
Apa yang ada di bangunan bertanda tambah itu menjadi penyelesaian sekaligus penguraian kejadian yang sebenarnya. Alta tidak bisa disalahkan sepenuhnya akan hal ini, saat dia sedang di masa remaja, otaknya sudah dicuci oleh sang ibu untuk memiliki sikap buruk hanya karena dendam tak berkesudahan.
Indra lagi-lagi meminta maaf, terkadang Zoya merasa tidak enak dengan iya. Kesalahan itu bukan dari ayah mertuanya tepatnya mantan, mungkin dulu Zoya merasa terpuruk tapi mengingat bahwa terjadi ia mendapatkan kunci kebahagiaan barunya dengan sosok pria disebelahnya.
"Ada apa? Kenapa melihat ku begitu??? Ada yang aneh?" Dengan satu tangannya, Richard meraba wajahnya dan ketika tangan itu tengah menelusuri tangan lain mengentikan nya.
"Hari ini terlihat menawan." Zoya terkejut ketika mobil itu berhenti mendadak dan membuat mereka saling berpandangan.
"Kenapa berhenti? Kita belum sampai." Sekarang giliran Zoya Amirin yang bicara.
"Katakan lagi."
"Apa?" Sepertinya Zoya berpura-pura sekarang membuat manik biru itu semakin mendekat dengan deru napas yang bisa dirasakan.
"Katakan lagi." Zoya menelan ludah nya melihat wajah itu lebih dekat. Sempurna, peraduan asia dengan Eropa yang membuat Zoya menyukainya.
"A...aku..." Seolah kelu, Zoya merasa tertahan dan tidak bisa bicara dengan lancar. Di pandangan Richard, istrinya itu terlihat seperti tomat dan menggemaskan membuat dirinya menatap lekat wajah yang membuat empunya semakin tak karuan.
Bulatan mata itu perlahan mengecil karena sentuhan lembut di pipinya. Seolah terperdaya, kilatan kelembaban mendarat sempurna di indra bicara itu. Merasakan kelembutan dan ungkapan hati, Zoya turut berkerja membalas dengan kelihaiannya, mulanya ia merasa kaku, tapi perlahan dengan irama saling membelit keduanya menciptakan permainan tersendiri.
Suara klakson membuat pekerjaan keduanya terhenti disertai dengan pasokan udara yang menipis serta panas yang mendera tubuh mereka meminta lebih. "Manis!" Zoya menundukkan kepalanya diiringi dengan mobil yang kembali berjalan menuju kediaman mereka. Zoya masih dapat merasakan pipinya yang memanas dan rekaman belitan yang membuat pikirannya jadi semrawut.
__ADS_1
"Ayo, sudah tiba." Tidak sadar, ia melihat mobil mereka sudah mendarat sempurna di halaman kediaman keluarga kecil mereka. Suara double Z mulai terdengar karena suara khas mobil yang mereka tunggu.
Setelah pernikahan, Richard membawa keluarga kecil nya tinggal di kediaman impian mereka. Tentunya dengan persetujuan dan kebahagiaan double Z serta Zoya, Richard tidak ingin ada unsur keterpaksaan meskipun double Z masih kanak-kanak. Keluarga Richard tidak mempermasalahkan itu, mereka percaya dengan putra mereka yang bisa mengurus dan memimpin kelurganya sendiri.
Disela-sela tontonan bermanfaat itu, Zoya mendengar suara Alan yang tengah melakukan panggilan wajah dengan double Z, begitu banyak yang anak dan Daddy itu bicarakan dengan penuh tawa dan bahagia meskipun berbeda tempat. Ya, Alan dan keluarganya telah kembali ke Indonesia, mereka memutuskan untuk mengutus seseorang untuk memantau Erna yang kembali berulah setelah bertemu dengan Alta yang mengatakan semuanya.
Tampaknya itu membuat sikap iblis dirinya keluar dan melayangkan kata-kata buruk untuk putrinya sendiri yang membuat Alta tidak percaya. "Tidak ada gunanya aku membesarkan mu dan mereka! Tidak ada yang bisa membalas rasa sakit hatiku! Aku menyesal! Pergi kalian karena aku tidak memiliki siapapun! Semuanya sudah mati!"
Indra memeluk tubuh putrinya yang gemetar karena ucapan ibunya yang sangat ia sayangi, merasa dimanfaatkan begitulah, siapa yang berpikir ada ibu seperti itu yang menginginkan balas jasa dengan kejahatan, pantas saja kakaknya Aron terus bersitegang dengan ibunya.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
"Daddy sudah makan?" Suara kecil Zian mengalun di ruang tv membuat Alan diseberang sana tersenyum.
"Hai Ibu!" Double Z terlihat senang menyapa Alice dan yang lainnya.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Sebuah tangan melingkar di pundaknya membuat wajah cantik itu menoleh. "Itu membuat ku terkejut." Richard tidak bicara, hanya tersenyum dan mengecup kening Zoya membuat wanita itu merasa hangat dengan perlakuan seperti itu.
"Butuh sesuatu?" Tawar Zoya.
__ADS_1
"Ya, buatkan aku coklat hangat ya." Zoya sempat melihat Richard tengah menyelesaikan beberapa laporan kesehatan pasien nya.
"Baiklah, sebentar ya." Zoya segera menuju dapur membuatkan segelas coklat hangat menambah stamina suaminya.
Setelah meletakkan permintaan Richard, Zoya mengatakan untuk melihat double Z yang sepertinya sudah tertidur. Sebuah pesan singkat membuat Zoya cukup kaget dan terpaku didepan cermin.
"Bagaimana malam kalian?" Entah sengaja atau tidak Jili mengirimkan pesan itu dengan emoticon aneh-aneh dan pakaian dinas.
Ia baru ingat, hampir dua minggu setelah pernikahan, mereka belum melakukan itu. Richard yang memang belum meminta atau dirinya yang tidak peka dengan kewajibannya. Tidak ingin menahan lebih lama lagi, ia langsung memantapkan dirinya, diiringi dengan Richard di ruangan kerjanya maka Zoya tengah mempersiapkan dirinya.
Sebuah pakaian khusus, sudah ditangannya. Seperti belum pernah mengalami sebelumnya, Zoya menelan ludah beberapa kali melihat pakaian yang merupakan hadiah dari Jili. "Apa aku pakai ini?" Beberapa kali ia membolak-balikkan pakaian yang tidak akan berubah bentuk itu untuk mengurangi kegugupannya.
"Aku harus bisa! Bukankah itu yang seharusnya? Aku tidak ingin menahan hak Richard, aku tidak ingin durhaka."
Satu jam tidak terasa sudah Richard lewati dengan berkutat laporan kesehatan. "Akhirnya selesai juga. Apa Zoya juga ikut tidur?" Karena tidak mendengar suara istrinya lagi setelah izin ke kamar double Z.
Kaki panjang itu segera melangkah keluar, pintu bergambar Nemo itu ia buka dan hanya terlihat double Z yang tertidur pulas dengan lampu tidur. Richard masuk sejenak sambil melayangkan ciuman manis di kening keduanya. "Selamat tidur double Z Papa."
Dapat Richard pastikan tidak ada Zoya disini. "Apa ia tertidur di kamar?" Dengan hati-hati, Richard menutup pintu kamar kedua putranya dan menuju kamarnya. Baru saja pintu itu dibuka, ia langsung terdiam ditempat.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.