Temukan Kami Daddy

Temukan Kami Daddy
Quality Time (Dempsey Hill)


__ADS_3

Hati Alan dipenuhi oleh bunga dan kupu-kupu saat ini. Ia akan menghabiskan waktu bersama kedua putranya yang sangat ia rindukan setelah beberapa hari tidak bertemu. "Papa akan kemana?" Pertanyaan yang dilontarkan oleh Rosa membuat Alan terhenti.


"Papa akan pergi sebentar, Rosa bersama Mama ya?"


"Baik tapi kemana dulu? Nanti Papa sakit lagi." Ujar Rosa membuat hati Alan dipenuhi keraguan karena berbohong ia belum siap berkata yang sebenarnya.


"Menemui seseorang, teman. Papa akan kembali dalam keadaan baik, jangan khawatir. Bukankah hari ini adalah pemeriksaan Rosa? Dimana.....


"Aku disini!" Alice baru saja terlihat keluar dari kamar dan mengeluarkan senyum manisnya.


"Kami pergi siang nanti."


"Begitu? Padahal Papa akan ingin mengantar peri kecil Papa ini." Itu bukanlah kebohongan Alan ia ingin mengantarkan dan melihat perkembangan penyembuhan putrinya.


"Tidak apa-apa tapi, kalau Papa ada waktu mau ajak Rosa ke lapangan depan seberang sana? Rosa mau beli sesuatu."

__ADS_1


Dengan segera Alan menggendong tubuh kecil putrinya membuat Rosa tertawa dan memeluk leher Alan. "Let's go!" Bak superhero Alan membawa putrinya sejenak dan hal itu tak luput dari pandangan Alice.


🌟🌟🌟🌟🌟


Zoya yang selesai berbalas pesan dengan Richard langsung terdiam melihat tampilan kedua putranya.


Bagaimana tidak, keduanya persis seperti Alan. Fitur wajah mereka tidak ada yang berbeda mungkin jika nanti ada keluarga Alan yang melihatnya mereka akan tau pasti meskipun ragu karena persembunyian yang ia lakukan.


"Duplikat sekali." Gumam Zoya yang membuat double Z penasaran.


"Mommy bilang sesuatu? Katakan dengan jelas Mommy bagaimana penampilan kami?"


"Tentu saja, kami memang tampan." Narsis yang dimiliki keduanya adalah gabungan dari sifatnya membuat Zoya geleng kepala.


"Daddy sebentar lagi akan datang." Pekikan riang langsung terdengar dari bibir mungil double Z yang memiliki fitur Zoya dan selebihnya dikuasai oleh gen Alan.

__ADS_1


Dempsey Hill merupakan sebuah area pusat gaya hidup yang terdiri dari restoran, spa, galeri, hingga pusat perbelanjaan. Tempat ini menjadi pilihan Zoya agar tidak menimbulkan masalah atau dilihat oleh orang yang mengenali mereka nantinya.


Tentu saja yang dicemaskan oleh Zoya adalah Alice serta Rosa. Meskipun Alan mengatakan keduanya memiliki kesibukan tapi, tetap saja Zoya ingin berjaga-jaga.


"Mommy seharusnya memakai warna yang sama. Kenapa bajunya harus kotor." Ujar Zian di sela perjalanan mereka.


"Tidak apa, putih adalah warna yang bagus dan netral. Maksudnya bisa dikombinasikan dengan warna yang lain jadi, Mommy tetap cantik." Ucapan Alan membuat Zoya hanya diam sembari memeluk tubuh double Z yang berada didekatnya.


Zoya memilih kursi belakang membuat Alan bak supir. Alan tidak mempermasalahkan hal itu, ia ingat akan ucapan Jim meskipun perasaanya tidak baik-baik saja tapi, ia akan berusaha sebaik mungkin. Siapa yang tau kesempatan ini mungkin menjadi jalur hal yang ia harapkan.


"Kita sampai!" Double membuka pintu mobil dengan tidak sabaran dengan Alan yang sudah menanti mereka dengan senyuman.


"Hati-hati!" Alan merasa khawatir dengan dress panjang yang dikenakan Zoya takut terinjak oleh sepatu wanita cantik itu.


Dan tanpa sadar Alan spontan memegang lengan Zoya membuat aksi tatapan terjadi dan tentu tidak luput dari pandangan double Z.

__ADS_1


Double Z juga tidak ingin kalah dalam tatap menatap bahkan mereka memainkan mimik yang hanya dimengerti keduanya.


Bersambung......


__ADS_2