagi datang bulan ya?"Devi bertanya.


Itu karena kamu bawa-bawa nama saya lambe turah...!!


"Kalian ngga boleh ngomong sembarangan,siapa tahu istri Tuan muda kita cantik.Mungkin saja dia terpaksa menikah dengan mantanya."balas Jennie kesal.Ingin rasanya ia pergi dari tempat itu.


"Aduh anak kecil,ngga gitu cara mainya.Biasanya yang terpaksa menikah itu istri pertamanya.Semacam kasus nikah karena perjodohan." terang Devi menjelaskan.


"Reyno ngga dipaksa...!!!" bentak Jennie lantang.


"Eh...eh...kamu jadi emosi gini sih,nak.Apa kamu tahu fakta yang sesungguhnya?"


Ya jelas tahulah...aku peran utamanya.


Akh! ingin rasanya Jennie mengatakan fakta yang sesungguhnya.Demi apapun Jennie sangat kesal pada teman-temanya.

__ADS_1


"Au,akh...bodo amat!"sebuah kalimat lemah tak berdaya yang hanya Jennie mampu katakan.


__ADS_2