
Ruangan yang berukuran besar dan menampung banyak tamu itu sudah dihiasi oleh bunga yang segar, wangi dan indah serta beragam yang akan menyambut kedatangan tamu.
Seperti ucapan Rekha, wanita itu tidak main-main dengan ucapannya bahkan Richard antara senang dan marah karena ada yang menganggu Zoya dengan double Z.
Tentu saja ia juga setuju karena lebih cepat mereka menikah, Richard bisa melindungi mereka karena satu atap dan tentu dengan penjagaan yang ketat seperti acara pernikahan mereka.
Manesh yang mendengar hal itu, tentu langsung bertindak seperti istrinya. Menggunakan kekuasaan dan pikiran nya ia sudah menemukan target yang menjadi pelaku utamanya dan akan menemukan kaki tangan yang melakukannya.
Pernikahan Zoya dan Richard dipercepat seminggu dan rangkaian acara sudah dilaksanakan. Mulai dari doa yang dilaksanakan dihari pertama yang dilakukan di kediaman Richard.
Lalu hari kedua yang tengah dilaksanakan sekarang yaitu upacara kunyi yang dipercaya sebagai ritual keberuntungan bagi calon pengantin. Prosesi ini dilakukan secara terpisah di kediaman masing-masing pria dan wanita.
"Wah, dokter kita ini semakin tampan saja."
"Tentu saja, pernikahannya akan segera terjadi dan didepan mata. Warna kunyit yang terang ini persis seperti suasana hati calon pengantin ini." Richard hanya tersenyum mendengar celetukan keluarga nya yang berasal dari garis Papa nya.
Acara ini menggunakan kunyit, air mawar untuk kulit calon pengantin akan diolesi menjadi pasta kunyit mencerahkan warna kulit dan memberikan berkah bagi pasangan yang akan menikah.
Sekarang Richard dengan pakaian tradisional berwarna putih tengah duduk manis menunggu olesan di tubuhnya, mulai dari wajah, tangan dan kaki.
__ADS_1
"Semoga kau bahagia selalu." Terlihat Manesh mengolesi pasta kuning itu di lengan putranya.
"Terima kasih Papa." Richard menjawab dengan wajah yang bersinar.
Hingga tubuh Richard sudah penuh dengan pasta kunyit dan dengan perkumpulan keluarga nya ia, mereka berbincang-bincang.
Begitu juga dengan Zoya, ditemani oleh Rekha dan kerabat lainnya karena Alan bersama keluarganya akan datang lusa.
Zoya merasa sedikit tenang sekarang, karena dikelilingi oleh orang-orang yang baik dan penjagaan yang tidak main-main.
"Ayo, keluarkan senyuman manisnya. Masih terlihat ada yang kurang meskipun pakaian dan perhiasan berwarna terang ini melekat padamu sayang." Sambil menyentuh dagu Zoya, wanita itu bagaikan Ibu bagi Zoya yang membuat hati Zoya tersentuh.
"Aku juga mau!" Zain berdiri sambil memegang daun sebagai perantara kunyit yang akan dioleskan.
Semuanya tertawa melihat tingkah Zain yang diikuti oleh Zian sambil tak sabaran mengambil olesan kunyit dan memberikan pada wajah Mommy mereka, Zoya tersenyum haru melihat senyum yang sudah terbit di wajah kedua putranya.
"Mommy sangat cantik!" Puji mereka membuat suasana semakin bahagia.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1
Manesh yang tengah berdiri diantara kerumunan orang yang mengelilingi putranya, dikejutkan dengan kedatangan salah satu anak buahnya dan menyampaikan sesuatu.
Richard yang menyadari papa nya tidak ada, langsung mendaratkan pandangannya pada Manesh yang perlahan pergi keluar membuat ia penasaran.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Mobil bewarna hitam itu langsung ng meluncur membelah jalanan setelah memastikan bawaan mereka seratus persen beserta penumpangnya. "Bukankah terlalu mendadak? Sebelumnya acara pernikahan dua minggu lagi. Apa..... pengantin wanita nya..." Sang pemilik suara langsung mendapat tatapan tajam.
"Alta, jangan bicara sembarangan!" Peringat Aron yang membuat Alan tidak jadi bertindak.
"Alta, jaga bicaramu nak." Gadis itu hanya mengangkat bahunya dan bertingkah tidak terjadi apapun.
Alan bersama keluarganya tengah dalam perjalanan ke Singapura menghadiri pernikahan Zoya dan Richard. Indra sangat senang mendapatkan izin untuk menjadi sosok ayah bagi Zoya seperti harapan nya.
"Maukah ayah mendampingi ku? Apa aku masih putri Ayah?" Indra masih ingat percakapan mereka saat itu.
Bersambung......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak
__ADS_1