
Kelap kelip lampu ya menghiasi bangunan bak istana itu membuat Zoya kebingungan menatap pemilik mata biru itu, ditambah double Z langsung menuju Richard dan memukul paha pria itu dengan tenaga kuat mereka.
"Ouch!" Terdengar suara sakit yang tidak seberapa itu dari bibir Richard membuat Zoya segera mengatasinya keduanya putranya.
"Paman kenapa? Apa mata Paman bermasalah?" Zain terlihat kesal dengan pertanyaan Richard pada Mommy nya.
"Iya, Paman tidak melihat Mommy kalian. Zee tidak pernah berpakaian seperti ini, ia hanya memakai celemek dengan jeans dan rambutnya selalu diikat. Bagaimana mungkin Mommy kalian bisa berubah? Sepertinya kalian salah membawa orang." Ungkapan Richard langsung membuat wajah Zoya berubah kesal dan langsung melayangkan tinjunya, tapi pakaian yang ia gunakan melebihi kakinya membuat ia menginjaknya dan hampir terjatuh.
"Mommy!" Double Z tentu berteriak melihat Mommy mereka hampir jatuh dengan heels tapi cukup tinggi itu.
"Lihat? Bahkan ia tidak bisa berjalan dengan baik." Zoya yang hampir terjatuh membuat detak jantungnya berpacu dengan cepat ditambah tatapan mata biru yang beradu dengan manik matanya serta tangan kekar Richard yang menyambutnya.
"Dokter menyebalkan!" Zoya melepaskan dirinya dari pelukan Richard membuat tawa Richard pecah.
"Hati-hati Zee. Kau mau merusak gaunnya?"
"Aku robek sekarang juga!" Zoya merasa kesal dan malu, terlihat satpam yang berjaga di sana melihat kejadian tadi ditambah dengan pelayan yang masuk dan keluar dari kediaman Richard.
"Silahkan." Richard yang mengenal watak Zoya mempersilakan dengan santai.
Pertengkaran kecil itu terhenti sebentar kedatangan pria bertubuh tegap dengan rambut coklat kepirangan serta manik biru.
"Woh lihat! Sang pemilik pesta berada diluar sedangkan tamunya sudah menunggu di dalam seperti patung.
"Sepupuku." Ujar Richard yang membuat Zoya tersenyum kecil dan memperbaiki posisinya.
"Paman barat!" Serempak kedua putra Zoya bersuara membuat pandangan pria itu tertuju pada mereka.
"Kembar dan tampan. Hai, kalian terlihat mempesona."
__ADS_1
"Tentu saja. Karena Daddy kami sangat tampan!" Begitu bangganya mereka berujar tanpa mengetahui isi hati orang dewasa di dekat mereka.
"Richard, jika ratu Jodha mu sudah datang. Bisakah segera masuk karena kalau tidak para Punjabi itu akan membuat kekacauan." Richard terkejut mendengar suara dari dalam dan Zoya terdiam mendengarnya dengan bahasa yang tidak ia pahami dan ia merasakan Richard mendekati dan mengajak nya masuk.
"Ayo Zee dan Double Z."
"Aku rasa 3 Z." Sahut pria itu yang memandangi punggung sepupunya bersama wanita dengan dua putranya.
Zoya melangkah dengan pelan, ada rasa grogi dalam dirinya. Sungguh ini pertama kali setelah 4 tahun ia tidak pernah bertemu dan masuk ke dalam pesta seperti ini dan bukan kalangan biasa. Netra Zoya menangkap orang-orang yang terdiri dari keluarga, kerabat serta teman Richard menatap dirinya dengan sang pemilik acara.
Dapat Zoya lihat ada keturunan Eropa dan juga Asia yang sepertinya dari India. Terlihat dari postur tubuh dan hiasan serta musik ya berkabolerasi. "Richard.... Zoya merasa cemas karena melihat tatapan semuanya.
"Tenang saja, mereka keluarga dan kerabat jauh ku. Dan tentunya mereka menatap mu untuk menjadi makan malam.... Maksudnya artis dengan gaya mereka." Richard merasakan sakit saat dicubit oleh tangan ahli masak itu.
"Jangan bercanda." Zoya memberikan senyum manisnya dan memberikan gelagat hangat salam perkenalan.
"Jadi ini ratunya? Kau tidak salah memilih. Cantik sekali!" Richard tersenyum karena dua hal, pertama pujian yang dilontarkan keluarganya dan kedua yang membuat ia tertawa geli melihat ekspresi Zoya yang tidak paham dan berpikir yang bukan-bukan.
"Naina." Ia memperkenalkan diri dan disambut oleh Zoya.
"Zee."
"Tapi pakaian kita terlihat berbeda." Ujar Zoya yang mengamati pakaian mereka.
"Memang, tapi berasal dari tempat yang sama. Richard tidak mungkin memilihkan saree ini untukmu." Tak lama ia tertawa dan duduk sambil menyesap teh di tangannya.
"Anak yang manis. Kau terlihat masih gadis bukan wanita yang memiliki anak."
"Aku juga bingung dengan penilaian orang-orang." Zoya berujar sembari melihat kedua putranya.
__ADS_1
"Tenang saja mereka tidak akan hilang, tapi mungkin seseorang sedang kehilangan dirimu." Ucapan ambigu itu membuat Zoya berfikir.
"Apa?" Tidak ada jawaban tapi Naina melirik ke arah Richard yang memanggil dirinya di tengah keramaian.
"Pergilah, kau belum memberikan hadiah." Zoya yang lupa langsung tersenyum melenggang pergi. Saat dihadapan Richard ia segera memberikan hadiahnya dan setelah Richard mengambil dengan hati yang berbunga-bunga serta ungkapan terimakasih nya. Sebuah lampu besar menyoroti mereka membuat Zoya bingung sekali dan melihat orang-orang menatap mereka berdua.
"Berikan kami pertunjukan dansa Richard!" Richard terkekeh dan membuat Zoya semakin bingung.
"Apa ini?" Tanya Zoya, tapi bukan jawaban melainkan Zoya merasakan Richard semakin mendekat dan berbisik padanya.
"Mereka ingin pertunjukan dansa dan jika menolak kau tidak tau apa yang akan mereka lakukan."
"Tapi.....
Zoya merasakan tangan mendarat di pinggangnya dan tak lama musik menyala dan disertai teriakan putranya yang menyemangati dengan kue di mulutnya.
"Aku harap kau tidak membuat ku malu di acara ulang tahun ku atau membuat double Z kecewa melihat Mommy mereka tidak sehebat yang mereka bayangkan."
"Kau menantangku?"
"Anggap saja begitu." Richard memancing Zoya dengan tantangan untuk membuat kemampuan wanita itu keluar dan seperti dugaannya Zoya menerima dengan senang hati. Tatapan takut dan grogi berubah menjadi semangat membara yang berkaitan dengan kedua putranya.
"Kau akan terkejut nanti."
"Kalau begitu perlihatkan!"
"Music!"
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.