Temukan Kami Daddy

Temukan Kami Daddy
Kunjungan Rekha


__ADS_3

Dari benda bening berbentuk lingkaran itu, sepasang netra mengamati kedatangan seseorang yang menuju ke arah kediamannya. Beberapa kali ia melebarkan matanya melihat siapa yang datang, ia tampak gelisah dan bingung akan hal itu. Bahkan beberapa kali ia bersembunyi di balik sofa di ruang tamu.


Melihat gelagat aneh dari putranya. Zoya yang baru saja selesai menyetrika langsung menuju sofa membuat sosok yang bersembunyi menjadi kaget dan memeluknya erat. "Mommy!" Pekiknya membuat Zoya memeluk dengan erat.


"Hei, ada apa?" Zain tidak menjawab tapi menunjuk ke arah jendela. Netra Zoya langsung tertuju keluar dan ia terkejut melihat kedatangan wanita paruh baya berkain saree itu.


"Ibu?" Ujarnya sambil berdiri dan tidak melepaskan pelukan putranya.


Tak lama terdengar bunyi ketukan pintu dan sosok Rekha yang sudah berdiri manis di sana. "Sayang, itu nenek Rekha. Nenek baik, Mommy buka pintunya ya. Jangan takut, ada Mommy." Tapi tangan kecil itu tetep tidak mau melepaskan pelukannya membuat Zoya menggendong putranya dan menuju pintu.


Senyum di wajah Rekha langsung muncrat melihat wajah calon menantu nya. "Salam Ibu." Zoya memberikan salam dan Rekha bergalagak seperti tidak perlu karena keadaan Zoya. Dan justru memberikan cipika cipiki.


"Eh, tidak usah. Ibu mengagetkan? Bagaimana kabar kalian?"


"Masuk Ibu. Kabar kami baik, dan kedatangan ibu tentu membuat ku kaget. Kenapa Ibu tidak mengabari terlebih dahulu?" Zoya mengikuti langkah wanita itu menuju sofa.


"Kejutan, lagipula Ibu ingin melihat keadaan mu dan kedua cucu ku ini. Sayang, bagaimana kabar mu?" Rekha cukup tau dan tidak melakukan sentuhan tapi senyuman manis membuat Zain yang bersembunyi perlahan menatap sosok yang bicara dengan nya.


"Nenek!" Terdengar suara panggilan dari arah berlawanan disertai lari dengan kecepatan angin, membuat senyum Rekha semakin terkembang.


"Cucu nenek! Nenek sangat rindu...." Rekha menggendong dan memutar tubuhnya membuat Zian tertawa.

__ADS_1


Zoya jadi bingung dan belum mempersiapkan apapun untuk menyambut kedatangan Rekha dan bertanya-tanya kenapa Richard tidak mengabari dirinya.


"Dokter itu tidak tau apa-apa. Ibu melangkah sendiri, jangan bingung sayang. Ibu ingin melihat keadaan kalian bukan mempersulit." Seolah tau apa yang dipikirkan wanita cantik itu.


"Maaf Bu... Aku..."


"Ibu bawakan ini, dan untuk minum nya ada kan? Dan ibu bisa ambil sendiri. Ibu kesini ingin bicara santai, jangan tegang begitu. Atau.... Dokter itu akan berpikir buruk pada mama nya ini." Rekha memberikan sekotak makanan yang dibawanya dan itu membuat Zian kegirangan.


"Red Velvet! Terima kasih Nenek!"


Mungkin karena melihat reaksi dari Zian yang begitu senang akan kehadiran sosok itu membuat Zain mencuri pandang dan turut mendekat. Zoya membiarkan putranya dan berharap ada perubahan baik lagi.


"Terima kasih."


"Enak kan?" Zian menimpali dan duduk bersama dengan saudara kembarnya menikmati hidangan manis itu.


Zoya datang dengan air di tangannya dan meletakkannya di meja kayu itu. Rekha memberikan kode agar Zoya duduk disebelahnya dan tak lama wanita itu menurutinya. "Apa Zain masih bermasalah? Maksud ibu, teringat akan hal itu lagi atau semacamnya?"


"Sudah tidak lagi, tapi.... Jika bertemu dengan orang baru, ia jadi takut dan cemas. Ibu bisa lihat tadi, butuh waktu untuk nya," ucap Zoya sambil menatap kedua putranya.


"Ibu bisa lihat. Nak.... Ibu berpikir dalam waktu dekat pernikahan kalian bisa terlaksana dan Richard bisa menjaga kalian lebih efektif. Dan juga bisa mempercepat Zain seperti semula, ibu tidak memaksa jika kau merasa belum bisa." Zoya tau, Rekha pasti ingat menyampaikan sesuatu.

__ADS_1


"Terlebih lagi dengan mungkin ada gangguan lain dari akibat masuknya wanita itu ke penjara." Dahi Zoya langsung berkerut mendengar ucapan Rekha.


"Maksud ibu?" Sejenak Rekha terdiam sambil menatap double Z membuat Zoya penasaran.


Bersambung.....


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author ceritanya seru loh!!!!



Apa yang kamu pikirkan tentang gadis berkacamata? Culun? Cupu?


Tapi tidak bagi Alvaro, dia menatap gadis pekerja paruh waktu di restaurant sebagai gadis manis yang ingin dia lindungi dan dia miliki. Namun, tidak semudah yang dia fikirkan untuk bisa mendapatkan hati gadis itu. Gadis manis yang berhasil menarik perhatiannya dengan segala sikap polos dan ketulusan hatinya. Untuk pertama kalinya, Alvaro merasakan jatuh cinta.


Namun, gadis manis itu seolah membangun sebuah benteng pembatas di antara mereka. Dia selalu menghindarinya. Dan hal itu tidak akan membuat Alvaro menyerah begitu saja. Dia akan memilikinya dan terus mengejarnya.


"My Sweet Girl, aku akan mendapatkanmu"


Tekadnya begitu kuat untuk bisa mendapatkan gadis manis itu.

__ADS_1


__ADS_2