Temukan Kami Daddy

Temukan Kami Daddy
Penyelamatan 1


__ADS_3

Ruangan itu dihiasi dengan teriakan dan pemberontakan yang keras, Zoya terus mempertahankan dirinya dari serangan serigala lapar itu. Bukan hanya dirinya tapi putranya juga turut berteriak dan menangis keras melihat dirinya. "Orang jahat! Daddy dan Papa akan datang!"


"Wah, kau memiliki dua suami cantik? Bagaimana kalau tambah satu lagi dengan ku? Kau memang memanfaatkan kecantikan mu rupanya."


"Aghhhh! Beraninya kau!" Tendangan Zoya layangkan di perut pria itu. Mendapatkan tendangan itu, membuat pria bertato itu tidak terima dan semakin meledak. Dr cepat ia menarik dress yang dipakai Zoya hingga robek menyisakan paha Zoya yang indah.


"Lepaskan!"


"Wah, luar biasa! Sekarang kita lihat seberapa lama kekuatan mu itu!"


"Menjauh darikuuuuu!"


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Mobil bertuliskan taksi itu baru saja sampai, sosok wanita paruh baya berambut hitam legam tampak melihatnya dengan seksama.


"Ini bayarannya." Supir taksi itu menerima beberapa lembaran uang itu.


Tak lama taksi itu segera pergi, tempat itu terletak di gang yang cukup besar. Beberapa kali melihat sekeliling, sepatu itu kembali terdengar melangkah. Tak jauh dari sana beberapa mata mengintai dirinya.


"Kita jalan kaki, dan yang lainnya bawa senjata." Perintah pria yang mulai beruban itu yang diangguki yang lain.


Langkah demi langkah ditelusuri hingga membawa mereka ke gang yang sangat kecil. Terlihat belokan ke arah kanan yang dituju oleh wanita itu, diikuti oleh yang lainnya dengan hati-hati.


Setelah beberapa kali gang kecil yang dilewati akhirnya terlihat sebuah bangunan tua yang dikelilingi oleh rumput liar dengan sungai yang berada di sebelahnya hanya berbatasan dengan sepetak tanah.


Wanita itu segera masuk dan gerombolan orang yang berada dibelakangnya terlihat berhenti di tempat yang aman sambil menatap seolah menyampaikan kode. Pria yang menjaga pintu itu langsung membuka dan mempersilakan wanita itu masuk.


"Wah, rupanya sedang ada pesta." Ucapan itu menghentikan kegiatan tidak bermoral yang tengah terjadi disana.


Wajah cantik yang basah dan lebam itu menatap ke sosok yang baru saja datang ke sana. "Ka.....


"Apa kabar mantan menantu ku tersayang. Kau terlihat bahagia disini, mereka memperlakukan dirimu dengan baik." Terlihat senyum mengejek terkembang disana.


"Madam anda datang lebih awal." Pria bertato itu berdiri dan mendekati sosok yang membayarnya.


"Kenapa? Kau terganggu? Kau bisa lanjutkan nanti. Sepertinya kau sudah dapat pemanasan, bagaimana?"


"Madu alami madam."


"Wah, lihat siapa lagi? Kalian hanya menangkap satu?" Erna menatap Zain yang terikat dengan mulut yang tersumpal kain.

__ADS_1


"Yang satunya...."


"Tidak apa! Yang terpenting adalah kau Zoya. Bagaimana, pertemuan kita setelah 4 tahun?" Erna menunduk mensejajarkan diri nya dengan Zoya yang tergeletak di lantai kayu itu.


"Kenapa?" Hanya itu yang dapat keluarga dari bibir yang berdarah itu.


"Kau ingin tau? Karena aku benci padamu! Putri Yusuf dan Zahra Damariva, aku benci padamu! Sangat!" Erna menarik rambut Zoya agar terlihat wajah yang biasanya tersenyum bahagia itu sekarang sangat menyedihkan.


"Ibumu merebut kebahagiaan ku, dan lihat apa yang aku lakukan pada putrinya?" Begitu dalam dan besar kebencian dan dendam di mata wanita itu.


"Bagaimana aktingku? Hebat bukan? Alan menceraikan mu dan mengikuti permintaan ku." Erna melepaskan tarikannya membuat wajah Zoya membentur lantai.


"Kau tidak pantas dipanggil dengan seorang ibu!" Zoya yang tadi terdiam langsung mengangkat wajahnya dan menatap tajam Erna.


Plak! Plak!


"Hahaha, itu menurut mu. Tapi tidak dengan yang lain, sepertinya apa yang terjadi sekarang masih belum membuat keangkuhan mu itu hilang."


"Bangkai akan tercium."


"Baiklah, kalau begitu sebelum tercium maka sebaiknya kau harus lenyap bersama putra mu ini. Aku tidak menerima darah mu mengalir pada anak ini, meskipun itu benih putraku!"


"Habisi anak ini terlebih dahulu, baru wanita ini. Kalian bisa lanjutkan, aku akan berikan uang setelah semuanya beres!"


Ketika pintu itu terbuka Erna cukup bingung tidak melihat pria yang menyambut kedatangannya tadi. "Mungkin merokok, apa peduliku. Aku harus segera pergi!" Erna menuruni tangga yang terdiri dari lima anak tangga, tapi saat tangga terakhir tiba-tiba terjatuh dan....


"Kau!" Matanya mendelik saat melihat siapa dihadapannya.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Terdengar suara teriakkan di dalam, bukan hanya wanita tapi juga pria. Segerombolan orang-orang tadi berhasil menaklukkan pria suruhan itu. Mereka tentunya kalah jumlah dan tidak menyangka akan ketahuan sebelum semuanya selesai.


"Zee...." Richard melihat Zoya sudah tergeletak dengan keadaan yang tak layak.


"Zee... Aku datang! Lihat aku disini." Richard memangku wajah Zoya yang sudah lebam.


"Richard.... Zain, selamatkan putraku." Tak lama Zoya tidak sadarkan diri.


"Bawa dia segera, Papa akan menemukan Zain!" Richard segera menutupi Zoya dengan jas nya dan segera keluar.


"Kau akan membayar ini dengan mahal!" Richard menatap Erna yang sudah bersama polisi.

__ADS_1


"Aku tidak bersalah! Lepaskan aku!" Teriak Erna.


"Katakan dimana kau membawa anak itu!" Tanya Manesh pada pria bertato itu dengan pistol di keningnya membuat pria itu ketakutan.


"Kami melemparnya ke sungai!"


"Segera cari!!" Seorang pria berseragam polisi langsung memerintahkan dan juga dibantu gerombolan Manesh.


"Bawa mereka!" Tak berkutik, komplotan itu segera dibawa dengan penjagaan yang ketat.


Sedangkan di luar, Erna terus memberontak dan berteriak tidak bersalah. "Kalian salah paham! Lepaskan aku!"


"Harap kerjasamanya, anda terlibat penculikan ini."


'Aku harus bisa lepas dari mereka, sia*l!' Erna melangkah sambil menyusuri gang menuju jalan besar.


Ia melihat tubuh Zoya yang dibawa oleh Richard, tiba-tiba ia menjadi marah dan penuh kebencian. 'Kalau aku ditangkap maka dia harus mati!' Erna menginjak kaki seorang polisi dan mengigit tangannya lalu mengambil pistol salah satu polisi dan menembakkannya ke arah Zoya dan Richard.


Dor! Dor! Dor!


"AGHHHH!"


Bersambung.....


Jangan lupa likeπŸ‘


Tinggalkan komentar✍️✍️


Dan berikan hadiahnya ya🌹🌹🎁🎁🎁


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author, ceritanya seru loh!!!



Kepulangannya dari luar negri disambut oleh berita kebangkrutan perusahaan keluarga. Hanya ada satu pengusaha yang sudi menolong keluarganya.


Alice menyetujui pernikahan dengan cucu dari pengusaha Wijaya, meski harus mendapatkan perlakuan dingin dan kejam.


Perlahan keduanya menjalin hubungan baik, hingga membuat Alice berharap rumah tangga bahagia yang diimpikannya terwujud, namun semua hancur saat Kenan mengatakan akan menikahi mantan kekasihnya yang sedang hamil.


Apakah Alice menerima pernikahan kedua Kenan atau pergi jauh meninggalkannya dengan membawa separuh jiwa Kenan yang tumbuh didalam rahimnya?

__ADS_1


Bagaimana perjuangan Kenan setelah mengetahui jika Alice tengah mengandung? Apakah tetap bersama kekasihnya atau pergi mencari sang istri?


__ADS_2