Temukan Kami Daddy

Temukan Kami Daddy
Penipu?


__ADS_3

Boleh berikan vote nya, dan selamat membaca 😊


Merasakan sesuatu yang tengah menimpa tubuhnya, Alan segera membuka matanya dan ia menatap tajam sosok yang berada di atasnya. "Apa yang kau lakukan?" Mendengar pertanyaan dan tatapan matanya membuat wanita itu bangkit dari tubuhnya.


"Aku..... Aku menyelimuti mu." Ia mengambil sebuah selimut di tangannya dan menunjukkannya.


"Selimut?" Alan bangkit dari tidurnya dan ia merasakan sesuatu yang berbeda dari pakaian nya.


"Jangan menipu ku, aku tidak bodoh. Cukup ingat perjanjian kita! Kau tidak berhak atas diriku begitupun sebaliknya! Jangan berfikir yang tidak-tidak!" Alan merasa kesal dan segera pergi dari sana tanpa mendengarkan Alice yang tengah terpaku menatap dirinya yang perlahan menjauh.


Segera mungkin Alan masuk ke dalam mobilnya dan segera pergi menembus malam yang entah menunjukkan pukul berapa. Jalanan yang tidak terlalu ramai membuat kecepatan Alan tak terkendali dengan amarahnya. "Sial!" Alan memukul stir mobilnya sepanjang perjalanan ia terus kesal dan merutuki dirinya yang tertidur.


Halaman yang tidak terlalu luas langsung menyambut kedatangannya, perlahan ia membuka pintu rumah dan langsung menutup lalu segera menuju kamar mandi. Pakaian yang melekat di tubuhnya berhamburan di lantai. Tidak perduli jam dan hawa dingin yang menerpa kulitnya ia langsung membasuh tubuhnya dengan sabun membuat busa yang keluar begitu banyak dan mengelilingi tubuhnya.


"Beraninya dia!" Tangan Alan terus menggosok tubuhnya hingga memerah seolah ia terkena noda hitam yang tidak mudah hilang di tubuhnya.

__ADS_1


Hampir setengah jam Alan di kamar mandi dan tubuhnya sudah basah dengan udara yang dingin menusuk tulangnya ia mendaratkan tubuhnya di ranjang penuh kenangan dan memejamkan matanya dengan bibir yang mengigil. "Zoya.....


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Dengan Nona Zoya. Saya supir yang akan menjemput Nona." Sebuah mobil berwarna hitam tengah terparkir di depan apartemen Zoya yang membuatnya Jill serta nenek Ning saling menatap dan tersenyum.


"Nona... Hmmmm." Jili menggoda Zoya membuat Zoya hanya diam memainkan matanya.


"Segeralah pergi Zoya, nanti kemalaman." Zoya melihat ke arah dua putranya yang menuju dirinya dan keduanya tersenyum senang melihat mobil yang menjemput mereka.


"Kita akan naik ini Mommy. Luar biasa!"


Sepanjang perjalanan Zoya mendengarkan dan menyahut ucapan putranya, banyak hal yang ditanyakan oleh double Z dan Zoya menjawabnya dengan baik. Karena di usia ini adalah masa pertumbuhan emas bagi anaknya. "Mommy, apakah Daddy aku menjemput kita dengan ini juga?"


"Tentu saja, Daddy kan hebat. Benarkan Mommy?" Zoya merasakannya jantungnya berdetak mendengar pertanyaan kedua putranya.

__ADS_1


"Hmmm." Tidak tau berkata apa, Zoya tiba-tiba teringat akan Alan, tidak tau bagaimana kabar pria itu setelah kepergian dan surat cerai mereka. Ada rasa ingin tau keadaannya, tapi mengingat video itu Zoya yakin Alan baik-baik saja. Buktinya ia tidak pernah mencari keberadaan dirinya.


"Mommy apa Daddy masih lama berhitung nya?" Zian bertanya dengan memeluk tubuh Zoya.


"Hitungan Daddy sudah sampai.... Pintu mobil terbuka menampilkan sebuah kediaman yang membuat pertanyaan yang terjadi langsung berpaling dan menatap kagum bangunan itu.


"Kita sudah sampai."


"Lama sekali, aku pikir kalian tersesat." Richard berjalan mendekat dan tubuhnya menjadi beku saat melihat Zoya dengan pakaian yang ia berikan.


"Di mana Zee ku?" Pertanyaan Richard membuat ketiganya bingung.


"Ini aku Zee....


"Penipu!" Richard terlihat menajamkan matanya dengan penuh tatapan menyelidik.

__ADS_1


Bersambung......


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2