Tali Perjodohan

Tali Perjodohan
Bab 37 : Kado untuk Reyno


__ADS_3

Kling, , kling ,,Kling.


Suara ponsel Jennie berdering nyaring di dalam tasnya.Ia meraih tote bag bermerek chanel itu dan segera membuka risletingnya .Tanpa menunggu lama ia segera mengambil ponselnya,menekan tombol hijau yang tertera dilayarnya.


"Hallo kak William, ada apa ?"


Kamu lagi dimana ??


"Aku lagi ditoilet kak,kita baru mau turun sarapan." jawab Jennie sambil merapikan baju dan riasanya.


Gimana liburan kalian disana,Lancar?


"Kita belum kemana mana kak,kemarin seharian istirahat soalnya Reyno kurang enak badan. " Jennie menggigit bibir bawahnya saat bercerita.Hatinya dipenuhi tanda tanya mengapa William tiba tiba menelfonya.


Yaudah ,kaka cuma mau mastiin kalian berdua ngga berantem disana,oh ya ! kamu udah tau kan! hari ini ulang tahun Reyno ?


"Hah !! omg aku lupa ,Reyno juga ngga bilang apa apa lagi ." Jennie mulai bingung menepuk dahinya ,ia belum menyiapkan kado apapun untuk Reyno.Bagaimana ini ?


Santai ! Reyno tidak akan marah atau menuntut kado dari kamu.


"Tapi tetep aja ,kado itu penting.Kira kira Reyno suka apa ya ka ?"


"Suka kamu! sebagai istri Reyno,kamu pasti paham apa yang Reyno mau dari kamu."


"Hahh ?? "Jennie membulatkan matanya ketika mendengar perkataan William.


"Kak,,"


Tut ,,,tut,,, tut,, ( panggilan terputus.)


"Kak !" panggil Jennie memastikan sekali lagi.


"Ishkkkkkkk " Jennie berdecak kesal karena William mematikan panggilan begitu saja ,ia menimbang kembali perkataan terakhir William . Dia bukan gadis yang polos amat,dia tahu apa yang William maksud.Kata kata William seolah menyudutkan gadis itu bahwa ia sangat keterlaluan terhadap suaminya.


Apa ini saatnya ???Jennie belum siap untuk hal ini. Hati dan otaknya dipenuhi gunda gulana.ia menatap kaca yang ada didepanya .Tidak,, tidak ,,,! ini belum saatnya untuk Reyno mendapatkan semua ini.


Jennie menghentakan kakinya dan melangkah keluar, dia sudah cukup lama berada di dalam toilet,Reyno yang sedang menunggunya di resto pasti khawatir kalau ia tidak segera muncul.


"Iskkkkhh kaka ipar sialan !!" Jennie berdecak sekali lagi, ia mengingat perkataan William kembali, Fuc-k !! kaka ipar sialan itu benar benar sukses mengobok obok hati gadis itu agar merasa bersalah.


Jennie berfikir sekali lagi, Ayolah ini bukanlah hal sulit, Jennie hanya perlu membeli alat kontrasepsi maka dia tidak akan hamil.


Dengan sedikit ragu ,tubuh kecil itu melangkah masuk menuju sebuah apotik yang tak jauh dari gedung hotel .Seorang kariawan yang melihat Jennie tengah kebingungan di depan pintu masuk, langsung datang menghampiri .


"Aloha e hiki iaʻu ke kōkua ?" (selamat datang ada yang bisa saya bantu?)


Jennie menatap kariawan itu dengang raut wajah yang bingung,ia tak mengerti apa yang diucapkan kariawan itu.Bahasa planet macam apakah ini ? iskhhhh.


"Sorry,can u speak english ?"


"Can i help you ?"


"Eungh,,, i need ,, emmmp." Jennie menggigit bibirnya,ia ragu dan malu untuk mengatakanya.ia meremas kedua tangan yang saling bertaut.


(berbicara dalam bahasa inggris)


"Apa yang anda butuhkan nona?" tanya sang pelayan sekali lagi .


Jennie menghela nafas sejenak ."Enghh,,,saya butuh alat kontrasepsi untuk pria." Jennie langsung menundukan kepalanya,urat malunya sudah berada di puncak ubun-ubun saat ini.Sementara kariawan itu hanya tersenyum melihat tingkah laku Jennie yang tampak malu-malu . Seharusnya membeli hal seperti itu adalah hal yang sangat wajar di Amerika .Kenapa harus malu?


"Tunggu sebentar." Kariawan itu melangkahkan kakinya menuju sebuah rak yang tak jauh darinya. Ia mengambil satu bungkus kondo#m pesanan Jennie.

__ADS_1


"Ini Nona ." kariawan itu tersenyum ramah.


"Apakah ini aman ? umur saya masih 19 tahun." Jennie memperhatikan kotak yang bertuliskan TROJAN ENZ dengan seksama. lagi lagi Jennie bertanya dengan gugup dan malu-malu.


"Itu sangat aman,ini adalah Kondo#m nomer satu di Amerika,terbaik dan terlaris.Anda juga akan mendapat ekstra pelumas Nona." terang kariawan itu pada Jennie.


Ishkkk,untuk apa itu pelumas ?


"Oke, bisakah kamu membungkus ini dengan kotak kado ?"


"Oke ,Nona. " kariawan itu tersenyum ,lalu ia mengambil kondo#m yang ada di tangan Jennie untuk segera dibungkus.


"Totalnya 75 dolar."


"Hah ?" Jennie mendongak kaget mendengar harga sebuah alat kontrasepsi yang terbilang cukup mahal.pasalnya ia hanya mempunyai uang 100 dolar di dalam dompetnya.Reyno bahkan belum memberi uang sedikitpun pada Jennie.


Setelah membayar dikasir,Jennie segera bergegas untuk menemui Reyno yang sudah menunggu sedari tadi di restaurant.


"Maaf lama yah?"Jennie menarik kursi lalu duduk berhadapan dengan Reyno.


"Kamu tidur ditoilet,pipis sampai setengah jam lebih ?"Reyno menyangga dagunya dengan tangan kiri ,ia menatap Jennie dengan raut wajah yang amat bete.Makanan yang sudah dipesan sedari tadi menjadi dingin karena terlalu lama menunggu gadis itu.


"Hehehe,tadi ponsel aku ketinggalan Jadinya aku balik lagi ke kamar."Jennie beralasan seadanya,bahkan ia tidak pandai berbohong.Dari raut wajahnya saja Reyno sudah dapat menebak kalau ada sesuatu yang disembunyikan gadis ini.


"Cium aku sebagai hukumanya ." pinta Reyno merajuk.


Jennie berdecak dalam hatinya.


Ishhhhkkk laki laki mesum ini sangat menyebalkan ,awas aja ! pokonya aku ngga jadi kasih kado ini buat dia ! enak aja, kamu ngga akan dapetin apa apa dari aku Reyno !!


Cupsss, Satu kecupan terpaksa dari Jennie mendarat di pipi Reyno. Jennie sangat kesal,terpaksa ia harus menuruti keinginan suaminya yang tidak tau malu ini.


Hatinya mulai goyah ,sepertinya ia berniat untuk mengurungkan niatnya,ia tidak akan memberikan keperawananya hanya untuk ulang tahun Reyno,Tidak boleh !! TITIK.gadis plin-plan itu akhirnya memutuskan untuk membatalkan rencananya.


"Kamu kok kaya gelisah gitu ?" Reyno mulai curiga,tingkah Jennie tidak terlihat seperti biasanya.Banyak melamun dan seperti memikirkan sesuatu.


"Aku udah laper banget ,mending kita makan dulu." Jennie mulai makan dengan lahapnya.Sementara Reyno memilih untuk tidak mempermasalahkan sikap Jennie yang tiba tiba aneh.



Setelah makan selesai,mereka berdua bergegas menuju ke pantai Waikiki,Jennie menggunakan baju bermotif bunga bunga dengan belahan yang cukup seksi.Digandeng oleh Reyno,mereka berjalan layaknya sepasang kekasih.Wajah Jennie yang masih terlihat seperti anak kecil membuat orang tidak percaya kalau mereka sebenarnya sudah menikah.


Hamparan pasir putih yang luas dimana sebagian pengunjung memanfaatkanya untuk berjemur dan berselancar.Sementara Jennie dan Reyno hanya berjalan jalan menyusuri pinggiran pantai.


"Reyn,aku mau pake bikini aja boleh ngga ?" matanya terus melihat sekekeliling ,dimana pengunjung mayoritas hanya menggunakan bikini.


"Boleh ,tapi dikamar aja, jangan keluar."


"Iskssss! " Jennie berdecak kesal,pergi ke Hawaii bersama Reyno adalah suatu kesalahan.Reyno si posesif yang menyebalkan,tak akan mungkin mengizinkan Jennie memakai bikini di pantai.


Abaikan Reyno, ia harus menikmati liburanya di Hawaii.Jennie mulai berlari dan menari nari di bibir pantai ,sementara Reyno hanya berjalan mengikutinya dari belakang ,sesekali ia menggoda Reyno dengan melemparkan pasir ke arah Reyno. Reyno hanya diam berpangku tangan melihat tingkah laku Jennie yang begitu kekanak kanakan.


"Reyn, kamu ngga mau surfing ?"


"Malas,,!!" Reyno menjawab begitu cetusnya, Satu alasan yang membuat Reyno bete adalah Jennie yang tidak memberinya ucapan selamat ulang tahun.


Dihari ulang tahunya,ia hanya berharap setidaknya istrinya mau memberikan ucapan,tidak perlu kado yang mewah . Hanya sebuah ucapan sudah membuat hatinya senang,namun harapan tidak sesuai dengan kenyataan.Jennie bersikap biasa biasa saja seolah ini bukan hari spesial untuk Reyno.Reyno berfikir ,gadis alien ini pasti melupakan ulang tahunya.


"Awhkkk." Jennie tiba tiba terjatuh.ia memegangi kaki kiri yang tiba tiba terasa sakit.


"Kamu kenapa ?"

__ADS_1


"Kaki kiri aku tiba tiba sakit banget Reyn ." matanya mulai berkaca kaca menahan rasa sakit.kaki kiri Jennie sebenarnya belum seutuhnya pulih,dokter juga sudah melarang Jennie untuk tidak melakukan aktifitas berjalan yang berlebihan.


Walaupun ia masih sangat kesal pada istrinya,tetap saja ia tidak dapat mengabaikan istrinya, Reyno langsung khawatir ketika melihat Jennie terpuruk memegangi pergelangan kakinya.


"Kamu baru bisa jalan tapi malah lari lari gini."Reyno meraih kaki kiri Jennie,ia memijat lembut pergelangan kaki Jennie. "Masih sakit ?"


"Udah mendingan ."


"Kita balik aja kehotel ,kamu harus istirahat."


"Ngga mau !" Jennie merajuk memegangi tangan Reyno,ia masih ingin menikmati suasana pantai yang indah .


Reyno menghela nafas,memaksa Jennie yang keras kepala rasanya tidak mungkin.


"Mau minum ??"


"Ngga mau !!" Jennie menggelengkan kepalanya.mata sibuk menatap ke arah ombak yang mengayunkan gulunganya. "Foto yuk ?"


Jennie membuka tas dan mengambil ponselnya.ia menekan tombol kamera dan mulai berfoto.Jennie menarik dan memaksa Reyno agar mau berselfie denganya.Ukhh!! lagi dan lagi Reyno terus bersembunyi dan menutupi wajahnya. Jennie dan Reyno memang tidak pernah berfoto selama ini .


Jennie memegang rahang Reyno,memaksanya agar mau berfoto denganya. Lagi lagi Reyno menghindar,membenamkan wajahnya di pangkuan Jennie.


"Reyno mesum.NAKAL !!" Jennie mengangkat kepala Reyno untuk menyingkirkan dari pahanya.Reyno mengambil ponsel Jennie dan mengarahkan layarnya untuk berselfie.


"Aku bisa lebih nakal ." Reyno menarik bahu Jennie ,mendaratkan sebuah kecupan di bibir Jennie bersamaan dengan foto yang dia ambil ."Manis !" Reyno mengelap bibir Jennie dengan satu tanganya.


Jennie merona,ia terdiam dan menggigit bibir bawahnya.Walau hanya sebuah kecupan tapi di pantai itu ada banyak sekali orang.Kelihatanya si mesum Reyno tidak peduli semakin bermanja manja pada gadis itu.


"Ini apa ??" Reyno meraih kotak kado yang ia lihat di tas Jennie. Betapa bodohnya Jennie lupa menutup kembali tasnya saat mengambil ponsel.


Tamatlah riwayat gadis itu saat ini,kado yang tidak jadi ia berikan telah ada ditangan Reyno.Otaknya cerdiknya berhenti berfungsi mendadak,bibirnya kelu tidak dapat mengucapkan sepatah kata apapun.


Reyno tersenyum melihat kado itu."Makasih ya istriku,aku kira kamu lupa sama ulang tahun aku ." Reyno menimang nimang kado yang ada ditanganya. Tentu saja ia sangat penasaran " Boleh dibuka ?"


Jennie tersadar dari lamunanya,Jangan sampai Reyno membuka kado itu,Atau Jennie akan mendapatkan masalah yang lebih besar.


"Reyn,itu emang kado buat kamu,tapi aku takut kalo kamu ngga suka.Gimana kalo aku ganti yang baru?" Jennie berdoa dalam hatinya,semoga Reyno mau mengembalikan kado yang ada ditanganya.


"Ngga usah, aku mau yang ini aja." Reyno langsung membuka tali kado yang melilit di kotaknya. Begitu mudah ia sudah berhasil membuka kotak itu.


Reyno membulatkan matanya beberapa detik ,ia terperangah menatap kotak yang bertuliskan TROJAN ENZ , Apakah kado ulang tahunya tertukar dengan milik orang lain??


"Kond*m ??" Reyno mengerjapkan matanya,ia sangat kaget melihat benda yang ada ditanganya,tak pernah terfikir di dalam benak Reyno sama sekali,gadis 19 tahun itu memberikan sebuah kond*m sebagai kado ulang tahunya. itu jauh lebih parah dari sekotak strawberry yang pernah Reyno berikan.


Jennie menunduk pasrah,ia membentur benturkan dahinya pada lutut kakinya. Melihat tingkah laku Jennie yang seperti itu Reyno langsung paham. Kond*m itu memang sengaja Jennie beli untuk Reyno,ia sudah memutuskan untuk memberikan kesucianya dihari ulang tahun Reyno. Tugas Reyno sekarang adalah meyakinkan gadis itu agar tidak berubah pikiran.


"Thank you my beibi Je." Reyno merengkuh pundak Jennie langsung memeluknya.Wajah gugup itu langsung bersembunyi di dalam dekapan suaminya,tidak berani berucap apa lagi menatap Reyno.


Reyno menangkup kepala Jennie dan mengecupnya berkali kali,ia sudah tidak peduli dengan lingkungan sekitar yang ramai.Yang ia inginkan saat ini adalah meyakinkan Jennie agar tidak malu lagi. Orang yang ada dihadapanya adalah suaminya,ia ingin Jennie tidak perlu sungkan ataupun malu.


"Kamu bisa rasain jantung aku yang berdetak kencang ?" Jennie mengangguk pelan. "Kalo kamu nganggep aku suami kamu,kamu ngga boleh malu gitu. "


Jennie mendongakan kepalanya perlahan,ia langsung mencium Reyno tanpa Jeda."Aku ngga malu." Jennie tersenyum ,bibirnya melengkung sempurna menunjukan gigi kelincinya.


"Jadi kita kehotel sekarang ?" tanya Reyno yang sudah tidak sabar.Wajahnya sumringah penuh semangat.


"Jennie mencubit pipi Reyno dengan kedua tanganya."Dasar si mesum!! Aku masih mau main main dipantai."


"Hehehe, ngga papa mesum ,kan cuma sama Jennie seorang !"


Waktu masih menunjukan pukul 10.00 masih lama sekali menuju malam.Reyno harus bersabar sekali lagi untuk hal ini,ia berharap penantianya tidak akan sia sia kali ini. Semoga Jennie akan menepati janjinya.

__ADS_1


Aku udah ngga sabar buat penantian ini Je,aku ingin segera mengexplor semua yang ada didalam diri kamu.


Jadi apakah Reyno akan mendapatkan haknya sebagai seorang suami ?


__ADS_2