Temukan Kami Daddy

Temukan Kami Daddy
Saran


__ADS_3

Sentuhan lembut menerpa wajah Alan, sembari menutup mata ia tersenyum merasakan kelembutan itu. "Kenapa lama sekali, sayang?" Kedua tangan yang melingkar di wajah Alan segera menyingkir diganti dengan bibir mengerucut.


"Selalu saja ketahuan." Ujarnya dengan rambut cepolan asal yang tidak mengurangi kecantikan dirinya.


"Aku tahu dengan Zoya ku." Alan mendekap erat tubuh yang tengah berbadan dua itu sambung mengelus lembut.


"Bagaimana kabar anak kita?"


"Baik Papa." Zoya menirukan suara kecil nan menggemaskan. Cukup lama keduanya berpelukan dengan keheningan cinta yang mengalir dalam darah mereka.


"Lepaskan! Ayo, makan dulu." Alan masih tidak bergeming, ia masih memeluk tubuh istrinya yang begitu candu untuknya. Merasakan tidak ada pergerakan suaminya, Zoya tersenyum kecil sembari tangannya menuju ke bawah dan tak lama terdengar suara kaget Alan dengan tubuhnya yang tersengat listrik karena Zoya menyentuh tombol on miliknya.


"Sayang!" Zoya tertawa melihat reaksi suaminya dan segera membuka makanan yang ia bawa, Alan memilih duduk dengan kejutan yang masih terasa.


Mata Alan tidak berhenti berkedip memandangi istrinya yang begitu telaten menyiapkan makan siang yang ia masak, tidak ada keluhan dengan usia kandungan menuju lima bulan. Ini adalah kandungan kedua Zoya setelah mengalami keguguran yang pertama. Merasa dipandangi Zoya hanya tersenyum manis lalu mendekat dan memberikan piring dengan porsi lengkap.


"Memandangi ku tidak bisa membuat mu kenyang Mas, jadi......


"Aku sangat lapar." Alan mengambil piring dengan tatapan nakalnya.


"Kau tidak makan sayang?" Alan memanggil istrinya yang tengah berdiri di dekat jendela sembari menatap pemandangan di bawahnya.


"Sudah kenyang, mungkin nanti. Aku ingin yang lain." Alan tidak bicara lagi, ia segera memasukkan berbagai lauk yang dibawakan istrinya sesekali menatap istrinya yang mengelus kandungannya.


Gelas kaca berisi air dalam sekali teguk sudah habis oleh CEO itu. Matanya langsung mencari keberadaan istrinya yang tadi masih berdiri di kaca.


"Sayang? Zoya?" Panggilnya berulang kali dengan langkah besar mengelilingi ruangannya, tapi ia tak menemukan siapapun.

__ADS_1


"Sayang......


"Alan! Kenapa? Ada apa?" Alan terdiam melihat sosok Jim yang masuk dengan tatapan bingung menatap dirinya. Ia kembali menatap sekeliling ruangan dan tidak terlihat kedatangan siapapun, itu hanyalah wujud dari kerinduannya.


"Aku......


"Kau tertidur setelah rapat, kau terlihat lelah. Jadi aku biarkan, dan akan membangunkan mu saat makan siang. Dan kau berteriak karena pintu tidak ku tutup dengan baik." Jelas Jim dengan tatapan Alan yang sendu.


"Kita makan siang!" Jim belum sempat berucap tapi pria bermanik coklat itu sudah bicara dengan langkah keluar. Dan tentu Jim mengikuti nya, sebuah restoran barat menjadi pilihan makan siang keduanya.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Makanannya tidak enak?" Gelengan kepala langsung terlihat dari sosok wanita di hadapannya.


"Enak! Sangat enak! Kau sangat hebat dalam memilih tempat Dokter." Ujar Zoya sambil memotong steak daging yang masih berasap.


Kehadiran mereka berempat bak keluarga kecil bahagia itu, tentu tak luput dari pandangan pengunjung restoran yang lain.


"Apa ini?" Tanya Zoya saat Richard menyodorkan sebuah kotak berhias pita bewarna silver.


"Untukmu, keluarga ku merayakan ulang tahun ku. Kau harus datang dan juga double Z. Jangan menolak dengan alasan ini atau itu, aku sudah paham akan dirimu sekarang. Jadi tidak ada penolakan lagi." Sepertinya Richard sudah hafal dialog yang akan Zoya ucapkan.


"Ada keluarga mu, bagaimana pendapat mereka nanti? Aku.....


"Datang saja, atau aku melakukan hal yang tidak pernah kau bayangkan." Zoya terpaku merasakan sebuah kecupan di keningnya, tidak ada siapapun double Z sudah masuk menikmati tontonan mereka.


"A........ Zoya merasa lidahnya kelu, bibir cerewet nya tidak mengeluarkan sepatah katapun, dan matanya hanya bisa menatap kepergian Richard dengan senyum kemenangan.

__ADS_1


"Dia pemuda yang baik, tidak ada salahnya mencoba. Jangan biarkan masa lalu mengekang dirimu Zee." Kata-kata Nenek Ning berputar di kepalanya saat ini, pintu ia tutup dengan tenaga yang kuat seolah tubuhnya terasa lemas. Bukan waktu sebentar Richard menunggu dirinya, meksipun tidak ada cinta tapi Zoya akui Richard adalah pemuda yang baik dan berkepribadian hangat. Tapi belenggu masa lalu membuat ia menutup mata dan terus memberikan harapan palsu pada dokter itu.


Tidak mudah menjalani kesendirian dalam mengurus dua anak di negeri orang. Membuat Zoya harus mengubah dirinya dengan tantangan yang ia temui dan perlahan dirinya berubah.


'Mas, apa kau melupakan cinta kita? Bahkan kau tidak mencari atau menghubungi ku, itu bukan hal yang sulit untukmu. Padahal kau selalu mengatakan dimana pun aku berada kau pasti menemukan ku. Sepertinya janji itu sudah hilang seiring kedatangan wanita lain dan pilihan ibumu.' Manik Zoya menatap dibawah jendela yang memperlihatkan pohon yang diterpa angin dengan tangannya menggenggam sesuatu.


"Mommy, apa kita akan pergi ke pesta Paman dokter?" Suara Zain menyadarkan lamunan Zoya. Tatapan dan netra coklat milik putranya sungguh persis dengan Alan pria yang belum bisa pergi dari hatinya.


"Zain senang?"


"Sangat!"


✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨


"Sangat besar! Papa, aku mau naik yang itu!" Suara mungil Rosa terus menggema dengan genggaman tangan mungilnya di tangan besar Alan.


"Iya, kita akan naik. Tapi, habiskan dulu makanannya." Sesuai janji, Alan mengajak Rosa jalan-jalan ke taman dan tentu saja Alice ikut bersamanya.


"Kita duduk di sana saja." Ajak Alice dengan menunjuk sebuah bangku kayu di bawah pohon rindang.


Alan hanya diam menuju ke sana dengan Rosa di genggamannya dan Alice berada di samping kiri Rosa. Rosa berceloteh dan dibalas dengan baik oleh Alan sedangkan Alice menatap wajah tampan Alan yang terlihat berbeda seratus delapan puluh derajat dengannya.


'Hanya satu cara membuat Alan terus terikat dan melupakan wanita itu. Kau harus segera hamil kembali.' Ucapan Erna sekarang menggema di telinga Alice.


Bersambung......


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.

__ADS_1


__ADS_2