Tali Perjodohan

Tali Perjodohan
Tali Perjodohan


__ADS_3

Hallo. Aku bawa cerita baru yg gak kalah seru. Judulnya


SAVAGE LOVE DENGAN KAKAKKU. INI ADALAH SPIN OFF DARI NOVEL TALI PERJODOHAN. YANG KANGEN REYNO JENNIE YUK MERAPAT.


Awalnya hanya sekadar rasa perhatian antara Kakak dan Adik saja. Namun, lama kelamaan Luna merasa ada sesuatu yang berbeda di dalam suduh hatinya yang lemah itu.


Luna merasa, dia memiliki ketertarikan khusus pada Kakaknya. Apa yang terjadi selanjutnya dengan hati Luna?



***


"Perkosa adek gue--"


"Gila! Ngga ada otaknya lo biadab!"


Marco menatap Vino marah. Raut wajah lelaki itu dipenuhi emosi.


"Gue serius, Ege!"


"Serius lo gila, Vin!" Umpatan kesekian kali keluar dari bibir Marco.


Sepertinya otak sahabatnya ini memang sudah rusak. Di mana ada kaka yang menyodorkan adiknya pada sahabat berandal yang bejatnya sama persis dengan dirinya. Disuruh perkosa pula.

__ADS_1


"Kenapa, dah! Gue cuma pengin ngasih tau adek gue, kalo kebutuhan biologis itu perlu, Men. Andai dia udah ngerasain sendiri gimana enaknya, dia pasti ngga akan ngelarang gue lagi kaya gini, ribet tau." Vino menuang sebotol wiskey sekali lagi, entah sudah berapa banyak gelas yang ia tenggah. Vino tidak menghitung seberapa banyak ia menuangkan.


"Parah lo! Parah. Kali ini gue benci lo."  Marco menggelengkan kepalanya, sepertinya otak Vino sudah terbentur benda keras, makanya tidak waras.


Ia memang sama bejadnya dengan Vino. Namun tidak pernah terlintas di otaknya untuk mencelakai sodara kandungnya sendiri. Kayaknya Vino ini benar-benar sudah tidak waras, pikirnya.


"Lagian ini juga bagus buat kebaikan adek gue, Co! Sampai kapan dia mau jadi orang antis*x, sekali-kali  harus diajakin nikmatin indahnya surga yang ada di dunia ,atau seenggaknya dia mau mengenal cinta gitu. Jangan bentar-bentar nempelin Kakaknya sampe hidup gue terusik," ujar Vino.


"Emang lo sendiri kenal cinta? " Marco mulai geram dengan bicara Vino yang semakin ngawur.


"Wahai Vino, ngaca lo. Lo sendiri aja gak tau cinta itu apa," kesalnya.


"Intinya gue butuh lo bantuin nyingkirin Luna, buat dia jangan ikut campur urusan gue lagi. Terserah lo mau tidurin tuh si Luna, silahkan!"


Arah omongan Vino semakin ngawur, entah bawaan alkohol atau mungkin otaknya yang sudah konslet. Mungkin juga tanpa sadar dia sudah mabuk, hanya saja ia gengsi untuk menyudahi  kegiatan minumnya itu.


"Ya udah Atau kalo ngga gini deh, gimana kalo lo deketin adek gue? Lo pacarin dah tu si Luna. Dia ngga jelek-jelek amat kok! Cuma pakaianya aja yang tertutup. Jadi keliatan rada culun."  Lagi-lagi Vino menenggak wiskey yang sudah dituang di gelas tadi sekaligus.


"Gak mau, dia masih kecil. Ngga bisa gue deketin cewe pendiem kaya gitu. Ngga dapet feelnya."


"Njirrr, kaya apaan aja lu taii! Dia kagak kecil. Umurnya beda 5 bulan dari gue. Cuma otaknya aja yang masih polos. Kebanyakan belajar dia tuh," tutur Vino.


"Tapi adek lu emang cantik sih."

__ADS_1


"Tau dah, gue ngga pernah merhatiin dia, yang jelas gue ngga nafsu liat adek gue. Ngga ada seksi-seksinya sama sekali."


"Emang gak boleh ego! Masa lu mau nafsu sama adek lo sendiri, mau dikutuk jadi mermaid lo?" Marco menyingkirkan  botok wiskey agar jauh dari jangkauan Vino, ia tahu kalau temanya yang satu ini sudah mulai mabuk. "Tapi ini lo serius ngasih adek lo ke gue?"


"Iya bacoot, ngapain gue bercanda?"


"Oke, oke jangan nyesel ya lu tai."


Vino mengangguk.


"Ngapain gue harus nyesel?" balasnya enteng.


Marco mulai menyalakan rokok yang ada di tanganya. "Tapi ngomong-ngomong trik apa yang lo pake buat dapetin si Selly?"


"Hahaha, lo pasti ngga nyangka."


Vino tertawa. Ia memutar-mutarkan gelas kosong yang ada di tanganya sebelum diletakkan ke atas meja.


"Gue colongin 1 busana nyokap gue yang belum dilaunching, trus gue kasih ke dia. Cuma itu doang, doi langsung setuju ngasih keperawananya." Seringai tawa Vino menyungging puas.


"Parah lu, dasar anak durhaka." Sekarang ganti Marco yang melemparkan sebungkus roko ke wajah Vino, ia sudah sangat geram mendengar cerita bajing*n yang satu ini.


"Bener-bener ya lo brandal, kayanya lo emang harus dikutuk jadi mermaid Vino!" teriak Marco.

__ADS_1


Marco menoleh ,belum sempat ia mendapatkan jawaban dari Vino, ia sudah melihat Vino tergeletak tidur di sofa. Sial,ingin rasanya ia kabur meninggalkan temanya sendiri. Hal yang paling sial lagi adalah, ia tidak tahu di mana apartemen baru Vino, tak mungkin ia mengantarkan bocah tengik ini ke rumahnya. Bisa meledak seluruh isi kediaman Hermawan melihat anak ini mabok tak sadar diri.


***


__ADS_2