
Bagian bab ini aku tulis berdasarkan kisah nyata yang aku alami dengan kedua mata dan hati yang hancur lebur. Melalui cerita di bab ini, aku mencoba menumpahkan kesedihanku atas perginya mamahku satu tahun yang lalu. Tapi angggap aja itu Tania yah, bukan mamaku...
Selamat membaca.
***
Satu jam yang lalu sebelum Tania dinyatakan koma.Reyno dan Jennie sempat melihat Tania tersadar walau tidak mengucapkan sepatah katapun.Sekitar satu menit ia membuka kedua matanya sebelum teriakanya Tania menggema hebat di ruang ICU yang mengerikan.Tania meraum sembari memegangi kepalanya dengan kedua tangan.
Tania berteriak histeris,merasakan sakit yang luar biasa hebatnya.Tania berkata sudah tidak sanggup lagi,ia hanya ingin segera terbebas dari rasa sakit yang sedang mengguncang tubuhnya saat ini.
Siapapun yang melihat keadaan Tania saat ini,pasti akan hancur bersaamaan dengan rauman menyakitkan yang terus menerus keluar dari bibir Tania.Tania sangat menderita,kangker darah itu telah menyakiti setiap inci di tubuh Tania.
Tania sempat mengalami kejang beberapa kali sebelum ia mulai tidak sadarkan diri.Darah segar mulai keluar dari semua lubang di bagian tubuhnya.Mungkin karena tubuh itu sudah tidak kuat lagi menahan penyakit mengerikan yang bernama leukimia.
Awalnya,Reyno sangat kaget ketika melihat Tania mengeluarkan darah dari kedua pangkal pahanya.Reyno teriak memanggil suster dan dokter yang berjaga di sana.Belum cukup dengan kejadian itu,Tania mulai memuntahkan banyak darah dari mulutnya,bahkan dokter memasang sejenis selang untuk menyedot darah yang terus mengalir dari mulutnya.Karena jika tidak di sedot,darah itu akan menutupi oksigen yang masuk ke dalam paru-paru Tania.
__ADS_1
Darah juga mulai keluar dari telinga dan hidung Tania,entah sudah berapa banyak liter darah yang Tania keluarkan saat itu.Yang jelas tubuh Tania sudah merah bersimpah darah.
Dokter bilang,kemungkinan hidup Tania sudah sangat tipis,pembulu darah di otaknya pecah,itu sebabnya Tania tidak sadarkan diri.Andaipun ada keajabian datang,Tania tetap tidak bisa akan hidup normal kembali.Tania akan cacat karena pembulu otaknya sudah pecah.Bisa dikatakan otak Tania sudah tidak dapat berfungsi lagi,respon matanya juga sudah dinyatakana dalam kondisi nonrespon.
Tiba-tiba pernafasan spontan alamiah tidak lagi mampu memberikan asupan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida dari paru-paru Tania.
Dalam waktu singkat setelah pernafasan terhenti, jantung juga akan berhenti berdetak. Sirkulasi darah dan metabolisme berhenti. Pasien akan meninggal dalam hitungan menit.Tania dalam keadaan gawat darurat.
Dokter mulai mencopot alat ventilator yang bersarang di hidung Tania,ia menggantinya dengan alat bantu nafas yang dimasukan langsung kedalam tubuhnya,karena Tania sudah tidak dapat merespon oksigen alami.
Tania hanya dapat bernafas dengan alat bantuan yang berasal dari mesin respirator. Jika pernafasan alami terhenti, organ tubuh terpenting tidak lagi mendapat asupan oksigen. Dalam waktu bersamaan, karbon dioksida tidak lagi dikeluarkan lewat paru-paru Tania.Bisa dikatakan mesin respirator itu adalah sebagian dari nyawa Tania.
Reyno hanya dapat memandangi wajah Tania dari jarak satu meter.Percayalah,bahu Reyno langsung merosot lemas ketika melihat darah banyak masih keluar dari bagian tubuh Tania.Sementara Jennie di bawa pulang oleh Katy karena sempat histeris dan pingsan karena melihat kondisi Tania yang mengenaskan.
Sekitar sore hari.Tubuh Tania tidak lagi mengeluarkan darah,namun ada banyak sekali bekas lebam di sekujur tubuhnya.Tangan dan wajahnya dingin pucat.Hampir sebaian tubuh Tania bembiru gelap.Seperti bekas memar akibat pukulan.
__ADS_1
Malam harinya,Reyno di panggil oleh dokter untuk ke dalam ruangan Tania.Dokter itu bertanya."Maaf tuan,jika sampai terjadi perhentian detak jantung,apakah anda akan melakukan kejut jantung pada tubuh Tania?"
"Resikonya bagaimana?" tanya Reyno.
"Tubuh pasien sudah mengalami luka parah di dalamnya.Jika kita melakukan kejut jantung setelah perhentian detaknya,pasien akan lebih sakit dan menderita.Kemungkinan selamatnya juga sangat tipis.Resiko terburuk,tulang rusuknya bisa remuk, dan darah akan keluar banyak sekali dari tubuh pasien." (Mama ....ðŸ˜)
"Kalau begitu jangan lakukan,biarkan saja sesuai dengan keinginan Tania." ucap Reyno dengan raut wajah sedih.
Dokter menyuruh Reyno untuk berdoa dan merelakan kepergian Tania.Sesaat doa-doa itu Reyno panjatkan,Tania menghembuskan nafas terakhirnya dengan wajah yang terlihat bahagia dan tersenyum.
Tidak ada tangisan lagi dari Reyno.Penderitaan Tania di dunia telah usai.Kini Tania tidak perlu lagi melawan rasa sakitnya.Reyno harap Tania akan tenang dan damai di sisi Tuhan.
"Selamat jalan Tania,aku dan Jennie pasti akan merawat anak kamu.Semoga kamu bahagia menerima takdir yang sudah ditetapkan oleh Tuhan.Kita pasti akan bahagia ... bahagia sesuai dengan harapan kamu."
***
__ADS_1
Note dari aku: Part-part ini sangat membosankan ya.Tapi aku harap kalian mau bersabar sebentar.Aku mau pecah-pecahin konfliknya biar cepet selese.Abis ini ngga akan aku kasih konflik lagi.Mungkin cerita akan aku arahin ke Reyno dan Jennie only.Semua kekonyolan dan kebucinan mereka aja..Doain aja gak hiatus.soalnya aku udah bosen banget nih kwkwwk.Tengkiyu.
Anarita.