Tali Perjodohan

Tali Perjodohan
Bab:67


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA....







Sejak Reyno berkata jujur tentang kecelakaan dimalam itu,sejak itu pula Jennie memperluas pikiranya.Wanita bukanlah orang yang akan bisa stalk disitu saja,jelas Jennie sudah memikirkan resiko dan solusinya.


Baik Reyno atau pun Katy,mereka masih berfikir keras tentang motif dasar Jennie.Apa yang dipikirkan anak itu sampai harus memaksa Reyno untuk menikahin Tania.


Jam menunjukan pukul 18.00 sore.Jennie masih tidur nyenyak didalam pelukan sang suami.Setelah lelah bergurau dan mengeluarkan banyak sekali celotehan,anak itu akhirnya tertidur damai.Sementara Reyno terus memandangi wajah istrinya sepanjang ia tidur.Merangkum wajahnya,memeluknya erat,bahkan mencium pipi dan tanganya berkali-kali.


Meminta maaf berkali-kali tidak akan membuat anak itu bahagia.Jalan satu-satunya yang dapat Reyno lakukan adalah menuruti setiap permintaanya.


"Reyn.." Nama itu adalah nama yang pertama kali Jennie ucapkan saat ia terbangun dari tidurnya.


"Iya...kamu sudah bangun ?"Reyno terhenyak dari lamunanya.Ia tidak berani bertanya macam-macam.Laki-laki itu sadar betul posisinya sekarang sedang terhimpit batu masalah yang sangat besar.Bahkan untuk sekedar menggoda istrinya saja tidak mampu.


"Tania ada dimana ?"


Astaga.Anak ini ya..


Apa sebenarnya yang ada didalam hatinya?


Untuk apa menanyakan Tania ?


"Dia bersama Katy,mungkin dibawa kerumahnya.Sudah jangan memikirkan dia." Reyno memijit pelipisnya yang terasa nyeri sekali.Mendengar nama itu dapat membuat kepalanya mendadak ngilu.Mungkin menuju stress.


"Aku cuma mau mastiin dia baik-baik aja,Entah kenapa,aku ngerasa iba sama bayi yang ada didalamnya.Aku suruh kamu nikahin Tania itu karena dia.Dia yang tidak bersalah dan tak tahu apa-apa."


Ya...


Jennie yakin hanya karena bayi itu.Bukan hal-hal lain.Jujur ia masih memikirkan tentang hatinya yang mendadak berubah melow seperti ini.Sama sekali bukan dirinya.Bawaan apa ini sebenarnya?


"Besok pagi kita temui Tania yah.."ucap Jennie hati-hati.Ia tahu kalau suaminya sangat sensitif jika diajak membicarakan tentang mantanya.


"Ngga mau..." tolak Reyno malas.Untuk apa pula menemui Tania.


"Jangan gitu.Kita harus mastiin Tania dan anak kamu baik-baik saja."


"Kenapa bilang gitu sih,bagaimana kalau bayi yang ada disana bukan anak aku..?"

__ADS_1


Reyno tahu betul sifat pacar Tania sebelumnya seperti apa.Pria hidung belang yang hidupnya suka gonta-ganti pacar.Reyno juga sempat menentang Tania berhubungan dengan laki-laki itu.Reyno mau diputuskan oleh Tania,asal jangan karena laki-laki keparat seperti itu.Bahkan Reyno tidak tahu kenapa Tania memilih pria itu untuk dijadikan pacar pura-puranya.


"Tapi Tania bilang itu anak kamu,kamu harus percaya sama dia.Bukanya kamu paling tahu sikap dia seperti apa?"


"Sejak dia menjebak aku.Aku ngga akan pernah percaya lagi sama wanita itu.Kalau bukan karena permintaan gila kamu,aku ngga akan pernah mau nikah sama dia.Setelah anak itu lahir,aku akan langsung tes dna untuk memastikan itu anak aku atau bukan."


"Terus kalau itu bukan anak kamu,kamu mau apa?"


"Aku akan ceraikan dia,lagian aku juga tidak mungkin memberi status pernikahan sah pada wanita itu.Kita hanya menikah siri karena terpaksa."


"Tapi kalau itu adalah anak kamu,apa yang akan kamu lakuin.Apa kamu mau memberinya gelar istri sah ?"


"Aku ngga pernah mikir sejauh itu,satu hal yang aku yakini.Dia bukan anak aku."


Jennie harap juga seperti itu.Jika dia bukan anak kandung Reyno,ia tidak perlu berbagi suami dengan wanita lain.


"Kamu yang kuat yah.aku akan selalu ada disamping kamu.Kita hadapi masalah ini sama-sama."


"Iya.Makasih sayang."Reyno mengeratkan pelukanya,menghujani banyak ciuman di wajah istrinya.Tidak ada hati yang semurni hati istrinya.Bahkan Tania yang terlihat baik sekalipun.


"Terus bagaimana dengan orang tua kamu?"


"Aku akan merahasiakan hal ini,Mamah tidak akan setuju aku menikahi wanita lain.Sementara waktu kita harus merahasiakan hal ini dari orang tua kita."


Jennie mengangguk paham.Ia tahu kehadiran Tania adalah hal yang paling tidak diinginkan,baik dalam keluarga Reyno maupun keluarga Jennie.Mereka tidak akan menerima Tania begitu saja.


Kasian bayi itu...😢


Hemm.Mengapa ia jadi memikirkan bayi Tania?


Jennie seperti tubuh yang lepas dari cangkangnya.Hatinya mendadak lembut entah mengapa.Sama sekali tidak persis dengan rencananya kala itu.


Ya benar,anak itu memang sudah memikirkan rencananya matang-matang.Jika Tania datang dalam keadaan hamil.Anak itu sudah tahu harus berbuat apa selanjutnya.


Pernikahan Tania dengan Reyno.Itu juga termasuk dalam rencananya.Hanya saja sekarang ia ragu untuk melanjutkan Rencana itu.


Tadinya Jennie hendak membuka mata Tania selebar-lebarnya.Dengan merangkak masuk keatas ranjang suaminya,tidak akan membuat laki-laki itu berubah cinta kembali pada Tania.


Ia tahu persis suaminya seperti apa.Walau tindakanya terbilang cukup ekstrim,tapi ia tidak akan tahu apa yang akan terjadi jika tidak mencoba.


Jennie memang akan memberikan gelar istri Reyno pada wanita itu,tapi Jennie tidak akan memberikan Reyno dengan mudah padanya.Ia akan menunjukan segala kemesraanya dengan Reyno setiap hari.Tania akan melihat sendiri, seperti apa kuatnya hubungan cinta diantara Jennie dan Reyno.Dengan begitu wanita itu pasti akan sadar bahwa posisinya sudah tergeser sejak lama.Menikah dengan Reyno tidak akan membuat hidup Tania bahagia.Malah justru sebaliknya,Tania akan merasakan sakit yang jauh lebih dari sebelumnya.


Jika Reyno menikah dengan Tania,Jennie bisa saja tersingkir.Itulah kemungkinan terburuk yang ia harus terima.Tapi cara itu adalah cara terbaik untuk menyadarkan Tania,merebut suami orang adalah perbuatan yang salah.


Jennie sangat yakin.Cintanya tidak akan goyah meski ada orang ketiga didalam rumahnya.


Dengan begitu Tania akan sadar dan pergi dengan sendirinya.Itulah rencana yang sudah dipikirkan cewek itu.

__ADS_1


"Maukah mandi bersama ?" Pertanyaan Reyno membuat Jennie terhenyak dari lamunanya.Laki-laki itu sama sekali tidak ingin membahas masalah Tania saat ini.


"Ya ?" Jennie mengerjapkan matanya berulang -ulang."Maaf aku kurang jelas,tadi kamu ngomong apa?"


"Mau mandi bareng aku ngga?"


"Iya mau,tapi sebelumnya ada hal yang mau aku bicarain sama kamu."


"Hal Apa ?"


Jika itu tentang Tania lagi,Reyno akan menutup kedua telinganya serapat mungkin.Sumpah,Reyno muak mendengar nama itu.


"Sebenarnya aku ngga hamil,semua itu cuma rencana aku sama bi Ina.Aku yang nyuruh bi Ina nyebut kata hamil di depan kamu.Aku juga ngga nyangka kamu sampai se serius itu nanggepinya.Maafin aku yah."


Benarkah seperti itu?


Jennie tidak hamil,tapi mengapa Reyno seolah dapat merasakan kehadiranya dengan nyata.Ia merasa mendapatkan ikatan yang kuat antar ia dan bayi yang ada di perut Jennie.Mungkinkah perasaanya hanya sebuah ilusi?


"Reyn,kamu marah kah?"


"E-engak." Reyno terbata saat mengatakanya.Ada jeda sebentar sebelum ia mulai berbicara kembali."Tapi kamu yakin kalau kamu ngga hamil?"


"Yakin lah,bahkan jadwal aku haid masih satu minggu lagi kok.Aku belum mau hamil sekarang,kamu ngerti kan."


"Iya aku ngerti."


Itu artinya Reyno harus menggunakan pengaman setiap kali berhubungan dengan Jennie.Memang kalau dipikir-pikir mereka baru melakukan tanpa pengaman satu kali.Tidak mungkin akan langsung jadi kan?


Jadi dari manakah perasaan ikatan itu muncul?


_Perasaan kuat antara ayah dan anak yang ada didalam perut istrinya_







Dari cerita ini kalian bisa menyimpulkan,bahwa cerita ini berbanding terbalik dengan dunia nyata.Biasanya pelakor adalah pihak yang paling diuntungkan dalam rumah tangga.Mereka datang tanpa rasa sungkan.Merusak dan mengganggu rumah tangga orang.Jadi aku mau bikin cerita ini kebalik.Si cowoknya lebih sayang pada istri pertama,si pelakor akan sakit karena tidak ada cinta untuknya.Bosen aja gitu kalo liat cerita tentang pelakor yang lebih disayang sama suaminya.Buat yang nunggu cerita lucu dan kocaknya mereka,sabar dulu ya.....nanti pasti akan ada...


Terima kasih.


❤❤

__ADS_1


Ana.


__ADS_2