Tali Perjodohan

Tali Perjodohan
Bab: 86


__ADS_3

_Aku rela mati diatas tubuhmu_





"Ya sudah, aku temani."


"Ngga butuh...!"


"Ayolah,aku tahu kamu tidak akan pernah bisa tidur tanpa bantalan lengan empuk miliku.Apa lagi ditambah pelukan hangat beserta otot dada keras sebagai sandaranya."


Deggh!


Sontak mata kedua gadis polos itu terbelalak mendengar kalimat mesum yang keluar dari bibir Reyno .Guratan-guratan merah mulai terpancar jelas dikedua pipi Hana dan Devi.Hana hanyalah gadis polos berumur sembilan belas tahun.Sedangkan Devi,gadis itu hanya lebih tua satu tahun diatas Hana.


Ucapan Reyno sukses meracuni pikiran negatif dalam diri Hana dan Devi terbangun.Mereka mulai memikirkan kalimat nyeleneh yang dilontarkan suami Jennie.Apa lagi Devi yang hidupnya hanya suka nyinyir namun otaknya polos dan tulalit.Cewek itu semakin mencerna kalimat Reyno sekeras mungkin.


"Kalo mau nginep ngga pa-pa,nanti aku sama Devi tidur diluar pakai kasur lantai.Tunggu sebentar,aku siapkan dulu." Hana langsung pergi menuju kamar.Sengaja ia kabur dari situasi tidak enak yang meracuni gendang telinganya.


Aishhhhh,Devi semakin terpojok dalam situasi menggenaskan.Bernafas ditengah-tengah pasangan suami istri itu,rasanya sesak sekali.Yang dimana mulut si suami sangat mesum dan tidak tahu malu.Devi semakin sulit mengatur laju nafasnya,seperti ada tali tamban yang mengikat dadanya kuat.


Siapa saja tolong tarik Devi dari situasi macam ini.


***


Sepuluh menit kemudian,Hana keluar membawa kasur lantai untuk Devi dan dirinya.


"Kamarnya sudah bisa digunakan."Ucap Hana begitu keluar dari dalam kamar.Jennie segera berjalan menuju kamar dengan kaki yang dihentak-hentakan kesal.


"Terima kasih Hana..." Reyno mengikuti Jennie dari belakang.Lalu tubuh mereka hilang bersamaan dengan pintu yang baru ditutup.


"Heuuuuh..." Devi menghembuskan nafas lega.Akhirnya ketegangan mulai berakhir."Kamu tega banget ninggalin aku sendirian,aku malu banget tahu."Dengusnya kesal.


"Hehehe,maaf...maaf.Aku kan mempercepat mereka agar segera tidur.Sekarang udah gak malu lagi,kan?"


"Huuuuuuuu..." Seru Devi.Kemudian ia membantu Hana yang sedang menggelar kasur lantai.


Entah apa yang sedang menghipnotis pandanganya,Jennie merasa tenang begitu masuk kedalam kamar Hana.Ruang sederhana dimana tidak ada pernak-pernik wanita sama sekali,telah berhasil membuat Jennie nyaman berada didalamnya.


Jennie menatap damai sekelilingnya,terasa hangat sekali.Ia ingin berlama -lama tinggal di kamar Hana.Sebuah kesederhanaan yang baru pertama kali ia lihat.Aneh rasanya,mengapa akhir-akhir ini Jennie suka sekali kesederhanaan.


Suasana itu mendadak hilang ketika Jennie mendengar audio sialan keluar dari bibir suaminya.


"Ini yakin bisa ditidurin?" Reyno menekan-nekan sebuah ranjang usang dengan berat tubuhnya."Aku takut tengah malam tiba-tiba ranjang ini jatuh."kelakarnya lagi.


"Reyno, berisik banget sih?" Jennie mendengus kesal lalu naik keatas ranjang,ia tidur berbaring membelakangi suaminya."Aku mau tidur."

__ADS_1


Reyno menyeringai jahat diikuti senyum licik.Waktunya memberi pelajaran pada mahluk planet itu...


"Je,kamu ngga mau nyoba gaya baru disini.Kayaknya kamu suka sama tempat ini.Gimana kalo aku nengokin dede kita,aku kangen sama dia."Goda Reyno.Kemudian cowok itu ikut berbaring bersamaan dengan tangan yang bergelayut manja.


Bibirnya meniup-niup bagian tengkuk Jennie iseng.Cewek mana yang bisa tahan diperlakukan seperti itu.Tentu saja Jennie sudah memanas menahan geli yang menyengat bagai aliran listrik.


"Ngga usah pura-pura tidur,mulut kamu diam.Tapi tubuh kamu ngga bisa bohong sayangku."goda Reyno semakin gila.Cowok itu mendekatkan wajahnya pada perpotongan leher sang istri.Mengecupi leher Jennie berkali-kali,sembari tanganya merengkuh kuat tubuh Jennie yang sudah gemetar sedari tadi.


"Reyno jangan gila,deh." Jennie berbalik lalu mendorong tubuh suaminya jauh-jauh."Diluar ada Hana sama Devi,jangan aneh-aneh,plisss!"


"Aku ngga tahan..."


"Reyn,jangan lakuin itu." cegat Jennie saat Reyno mulai meremat gundukan sebelah kiri miliknya.


"Besok aja dirumah."


"Gak mau!" siapa suruh kamu bandel,coba kalo mau diajak pulang tadi,aku ngga akan giniin kamu,Je!


"Ada Hana,loh...emang enoki kamu ngga bisa sedikit tau diri apa?masa ngga mau ngertiin kondisi seperti ini."Jennie mendengus kesal.


"Kamu rasain sendiri,nih!" Reyno meraih tangan Jennie,lalu meletakanya diatas benda tumpul yang sedari tadi sudah on.


Dasar enoki sialan!


"Plissssssss,sayang," pinta Reyno,cowok itu tidak membiarkan tangan istrinya menjauh dari benda tumpul miliknya."Ayolah,"


"Ya,Tuhan,Reynooooo..."Jennie berseru keras saat Reyno menindih paksa tubuhnya."Jangan macem-macem.Aku bunuh kamu." ancamnya kesal.


Tidak sulit membangunkan gairah seorang Reyno.Apalagi semenjak Reyno hamil,cowok itu semakin berhasrat melahap tubuh istrinya.


"Reynnnnn,akhhh!"desahnya saat Reyno menarik paksa kain tipis yang menutupi tubuh istrinya.


"Cuma,sebentar,kok." Reyno langsung mendaratkan sebuah ciuman tanpa menunggu jawaban Jennie berikutnya.


Wanita itu mulai kewalahan saat seluruh anggota tubuh Reyno bergerak melancarkan aksinya.Perlahan tapi pasti, pikira Jennie mulai hilang dari ambang batas wajar.Desahan manja mulai keluar dari bibir manis Jennie.tidak peduli ia sedang berada dimana.Sesekali ia teriak karena tak tahan dengan perbuatan jail suaminya.


Sementara di sebelah ruangan mereka,ada dua wanita bodoh yang sedang menatap langit-langin sembari mencoba menutup mata.Dimana decitan ranjang terdengar jelas ditelinga mereka.Hana dan Devi merasa gendang telinganya sudah dinodai oleh suara racun pasangan suami istri gila itu.


"Han,kamu dengar suara di sebelah ngga?"tanya Devi memecahkan suasana.


Pertanyaan bodoh mulai keluar dari bibir Devi.Tentu saja Hana mendengar,tidak perlu ditanya lagi.


"Dengarlah,mungkin saja bukan hanya kita yang mendengar suara mereka.Tetangga sebelah juga dapat mendengar berisiknya mereka."


"Kita kerumahku aja,yuk" ajak Devi.Demi apapun ia merasa menyesal menginap dirumah Hana.


"Ngga enak kalo kita pergi,coba tidur aja."


"Mana bisa...berisik banget.Kuping aku ngilu dengernya."Devi menutup telinganya.Ia jadi salah tingkah sendiri,kemudian gadis itu bangun lalu terduduk.

__ADS_1


"Kira-kira mereka lagi apa ya,Han?"


Bodoh! pertanyaan bodoh macam apa lagi itu Devi? Hana yang masih sembilan belas tahun saja sudah paham dengan kegiatan mereka.Ini Devi yang sudah dua puluh tahun,menanyakan pertanyaan tidak pantas seperti itu.


"Tentu saja sedang membuat bayi,bodoh!" Hana menonyor dahi Devi gemas.


"Bukanya sudah jadi?" tanya Devi polos.


"Apanya yang sudah jadi?"


"Bayinya.Jennie sedang hamil,kan?"


Arghh,Hana semakin kesal saja!Devi begitu bodohnya,tidak dapat membedakan yang mana perumpaaan dan kenyataan.Masa Hana harus bilang terang-terangan kalau mereka sedang bercinta manja didalam sana.Itu intinya,heran Hana dengan otak Devi.


"Emangnya kalo sudah sudah hamil ngga boleh bikin lagi,apa?" tukas Hana.


"Jadi bisa nambah bayi lagi gitu?"


Oh Tuhan,setengah mati rasanya berbicara dengan Devi si mahluk oon.


"Terserah kamu lah,Dev.Saat pelajaran biologi dulu,kamu kemana saja,sih?"gerutu Hana Kesal.


Ahkhhhh,Reyn...!


Ya,Tuhan! mereka kapan selesainya sih? gendang telinga Hana sudah tidak kuat lagi mendengar nada dering racun yang keluar dari ruang sebelahnya.


Dasar bos ngga ada ahlak!


"Han,aku jadi penasaran rasanya seperti apa,kok kelihatanya sakir banget ya?sampai teriak gitu Jennie-nya."


"serah Devi saja,lah.Aku mau tidur.Silahkan kamu pantengin kegiatan mereka sampai pagi.


Hana berbaring membelakangi Devi,kemudian menutupi kepalanya dengan bantal.


"Terima kasih sayang,yang tadi sempit banget.Apapun yang terjadi,aku benar-benar rela mati diatas tubuhmu." kalimat yang Reyno ucapkan saat baru saja selesai mencapai pelepasanya.


Jennie memandangi wajah Reyno dengan mata sayu."Kamu keterlaluan,Reyn.Aku ngga enak sama Hana dan Devi.Bagaimanapun kita sedang bertamu dirumah mereka."


"Sudah jangan dipikirin,anggap saja mereka mahluk tak kasat mata."





Jangan nanya kapan upnya lagi ya.😜


Jennie lagi sibuk otewe kombek sama blekping.Dalam arti,authornya lagi kurang baik moodnya,nanti kalo udah baikan aku up lagi,tapi ngga tahu pasti kapanya...

__ADS_1


Terima kasih.


Anarita.


__ADS_2