
Alunan musik mulai mengalun merdu di telinga dan memenuhi ruangan itu. Semua orang tengah memandangi kedua orang yang sedang berdansa bersama. Sama-sama memakai warna hitam yang membuat mereka serasi. Dress Anarkali yang digunakan oleh Zoya membuat dirinya bak ratu yang ketika berputar dress hitam itu akan terbuka seperti bunga, apalagi jika dilihat dari atas.
"Lagunya bagus. Apa artinya?" Zoya bertanya ditengah dansa mereka. Richard memberikan reaksi dengan senyuman manis ditengah rasa penasaran Zoya.
"Artinya sangat bagus dan cocok dengan suasananya."
"Pasti memiliki arti harapan dan juga keinginan yang baik untukmu dan keluarga mu." Zoya mengeluarkan analisis nya dari musik serta lirik lagu yang memasuki indra pendengarannya.
"Iya, dan aku berharap segera terwujud." Richard menjawab tanpa melepaskan pandangan dari Zoya yang melirik dekorasi pestanya.
Dil Kehta Hai Kasam Se
Sumpah, Hati ini yang mengatakannya
Ke Thoda Thoda Pyaar Hua Tumse
Sedikit demi sedikit aku cinta padamu
Ke Thoda Ikraar Hua Tumse
Sedikit canggung denganmu
Ke Thoda Thoda Pyaar Hua Tumse
Sedikit demi sedikit aku cinta padamu
Ke Thoda Ikraar Hua Tumse
Sedikit canggung denganmu
Ke Zyada Bhi Hoga... Tumhi Se
Ke Thoda Thoda Pyaar Hua Tumse
Sedikit demi sedikit aku cinta padamu
Meri Aankhon Ki Dua Hai Chehra Tera
Mataku berdo'a dan wajah ini milikmu
Ab Dekhe Bin Tujhe, Na Guzara Ho Mera
Setelah bertemu denganmu, Aku tak bisa bebas
Meri Aankhon Ki Dua Hai Chehra Tera
Mataku berdo'a dan wajah ini milikmu
Ab Dekhe Bin Tujhe, Na Guzara Ho Mera
Setelah bertemu denganmu, Aku tak bisa bebas
Main Saans Bhi Loon, Tujhe Chahe Bina
__ADS_1
Aku bahkan bernafas, tanpa menginginkanmu
Ab Hoga Na Yeh Humse
Sekarang ini tak akan terjadi lagi
Ke Thoda Thoda Pyaar Hua Tumse
Sedikit demi sedikit aku cinta padamu
Ke Thoda Ikraar Hua Tumse
Sedikit canggung denganmu
Ke Thoda Thoda Pyaar Hua Tumse
Sedikit demi sedikit aku cinta padamu
Ke Thoda Thoda Pyaar Hua Tumse
Sedikit demi sedikit aku cinta padamu
Ke Zyada Bhi Hoga... Tumhi Se
Ke Thoda Thoda Pyaar Hua Tumse
Sedikit demi sedikit aku cinta padamu
Ke Thoda Thoda Pyaar Hua Tumse
Sedikit demi sedikit aku cinta padamu
Ke Zyada Bhi Hoga... Tumhi Se
Ke Thoda Thoda Pyaar Hua Tumse
Sedikit demi sedikit aku cinta padamu
"Ada sesuatu di mataku? Wajahku?" Zoya merasa diperhatikan tapi ia sungguh tidak peka entah karena kisah masa lalunya atau tembok yang ia buat sendiri.
Teri Nazar Ne Kya Kar Diya
Apa yang telah matamu lakukan
Mujhse Hi Mujhko Juda Kar Diya
Memisahkan aku dari diriku sendiri
Teri Nazar Ne Kya Kar Diya
Apa yang telah matamu lakukan
Mujhse Hi Mujhko Juda Kar Diya
Memisahkan aku dari diriku sendiri
Main Rehta Hoon Tere Paas Kahin
__ADS_1
Aku berada di suatu tempat dekat denganmu
Ab Mujhko Mera Ehsaas Nahi
Sekarang aku tidak menyadari perasaan ini
'Pandangan matamu membuat diriku terbang dan berpisah dari ragaku.' Itulah yang ingin Richard katakan, tapi ia masih belum punya keberanian.
"Celak yang bagus." Puji Richard menyembunyikan isi hatinya.
"Terimakasih, jili yang membantu ku. Aku tidak terlalu bisa."
"Apa masih lama? Aku merasa....
"Kau bilang ingin memperlihatkan keahlian mu." Zoya yang tadinya kesulitan dengan dress miliknya mulai mengambil ancang-ancang dan seiring musik, Zoya mengikuti langkah Richard dan dansa mereka terlihat indah. Pandangan Zoya yang tadinya kesana-kemari langsung menatap mata biru milik Richard dan pandangan keduanya bertemu.
Richard merasakan langkah Zoya mengimbangi gerakan miliknya. Dan dansa mereka semakin menjadi, terdengar riuh dari penonton yang memuji gerakan mereka. Bahkan double Z turut bertepuk tangan, dan sekitar 2 menit kemudian musik berakhir.
"Aku berhasil." Ucap Zoya memberikan senyum kemenangan nya.
"Aku senang kau menunjukkan nya." Richard melepaskan tangannya dari tubuh Zoya dan membuat pujian terlontar dari semuanya dan double Z langsung berhamburan ke arah Zoya dan disambut oleh Zoya serta Richard bak keluarga bahagia. Di sela tatapan semuanya, ada seorang mata milik wanita yang tidak lagi muda keturunan India yang memandangi Zoya dengan lekat.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
"Siapa keluarga pasien?" Dokter baru saja keluar dari ruangan itu yang langsung membuat Alice bergegas.
"Saya! Bagaimana keadaannya?" Alice terlihat menangis dengan mata sembab nya, ia yang berniat mengantarkan Rosa ke kediaman Alan langsung dibuat panik melihat Jim yang membopong tubuh Alan yang tidak sadarkan diri.
"Tubuhnya kedinginan mungkin karena terlalu lama berendam, mandi atau mungkin karena kehujanan dan tidak segera memakai pakaian hangat, dan itu membuat suhu tubuhnya begini dan ia demam tinggi. Akan lebih baik, untuk tiga hari kedepan tuan Alan dirawat dan kita lihat perkembangannya."
"Baik, terimakasih." Alice bergegas masuk menuju ruangan yang terlihat Alan dengan wajah pucat yang terbaring lemah.
"Alan..... Alice ingin duduk tapi ia terhenti saat mendengar nama yang keluar dari bibir pucat Alan.
"Zoya.... Ada sekitar tiga kali Alan terus memanggil membuat Alice beku di posisinya.
"Bahkan nama itu masih ada di alam bawah sadar mu. Apa aku memang tidak berarti untukmu? Aku sangat mencemaskan mu, tapi nama itu yang kau ucapkan."
"Jim!" Tubuh Jim langsung berbalik melihat kedatangan Erna dengan suaminya yang mendapatkan kabar Alan sakit.
"Nyonya, Tuan." Jim memberikan hormat kepada kedua orang tua Alan.
"Bagaimana keadaannya? Kenapa bisa sakit? Katakan!" Erna terus mencerca Jim dengan pertanyaan.
"Tuan demam tinggi, dan perlu dirawat beberapa hari dan..... Jim hanya menghela napas melihat Erna pergi saat ia menjelaskan.
Erna dengan suaminya segera membuka pintu dan pandangan mereka bertemu dengan Alice matanya terlihat sedih. "Alice, kenapa keluar?"
"Kenapa? Karena aku tidak dibutuhkan Ibu." Jawab menohok Alice membuat Erna menajamkan pendengarannya dan penglihatan nya.
"Zoya.... Setelah mendengar nama yang sama Alice sungguh tidak tahan dan pergi dari sana.
"Nama itu... Kenapa? Sudah cukup lama bukan?" Erna bertanya pada suaminya.
"Kau tidak bisa menghilangkan sosok itu dari Alan, meskipun mereka tidak bersama. Kau senang sekarang? Atau kecewa? Sekarang dua putra kita sama-sama sakit. Apa yang akan kau lakukan?" Baskoro duduk di samping Alan mengelus rambut putranya dengan Erna yang terdiam mendengar ucapan suaminya dan entah apa yang ia pikirkan sekarang.
Bersambung......
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya juga bintang limanya ya, terimakasih banyak ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️