Temukan Kami Daddy

Temukan Kami Daddy
Peringatan?


__ADS_3

Zoya merasa kaget dan terharu melihat kedatangan orang tua Richard yang menjenguk dirinya dan kedua putranya.


Rekha tak henti-hentinya memberikan dukungan untuknya apalagi melihat dan mendengar kondisi Zain yang sedang tidak baik. "Nenek, orang jahat itu membuat Zain jadi murung. Aku dan Mommy serta yang lainnya bercerita sepanjang waktu, tapi ia tidak membalas ataupun tersenyum. Ia hanya diam seperti mendengar kaset rusak saja dan melihat yang lain ia jadi ketakutan padahal tidak ada orang jahat!" Zian mengadu mengenai kondisi saudara kembarnya.


"Zain, sedang sakit. Nanti akan seperti semula lagi. Ya jelas, kita harus berdoa dan bersabar hmmm?" Mendengar penjelasan itu Zian mengangguk setuju.


"Bagaimana keadaan mu?" Tanya Rekha.


"Tubuhku sudah baik Bu, hanya saja...." Zoya tidak melanjutkan ucapannya sembari melihat Zain yang tengah istirahat.


"Kau kuat bukan, cobaan diberikan untuk orang tangguh dan ia patah bisa melewati nya. Zain akan sembuh dan seperti dulu lagi, hanya butuh waktu. Ngomong-ngomong bagaimana kasus mengenai hal ini?"


Belum sempat menjawab, terlihat pintu terbuka menampilkan sosok Alan dengan kotak makanan yang dibawanya. Alan yang melihat sosok lain di sana tersenyum kecil mencoba menerka.


Sedangkan Rekha yang melihat sosok Alan tentu langsung paham siapa dirinya. "Aku dengar dari Richard kau sedang down beberapa waktu lalu,syukurlah kau sudah baikan."


"Selamat siang Bibi." Sapa Alan yang mengetahui itu adalah ibu Richard.


"Siang, aku sekarang tau dari mana jiplakan double Z." Alan tersenyum mendengar penuturan itu.


"Ya, mereka mewarisi ku." Alan masih canggung untuk bicara apalagi dengan kisah yang menjelaskan kebodohannya.

__ADS_1


"Jangan canggung begitu, aku hanya ingin bicara seperti ibu dan anak. Kau mungkin seusia dengan Richard."


"Aku rasa begitu, aku...."


"Papa!" Rosa datang dengan kotak kecil ditangannya dengan sosok Zain dibelakang yang sepertinya mereka habis bermain kejar-kejaran.


"Sayang, papa sudah bilang jangan berlari dan kecil kan suaranya." Alan menasehati putrinya itu dengan Zian yang turut kena juga.


Keduanya mengangguk mengerti dan meletakkan telunjuk tangan mereka ke arah bibir kecil mereka ditambah wajah imut." Ayo, salam pada nenek." Rosa menampilkan senyum manisnya membuat Rekha membalas senyuman manis itu.


"Halo Nenek, aku Rosa yang cantik dan anggun putri tercantik Papa!" Ujar Rosa dengan ceria.


"Maaf, aku hanya ingin mengingatkan apakah Rosa sudah memberikan kotak salad buah nya?"


"Iya Mama, aku lupa. Ibu Zoya, ini untuk Zain." Dengan langkah kecilnya, Rosa mendekati Zoya sambil memberikan kotak kecil itu.


"Terima kasih sayang." Zoya senang gadis kecil itu memanggil nya ibu."


"Untuk Zian?"


"Zian nakal, Rosa tidak suka! Wlek!" Dengan memasang wajah jelek, Zian membalas nya membuat mereka berpikir bahwa mereka menyeramkan padahal tidak.

__ADS_1


"Kejar aku!" Keduanya kembali berlari membuat semuanya mengatakan hati-hati.


"Biar aku saja." Ujar Alice sambil melenggang pergi.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Aku bilang pergi! Apa kau tuli? Hah?" Indra hanya menatap Erna sejak tadi terus berteriak padanya, bukannya tenang ia justru marah dan bicara macam-macam.


"Tenang lah, kondisi mu...."


"Aku tidak butuh rasa kasihan mu! Pergi! Aku tidak butuh siapapun!"


Indri menatap nanar istrinya, tidak ada lagi wanita yang lembut dan tersenyum seperti dulu hanya terlihat kemarahan. "Sadarlah, ini mungkin peringatan untuk mu!" Indra sedikit mengeraskan suaranya dan membuat Erna terdiam sejenak dengan mata satunya.


Bersambung.....


Jangan lupa like


Tinggalkan komentar


Dan berikan hadiahnya ya

__ADS_1


__ADS_2