
Dibalik pintu itu terlihat sosok yang tersorot lampu kamar dengan menggunakan pakaian yang sangat berbeda dan tidak terbayangkan sebelumnya oleh Richard. Ada tatapan kagum, bingung dan senang, merasakan kedatangan suaminya, Zoya belum menoleh ke belakang tapi hanya melihat dari bayangan cermin.
"Ini? Zee..."
"Aneh ya?" Tanya Zoya melihat raut dan pertanyaan Richard.
"Bukan, tapi... Aneh saja dan cantik!" Ada senyuman yang terbit dari wajah Zoya yang tertutupi anak rambutnya.
"Apa aku sudah benar memakainya?" Satu tangan Zoya merapikan selendang yang melilit dari bawah berbentuk rok hingga menyilang ke dadanya sampai pundak.
Kembali Richard mendekat, dan membantu istrinya itu memakai pakaian tradisional yang bernama saree. "Cukup baik, sekarang katakan kenapa dan ada apa?"
"Aku hanya iseng saja mencoba memakainya, karena tidak ada ibu. Dan acara Diwali juga sebentar lagi." Zoya tidak jadi menggunakan baju dinas panas nya. Ia lebih memilih menggunakan saree dengan anak baju berbentuk dan berukuran seperti br* yang membuat pusar dan bagian punggung terbuka jika tidak tertutupi selendang bawah yang begitu panjang.
"Ada aku, apa kau meragukan nya?" Sekarang wajah Richard berada di sebelahnya sambil menyentuh pundaknya membuat Zoya tersenyum seketika. Keduanya dapat menatap satu sama lain melalui cermin yang sangat jelas.
"Berapa nilai ku?" Richard memindai penampilan istrinya, meksipun tidak terlalu baik tapi terlihat rapi.
"85/100" Sesaat Zoya menoleh ke belakang dan membuat mereka berpandangan tanpa perantara lagi. Hanya sebentar dan tak lama, Zoya kembali berpaling dan menoleh ke jam yang berdetak.
__ADS_1
"Ternyata hampir satu jam aku latihan. Aku akan melepaskan nya, bisa bantu aku?" Tampak Zoya kesulitan melepaskan pengait anak baju yang tidak bisa tergapai oleh tangan nya.
Ketika mata Richard tertuju kesana, jakunnya naik turun bak rollercoaster karena menyaksikan punggung nan mulus dan terbuka lebar itu. Ada seperti tali pengikat dengan rumbai manik yang sesuai dengan warna pakaiannya.
"Zee.... Kau memancing ku?" Pertanyaan Richard membuat Zoya terdiam sejenak.
"Kau berpikir begitu? Apa salah?" Dari jawaban itu, Richard mendapatkan jawaban nya.
"Tidak salah, hanya saja....." Sekarang Zoya sepenuhnya membalikkan badannya dan bertatapan dengan tubuh kekar itu.
"Kau tidak suka? Apa aku yang terlalu..." Secepatnya mungkin Richard menggeleng sebelum Zoya berpikir yang bukan-bukan.
"Maaf..." Hanya itu yang Zoya katakan.
"Tidak, itu bukan salahmu."
Tangan itu sekarang saling menggenggam, Richard memejamkan matanya merasakan kecupan hangat di tangan nya. "Zee..." Sungguh jika begini, Richard menjadi panas hingga ubun-ubun.
"Aku siap!" Satu tangan Zoya menelusuri bagian depan yang tertutupi dengan kaos putih itu.
__ADS_1
Sekarang tangan nakal itu sudah tertangkap dan keduanya menyelami satu sama lain melihat apa yang ada di dalam mata yang merupakan saluran perasaan hati. "Sungguh?" Seolah meyakinkan kembali ucapan Zoya.
"Ya, aku juga menantikan nya."
"Aghh!" Zoya cukup kaget karena tubuhnya dibalik dengan napas yang dapat Zoya rasakan mendera lehernya.
Tidak ada lagi percakapan, selain percikan bibir yang menaiki dan memutari punggung terbuka itu dengan sepenuh hati dan balutan yang mulai membara. Zoya memejamkan matanya ketika tangan Richard memeluk pinggang rampingnya yang tidak tertutupi lagi dengan selendang.
Kerjasama yang baik terjalin antara sepasang tangan dengan alat pengucapan yang membuat tubuh Zoya memanas. Tak ingin membiarkan Richard menjelajah sendiri, Zoya memberikan tugas kepada jari lentiknya menyentuh lengan kekar itu.
Tak tahan lagi, keduanya saling membagi deru napas dan ******n, seolah baru menemukan kolam kesegaran mereka saling menunjukkan kepemimpinan yang baik. Bunyi klik itu akhirnya membuka keindahan apa yang tertutupi disana, perlahan namun pasti pertempuran yang dilaksanakan dengan berdiri sekira perlahan menuju lokasi utama yang sangat empuk dengan frekuensi pertempuran yang sengit.
Hanya suara penyaluran cinta dan kepemilikan yang dinanti-nanti satu sama lain menghiasi kamar mewah itu yang sebelumnya hanya diisi dengan ucapan dan malam, tapi sekarang ini akan menjadi gerbang pertempuran berikutnya hingga sebuah kehidupan kecil akan tumbuh dan berkembang.
"Aku mencintaimu Zee."
"Aku juga husby."
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak