Temukan Kami Daddy

Temukan Kami Daddy
Bukan Dua


__ADS_3

Di sebuah dapur restoran terlihat Zoya tengah memasak dan sibuk berkutat dengan alat dapurnya. Tangannya sudah terbiasa akan hal itu sambil memotong dia juga melakukan hal yang lain. "Sempurna!" Ucapan itu membuat Zoya langsung melihat ke belakang memperlihatkan Jili dengan permen di tangannya.


"Astaga, kau memakan ini?" Tanya Zoya membuat keningnya mengerut.


"Kenapa? Apa hanya untuk anak-anak? Rasanya sangat manis siapapun akan suka. Seperti rasanya jatuh cinta, bukan begitu?" Jili menyenggol lengan Zoya sambil menggoda wanita cantik itu.


"Ishhh, aku mau menghidangkan ini. Lihat, apa masih ada pelanggan lagi." Zoya mengelak membuat Jili hanya tertawa karena nya.


"Zee, ngomong-ngomong aku bertemu dengan pria itu. Daddy Marlin double Z, kau tau itu?" Pertanyaan Jili membuat gerakan, pikiran Zoya terhenti.


"Darimana kau tau?" Tanya Zoya dengan melihat Jili yang tengah menuliskan bahan makanan yang kosong.


"Dia terlihat di apartemen mu dan...... Hei!" Jili memanggil Zoya saat melihat wanita itu sudah melangkahkan kakinya dengan cepat segera menuju halte bus.


"Ada apa dengan nya?" Jili kebingungan karena tingkah temannya itu, otaknya sepertinya bekerja melambat tidak tau apa yang terjadi karena ucapannya.


Sepanjang perjalanan, Zoya berharap bus yang membawa nya ini memiliki kecepatan yang tinggi sehingga ia langsung sampai dirumah.


Perasaanya tak menentu setelah ucapan Jili. Alan tau apartemen nya, itu sangat membahayakan baginya. Jika Alan tau tempat tinggalnya ia akan kembali lagi ke sana dan bertemu dengan double Z. "Tidak.. aku harus segera pulang dan semoga saja dia belum sampai di sana. Ya, semoga saja." Zoya terus berharap dan berfikir sesuai keinginannya tapi sayangnya takdir mungkin tidak selalu berjalan sesuai keinginan kita.

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Nenek Ning duduk diam menatap double Z dengan Alan. Meskipun matanya bermasalah tapi, dia dapat tau dengan cepat melihat sosok yang merupakan asal duplikat double Z.


'Bagaimana mungkin, secepat ini. Astaga..... Apa yang akan terjadi?'


"Double Z suka Nemo?" Pertanyaan Alan membuat wanita tua itu sadar dari lamunannya. Tidak bisa ia pungkiri Alan bukanlah pria yang jahat, bahkan ia sosok ayah yang baik meskipun pertama kali bertemu. Hanya saja Zoya tidak bercerita banyak kenapa ia tidak bersama suaminya lagi.


"Suka, karena Nemo juga. Daddy datang!" Zian sejak tadi tidak melepaskan Alan dari pandangannya.


"Sungguh? Kenapa?" Tanya Alan, sungguh hatinya begitu bahagia mendapatkan kenyataan ia memiliki dua putra.


"Karena Daddy adalah Marlin nya dan kami double Nemo nya. Dan lihat! Daddy menemukan kami. Mommy bilang Daddy di tempat yang jauh, jadi harus bisa menemukan kami." Tubuh kekar Alan tentu bisa menampung double Z di pelukannya.


"Bagaimana mereka tau, padahal sebelumnya kami pernah bertemu, hanya saja aku tidak melihat wajah mereka." Ujar Alan menatap teh dihadapannya.


"Karena wajahmu bersih. Maksudnya tidak memakai apapun atau ya bagaimana seorang pria. Atau lebih tepatnya seperti waktu muda." Alan menyentuh wajahnya yang baru saja ia cukur.


✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨

__ADS_1


Masih jelas diingatan Alan, setelah nenek Ning terpaku melihatnya. Zian langsung menarik tangannya dan menuju cermin besar membuat bayangan mereka begitu jelas di sana. "Zian, kenapa bawa Paman...." Zain kebingungan saat ia asyik bicara saudara kembarnya datang dan tiba-tiba menarik Alan.


"Mirip! Lihat! Zain.... Ini Daddy!" Zian langsung berhamburan kepelukan Alan membuat saudara kembarnya ikut meneliti.


Tangan mungil Zain menelusuri wajah Alan sambil menatap dengan lekat. Alan memejamkan matanya ketika tangan mungil itu berada di kelopak matanya, hidungnya lalu bibirnya. "Iya, sama. Mommy bilang kita mirip Daddy, kita seperti kembar tiga bukan dua lagi..... Daddy akhirnya datang!"


Zain ikut memeluk Alan membuat nenek Ning tidak berkutik dari tempatnya, meskipun ia ingin menghentikan mereka tapi, wajah double begitu bahagia dan mengandung kerinduan yang besar. "Daddy kemana saja? Kenapa lama sekali?" Alan tidak berucap apapun, ia memeluk erat tubuh kedua putranya. Rasa bahagia, syukur, sedih dan bersalah bercampur aduk sekarang.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Sekarang Zoya semakin mempercepat langkahnya, karena di perjalanan ia bertemu dengan salah satu pelanggan setianya dan ingin membahas pemesanan untuk pestanya. Awalnya Zoya mengelak tapi, ia berpikir mungkin Alan tidak datang karena tidak ada panggilan atau pesan dari nenek Ning padanya hal itu membuat ia menjadi sedikit tenang. Mungkin saja itu hanyalah overthinking dirinya saja setelah mendengar ucapan Jili padanya.


"Double Z pasti senang karena aku membawakan pulut hitam mereka." Zoya menenteng tas belanja berisi pulut hitam kesukaan kedua putranya. Saat sampai di apartemen dua jam kemudian, entah mengapa perasaanya jadi berdebar tak karuan.


"Aku harap mereka tidak berbuat ulah, atau jangan-jangan Richard datang?" Gumamnya, ia mengetuk pintu dan tak lama pintu terbuka.


Zoya langsung masuk tanpa melihat sosok yang membukakan dirinya pintu, ia langsung menuju dapur meletakkan barang yang ia beli sambil berbincang "Nenek, apa double Z sedang tidur siang? Aku pulang cepat karena......


"Selamat datang Sayang!" Zoya merasakan hujan es tengah menghantamnya saat ini melihat hal yang ia takutkan terjadi.

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2