Temukan Kami Daddy

Temukan Kami Daddy
Panggilan


__ADS_3

Lampu yang baru saja dimatikan langsung segera dinyalakan dan tubuh tegap Jim segera bangkit dan menekan nomor yang mengiriminya pesan itu. "Ya?"


"Kau serius!" Suara Jim memekakkan telinga si penelpon di seberang sana.


"Setidaknya tidak perlu berteriak, pendengaran ku masih normal." Ia mengelus telinganya sambil duduk bersandar di ranjang karena kondisinya belum pulih.


"Hmm, aku sangat bahagia. Dan...."


"Dan apa? Kau tidak menceritakan kebenaran nya?" Tanya Jim.


"Aku rasa tidak, ia bahkan tidak perlu itu lagi. Aku bahkan tidak melihat ada sinar cinta lagi di matanya." Suara itu terdengar sendu.


"Ia sudah menikah lagi?"


"Tidak, mungkin belum atau sebentar lagi. Padahal tadinya aku akan membawa mereka dan merajut kembali impian kami."


"Zoya mengetahui tentang Rosa?" Alan mengangguk cepat.


"Lalu Alice?"

__ADS_1


"Tidak. Aku tidak tau apa ya aku rasakan. Perasaan apa yang lebih mendominasi hatiku, aku sangat senang bahkan begitu bahagia mengetahui memiliki daya putra, kau tau mereka sangat mirip denganku. Dan sisi lain hatiku juga sakit mengetahui Zoya tidak menginginkan kebersamaan kami lagi."


Jim hanya diam menunggu Alan mengatakan perasaannya, meskipun mereka adalah atasan dan bawahan tapi, mereka juga merupakan sahabat bak saudara. "Setidaknya Zoya membiarkan kau bertemu dengan putramu. Bukankah itu lebih baik? Jika aku boleh berikan saran, perasaan itu mungkin sudah terkikis dan kepercayaannya padamu juga sudah rusak. Kita tidak tau apa yang ia alami dan kau tau apa kesalahan mu. Satu hal yang harus kau yakini Alan jika kalian ditakdirkan kembali bersama maka jalan itu akan ada."


Alan menatap langit kamarnya sembari meresapi ucapan Jim padanya. "Aku tidak tau yang terjadi nanti tapi, kau tau apa yang harus kau lakukan Jim. Aku memiliki janji dengan kedua putraku, melewati hari bersama mereka."


"Ya, jangan khawatir. Ingat pesan ku Alan jangan melakukan tindakan yang mungkin akan membuat semuanya runyam nanti. Apalagi Alice..." Setelah itu panggil terhenti dengan Alan yang memejamkan matanya sembari batinnya sedang berperang.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Sebuah perang mulut terjadi antara Richard dengan kakeknya. Entah apa yang membuat pria berjanggut putih itu datang dan tiba-tiba menanyakan pertanyaan yang membuat Richard pusing. " Kapan kau akan membawanya? Aku ingin melihatnya! Apakah sesuai kriteria ku atau tidak."


"Iya Kek, aku dengar. Aku sudah membawanya kesini. Semuanya sudah tau, kakek saja yang ketinggalan."


"Kalau begitu bawa lagi kemari! Kau dengar?" Richard ingin menghilang saja rasanya baru saja ia pulang dari rumah sakit dan bukannya tidur ia justru terjebak dengan kakeknya.


"Baik, aku akan membawanya tapi, aku tidak janji kapan. Kakek tunggu saja, aku mau istirahat." Richard pergi dari ruangan bewarna abu-abu itu yang membuat pria berjanggut putih yang tengah duduk manis di kursinya menatap kepergian cucunya.


"Aku ingin tau apa wanita itu sesuai kriteria atau tidak. Cucuku harus mendapatkan yang terbaik!"

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟🌟


Netra Zoya terus memandangi kedua putranya yang sibuk mencari-cari baju untuk mereka nanti pergi, entah baju apa yang diinginkan oleh double Z. "Sayang, apa yang kalian cari? Semuanya di bongkar." Zoya duduk di ranjang double Z sambil mengambil pakaian yang tercecer di lantai.


"Baju yang bagus Mommy. Maksudnya, baju yang sama nanti dengan Daddy. Kami ingin seperti yang ini... Pasti akan terlihat bagus." Zain memutar sebuah video yang mereka temukan dan ingin seperti itu.


Terlihat seorang pria dengan kedua putranya memakai pakaian yang senada dengan kacamata yang membuat mereka terlihat keren.


"Bagus kan Mommy? Kami ingin begitu."


"Zain, kenapa tidak hubungi Daddy lagi untuk menanyakan nya." Zoya yang belum siap langsung cemas ketika Zian menekan nomor Alan.


🌟🌟🌟🌟🌟


Alice yang berniat tidur setelah menyiapkan air di kamar Alan langsung tertarik ke arah ponsel Alan yang menyala. "Siapa itu... Menelpon malam-malam." Tangan Alice langsung menekan dan.....


Bersambung....


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak

__ADS_1


__ADS_2