Temukan Kami Daddy

Temukan Kami Daddy
Paket Misterius


__ADS_3

Di ranjang besar dengan hiasan klasik dan nature. Terlihat sosok pria tengah terbaring lemah tak berdaya menahan rindu dihatinya. Rayuan mautnya tidak mempan untuk membuat mama nya terhipnotis dan berkata iya seperti keinginan nya.


Rasanya jam tidak bergerak sama sekali. Mata biru Richard menatap jam dinding serta terus uring-uringan di ranjang besar nya bak anak kecil yang tengah ngambek.


Sedangkan dibawah, Rekha tengah mempersiapkan semua ya dibutuhkan untuk pernikahan putranya. "Ah ya, antarkan ini kepada calon pengantin wanita nya dan ingat jangan sampai rusak!" Rekha mengatur semuanya dan itu tidak luput dari pandangan suaminya yang tengah berdiri dari pintu masuk.


"Sibuk sekali. Hingga tidak melihat kedatangan suami mu, hmm?" Rekha membalas balik dekapan suami nya dari belakang sambil tersenyum kecil.


"Sebentar lagi adalah pernikahan putra kita. Aku tidak ingin ada yang terlewat, aku sudah lama menantikan nya. Aku ingin dengan budaya kita, putra kita dan istrinya akan terlihat seperti dewa Dewi dari khayangan." Rekha bicara sambil membayangkan senyuman Richard yang bahagia di pelaminan.


"Tentu saja, aku juga senang. Tapi, ada pelayan dan yang lainnya kau bisa melihat saja jika ada yang tidak sesuai baru turun tangan. Aku tidak ingin kau kelelahan dan sakit saat upacara pernikahan putra kita."


Rekha tersenyum mendengar ucapan suaminya, pria itu tidak berubah. Dengan bahtera rumah tangga mereka yang tidak mudah, begitu banyak ujian tapi sikap Manesh tidak berubah untuk nya. Sungguh idaman semua wanita, sekarang keduanya saling menatap satu sama lain.


Tangan Manesh langsung terulur di pipi Rekha yang mengalirkan air mata. "Kenapa? Apa ada sesuatu?" Tanya Manesh khawatir, ia tidak bisa melihat air mata menganggu istrinya.


Rekha menangkap tangan itu dan menggenggamnya dengan lembut. "Tidak ada, aku hanya teringat saat kau menikahi ku dan semua kenangan kita. Bahkan kelahiran Richard dan masa kelabu..."

__ADS_1


"Ingat saja yang baik, aku tidak mau ingatan buruk menari di benak mu. Ngomong-ngomong dimana calon pengantin pria nya?" Manesh tidak melihat putranya sejak ia datang.


Rekha tidak langsung menjawab, ia tertawa kecil membuat Manesh jadi penasaran. "Dia pastinya menangis dan bergelung dengan selimut nya."


"Kau memarahinya?"


"Enak saja! Aku mengatakan tidak ada pertemuan menjelang pernikahan dan lihat reaksi putra mu itu, ia persis saat kecil." Manesh tertawa dan segera ke atas menuju putranya.


Benar saja, saat pintu terbuka terlihat Richard dengan muka hujannya dan awan yang sangat mendung serta kamar yang seperti angin ribut. "Papa!" Bak anak TK, Richard mengadu pada papa nya sambil melampiaskan kekesalannya.


Suara televisi masih menyala dengan double Z yang masih menatap tayangan kesukaan mereka. Zoya tengah duduk menatap kedua putranya dan sesekali menatap cincin yang melingkar di jarinya.


Ada rasa deg-degan menjelang pernikahan nya. Seperti calon pengantin pada umumnya, ditambah dengan rasa lega melihat sambutan keluarga Richard yang tidak akan menjadi keretakan seperti sebelumnya. Dan yang teristimewa, Zoya merasa senang kedua putranya menerima dengan lapang dada dan menyayangi Richard begitu pun sebaliknya.


"Mommy, apa kita akan tinggal disini atau di rumah besar?" Tanya Zian dengan tangan yang memegang remote tv.


"Kenapa sayang?" Tanya Zoya.

__ADS_1


"Tidak ada, aku mau disini saja. Apa Papa akan setuju?"


"Kita akan tanyakan nanti hmm." Zian mengangguk mendengar penuturan Mommy nya.


Tak lama terdengar suara bel pintu yang membuat Zoya menoleh ke jendela melihat siapa yang datang, terlihat sosok kurir yang membuat Zoya teringat akan barang yang akan dikirimkan untuk nya.


Tapi setelah sampai di pintu, paket itu berukuran kecil tidak seperti gambaran Rekha dan seharusnya, bukan kurir yang datang tapi suruhan Rekha seperti yang dikatakan.


"Dengan nya Zoya, ini ada paket untuk nyonya. Tolong tanda tangani disini." Zoya menerimanya karena memang namanya tercantum di sana sebagai penerima.


"Mungkin dari Juli." Pikir Zoya, wanita itu kembali menutup pintu dan ia memandanginya paket yang berbentuk persegi itu ditangannya.


"Aku penasaran, ayo kita lihat."


Bersambung....


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya ,terimakasih banyak

__ADS_1


__ADS_2